peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Mobile Blog


manan.kurosaki.peperonity.com.peperonity.net

Kurang Kerjaan 4: Masih Nganggur

02.04.2010 23:44 EDT
Disclaimer: Masashi Kishimoto

Kurang Kerjaan by. Manan

A/N: Yang belum membaca chapter sebelumnya dipersilahkan untuk membacanya terlebih dahulu, Kurang Kerjaan 3: Nyari Kerjaan.
Yang sudah membacanya, terimakasih. Dan inilah kelanjutannya, Kurang Kerjaan 4: Masih Nganggur.

.
.
.
.
.
.
.

Diruang tamu didalam rumah ketua RT (Kakashi Hatake)

"Jadi itu permasalahannya" Kakashi mempertimbangkan.

"Mungkin untuk sementara waktu ini kalian bisa tinggal sekandang sama kingkong piaraan gw dibelakang" tawar Kakashi.

"BUJUG BUNENG!!" batin Kisame.

"Ah, tidak tidak. Terimakasih" tolak Pein.

Selanjutnya mereka ber-sebelas menuju ke gedung Hokage.

.
.
.

Didalam kantor Hokage.

"Hn. Baiklah. Kalian boleh tinggal disini" Tsunade tersenyum ramah. Akatsuki member joget joget selama 5 menit. (?)

"Itachi, apa tidak sebaiknya kamu tinggal bersama adikmu Sasuke?" saran Tsunade pada Itachi. Itachi menyetujui saran tersebut. Dia langsung ikut pulang bersama Sasuke.

"Melihat tampang kalian yang lesu seperti ini, aku bisa menebak kalau seharian ini kalian belum makan, kan?" Tsunade mengajak Naruto dan 8 orang anggota Akatsuki untuk makan malam. Selesai makan malam, Shizune mengantarkan mereka kesebuah kamar yang besar cukup untuk mereka ber-delapan, sedangkan Naruto kembali kehabitatnya.

.
.
.
.
.
.
.

Keesokan paginya diteras rumah pak RT

Kakashi dan Yamato sedang duduk santai minum kopi dan makan sanggar sambil ngerumpi. Yamato lagi ngomongin tentang artis bokep favoritnya, Maria Ozawa. Sedangkan Kakashi lagi ngomongin tentang kingkong piaraannya, si Dudung.

"Masih muda, kan?" kata Yamato memulai percakapan.

"Iya, tapi udah banyak bulunya" kata Kakashi.

"Ah, tau darimana banyak bulunya?" Yamato ngeres.

"Kelihatan kok, emang ga ketahuan?"

"Iya sih, umur 14 aja udah bebulu. Apa lagi yang udah dewasa kayak gitu" imej cabul Yamato langsung ketahuan.

"Kalo disuruh ngitung bulunya, elu mau nggak? Gw udah pernah ngitung bulunya, susah"

"Ah, iya mau lah. Jarang jarang bisa ngitung bulu yang begituan. Lu udah pernah ngitung bulunya" Yamato geleng geleng.

"Emang dari tadi lu ngomongin apaan? Kayaknya bersemangat banget?" Kakashi bingung.

"Bulu ehm, kan?"

"HAH!! Jadi dari tadi lu ngomongin bulu ehm?"

"Lha? Bukannya bulu ehm?" Yamato ikutan bingung.

"Gawat, virus Jiraiya ada dimana mana" batin Kakashi.

"Gw lagi ngomongin piaraan gw si Dudung" terang Kakashi.

"Kirain lagi ngomongin Maria Ozawa" Yamato malu.

.
.
.

"Tuan tuan sekalian. Sarapannya sudah siap" Shizune mengajak kedelapan orang anggota Akatsuki yang sedang bermalas malasan diatas ranjang untuk sarapan.

"Ah, iya. Terimakasih"
Pein dan seluruh anggotanya (minus Itachi dan Konan) mengikuti Shizune ke meja makan. Setelah mengantarkan Akatsuki ke meja makan, Shizune keluar lagi meninggalkan mereka.

"Teman teman, sebelum makan marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita Dewa Jashin, berdoa mulai" Hidan memimpin berdoa. Saat ini Akatsuki sedang duduk manis didepan meja makan.

"Ogah ah. Musrik gw percaya sama dewa nya lu" Zetsu protes.

"HUAFAH!?" Hidan nyembur ke makanan.

"EH MONYET!! ITU MAKANAN KENAPA DISEMBUR!? JADI BASI DAH TU MAKANAN!!" Pein marah marah ke Hidan. Akatsuki langsung cepat cepat menutup makanan mereka dengan tangan soalnya Pein nyemburnya lebih parah.

"ASAL LU TAU YA!! AIR LIUR GW INI SAMA SUCINYA DENGAN AIR JAM JAM!!" Hidan ngasal.

"BUJUG BUNENG!!" batin Kisame.

"Senpai senpai sekalian jangan suka berkelamin, masih pagi. Tobi anak baik, Tobi takut" Tobi mencoba meredam perdebatan ini.

"EH ANAK IDIOT!! BUKAN BERKELAMIN TAPI BERKELAHI!!" Deidara membenarkan.

"Daripada lu pada ngebacot ga jelas gitu, mending kita lanjutin aja acara sarapan bersamanya, mumpung masih anget" Kakuzu menghentikan perdebatan.

"Anget gigi lu kinclong. Dingin begini dibilang anget" Sasori protes. Akatsuki bengong plus sweatdropped liat makanan mereka yang sudah membeku.

"Kok gini?" Pein mengetuk ngetuk makanannya yang sudah membeku dengan buku jarinya.

"Namanya juga komedi" kata Zetsu.

"BUJUG BUNENG!!" batin Kisame.

"Gw heran banget sama nih ikan, kenapa dialognya bujug buneng melulu?" Pein kebingungan.

"AHA!! Gw punya ide, un!! Tunggu bentar, un" Deidara ngacir meninggalkan meja makan dan teman temannya yang sedang dalam keadaan kebingungan.

"Kesambet apaan tuh orang?" tanya Pein keanggotanya.

"Kesambet tuyul aluminium kali" jawab Kakuzu.

"Aluminium? Lu pikir panci. Yang benar itu milenium" Zetsu membenarkan.

Beberapa menit kemudian, Deidara sudah kembali lagi ke meja makan dengan membawa hairdryer.

"Ah iya, gw ngerti. Lu bawa hairdryer buat ngeringin giginya Kisame, kan?" tebak Kakuzu. Kisame ngelirik Kakuzu dengan tatapan ala Rafi Ahmad.

"Lu ngelirik lirik gw mau bilang bujug buneng lagi, kan?" kata Kakuzu. Kisame mengangguk. (Emang kedengaran? Kisame kan ngomongnya dalam hati)

"Ini hairdryer bukan buat ngeringin giginya Kisame tapi buat mencairkan makanan kita yang membeku" terang Deidara. Akatsuki ber-Ooo bareng tanda tak mengerti.

"Trus itu colokan? Lu mau colokin kemana?" tanya Pein.

"Colokin ke matanya Kisame aja" usul Kakuzu. (kayaknya si Kakuzu sensitive amat sama si Kisame)

"Kalo udah dicolokin ke matanya Kisame, nanti hairdryer nya nyala, kah?" tanya Deidara. Kakuzu menggeleng.

"Trus maksud lu ngusul biar dicolokin ke matanya Kisame?"

"Yah biar Kisame buta"
Akatsuki langsung tepuk tangan.

"Kayaknya gw udah salah pilih kehidupan, salah pilih pergaulan, salah pilih teman" batin Kisame.

"Deidara senpai, bagaimana caranya makanan kita yang membeku ini bisa mencair dengan hairdryer?" tanya Tobi.

"Ya pakai hawa nafsunya, eh, maksud senpai pakai hawa panasnya" jawab Deidara. Tobi meneteskan liur tanda tak mengerti.

1 jam kemudian, akhirnya makanannya mencair juga. Akatsuki langsung melahap makanan tersebut. Selesai makan, mereka langsung beres beres, trus cuci piring, trus kembali lagi kedalam kamar, trus nyetel Tv, trus nonton Upin Ipin.

"DUA SINGGIT!! DUA SINGGIT!!" tampak Mail sedang berteriak teriak menggunakan toa mempromosikan dagangannya.

"Eh Mail. Kau ada ayam guring kah?" tanya Ipin yang sedang berdiri didepan dagangannya Mail.

"Ta ada. Kisame guring ada" Mail menunjuk anak monyet yang sedang digorengnya.

"Kau guring dia sampai hancur. Biar dia ta bisa cakap bujug buneng lagi" usul Upin.

"Betul betul betul" Ipin setuju.

.
.
.

"Sepopuler itu kah si Kisame?" tanya Itachi yang menonton Tv tanpa menoleh ke Sasuke yang lagi senyum mesum ngeliat foto syur Naruto yang jadi wallpaper di hape nya. Sasuke mengangkat kedua bahunya.

-KONTINYU-

.
.
.
.
.
.
.

A/N: Gimana ceritanya? Gomen kalau garing, soalnya aku tak pandai membuat lawakan.
Sampai jumpa lagi di chapter 'Kurang Kerjaan' berikutnya. ^^

Mohammad Manan


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.