peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.2.peperonity.net

Sekretarisku Tercinta 3




Sekretarisku Tercinta 3
Seperti telah kuceriterakan pada bagian ke II, Rita telah keluar dari kantor cabang bank yang kupimpin di bilangan Slipi, karena dia dipaksa kawin dengan seorang laki-laki yang tidak dicintainya. Namun sebagai anak yang patuh sama orang tua, terpaksa harus mengikuti keinginan orangtuanya dan ikut bersama suaminya setelah itu ke Bandung, karena suaminya bertugas di kantor pajak jawa barat. Sebulan sebelum menikah dia kuajak ke Singapore untuk operasi selaput dara, karena aku tidak ingin Ritaku bermasalah dengan suaminya pada malam pengantinnya. Kami menginap di sebuah hotel di kawasan Orchard Road yang ramai dan penuh pertokoan selama tiga malam dan satu malam lainnya aku menungguinya di rumah sakit Elizabeth yang terkenal dan langsung ditangani oleh dr. Lie Tek Shih, spesialis operasi plastik, kenalan lama saya. Malam sebelum operasi selaput dara, kami menumpahkan seluruh kasih sayang semalam suntuk di hotel bintang empat itu, dan malam itu merupakan malam yang ke 24 ( karena Rita rajin mencatat setiap pertemuan kami ) kami memadu kasih dan terlarut dalam kebersamaan yang tiada tara sejak yang pertama di "Samudera Beach" Pelabuan Ratu.
"Papah,...." Rita bersender manja didadaku di kamar hotel itu. "Apa sayang?" jawabku sambil mencium rambutnya yang harum. "Mamah...,mamah nggak mau kawin dan meninggalkan Papah...." rengeknya manja. "Memangnya kenapa sayang?" jawabku sambil mengusap sayang payudaranya yang putih ranum. "Mamah nggak cinta sama calon suami pilihan Bapak, lagipula Mamah nggak mau meninggalkan Papah sendirian di Jakarta...". Matanya terlihat mulai berkaca-kaca.....,"Mamah sangat sayaaaaaanggggg.... sekali sama Papah, Mamah cintaaaaa.... sekali sama Papah, Mamah tak rela tubuh dan segala milik Mamah dijamah dan dimiliki orang lain selain Papah..achh...., kenapa Tuhan mempertemukan kita baru sekarang? setelah Papah punya isteri dan anak?" Rita terus bergumam sambil membelai dadaku dan sesekali mempermainkan puting susuku yang semakin keras.
"Mahhh...., sudahlah, itu sudah diatur dari sananya begitu...., kalau dipikir, Papahpun nggak rela kamu dijamah laki-laki lain, papah tak kuasa membayangkan bagaimana malam pengantinmu nanti...., tapi semuanya sudah akan menjadi kenyataan yang tidak mungkin kita robah". Aku menciumi seluruh mukanya dengan segenap kasing sayang, seakan kami tidak ingin terpisahkan....., air mata kami berlinangan campur menjadi satu dalam kesenduan dan kemesraan yang tak pernah berakhir setiap kali kami memadu kasih.
"Papaaahh....., nikmatilah Ritamu sepuasmu.....Pahhh.., sebelum orang lain menjamah tubuhku". Rita menarik tanganku ke buah dadanya dan merebahkan badannya ke kasur empuk sebuah double-bed. Aku beringsut mendekatinya, sambil kurebahkan badanku di samping tubuhnya yang putih mulus dan sexy itu. Kuusap-usap penuh mesra dan kasih sayang buah dadanya yang putih ranum dengan putingnya yang merona merah. Kujulurkan mulut dan lidahku ke puting buah dada kirinya yang menurutnya cepat membuat rangsangan berahinya timbul.
"Pppppaaaaaahhhh......, gellliiiiii...... sayaaaangggg.... oooggghhhh, Paahhhhh..., naikin Mamaaaahh... paahhh......" Matanya merem ayam dan dadanya semakin turun naik.
"Iyyaaaa, yaaanngg..." aku segera menindihi badannya, dan kontolku mulai kembali tegang. Tiba-tiba Rita membalikan badannya dan mendadak merenggangkan kedua kakiku. Tak sampai satu menit, Rita sudah mengulum kontolku yang semakin mengeras dan mengkilat kepalanya sampai batangnya amblas semua ke dalam mulutnya. "Ooogghh, Paahhh, udah assiiinnn, Papah udah ngiler nih, tapi nikmat koq..., Mamah suka..". Aku semakin merem melek..."Ogghhh, Mmaaahhh, geeeellliiiii, sayaaaaanggg.., nikmaaatttt, ogghhh...". Rita mengenyot biji pelirku dan menggigit-gigit sayang, hingga aku menggelinjang geli dan nikmat. Rita memang pinter, hebat, telaten dan cantik. Aku terkadang tak suka dan tak rela dia nanti ditiduri dan dijamah lelaku lain, walaupun itu suaminya. Aku terpikir untuk menggodanya.
"Mah, apa nanti suamimu juga dijilati begini..?". Rita berhenti melumat dan menjilat kontol dan pelirku sejenak. Matanya mendelik dan mencubit pantatku keras sekali.
"Jangan nyakiti hati Mamah ya Pah..., Mamah sumpah nggak akan seperti ini, seperti main sama Papah, meskipun nanti lelaki itu resmi jadi suamiku" Rita iseng mengusap-usap kontolku penuh sayang sambil nyerocos lagi. "Percaya dech pah, Rita cuma cinta sama papah, paling-paling kalau main nanti sama dia sekedar karena kewajiban, biar aja kaya gedebong pisang". "Bener ya mah, papah nggak rela kalau kamu main sama dia dirasain, terus ikut goyang dan melenguh, papah pasti merasakannya" kataku nimpali. "Nggak bakal sayang....., mamah hanya manja dan menikmati semua kalau ngewe sama papah...., percaya dech sayang.." Rita kembali naik di atas badanku dan kontolku terus diusap-usapnya dan sesekali dikocoknya persis di bagian kepalanya, sehingga langsung tegang dan berdiri perkasa menampakan otot-ototnya. Rita mengangkat sedikit pantatnya keatas dan menyelipkan kontolku yang semakin perkasa ke lubang kemaluannya yang
mulai basah dan licin. Kontolku nggak begitu panjang memang, paling sekitar 15 sentimeter, tapi booo..., kerasnya seperti besi, dan Rita selalu menikmati klimaks dengan sangat bahagia bahkan bisa berkali-kali klimaks dalam setiap kali ngewe denganku. Pantatnya mulai bekerja naik ...



...turun dan pantatku juga mengimbanginya dengan menekan-nekan keatas, sehingga Rita semakin merem melek keasyikan. "Ppaaahhh, aagggghh..., terus teken sayaaaanggg...., Mamaaahh, eennnaaaakkkk...., adduuhhh paahh.., oogghhh.., Mamaahhh, cinttaaa.... yaaangg..." Selalu dech Rita nyerocos mulutnya kalau lagi keasyikan memeknya melumat kontolku. Memeknya mulai lagi nyedot-nyedotkontolku dengan "empot ayamnya" yang tak bisa kulupakan. "Mmmaaahhhhh...., ooooggghhhhh....aduuuuhhh, maaahhhh, nikmaaatttt, sayaaaang.., teruuusss maaahhh, goyaaannggg". Aku mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kuremas-remas buah dada dan putingnya, hingga dia kegelian dan semakin kencang menaik-turunkan pantatnya, sampai bunyi gesekan kontol dan memeknya semakin terdengar. Rita membalikan badannya dan membelakangiku tapi dengan posisi tetap diatas tubuhku tanpa mengeluarkan kontolku dari kemaluannya. Aku paling bernafsu kalau melihat pantat Rita yang putih mulus dan bahenol turun naik didepan mataku sambil nonoknya terus mengisap-isap batang kontolku sampai amblas semuanya ke dasar kemaluannya. Tiba-tiba..."Pppaaaahhhhh, oggghhhhhhhh, papaaaahhhh, Mamaaaaahh maooo..keluaaaarrrr....oooghhhh....papaaaaaaaaaahhh.....,aaa..aaa...aagghhh
..,aaaggghh, Mamaaahhhh duluaaannn... Pahhhhh.....". Rita terkulai lemas sambil nyubit keras pantatku dan berbalik kembali menindih tubuhku, sambil memegang kontolku yang masih berdiri tegak dan belepotan lendirnya. "Bandel nich..., ayo cepeten masukin lagi, mamah yang dibawah!!" perintahnya manja sambil menciumi wajahku. Kedua tubuh kami mandi keringat, rasanya puas sekali setiap bersetubuh dengan Ritaku sayang. Aku tersenyum puas, aku memang nggak egois, biar Ritaku dulu yang terkulai lemas menikmati klimaksnya, aku bisa menyusul kemudian dan Rita
selalu melayaniku dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Kubalikan tubuhnya, kujilati dengan lumat lendir-lendir di memeknya, kujilat, kugigit sayang itil dan vaginanya, dia menggelinjang kegelian. Kutelan semua lendir Ritaku, sementara itu kontolku masih berdiri tegak.
"Cepat masukin kontolnya sayang, Mamah mau bobo nich.., lemes, ngantuk"
kicaunya. Setelah kubersihkan memeknya dengan anduk kecil, kumasukan lagi kontolku..., aduh ternyata lubang memeknya menyempit kering lagi, menambah nikmat terasa di kontolku.
"Mmaahh, eeennaaaakkkk..., maaahhh, oogghhh, sempit lagi maaahhhh..."sambil terus kutekan keatas dan kebawah kontolku.



This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.