peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Text page


story-xx.peperonity.net

Grup Senam

***

Ini Pengalamanku sebenarnya, sengaja aku samarkan namaku dan suamiku agar dia tidak tersinggung dan tidak tahu kalau ini yang nulis saya, Kalau sampai tahu kan nggak enak dong, bisa tengkar nantinya. Kejadian ini tidak pernah kuduga sebelumnya, Selama ini rumah tanggaku berjalan baik dan aku tidak pernah melakukan hubungan sex selain dengan suamiku sendiri. Ade, suamiku seorang kontraktor yang cukup besar di kota Malang Jawa Timur, hampir setiap hari waktunya habis dikantor untuk mengurus proyek dan proyeknya. Aku sendiri Dini menikah dengan Ade, kakak tingkat kuliahku di Perguaruan Tinggi Bandung, 2 tahun diatasku. Kehidupan sexku biasa saja, dan cenderung membosankan padahal kurasakan sampai sekarang gairahku cepat sekali memuncak dan kalau melakukan hubungan intim aku suka sekali berlama- lama menikmati dengan berbagai variasi, tetapi suamiku orangnya kuno dalam melakukan hubungan sex dengan cara yang biasa saja, dia diatas dan aku dibawah, kadang aku kepingin juga cara lain seperti pada video porno yang pernah kulihat saat suamiku pergi, tapi tidak pernah kesampaian, karena pernah kuutarakan pada suamiku dia tidaka menjawab apapun, sehingga kadang aku merasa tidak puas. Aku sering juga melakukan masturbasi untuk menambah kepuasanku sambil membayangkan wajah seseorang dengan penis menantang. Saat ini aku dikaruniai 2 orang anak yang cukup manis dan ganteng. Aku sendiri memiliki beberapa kesibukan dirumah dengan membuat caterring untuk beberapa perusahaan yang ada di Malang. Jadi dari segi materi aku bisa dikatakan sudah cukup. Untuk mengisi waktu luang aku sempatkan mengikuti kegiatan kesehatan berupa senam pada sanggar senam tertentu hal ini aku lakukan untuk menjaga stamina dan juga tubuhku biar tidak gembrot, dan hasilnya lumayan saat ini tinggi badanku 165 cm, rambutku hitam pekat, mata coklat, pinggangku cukup ramping pantat juga berisi dan yang penting payudaraku tidak kendor walaupn pernah menyusui dan ukurannya cukup membuat orang menelan ludah 36C. Aku sengaja mengambil jadwal pagi karena siang sedikit aku harus sudah rapi berada dikantor pribadiku. Setelah membereskan urusan rumah aku bersiap berangkat menuju tempat senam, denga memakai T shirt Kuning cukup ketat dan celana senam aku memagut diri dikaca, Yach,... lumayan juga pikirku, dengan tshirt tersebut payudaraku seakan tertekan dan hendak melompat keluar, aku sadari itu. Peugeot 306 yang kukendarai memasuki pelataran parkir kulihat didalam suara cukup ramai juga kiranya hari ini. Aku memang tidak pernah ikut ibu-ibu yang suka ngerumpi ditempatku senam, selesai senam aku langsung pulang. Pagi ini berbeda sekali tempat senam hampir penuh, aku duduk sendiri ditepi sambil mempersiapkan baju senamku, aku menuju kekamar ganti kudengarkan ada beberapa suara ibu- ibu cekikikan sambil menceritakan pengalamannya, Ah, ... gila pikirku, mereka suka sekali sama laki-laki muda usia untuk permainan sexnya. "Iya Jeng Nik, ... tadi malam itu seru lho, aku tidak menyangka Dion begitu perkasa, aku dibuatnya tak berkutik dalam 4 ronde sekaligus, padahal kelihatan dia paling pendiam ya disini, dan permainannya, .......... Yahuuut lho, memekku sampai seperti mati rasa, ......" Cerita salah satu ibu peserta senam. "Ah,.... Masak sih jeng Rita, ..... yach,... sayang aku nggak dapet ya,... kalau sama Rico gimana jeng,......... itu lho anak SMA 3 yang kita temukan bersama waktu nongkrong di café Regent,..... yang itunya item dan gede." Timpal temannya. " Oh,..... Kalo yang itu sih lumayan, tapi permainannya masih hebat si Dion, Awalnya saja aku sudah keder dibuatnya.".,,,, ,,, " Masa,... aku jadi pengin mencobanya jeng, ...... Lihat aja ya nanti, ... aku habisin dia dengan segala tenagaku,..." celetuknya dengan geregetan. Pembicaraan terus berlangsung secara tidak sadar aku terbawa ikut memikirkan Dion,... Apakah Dion itu pelatih senam yang baru 2 bulan melatih ditempatku, kalo lihat cirinya pendiam dan acuh sih memang dia,...tanpa terasa tanganku telah berada diantara dua pahaku terasa hangat dan kuraba pelan memeku dari luar baju sanam ah, .... Cepat-cepat kubuang pikiran buruk itu aku tidak ingin terjadi sesuatu. Semakin kupikir semakin berkecamuk pikiran itu ada. Aku ingat waktu itu Dion memang sempat menjadi buah bibir dikalangan ibu-ibu tempatku senam tapi aku tidak pernah sedikitpun ikut didalamnya. Apakah dion itu ya yang dibicarakan ibu-ibu. Pertama kali masuk Dion memang sempat grogi disoraki oleh ibu-ibu bahkan sempat membuat wajahnya memerah ketika perkenalan ibu-ibu menanyakan statusnya. Bahkan salah satu ibu ada yang nyeletuk menanyakan besar tidaknya ukuran vital Dion, dan hanya dijawab dengan senyum saja. " Tok,.. Tok,... Tok,....." Aku terkejut mendengar pintu kamar ganti diketok dari luar, ah kiranya cukup lama juga aku berada dikamar ganti , cepat cepat kekemasi barangku dan keluar menuju hall senam, disana masih banyak ibu bergerombol menunggu waktu senam berlangsung. Aku duduk sendiri sambil minum the hangat,... tiba-tiba disebelahku duduk empat ibu-ibu yang nampaknya cukup centil dengan usia yang bervariasi. Sambil berbasa-basi dia memperkenalkan diri dan,..... aku agak terkejut karena suara dan namanya sama dengan yang ada di kamar ganti sebelahku tadi. Jeng Nanik dan Jeng Rita cukup keren juga orangnya dari parfum dan merk lain yang ada ditubuhnya bukan orang yang tidak mampu kiranya. Nanik kutasir berusia 37 tahun dan mengaku anaknya 3 dan suaminya pegawai swasta dengan jabatan cukup layak, kulitnya putih dan mulus dengan alis tebal dandanannya tidak semenor Rita Tingganya sekitar 5 Cm dibawahku dan payudaranya juga tidak sebesar punyaku, kutaksir sekitar 34 B tapi nampak serasi sekali dengan penampilannya. Kalau Rita lebih tinggi dari Nanik tapi masih dibawahku, rambutnya dipotong pendek dan kulitnya kuning langsat dengan jari lentik payudaranya kutaksir bernomor 36 B dan pantatnya lebih besar dari Rita, dan kelihatan sekali Rita lebih aggresif dalam pembicaraan, sambil diselingi tawa renyah mereka. " Eh jeng Dini kan sudah lama ikut disini, udah pernah nyoba-nyoba rasa lain nggak selain rasa suami, ......Dengan cara arisan bersama,... enak lho jeng, rugi kalo nggak mencobanya" celetuknya berbisik hati-hati,...... Sambil sesekali melirik Nanik. Merah wajahku rasanya, karena selama ini tidak pernak aku temukan orang yang bicara terbuka seperti itu,... "E,.... E,..... ti,... ti,... dak kog,.. ini apa ya,.... Aku gelagapan. Dan serempak dua ibu tadi tertawa berbahak-bahak,...... Ah,... masa jeng Dini, lha wong sekarang fasilitas sudah banyak kog tidak dipergunakan, yach,... JUST FOR FUN saja kog, kalo habis yang dibuang to jangan dibawa pulang bingkusnya bisa bahaya ya jeng Nanik,.... Iya lho Jeng Dini kita ini kan punya kelompok disini yang kadang bikin acara enjoy bersama dan tertutup sekali lho, tidak semua ibu boleh ikutan disini, Tak lihat jeng Dini mulai pertama ikut senam tidak pernah ada teman dan menyendiri, apa salahnya kalo bergabung dan menikmati menu baru kami. Gila orang-orang ini Jeng Nanik pintar juga ngomong gituan, belum sempat aku berpikir dan menjawab mereka menyela lagi,.... "Sudah lah jeng Dini ,.... Ikut aja rahasia pasti terjamin kog,.. dan yang penting ada menu baru tiap bertemu". Sambil menarik tanganku menuju hall senam. Konsentrasiku bubar selama senam aku secara tidak sengaja hanyu oleh pikiran ibu-ibu, dan kebetulan pelatihku hari ini Dion. Kuperhatikan seksama Dion cukup keren juga Tongkrongannya bodinya bagus, otot-ototnya nampak menyembul, dan,.... Ayooo,... hap,... satu,... dua,... renggangkan kaki,... perintahnya. Dia menghadap peserta senam dan, ... Alamak,... otot diantara kedua selangkangannya tertekan oleh baju senamnya nampak menyembul keras dan cukup panjang, aku jadi berpikiran yang bukan bukan, seandainya bisa kugenggam dan kulakukan seperti di video porno itu enak kali ya, .......Gila,... pikirku aku kog jadi gini. Senam sudah usai, mobil merangkak pelan menuju garasi, kuhempaskan tubuhku diatas kasur, pikiranku berkecamuk membayangkan perkataan ibu-ibu tentang menu baru penuh rahasia tadi, tiba- tiba pikranku menerawang dan melintaslah bayangan Dion dengan mesra aku merinding, Dion seolah datang dan memelukku, tangannya mulai membelai punggung dan turun ke pantat. Diremasnya pelan dan kurasakan benda keras diantara selangkangannya menempel ketat dibaju senamku, aku kegelian, dan,..... Lambat namun pasti kurasakan tangannya mulai menyentuh dadaku yang kenyal, kurasakan pelintirannya membuat pentilku mulai kaku dan keras, ........Aku mulai mengejang, tapi tak dilepas tangannya didadaku bahkan mulai nakal, tangan kanannya berani menuju selangkanganku dikuaknya kuat-kuat celanaku sampai kudengar robekan kain Oh,....... Jari-jemarinya membelai lembut gumpalan daging lunak penuh bulu dan,... Mulutnya tak tinggal diam, Dion mulai mengeluarkan lidaknya menjilati memekku yang mulai basah,.... Aaaaaahhhhhhh,,,, Zzzzzzzt,..... aku tak kuat menahan, Dion masih terus menjilat dan menjilat klentitku mulai kaku dan memekku semakin basah dan,.... Kriiiinngggg,..... Krrriiiiingggg,.... Suara telepon berdering aku tertegun,...Gila cing aku bisa membayangkan dengan Dion begitu hebaaat, badanku meriang rasanya dan satu lagi yang kurasakan basah diselangkanganku. Aku bangun bermalas-malasan dan kuangkat telepon. " Hallo,.... Jeng Dini ada", ..... " Ya saya sendiri, siapa ini ya,..." " Aduh,.... Masak lupa saya Rita yang senam tadi,..... Wah sedang apa ini kog kayaknya malas- malasan saja, ........ Terasa sekali memang agak serak suaraku saat ini habis membayangkan dengan Dion kering rasanya tenggorakkan. ",.... Oh,.... Tidak jeng ini lho sedang membersihkan rumah kacau balau gini, kalau jeng Rita sedang apa ini kog tumben telpon saya",... " Ah enggak lagi free aja ini ngga' ada temen ngobrol,... Eh,.. iya gimana tadi tawaran kelompok kami jeng, ... Mbok ikut aja lah biar sekali-sekali punya menu sesuai selera,... ha ha ha,..... ndak usah takut,.. enjoy aja kog,................ Jeng rita menceritakan panjang lebar club gilanya dan aku tambah menerawang atas kegiatan dengan pengalamannya yang menggila itu. ",.... Jeng Rita apa suami jeng nggak curiga, ........ belum selesai aku bicara, Rita menimpali dengan amat berapi-api. " ,... ya caranya dong,... abis gituan sama yang lain jangan mikirin dia lagi, abis ya abis kan beres jeng jadi nyampek rumah pikiran fres dan segar lho,.... Bener Jeng,... ayo deh ikutan , ...... nanti pasti deh jeng Dini suka. Rayunya tak henti- henti". Tak lama berselang telepon kuakhiri tanpa jawaban iya atau tidak,..... aku bingung dan berfikir keras sampai akhirnya aku tertidur. Sore hari setelah menerima laporan dari tukang antar caterringku aku membukukan hasil caterringku selama sehari, aku membantu anak-anakku menyelesaikan tugas belajarnya. Kudengar bel pintu dan suamiku pulang dengan wajah kuyu kelelahan, kupersiapkan perlengkapan mandinya. Malam larut aku sangat menginginkan hubungan intim malam ini, kucoba dekati suamiku dia sudah tertidur lelap tergambar kelelehan diwajahnya, aku kasihan tapi memekku sudah mulai basah ingin dijenguk oleh kemaluan suamiku. Kucoba membangunkan dia, tapi dia menolak dan hanya kekecewaan yang kudapat malam ini dan tanpa tersadar aku sudah terlelap. Suasana hingar bingar ruang senam kembali kudengar dan kulihat sekeliling kembali bergerombol sekelompok ibu-ibu yang 3 hari kemarin mengajakku ikut dalam kelompoknya. " Hai jeng Dini, ... sini dong kenapa sendirian saja disitu" ajak jeng Rita sambil tersenyum. Kulangkahkan kakikku menuju kearah mereka kuhitung ada 7 orang denganku. Aku berbasa basi memperkenalkan diri. " Ibu-ibu, ini peserta baru kita yang saya ceritakan kemarin itu lho,, .... Gimana Jeng jadi ikutan ya,... untuk pengalaman aja kog,... " ajaknya merayu. " Iya jeng ,.... (spontan ibu-ibu seperti Koor) " Rahasia terjamin ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.