peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Text page


as
jendela.hikmah.peperonity.net

Anak Kecil

::<>::<>::-=¤)§(¤=-::<>::<>::

::<>::<>::<>::

Mungkin karena sudah bawaan keturunan.
Irfan, anak Pak Sudi, memiliki sifat yang sama seperti bapaknya, `nyeleneh`.
Anak lincah yang dikenal kawan-kawannya jago bermain bola itu tiba-tiba minta ikut pengajian Ustadz Shobri yang diadakan setiap Rabu malam dimesjid.
Kontan saja Pak Sudi melarang karena takut anaknya yang baru berusia 8 tahun itu bisa buat kacau pengajian dengan tingkahnya.

"Enggak, Irfan ga akan bikin kacau.
Irfan mau dengar ajah, bosen dirumah, lagian kan sekarang libur sekolah," ujarnya merajuk.

Karena tidak tega, Pak Sudi pun mengizinkan juga,
"Ya sudah kamu pakai baju yang rapi dan janji ya jangan bikin kacau,"
ujar Pak Sudi memperingatkan.

Kali ini Ustadz Shobri membicarakan tentang keutamaan ilmu dan penghormatan terhadap guru.
Dan seperti biasa, selepas menjelaskan materi, ustadz muda yang santun itu membuka sesi tanya jawab.
Mungkin karena materi kali itu dirasa tak terlalu sulit tak tampak jamaah pengajian yang ingin bertanya.

Melihat itu Irfan nyeletuk,
"Ustadz, saya saja deh yang nanya, bisa gak anak kecil jadi guru?"
ujarnya tiba-tiba.

Pak Sudi yang terkejut karena ulah anaknya langsung mendekap mulut Irfan,
"Aduh...
Maaf Pak Ustadz..
Anak saya memang suka nyeletuk..
Sekali lagi maaf pak Ustadz..
Tentu saja tak bisa kan anak kecil jadi guru.."
ujarnya sambil menyembunyikan Irfan dibawah ketiaknya sampai gelagapan.

Ustadz Shobri hanya tersenyum,
"Bisa,"
katanya membuat Pak Sudi bengong hingga Irfan terlepas dari dekapannya.
"Tuh kan, bisa yah,"
kata Irfan penuh kemenangan.

Ustadz Shobri kembali tersenyum.
"Ada sebuah kisah hikmah.
Suatu ketika ada seorang tua tengah menyusuri sungai dan menem ukan anak kecil mengambil wudhu sambil menangis.
Orang tua itu pun bertanya kepada si anak kenapa ia menangis.
Anak itu lalu menjawab bahwa dirinya habis membaca Al Qur'an dan menemukan ayat,
`Yaa ayyuhal ladziina aamanu quu anfusakum..`
yang artinya,
`Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu dan keluargamu dari api neraka.`
Ayat itulah yang membuat anak kecil itu menangis,"
ujar Ustadz Shobri.

"Nah, mendengar itu tentu saja si orang tua menghibur dan bilang anak itu tak bakalan masuk neraka.
Tapi si anak berkata lagi,
`Wahai bapak, tentulah bapak seorang yang berakal, tidakkah bapak lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali mereka letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu, kemudian baru mereka letakkan yang besar.
Jadi tentulah saya yang kecil ini akan terbakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa..`

Mendengar itu si orang tua gantian yang menangis mendapati bagaimana seorang anak kecil begitu takut dengan neraka, sementara dirinya yang sudah tua dan lebih berakal tidak memiliki ketakutan seperti itu.
"Pada posisi inilah si anak kecil menjadi guru orang tua itu,"
ujar Ustadz Shobri lagi.

Para jamaah terdiam, termasuk Pak Sudi.
Tapi perlahan ia mengusap kepala Irfan penuh sayang.

::<>][<>::


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.