peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Mobile Blog


wedding ring
radul.peperonity.net

50 Tahun salah paham

16.06.2011 02:39 EDT
Dikisahkan, disebuh gedung pertemuan yang amatmegah, seorang pejabat senior istana sedangmenyelenggarakan pesta ulang tahun perkawinannyayang ke-50. Peringatan kawin emas itu ramai didatangi olehtamu-tamu penting seperti para bangsawan, pejabat istana,pedagang besar serta seniman-seniman terpandang dariseluruh pelosok negeri. Bahkan kerabat serta kolega darikerajaan-kerajaan tetangga juga hadir. Pesta ulang tahunperkawinan pun berlangsung dengan megah dan sangatmeriah.Setelah berbagai macam hiburan ditampilkan, sampailah padapuncak acara, yaitu jamuan makan malam yang sangatmewah.Sebelum menikmati jamuan tersebut, seluruh hadirin mengikutiprosesi penyerahan hidangan istimewa dari sang pejabat istanakepada istri tercinta. Hidangan itu tak lain adalah sepotong ikanemas yang diletakkan di sebuah piring besar yang mahal. Ikanemas itu dimasak langsung oleh koki kerajaan yang sangatterkenal.“Hadirin sekalian, ikan emas ini bukanlah ikan yang mahal.Tetapi, inilah ikan kegemaran kami berdua, sejak kami menikahdan masih belum punya apa-apa, sampai kemudian di usiaperkawinan kami yang ke-50 serta dengan segala keberhasilanini. Ikan emas ini tetap menjadi simbol kedekatan, kemesraan,kehangatan, dan cinta kasih kami yang abadi,” kata sang pejabatsenior dalam pidato singkatnya.Lalu, tibalah detik-detik yang istimewa yang mana seluruhhadirin tampak khidmat menyimak prosesi tersebut. Pejabatsenior istana mengambil piring, lalu memotong bagian kepaladan ekor ikan emas. Dengan senyum mesra dan penuhkelembutan, ia berikan piring berisikan potongan kepala danekor ikan emas tadi kepada isterinya. Ketika tangan sang isterimenerima piring itu, serentak hadirin bertepuk tangan denganmeriah sekali. Untuk beberapa saat, mereka tampak ikutterbawa oleh suasana romantis, penuh kebahagiaan, danmengharukan tersebut.Namun suasana tiba-tiba jadi hening dan senyap. Samar-samarterdengar isak tangis si isteri pejabat senior. Sesaat kemudian,isak tangis itu meledak dan memecah kesunyian gedung pesta.Para tamu yang ikut tertawa bahagia mendadak jadi diammenunggu apa gerangan yang bakal terjadi. Sang pejabattampak kikuk dan kebingungan. Lalu ia mendekati isterinya danbertanya“Mengapa engkau menangis, isteriku?”Setelah tangisan reda, sang isteri menjelaskan “Suamiku…sudah50 tahun usia pernikahan kita. Selama itu. aku telah denganmelayani dalam duka dan suka tanpa pernah mengeluh. Demikasihku kepadamu, aku telah rela selalu makan kepala dan ekorikan emas selama 50 tahun ini. Tapi sungguh tak kusangka, dihariistimewa ini engkau masih saja memberiku bagian yang sama.Ketahuilah suamiku, itulah bagian yang paling tidak aku sukai.”tutur sang isteri.Pejabat senior terdiam dan terpana sesaat. Lalu dengan mataberkaca-kaca pula, ia berkata kepada isterinya,” Isteriku yangtercinta…50 tahun yang lalu saat aku masih miskin, kau bersediamenjadi isteriku. Aku sungguh-sungguh bahagia dan sangatmencintaimu. Sejak itu aku bersumpah pada diriku sendiri,bahwaseumur hidup aku akan bekerja keras, membahagiakanmu,membalas cinta kasih dan pengorbananmu.”Sambil mengusap air matanya, pejabat senior itu melanjutkan,“Demi Tuhan, setiap makan ikan emas, bagian yang paling akusukai adalah kepala dan ekornya. Tapi sejak kita menikah, akurelamenyantap bagian tubuh ikan emas itu. Semua kulakukan demisumpahku untuk memberikan yang paling berharga buatmu.”Sang pejabat terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan lagi“Walaupuntelah hidup bersama selama 50 tahun dan selalu salingmencintai,ternyata kita tidak cukup saling memahami. Maafkan saya,hinggadetik ini belum tahu bagaimana cara membuatmu bahagia.”Akhirnya, sang pejabat memeluk isterinya dengan erat.Tamutamuterhormat pun tersentuh hatinya melihat keharuan tadi danmereka kemudian bersulang untuk menghormati keduapasangan tersebut.……………………Arti cerita diatas:Bisa saja, sepasang suami - isteri saling mencintai dan hidupserumah selama bertahun-tahun lamanya. Tetapi jika diantaranya tidak ada saling keterbukaan dalam komunikasi, makakemesraan mereka sesungguhnya rawan dengan konflik.Kebiasaan memendam masalah itu cukup riskan karena sepertimenyimpan bom waktu dalam keluarga. Kalau perbedaan tetapdisimpan sebagai ganjalan dihati, tidak pernah dibiacarakansecara tulus dan terbuka, dan ketidakpuasan terusbermunculan, maka konflik akan semakin tak tertahankan danakhirnya bisa meledak. Jika keadaan sudah seperti ini, tentulahluka yang ditimbulkan akan semakin dalam dan terasa lebihmenyakitkan.Kita haruslah selalu membangun pola komunikasi yang terbukadengan dilandasi kasih, kejujuran, kesetiaan, kepercayaan,pengertian dan kebiasaan berpikir positif


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.