peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Text page


cybersastra.peperonity.net

Bak Tombak Julius Cesar

Kubah langit begitu cerah, bulan nampak tersenyum simpul berselimutkan kerlip sunyi bintang-gemintang. Sedang angin malam berhembus tenang membawa nada-nada kesejukan.
Terlihat dari kejauhan sebuah bangunan tua berpekarangan luas; tinggi menjulang kokoh laksana sebuah kastil, dengan sisi-sisi dindingnya yang nampak berlumut dan berlubang akibat termakan usia.
Sarang peraduan itu bertingkat dua, dipintu masuknya mengapit dua buah patung berbentuk malaikat kecil yang terlihat begitu indah manakala terterpa cahaya bulan. Patung pualam itu begitu menawan, keindahan sorot mata dan kepak sayap kecilnya, seakan hendak menyapa ramah setiap tamu yang hendak bertandang.
Saat kaki memasuki pintu gerbangnya, terlihat beberapa tiang penyanggah atap berdiri kokoh menjulang bak tombak Julius Cesar. Kemegahan itu belumlah cukup dengan adanya beragam guci cina, patung-patung marmer, serta lampu-lampu hias yang berpendar indah menghias dan menerangi seisi ruangan.
Bangunan tersebut memiliki beberapa bilik; bila kita susuri anak tangganya-terdapatlah sebuah ruang perpustakaan yang memuat ratusan buku. Dimana salah satu ruangan ini dihuni oleh seorang pemuda yang tengah asik berkutat dengan buku-buku, dari keseriusannya -tampaklah bahwa ia sedang tenggelam didalam arus samudera pemikirannya yang dalam.
Bertemankan cahaya lilin yang bertempur melawan kegelapan, pada sebidang meja; dengan tumpukkan buku ditiap sisinya, sesosok pemuda tengah sibuk mengayunkan pena bulunya, sesekali ia tampak menengadahkan kepala, lalu menuangkan isi hatinya pada secarik kertas...


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.