peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Text page


ukhuwah - Animals/Nature Comics/Fantasy/Anime
elhakeem.peperonity.net

Umat Islam.. Bersatulah!

::<>::<>::[[]]::<>::<>::

:<>:<>:<>:

Oleh:
Dr. Amir Faishol Fath
Sumber:
http://www.dakwatuna.com

:<>:<>:<>:

Dalam surat Ali Imran 103
ALLAH SWT memerintahkan agar kita berpegang teguh terhadap tali ALLAH dan jauhi perpecahan.
Dalam ayat tersebut ALLAH berfirman:

"Wa'tashimuu bi hablillah jamii'aw walaa tafarroquu."

Dalam kata "wa'tashimuu" terkesan makna keharusan bersungguh-sungguh memegang tali ALLAH.
Jangan main-main ~apalagi mempermainkan~sedikitpun.
Lalu dari kata "jamii'aa", tergambar makna bersama-sama, saling melengkapi, penuh nuansa persaudaraan, tanpa sedikitpun permusuhan.
Lalu dipertegas lagi dengan kata "walaa tafarraquu" yang artinya jangan terpecah belah.
ALLAH tidak berfirman "walaa takhtalifuu" (jangan berbeda pendapat), sebab perbedaan pendapat dalam wilayah fikih adalah fitrah.
Masing-masing manusia ALLAH bekali kecerdasan akal yang berbeda.
Pun juga masing-masing mempunyai kesungguhan yang berbeda dalam mencari ilmu.
Maka sudah pasti perbedaan pendapat akan sulit dihindari.
Karenanya ALLAH tidak melarang perbedaan pendapat.
Berdasarkan hal tersebut, perbedaan pendapat pasti akan terjadi sekalipun dizaman Rasulullah SAW.
Banyak riwayat yang merekam perbedaan pendapat antara para sahabat, seperti perbedaan pendapat terhadap teks hadits yang memerintahkan sholat Ashar di Bani Quroidzah.
Sebab, sholat Ashar ada waktunya yang tidak bisa ditunda.
Namun sebagian sahabat memahami hadits apa adanya, sekalipun kemudian mereka sholat Ashar setelah masuk waktu Maghrib di Bani Quroidzah.
Tapi ternyata perbedaan pendapat tersebut tidak membuat mereka terpecah belah.
Mereka tetap bersatu dan bersinergi.

Demikian juga perbedaan pendapat antara para Imam Madzhab Fikih yang empat: Hanafi, Maliki, Hanbali dan Syafi'i.
Mereka sangat toleran dan saling menghormati.
Bahwa perbedaan fikih bukan suatu yang harus menyebabkan perpecahan.
Ketika Imam Syafi'i diminta menjadi imam sholat Shubuh di wilayah Madzhab Hanafi, ia tidak membaca qunut.
Ketika ditanya, ia menjelaskan bahwa itu sikap hormat terhadap pendapat Madzhab Hanafi yang tidak membaca qunut pada saat sholat Shubuh.
Lebih-lebih sekarang, kita menyaksikan umat Islam dibantai di berbagai arah.
Bukan hanya serangan pemikiran, melainkan lebih dari itu; serangan senjata yang menelan ribuan nyawa.
Maka bukan saatnya lagi kita centang perenang sibuk dengan perbedaan fikih, perbedaan bendera partai atau perbedaan nama golongan.
ALLAH yang kita sembah sama..
Kiblat Sholat kita masih sama..
Jumlah rokaat Sholat fardhu kita tidak ada bedanya..
Nabi yang kita ikuti juga sama..
Nama agama kita sama..
Tempat kita melaksanakan ibadah haji juga sama..
Lalu apa yang akan membuat kita tidak mau bekerja sama?
Apakah hanya karena perbedaan pemahaman terhadap satu teks ayat atau hadits secara fikih, lalu kita berpecah belah, saling menjatuhkan, bahkan saling menyesatkan?

Sejauh yang saya amati, perbedaan antara kelompok umat Islam yang ada, masih sekitar perbedaan fikih dan cara berdakwah.
Sebagian mengambil yang tradisional dan sebagian lebih akademis.
Sebagian menitik beratkan kepada dakwah dari mesjid ke mesjid, dan sebagian lain fokus pada masalah sunnah sesuai dengan teks shahih dari Rosulullah SAW.
Karenanya, kelompok ini sangat teliti mengecek keshahihan hadits dan menyajikannya secara ilmiah.
Sebagian fokus pada perbaikan sosial politik supaya lebih bersih, lebih memihak kepada kemaslahatan masyarakat secara umum dan lebih sesuai dengan ajaran Islam yang kaffah.
Sebagian yang lain memilih misi dakwahnya mengcounter pemikiran sesat.
Semua kondisi ini sungguh tak cukup alasan untuk bepecah belah.

Karena itu, ayo bersatulah, wahai umat Islam!
Umat ini sangat membutuhkan persatuan kalian.
Tidak ada persaudaraan tanpa persatuan.
ALLAH tidak akan pernah menurunkan Rahmat dan PertolonganNYA kepada umat yang berpecah belah.
Karena itu, tanamkan budaya Ishlah "fa ashlihuu" karena jalan satu-satunya menegakkan persaudaraan (ukhuwah)
ALLAH berfirman dalam surah Al Hujaraat 10:

"Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu; dan bertakwalah kepada ALLAH supaya kamu mendapat rahmat.

Wallahu a'lam bish shawab. .

:<>:<>:<>:

ditulis ulang dari:
http://tamanislam.wordpress.com

:<>:<>:<>:


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.