peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Text page


candle light - Animated
jendela.hikmah.peperonity.net

Bersabar di Tengah Cobaan

<>::.. ..::<>::.. ..::]§[::.. ..::<>::.. ..::<>

::<>::<>::<>::

Pada zaman dahulu, seorang yang bernama Abul Hassan pergi haji ke Baitul Harom dan melihat sebuah keajaiban.
Sewaktu thowaf, dia tiba-tiba melihat seorang wanita dengan wajah bersinar dan berseri-seri.
Dengan kagum, dia memuji:
"Demi ALLAH, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu, pasti tidak lain karena ia tidak pernah risau dan bersedih hati."

Rupanya, wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan, dan lantas ia bertanya,
"Apa katamu, hai saudaraku?
Demi ALLAH aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati karena risau".

Abu Hassan heran,
"Lalu, hal apa yang merisaukanmu?"

Wanita itu menjawab,
"Suatu hari, suamiku sedang menyembelih kambing korban dan kala itu aku mempunyai dua orang anak yang sudah bisa bermain dan satu masih menyusu.
Saat aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anak ku yang agak besar berkata kepada adiknya,
'Hai adikku, maukah aku tunjukkan kepadamu bagaimana ayah menyembelih kambing?'
Jawab adiknya antusias,
'Mau.. Mau, kak!'
Lalu disuruhnya si adik berbaring, dan disembelihlah leher sang adik.
Setelah melihat darah memancur keluar, ia disergap rasa takut sehingga lari keatas bukit, dan karena tubuhnya berlumuran darah serta berbau amis maka memancing keberadaan segerombolan serigala dan memakannya.
Ayahnya pun mencari kesana kemari hingga mati kehausan.
Dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju periuk yang berisi air manas, ditariknya periuk tersebut.
Seketika itu juga tumpahlah air panas, mengenai badannya dan habislah kulit badannya.
Berita ini terdengar oleh anakku yang telah menikah dan tinggal di daerah lain, hingga ia jatuh pingsan dan menemui ajalnya.
Dan kini aku tinggal sebatang kara diantara mereka semua."

Lalu, Abul Hassan bertanya,
"Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu?"

Wanita itu menjawab,
"Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dan mengeluh, melainkan ia menemukan diantara keduanya ada jalan yang berbeda.
Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan lebih terpuji akibatnya.
Dan adapun mengeluh, maka seseorang tidak mendapat ganti kecuali kesia-siaan belaka."

Cerita diatas, tidak dapat dimungkiri merupakan satu cerita yang dapat dijadikan suri tauladan dimana kesabaran sangat dianjurkan dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada ALLAH, terutama saat-saat terkena musibah.
Karena itu, Rosulullah SAW bersabda dalam firman ALLAH lewat sebuah hadits Qudsi,
"Tidak ada balasan bagi hambaKU yang mukmin, jika AKU ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan surga baginya."

Begitu juga mengeluh.
Selain hanya menghasilkan buah pahit kesia-siaan dan tak membawa manfaat, mengeluh itu juga dikutuk agama.
Sebagaimana sabda Rosulullah SAW dalam sebuah hadits,
"Tiga macam dari tanda kekafiran terhadap ALLAH ketika mendapat musibah, adalah merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang."

Semoga kita semua dijadikan ALLAH sebagai hamba yang sabar dalam menghadapi segala musibah.
Karena, orang yang sabar itu dijamin mendapat balasan surga, sementara mengeluh hanya mendapat kesia-siaan belaka.
Wallaahu 'alam bish showaab

::<>][<>::


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.