peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.3.peperonity.net

PRIVATE TEACHER Part V


PRIVATE TEACHER Part V
Sudah tiga hari ini Aku berhasil menahan diri, sudah tiga hari ini Aku tak menyentuh Tante. Tantepun kelihatan tenang2 saja, tak coba menggodaku apalagi mengajakku berhubungan seks. Nah, hari keempat ini Aku sudah tak tahan lagi, aku sudah kepingin sekali menyetubuhinya. Sebenarnya Aku merasa tak enak sendiri selama tiga hari ini Aku seakan menjauhi Tante. Aku khawatir merasa kuacuhkan, apalagi selama tiga hari ini Tante tak berusaha mendekatiku.

Jalan untuk berbuat dosa lagi seakan begitu mudah, siang ini mbak Mar pamit keluar rumah. Aku tahu ini ketika dia turun tangga dan menuju pintu depan.
"Kemana Mbak?"sapaku.
"Mau ke tempat kakak..." Kakak dia kerja juga sebagai pembantu di luar kompleks, tak begitu jauh, hanya sekali naik kendaraan umum.
"Udah bilang Ibu kok...Mas"


Setelah Aku yakin mbak Mar sudah jauh, aku naik tangga ke kamar Tante. Kuketok pintu kamarnya.
"Siapa?" samar2 suara dari dalam.
"Didin Tante" Terdengar langkah kaki dan sejurus kemudian pintu terbuka. Tante muncul, memakai baju tidur model lengan panjang dan celana panjang yang rapat menutupi tubuhnya. Tidak seperti biasanya yang berdaster. Wajahnya terlihat kurang segar, tapi tak mengurangi nafsuku.
"Tante sakit?"
"Engga, kenapa?"
"Saya kangen....."
"Sini peluk Tante...."
Aku memeluknya dengan erat, Aku yakin Tante merasakan penisku yang tegang terhimpit di antara tubuh kami.
Beberapa saat kami berpelukan, kucium kedua pipinya lalu bibirnya. kami berpagutan.
"Saya pengin, Tante...." bisikku.
"Pengin apa...." Aku tahu Tante hanya menggoda. Kuciumi lagi bibirnya sambil kudorong tubuhnya menuju ranjang. Tante menurut walaupun kurasakan reaksinya tak sepanas seperti biasanya. Agak ogah-ogahan, tapi Aku tak peduli, habis sudah kepingin banget....

Kutindih tubuhnya, kubukai seluruh kancing baju tidurnya, juga kaitan bra-nya. Kuciumi buah kembarnya, tak puas-puasnya. Sudah kuduga, puting itu cepat menjadi tegang. Aku makin semangat menciumi dadanya.

Saat untuk mulai tiba, Aku menelanjangi diri, tapi Tante tak melepas celana tidurnya. Biasanya sewaktu Aku membukai pakaianku Tantepun segera berbugil. Ketika tanganku bergerak mau memelorotkan celananya Tante malah mencegah. Disuruhnya Aku rebah terlentang, Tante malah bangkit duduk di sampingku. Dia ingin di atas, pikirku.

Tante belum juga berbugil, tangannya mengelusi penisku yang sudah tegang maksimum. Diraba2nya seluruh bagian batangku, juga biji2 pelirku.
"Ayo Tante ..... saya dah gak tahan...."
"Sabar ya sayang...."
OK, aku tunggu. Kunikmati rabaan tangannya pada kelaminku.
"Punyamu emang gede..... panjang lagi...."

Aku sudah tak tahan, kuulurkan tanganku menggapai karet celananya hendak kuturunkan. Tante menahan tanganku. Aneh.
"Tante gak bisa Din...."
"Kenapa Tante.... saya pengin sekarang..."
"Tante sedang mens"
Mens ? Apa pula itu....
"Kamu belum tahu?"
"Belum Tante"
Dengan singkat Tante menjelaskan tentang siklus haid pada wanita serta larangan untuk berhubungan ketika sedang mens. Walaupun sambil bicara tangan Tante tak lepas masih mengelusi penisku. kemudian tanganku diraihnya dan disusupkan ke pinggangnya dan ke bawah. Kurasakan di celana dalam Tante ada 'ganjalan' yang menutupi kelaminnya.
"Itu untuk menampung"jelasnya. Ditariknya tanganku keluar lagi dari celana tidurnya. Aku mengangguk-angguk bagai anak SD menerima pelajaran baru.
"Kamu pengin ya..."katanya kemudian.
"Iya Tante.... Lihat aja..."jawabku sambil memegang kelaminku yang tegak kencang dengan gagahnya.
"Kasihan..... "kata Tante sambil mengelus-elus batang kelaminku.
"Kalo mens sampai berapa lama?"tanyaku
"Biasanya Tante sekitar seminggu"
Seminggu ? Celaka, berarti masih 4 hari lagi, mana bisa Aku menunggu begitu lama ?

"Nakal ya kamu...."kata Tante seolah berbicara kepada penisku. Digenggamnya penisku kuat2.
"Auuw..."Aku berteriak kecil. Lalu dielusnya lagi.
"Pengin banget Din ?"tanyanya.
"Banget Tante...."

Tiba-tiba tubuhnya membungkuk, dan ..... bibirnya mengecup batang penisku !
"Tante...."seruku kaget. Dia tak berreaksi.
Bahkan bibirnya terus mengecupi seluruh batang penisku, termasuk kepalanya.
"Tante...."
"Ssst.... nikmati aja ya..."
Lagi-lagi dia bikin aku kaget, lidahnya kini ikut bermain. Tante menjilati kelaminku ! Aku tak sempat lagi bicara apa2, Aku sibuk menikmati jilatan lidahnya pada kelaminku. Tak lagi sempat mikir tentang kepantasan. Bayangkan, isteri Oomku menjilati penisku.... Ini pengalaman pertama !

Aku tak bisa lagi menahan mulutku untuk tak berteriak, ketika tiba-tiba kepala penisku dimasukkan ke dalam mulutnya !
"Tante....!"
Matanya sekilas melihatku, lalu kembali asyik mengulumi kepala penisku. Tak hanya kepala bahkan, separuh batangku sudah lenyap ke dalam mulutnya. Lalu ketika kepala Tante bergerak-gerak naik-...

...turun, Aku hanya bisa mendesis-desis persis seperti orang kepedasan. Oh.... alangkah nikmatnya ....
Mau-maunya perempuan cantik ini mengemuti kelaminku....
Aku serasa melayang di awang-awang....

Lalu ketika mulai kurasakan geli-geli di situ, aku duduk bangkit.
Saatnya hampir tiba....
nyaris tiba....

Aku menggeser mundur pantatku, maksudku hendak melepas penisku dari mulutnya, seperti yang sering kulakukan kalau sedang memompa dan terasa hampir keluar, aku selalu mencabutnya.

Tapi Tante malah mengikuti gerakanku, seolah tak rela penisku lepas dari mulutnya. Sementara Aku tak bisa menahan lagi untuk "keluar" dan tak sempat mencabut. Apa boleh buat, sambil setengah berteriak :"Tante ...Oooh..." Aku menyemprotkan maniku ke dalam mulut Tante !

Penisku berkedut-kedut, beberapa saat bibir Tante masih menggenggam batangku sebelum melepaskannya. Mulut Tante terkatub rapat dan tangannya menggapai tissue di meja rias, lalu dimuntahkannya cairan maniku di atas beberapa lembar tissue dan di buangnya ke kotak sampah di dekat meja rias.
"Tante .... kok.....?"
"Enak ?"tanyanya.
"Enak banget tante.... tapi Tante engga ...hmm...."
"Engga apa?"
"Engga jijik...?"
"Itu salah satu variasi bercinta Din.... namanya oral-sex"
"Banyak yang belum saya tahu tentang hubungan seks, Tante, jelaskan yang lainnya dong..."
"Nanti Tante jelaskan, satu-persatu ya..."

"Udah lega sekarang?"tanyanya. Dia melirik kelaminku yang mulai turun.
Aku mengangguk.
"Mau lagi ?"tanyanya menggoda. Kakinya dibentang lebar hingga celana dalamnya yang berlapis di dalamnya tampak. Aku menubruknya, kutindih tubuhnya, dan kuciumi dadanya. Puting itu masih menegang. Kukulumi.
Tante mendesah. Tapi kemudian ditolaknya tubuhku.
"Kenapa Tante?"
"Udah ah.... ntar Tante jadi pengin...."

Aku menuruni tangga dengan perasaan enteng, nafsu yang mendesak tadi sudah tersalurkan. Walaupun tak sepuas dibandingkan dengan hubungan kelamin, tapi cukup melegakan dan aku mendapat pengalaman baru : penisku disedot-sedot sampai keluar, di mulut lagi....

***

Perasaan enteng dan lega itu ternyata tak lama bertahan. Keesok harinya kembali gelora nafsuku mendesak, tapi Aku harus menunggu 3 hari lagi. Ingin dioral lagi seperti kemarin Aku tak berani minta, sebab selain merasa tak enak aku juga merasa hanya aku yang menikmati, Tante tidak. Kalau berhubungan seks selain nikmat aku juga puas bisa membuat Tante menggelepar keenakan. Tak adil rasanya bila Aku sendiri yang puas.

Hari berikutnya ketika Aku sudah tak tahan lagi, Aku coba cium-cium dan raba-raba tubuh Tante. Tapi ya cuma itu, sebab ada mbak Mar yang sekali-kali masuk ke ruang tengah.
"Ke atas yuk Tante...."bisikku.
"Tante belum selesai Din...."
"Saya tahu Tante.... masih dua hari lagi kan..."
"Nah itu kamu udah tahu...."
Kuraih tangannya dan kuletakkan di selangkanganku.
"Tapi saya gak tahan Tante...."
Digenggamnya penisku yang tegang.
"Ih....keras banget...."
"Dioral aja Tante ...."
"Kamu harus belajar sabar ya...."
Wajahnya serius. Aku tak berani minta lagi.
"Saya kangen...."
Tante masih asyik membaca, tak komentar.
"Pengin peluk Tante...." Aku merayu
"Pengin menelanjangi Tante...."
Masih diam.
"Pengin ciumin dada Tante...." terus usaha.
Aku remas-remas buah dadanya yang masih tertutup rapat.
"Tante....."

Tiba-tiba Tante membukai kancing blousenya, kemudian tali bra-nya diturunkan dan sebelah buah dadanya dikeluarkan dari "sarang"nya.
"Cium...."perintahnya. Tanpa membuang waktu aku langsung menciumi buah dada kenyal dan mulus itu dan mengulumi putingnya yang ternyata sudah mengeras.
"Dah...udah...."katanya sambil mendorong kepalaku.
"Ada Si Mar...."bisiknya.

***

Penantianku akhirnya berakhir, menurut perhitunganku Jumat ini Tante mens-nya selesai. Tak sabaran Aku pulang sekolah ingin segera sampai ke rumah. Ajakan teman2 untuk jalan2 ke mall aku tolak dengan berbagai alasan. Sampai di rumah Aku menunda makan siang dan cepat-cepat naik tangga menuju kamar Tante.
Tante...aku datang... kataku dalam hati.

Tanganku yang terangkat siap mengetuk pintu kamar Tante urung kulakukan. Samar2 kudengar suara2 aneh dari dalam kamar. Kutajamkan telingaku mendengarkan. Beberapa menit kemudian Aku mengerti. Suara desahan nafas dan erangan memberiku informasi bahwa Tante dan Oom sedang berhubungan seks !

Untung Aku tak jadi mengetuk pintu. Kalau tadi kuketuk, habislah Aku ! Dengan langkah hati2 Aku turun kembali menuju garasi. Benar, mobil Oom ada di situ. Tadi Aku buru2 dengan semangatnya sampai tak menyadari bahwa Oom ada di rumah. Baru kali ini Aku mendapati Oom di rumah siang hari. Tak biasa. Ada apa ? Mungkin Oom juga tak sabar menanti selesainya mens Tante sehingga pulang cepat hari ini ...

...? Aku kalah cepat ! Sialan, Aku keduluan orang ! Orang ? Bukankah Oom adalah pemilik sah Tante ? Siapakah Aku ? Kenapa musti ngomel ? Kamu cuma keponakan yang kurang ajar. Kamu tak berhak untuk meniduri isteri Oom kamu ! Dia yang berhak !

Walaupun dengan rasa kecewa yang mendalam dan nafsu yang telah di ubun2, Aku menyadari posisiku. Aku masuk kamar ganti baju dan makan siang. Makan siang yang tak bernafsu, sama sekali tak nikmat sebelum nafsuku yang satu itu terpenuhi. Kubawa piring yang masih bersisa makanan ke belakang. Maksudku mau membuang sisa makanan ini agar tak ketahuan mBak Mar bahwa Aku membuang makanan. Biasanya Aku selalu menghabiskan makanan.

Tapi sampai di belakang ada mBak Mar sedang mencuci piring.
"Sini Mas, sekalian saya cuci..."
Apa boleh buat, kuserahkan piring sebelum Aku belum sempat membuang sisa makanan.
"Tumben gak ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.