peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Text page


nikah.peperonity.net

Mengapa?


Mengapa setiap makhluk melakukan pernikahan (perkawinan)?
Karena ada sesuatu dalam diri setiap makhluk yang tidak kecil peranannya dalam wujud ini. Sesuatu itu adalah naluri yang melahirkan dorongan seksual. Tahukah engkau bahwa ikan-ikan mengarungi samudera yang luas menuju tempat yang terpencil, untuk memenuhi naluri itu guna melanjutkan generasinya.
Pernahkah engkau menyaksikan sepasang burung merangkai sarangnya? Apakah engkau tak mengamati bunga-bunga mekar dengan indahnya, merayu kupu-kupu dan lebah agar mengantarkan benihnya pada bunga lain untuk dibuahi? Bukan hanya binatang dan tumbuhan, bahkan elektron dan proton atom bertemu untuk saling tarik demi memelihara eksistensinya.
Demikian naluri makhluk, masing-masing memiliki pasangan dan berupaya bertemu dengan pasangannya. Agaknya tidak ada satu naluri yang lebih kuat dorongannya melebihi naluri dorongan pertemuan dua lawan jenis, pria dan wanita, jantan dan betina, positif dan negatif. Itulah ciptaan dan pengaturan Ilahi:

"Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu menyadari (kebesaran Allah)"
-QS Adz Dzåriyåt 49-

Sungguh!

"Mahasuci Allah yang menciptakan semua pasangan, baik dari apa yang tumbuh di bumi, dari jenis mereka (manusia) maupun dari (makhluk-makhluk) yang mereka tidak ketahui"
-=QS Yåsìn 36=-

Inilah yang dinamai law of sex, "hukum berpasangan", yang diletakkan oleh Maha Pencipta bagi segala sesuatu.
Mari kita renungkan apakah "keberpasangan" atau, dengan kata lebih mudah, apakah "pernikahan atau perkawinan" itu? Pernikahan atau perkawinan adalah 'aksi dari satu pihak yang disambut dengan reaksi penerimaan oleh pihak lain'. Atas dasar inilah law of sex berjalan, dan atas dasar itu pula alam raya diatur oleh Tuhan.
Jika kita mengakui bahwa keberpasangan merupakan ketetapan Ilahi yang berlaku umum, maka harus diakui pula bahwa ia bukanlah sesuatu yang kotor atau najis tetapi bersih, suci lagi terhormat dan harus selalu dijaga untuk tetap bersih, suci dan terhormat.
Mendambakan pasangan merupakan fitrah. Kesendirian dan lebih hebat lagi keterasingan, sungguh dapat menghantui manusia karena manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, makhluk yang membawa sifat dasar 'ketergantungan'.
"Khalaqa al insån min 'alaq", begitu bunyi wahyu pertama Al Qur'an.

.::§::.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.