peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.3.peperonity.net

Submisive Side


Submisive Side
3 Bulan lamanya aku memainkan perananku sebagai orang yang termarjinalkan dari masyarakat. Setiap hari kuberikan tubuhku kepada siapa saja yang berani membayar. Suka? entahlah. Aku mulai terbiasa untuk menikmati apa adanya.
Kucoba untuk tidak menaruh beban disana. Tidak semua pengalaman sex itu menarik seperti bayangan dan obsesiku sebelum nya. Uang yang kudapat pun tak seberapa. Lebih banyak penderitaan dan duka.

Mba Eva pun tak jauh berbeda. Kami berdua sepintas mempunyai penghasilan yang besar. Namun semuanya itu ada kompensasi nya. Gaya hidup pun menuntut pengeluaran yang tinggi.Seiring berjalan nya waktu aku berkenalan dengan seorang laki laki gay bernama Jay. Well he is a broker. Kami berteman akrab karena seringnya kami bertemu di sebuah rave. Tanpa kusadari Aku adalah prospeknya. Selama pertemanan kami ia mencoba menelaah dan mempelajari sikap dan sifatku.

Sampai artinya suatu hari dia berkata, "Karen, lo tuh goblok! Bego!" yah aku terkejut. Dan dia jelaskan apa maksudnya. Dia bilang aku punya potensi untuk mendapatkan uang yang banyak, kalau saja aku membiarkan nya 'mentraining' aku. Menurutnya apa yang kudapat hanyalah sisa sisa penikmat hiburan malam. Disana ada sebuah bisnis serius yang bisa kita garap bersama, begitu katanya.

Jay sendiri orangnya cukup baik, menurutku dia pintar, bahkan jenius. Ini yang membuatku menerima ajakan nya selain janji uang yang besar. Dia berjanji, bila aku menuruti nya, dia akan carikan 'client' untukku yang bersedia membayar 5 juta per malam. Itu sih gila pada tahun 1990 uang 5 juta sudah bisa beli 2 motor.

Dia katakan ini 'Pure bisnis' uang di bagi rata 50 - 50. Tentu saja aku tidak menolak. Uang sebesar itu tak pernah kubayangkan. Dua juta setengah satu hari. Dalam satu bulan apapun bisa kubeli.

Well the Course is begin. Sebuah pembangunan karakter diriku di mulai olehnya. Aku harus menjadi wanita yang submisive. Submisive adalah kerelaan dan kepasrahan total terhadap apapun yang mungkin di lakukan 'client' terhadapku.

Inilah kelebihan seorang gay. Dia bisa ngomong apa aja tanpa takut aku tersinggung. "Coba nikmati apapun yang terjadi" Huh mana mungkin pikirku dalam hati, gimana kalau orang itu jelek, gendut dan lain sebagainya. Jay menambahkan kalau itu adalah tantangan nya. Jadi pelacur jangan tanggung katanya.

Jadi aku harus biarkan saja walaupun 'client' itu melakukan apapun terhadapku? ah mana mungkin. Selama ini berciuman saja kadang aku enggan. Munculah aturan aturan Jay yang tak terbantah tentang 'Quality of Service' ku.

Apapun yang mereka lakukan terhadapku, aku harus tetap tersenyum dan dalam waktu dekat harus belajar untuk menikmatinya. Hah? ini gila pikirku. Tapi bayangan akan uang yang besar begitu mendorong tekadku. Bukan sekedar uang tip atau ongkos taksi pulang yang selama ini kudapatkan.

"Kadang hubungan sex itu sakit, lo harus terima dengan kepasrahan total dan bahkan coba untuk nikmati" begitu katanya. Aku hanya menangguk."Bahkan kalau tamu lo melakukan ini" Katanya sambil meremas dadaku dengan kasar "lo harus tetap senyum, coba untuk nikmati" Aku meringis menahan sakit didadaku yang diremasnya begitu keras.

"Walaupun sekeras ini" Katanya sambil meremas lebih keras lagi, kucoba untuk menepis tangan nya. Dia menepis tanganku dan membentakku. Mengatakan itu tak boleh kulakukan. "Laki laki itu adalah mahluk dengan ego sangat tinggi" begitu katanya.

"Masa aku harus melayani laki laki seperti itu" protesku. Dia bilang kalau aku tidak perlu melayani nafsu sadis laki laki. Namun terkadang mereka kasar secara nature tanpa maksud mengasari. Hanya saja mereka tidak tau mana batasannya.

"Coba untuk tersenyum atau bahkan berikan pandangan memuja, tatap dengan rasa terima kasih yang tulus terhadap apa yang dia lakukan" ini gila pikirku. Ternyata remasan di dada belum seberapa dibandingkan yang lain yang selanjutnya dilakukan padaku.

Aku dipaksa mengoralnya dengan cara yang benar benar menjijikan. Kepalaku ditahan nya ketika penisnya menyentuh bahkan menembus tenggorakanku. Berkali kali kepalaku di dorongnya hingga seluruh penis nya yang begitu besar terbenam di dalam mulutku. Air mataku sampai keluar dan berkali kali persaan mau muntah itu kudapatkan sampai akhirnya dia memuji "Deep throat" ku.

"Oral" Katanya "Sebelum tamu lo minta lo berhenti jangan pernah berhenti" aku hanya mengangguk dengan penis nya masih di mulutku. "Tidak perduli bahkan bila dia minta lo melakukan ini sampai satu atau dua jam" aku kembali mengangguk. Memang kemarin kemarin oral hanya kuberikan sekedarnya. Aku benar benar ingin cepat selesai dan di bayar.

Jay merubahku menjadi seorang yang submisive total, kecuali dalam hal "enjoying pain" sedikit sakit tidak masalah. Bila sakit itu karena interaksi seksual aku harus dan memang pada akhirnya bisa kuterima. Namun tidak terhadap apa yang dilakukan seorang "Mental" yang sengaja menyakiti untuk sebuah kepuasan lain.

Sisi exibisonist ku benar benar di munculkan. Dalam berpakaian aku diaturnya. Hampir setiap saat pakaian yang kukenakan hannya sekedar aku tidak telanjang. Bahkan puting susuku dapat dilihat dengan mudah oleh siapa saja, tinggal sedikit melongok dari belahan dadaku yang memang selalu rendah.

Bahkan tak jarang tamuku memperakukan aku ...

...diluar batas seperti secara demonstratif dan terang terangan menyelipkan tangan nya kedalam pakaian ku hingga memintaku melakukan oral di diskotik diskotik. Sering aku menjadi tontonan orang. Yang anehnya makin lama aku makin menikmatinya.

Jadilah aku seorang high class escort. Tamutamu yang dijanjikan Jay benar benar ada. Semua berasal dari daerah. Entah itu pejabat ataupun pengusaha. Tak pernah Jay memberikan tamu kepadaku orang yang berasal dari jakarta. Koneksi nya benar benar kukagumi di bidang ini.Hampir setiap hari aku fully booked dengan tarif yang begitu mahal saat itu. Lima juta rupiah per malam tahun 1990. Semua tamuku merasa mereka adalah laki laki terhebat dan benar benar menjadi pujaanku.

Semalam yang kubayar benar benar kumanfaatkan dengan maksimal. Bila ia tidak melarangku aku akan terus menyerangnya. Setiap selesai satu permainan selalu kuberikan pujian. Selain itu aku selalu melayani mereka dengan sepenuh hati. Aku menjadi partner sex, istri dan teman mengobrol nya.

Aku memandikan mereka, benar benar memandikan bukan hanya sekedar menggosok ini itu. Tapi membersihkan seluruh tubuh mereka pada saat mereka datang (biasanya mereka baru mendarat di jakarta). Tanpa mengeluh kuberikan oral sampai mereka benar benar orgasme.Habis itu aku istirahat? tidak. Walaupun tamuku sudah kelelahan aku memberikan pijatan kepadanya. Memang aku bukan ahlinya tapi aku tidak akan mengeluh walaupun tamuku meminta ini untuk suatu yang lama.

Satu hal yang kukagumi dari Jay. Dia memandang ini sebagai pure business. Dan dia menganggap business harus jujur. Tak pernah ada masalah dengan nya. Kudapatkan apa yang dia janjikan. Dengan bantuan nya hanya dalam tempo satu bulan aku sudah bisa membeli semua yang kubutuhkan
Setelah berjalan satu bulan Jay menjadi 'Manager'ku hasil nya benar benar membawa perubahan. Ajaran Mba eva habis habisan di mentahkan olehnya. Bahwa yang penting uang uang dan uang adalah salah.

Jay memberikan sesuatu warna yang lain. Pelayanan total. Dimana ternyata aku benar benar menikmatinya. Aku menikmati perlakuan tamu tamuku tanpa kepura puraan. Sebuah simbiosis mutualisme terjadi hampir pada setiap hubunganku dengan tamuku. Aku tidak bicara uang disini. Aku belajar bahwa uang adalah masalah lain yang terpisah yang sudah di urus dengan baik oleh Jay.

Tamuku mengaku bahwa aku memberikan nuansa baru pada mereka. Tentu saja, dari cerita Mba Eva dan beberapa teman 'sejawat' lain kudengar hal hal yang benar benar berbeda dengan ajaran Jay. Mereka hanya melulu perduli pada uang. Boro boro mau memberikan oral berlama lama. Yang mereka berikan adalah kepalsuan. Target utama mereka adalah laki laki mendapatkan orgasme, ambil uangnya dan buru buru pulang!

Dalam beberapa minggu saja sisi submisive ku sudah terbentuk. Kini aku tidak pernah lagi merasa terpaksa untuk melakukan hal hal. Aku benar benar secara sadar menikmatinya. Perasaan sexy dan sensasi luar biasa kurasakan pada saat aku diperhatikan, dilihat, bahkan di jamah. Baik oleh tamuku ataupun orang orang di sekitarku.

Kini aku tidak merasa risih lagi bila secara demonstratif tamuku melakukan sesuatu seperti terang terangan meremas dadaku, menyelipkan tangan nya kedalam blusku, menyinngkap rok yang kukenakan atau bahkan terkadang membuat ku telanjang dada di depan umum (tempat tempat terntentu, seperti keremangan diskotik ataupun sejenisnya) atau teman teman nya.

Tak jarang di ruang karaoke, tamuku melakukan itu di depan teman teman nya. Tak jarang aku benar benar telanjang dada. Bahkan terkadang benar benar telanjang. Aku tidak keberatan. Bahkan aku benar benar menikmatinya.

Perkataan perkataan yang seharusnya menyakitkan telinga, malah membuatku semakin merasakan sensasinya. Pujian pujian yang di lontarkan tamuku kepada teman teman nya tentang betapa aku haus akan laki laki sering kali menjadi sarana promosi yang luar biasa berguna.

Tidak jarang aku meladeni mereka semua dalam keadaan telanjang bulat dalam ruang karaoke, hotel atau sejenisnya. Membawakan mereka minuman, dan lain lain. Tak jarang mereka memintaku menemaninya ke toilet dan memberikan Quiky padaku. Aku tidak keberatan (Threesome dan Moresome terkadang aku alami, namun hal ini jarang sekali). Aku bahkan sangat menikmatinya.

Senyumku tetap terkembang ketika salah seorang dari mereka 'selesai' dan kami kembali ke ruangan. Tak pernah kutunjukkan rasa enggan ku. Yang entah mengapa jarang sekali kutemukan.

Terkadang beberapa tamuku secara terang terangan menceritakan bagian bagian tubuhku secara terang terangan di depanku. Aku tidak pernah menunjukkan rasa keberatan atau risih. Paling paling aku menanggapinya dengan tertawa. Bahkan ketika mereka memperdebatkan bagaimana hebatnya oralku. Bahkan tak jarang tamuku memintaku mendemonstrasikan bagaimana tanganku bekerja.

Aku bahkan mendapatkan orgasme ku dengan mudah dengan kepasrahan totalku. Tamuku senang. Dan akupun benar benar menikmatinya.

Aku nikmati setiap sentuhan mereka. Setiap saat tubuh kami bersatu. Setiap saat ...
Cobalah

...mereka menikmati ketelanjanganku. Setiap saat mereka menikmati permainan ku. Semuanya tanpa ada kepura puraan. Benar benar menjadi sebuah habbit.

Yang membawa ku kearah Hyper. Bahkan sampai sekarang. Aku tak pernah kuasa menolak. Hampir tak bisa mulutku ini berkata tidak pada hampir setiap orang.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.