peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Text page


littlestory.peperonity.net

Bajingan Kau, Pak!!!

<mini script>


Sebelum aku menuliskan atau menceritakan sebuah kisah dimini script ini, sekedar informasi saja, apa yang tertulis atau tertuang pada mini script ini hanyalah sebuah karangan fiktif belaka. Bila ada kesamaan tokoh, alur cerita, atau tempat kejadian, maka hal tersebut merupakan sebuah ketidaksengajaan. Demikian agar menjadi maklum...
<copyright by uthex>

Bejat! Dasar manusia berlidah ular. Bercabang! Kapan sih itu orang bakal sadar?! Sudah tua bukannya bertobat malah jadi bangsat! Aneh! Padahal aku merasa dulu dia tidak seperti itu. Gara gara wanita murahan itu sifatnya berubah 900 derajat. Hahahaha. Bukan lagi 360 derajat. Karena dia berubah terlalu sangat drastis sekali. Yah dia.... Seorang lelaki berusia sekitar 48tahun. Bapakku tepatnya. Dulu, aku sangat bangga sekali padanya. Bahkan dulu, aku selalu berkata kepada setiap orang bahwa, lihat lelaki yang berada disana itu, dia bapakku! Tak ada satu pun seorang bapak didunia ini yang sanggup menandinginya. Dia lelaki paling hebat! Dia juga lelaki paling baik didunia ini. Bahkan dia juga lelaki paling tampan yg pernah hidup dibumi ini. Dulu, aku selalu mengulu-ulukannya. Tapi kenyataan sekarang, sungguh sangat berbeda.
Begitu kontras. Dan kekontrasan itu pun terjadi dengan sangat cepat. Laksana membalikkan sebuah telapak tangan. Dia selalu menyakiti hati orang - orang disekitarnya. Dasar manusia tak berperasaan. Tak hanya ibuku yang ia sakiti. Tapi juga aku. Aku yang katanya darah dagingnya. Aku yang katanya didalam ragaku mengalir darahnya. Dan juga aku yang katanya terbuat dari air maninya..... Bertahun tahun ia terus saja membohongi, mendustai, menyakiti hati ibuku. Seorang wanita yang begitu mulia hatinya. Seorang wanita yang katanya sama sekali tak punya hubungan darah dengan ku. Seorang wanita yang sama sekali tak pernah mengandungku. Karena aku adalah seorang yang katanya bukan anak kandungnya. Karena aku yang katanya terlahir dari sebuah hubungan gelap. Karena aku yang katanya seorang anak yang terlahir dari sebuah pengkhianatan.
Dengan kata lain aku adalah seorang anak haram! Hasil perbuatan bapak ku dengan sahabat ibuku, wanita yang berhati mulia itu. Aku sadar sebenarnya orang yang aku sebut 'Bapak' itu sangat mencintai ibuku, wanita yang berhati mulia itu. Dari cerita beberapa orang, katanya setelah usia pernikahan Bapak ku dan ibuku -yang berhati mulia itu- berumur 8tahun, ibuku belum juga mengandung. Karena menurut hasil pemeriksaan dokter, katanya ibuku mandul. Dan lebih parahnya lagi, ibuku mempunyai penyakit kista dirahimnya. Mungkin karena itu lelaki yang aku sebut 'Bapak' itu menyeleweng. Berselingkuh dengan wanita lain yang tak bukan adalah sahabat karib ibuku. Lalu lahirlah seorang anak haram itu. Akulah orangnya...... Ibu menerimaku dengan apa adanya. Beliau juga memaafkan bapakku. Akhirnya, kami menjadi sebuah keluarga kecil.
Yah sebuah keluarga kecil yang bisa dikatakan cukup bahagia. Walaupun hidup pas - pasan. Tapi kebahagian yang pada saat itu aku rasakan. Terlalu berlebih. Namun, seiring berjalannya waktu, mungkin ini adalah sebuah takdir dimana seorang manusia tak pernah mempunyai sebuah perasaan puas. Selalu meminta lebih dan lebih. Bapak ku menghancurkan kebahagiaan dari keluarga kecilku tadi. Mungkin ini dikarenakan bapak sedang berada diatas. Sedang berjaya pada saat itu. Siapa tho yang ndak kenal dengan seorang bapak ku??? Bapak kembali selingkuh. Menyeleweng lagi! Dan lagi lagi dengan sahabat karib ibuku. Tapi bukan, wanita yang melahirkan aku. Tapi seorang wanita murahan yang sudah mempunyai tiga orang anak. Dan bapak dari ketiga anaknya itu berbeda semua. Hahahahaha benar - benar menggelikan. Laksana sebuah panggung sandiwara hahahaha.
Sejak kecantol dengan wanita murahan itu bapak ku bermetamorfosis menjadi seorang manusia berlidah ular. Bercabang. Di menjadi seperti monster. Aku betul betul ingat awal mula kejadian itu. Dan mungkin sampai matipun aku tak akan pernah melupakan kejadian itu, karena dari situlah awal mula kebahagiaanku terampas. Dan dari situ pula, untuk kedua kalinya dan untuk berkali kalinya kebahagiaan ibuku dirampas kembali. Dan dari situ pula, semua penderitaanku dimulai. Sebuah prolog yang sangat tragis. Yah.... Tapi apa mau dikata, kalau ini mungkin saja sebuah alur cerita yang memang harus aku jalani. Dan aku hanya bisa meng-iyakan tanpa boleh sedikitpun membantah. Kepada siapa pun. Terutama kepada dia. Lelaki yang aku sebut 'Bapak'. Mulanya, aku sama sekali tak pernah percaya, dia tega berbuat seperti itu sampai suatu ketika,
pada saat aku pulang sekolah -pada saat itu aku masih SD kelas 6- kudapati ibuku sedang menangis terirak isak. Aku heran, bingung. Kemudian ku dekati ibuku. Lalu dia bercerita dengan suara yang keras. Kasar tepatnya. Aku bertambah heran. Karena aku baru sekali itu melihat ibuku berkata sebegitu kasarnya padaku. Aku masuk kamar. Diam. Membisu. Hanya bisa menerawang. Antara percaya atau tidak dengan apa yang dikatakan oleh ibuku. Tanpa terasa, untuk pertama kali air mata ku menetes. Mengalir begitu deras karena sebuah kekecewaan. Dan sebuah ketidakpercayaan. Tanpa kusadari, aku tertidur. Lelap. Dan pada saat itu merupakan untuk pertama kalinya aku merasa takut untuk menghadapi sebuah kenyataan. Takut untuk membuka mata. Aku ingin terus tidur. Tiba tiba aku terbangun, pintu kamar ku terbuka. Dibuka tepat nya.
"Put, ganti baju. Ayo ikut ibu sebentar. Kita jemput eyang" Oh ya, aku lupa. Aku juga tinggal serumah dengan eyang ku. Karena bapak adalah anak tunggal. Jadi eyang ikut tinggal bersama. Dan eyang berjualan sayur. Cukup rame dan laris. Aku bergegas untuk berganti baju. Kemudian aku dan ibuku berangkat. Untuk pertama kalinya ku lihat ibuku begitu terpukul. Dan sangat sedih. Matanya masih sembab. Karena habis menangis. Akhirnya, aku sampai ditempat eyang berjualan. Lalu aku, ibu dan eyang pulang naik dokar. Disitu ibu bercerita tentang perbuatan bejat bapak. Eyang juga tak percaya. Dan aku juga masih sama sekali tak percaya. Sampai dirumah, ibu masih terus saja bercerita tentang kelakuan bapak. Tak ada hentinya. Kemudian, bapak datang dan yah..... mungkin kesannya seperti disidang. Bapak, ibu juga eyang berkumpul. Tnp aku tentunya
Eyang dan ibuku meminta sebuah pengakuan jujur dari bapak. Namun, sama sekali bapak tak mau mengaku. Dan akhirnya ibu dan eyang percaya dengan pengakuan bapak. Keluargaku kembali damai, stabil. Namun, kedamain itu hanya bertahan selama satu minggu saja. Suatu ketika di senja sore aku, bapak, ibu dan eyang sedang asyik menonton televisi sambil bercanda gurau. Tiba tiba pintu rumah kami diketuk oleh seseorang. Aku beranjak pergi untuk membukakan pintu. Seorang wanita ternyata. Dan dia mencari bapak ku. Ku persilakan wanita itu masuk. Namun, ia menolak. Ia terus saja berdiri didepan pintu. Ku panggil bapak ku. Lalu bapak pun menemui wanita itu. Ibu keluar dan tiba tiba terjadi pertengkaran hebat. Ternyata wanita asing itu adalah sahabat ibuku yang tak lain bukan adalah selingkuhan bapakku. Aku kaget, syok dan huh......
Wanita murahan itu pergi. Namun, ia pergi dengan meninggalkan sebuah masalah dirumahku. Terungkap sudah skandal perselingkuhan bapak. Semenjak saat itu, setiap hari selalu terjadi pertengkaran dirumah ku. Sampai sampai aku menyebutnya dengan perang. Sedikit pun bapak dan ibuku tak pernah memikirkan bagaimana perasaanku. Bertanya padaku pun tidak. Atau bahkan mereka terlalu sibuk dengan urusan perang mereka. Kelakuan bapak semakin hari semakin menjadi jadi. Bertambah blak blakan. Bahkan bapak mulai terang terangan mengatakan dengan bangga bahwa dirinya berselingkuh. Mulai hari itu. Aku merasa bapak ku telah mati. Dan aku hanya mempunyai seorang ibu dan seorang eyang saja. Tapi anggapan ku itu salah. Salah besar malah. Karena ternyata, mungkin saking sakit hatinya dengan kelakuan bapak, ibuku juga berselingkuh. Bagooees.....!!!!!
Hahahahahaha menggelikan sekali. Ternyata aku tak hanya kehilangan bapak ku. Namun juga ibuku. Hahahahaha ternyata aku telah kehilangan kedua orang tua ku. Aku hanya punya seorang eyang.... Skandal perselingkuhan ibu terungkap. Dan bapak amat terangat sangat marah sekali. Bapak berang. Cpak!!! Ibuku ditampar oleh bapak. Bapak menjadi begitu kejam. Bengis! Dia tidak terima kalo ibuku juga berselingkuh. Bapak menghajar ibuku. Seru! Sangat seru sekali. Dan kejadian itu terjadi pada saat semua teman teman ku sedang bermain dirumah ku. Yah! Ibu dan bapak ku perang dihadapan teman temanku. Aku malu. Sangat malu. Aku berlari keluar. Sambil meneteskan airmata. Teman teman ku semua berlari mengejarku. Aku duduk masih sambil beruraian air mata. Aku dipeluk oleh salah seorang dari temanku. Tapi aku lupa siapa yg memelukku.
Mereka berusaha menenangkan aku. Setelah aku rada tenang. Dan tangis ku pun juga sudah mereda. Akhirnya aku berkata: "Maafin bapak dan ibuku ya? Mereka tadi perang dihadapan kalian....." Semua teman temanku berusaha memaklumi. Selang beberapa waktu kemudian mereka semua pergi meninggalkan ku seorang diri. Kemudian aku pulang kerumah. Namun, berat rasanya kaki ku untuk melangkah menuju rumah ku. Ternyata, pada saat aku pulang, perang sudah selesai. Dan disana kulihat ibuku sedang menangis terisak isak dengan luka memar diraut wajahnya. Yang kudapati hanya ibuku seorang diri. Bapakku ternyata telah pergi. Kerumah wanita murahn itu tepatnya. Ku dekati ibuku. Kemudian ibu memelukku. Hatiku teriris. Sakit. Perih. Pedih. Aku tak tega melihat ibuku. Kemudian ibuku berkata: "Put, maafkan ibu ya, nak. Ibu tepaksa. Ibu sakit hati."
Aku kemudian menyingkirkan pelukan ibu. Aku jijik. Ibu terpaksa dan sakit hati. Tapi apa pernah ibu memikirkan bagaimana perasaanku? Apa pernah menanyakan bagaimana rasa sakitnya hatiku? Sama sekali tak pernah! Dasar orang orang egois! Mementingkan perasaannya sendiri. Sejak saat itu, aku tak pernah keluar rumah untuk bermain. Aku selalu berada didalam kamarku. Kamarku menjadi satu satunya teman, sahabat dan segalanya untukku. Kepahitanku tak sampai disitu saja. Beberapa bulan kemudian, eyangku dijemput oleh Yang Maha Kuasa. Sekarang aku merasa benar benar sendiri. Sama sekali tak punya siapa siapa. Sejak kepergian eyang, bapak dan ibu semakin menjadi jadi. Bapak jarang pulang kerumah. Begitu juga ibu. Sampai suatu ketika bapak dan ibu kebetulan pulang dan masing masing membawa kekasihnya dirumah. Bapak marah! Berang!
Begitu pula dengan ibu. Beliau juga sangat marah. Akhirnya perang pun tercetus. Namun, kali ini bukan hanya perang teluk. Melainkan perang dunia ke-3 untukku. Aku hanya bisa menangis tersedu sedu. Tak ada seorang pun yang didekat ku. Tak ada seorang pun yang peduli pada ku. Yang kudengar bentakan kasar bapak kepadaku dan tangisan pedih ibuku yang dipukul oleh bapakku. Tapi, mereka sama sekali tak mendengar apalagi merasakan sakit dan perihnya hatiku. Kucari tas sekolah ku. Dan kuraih kotak pensilnya. Kubuka dan kemudian kuambil sebuah cutter dari dalam kotak pensil itu. Kugeser cutter itu. Tajam. Dan kusayatkan cutter itu kepergelangan tangan kiri ku. Darah segar mengucur dengan deras. Namun, aku sama sekali tak merasakan sakitnya. Sedikitpun. Tiba tiba gelap. Dan aku.....
"Eyang..... Putri datang menyusul Eyang....."

Salatiga,
Jan 16, 2007
at: 05:47pm
in kamarku sing remux


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.