peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Downloads


umum.1.peperonity.net

Hostes Sebelah Rumah Kost

Hostes Sebelah Rumah Kost

Sebenarnya cerita ini kisah lama Saya saat masih duduk dibangku kuliah pada salah satu perguruan tinggi swasta terkenal dikota J. Dengan bidang studi khusus yang lagi trend saat ini.

*****

Sebagai seorang mahasiswa pasti sudah biasa dengan yang namanya kost, apalagi kalau kostnya kumpul dengan teman-teman senasib yang biaya hidupnya pas-pasan. Saya kost bersama teman satu kampus berjumlah tiga orang, karena rumah yang Saya kontrak terdapat 3 kamar tidur, ruang tamu dan keluarga, dapur, kamar mandi serta sedikit teras didepan. Saya mendapat kamar dibagian depan dan teman-teman dibagian tengah dan belakang.

Kami semua orangnya senang bergaul dang sering kumpul-kumpul hingga larut malam. Kami rukun dengan para tetangga, karena mereka merasa tenang dan senang dengan kami, sebab lingkungan disekitar kami terasa aman dan tidak pernah ada gangguan dari pihak lain. Disebelah rumah kami tinggal dua orang wanita yang kebetulan bekerja pada malam hari ditempat hiburan discotiq dan mereka merasa aman saat pulang kerumah melihat kami masih pada kumpul diteras sambil main gitar dan bernyanyi bersama.

Suatu ketika kedua wanita tersebut pulang dari bekerja dan membawa sebuah bungkusan yang isinya kue martabak manis yang sengaja dibeli untuk kami yang lagi pada nongkrong sebagai teman begadang. Sebut saja wanita tersebut bernama Rita berumur dua puluh tahun dan Sari berumur dua puluh satu tahun. Mereka menghampiri kami dan bergabung setelah berganti pakaian dengan t-shirt dan celana pendek. Mereka bernyanyi sambil tertawa kalau ada lagu yang kurang dihafalnya. Saya duduk bersebelahan dengan Rita yang bernyanyi dengan suara yang pas-pasan dan sesekali saya berduet dengannya.

Rupanya Rita senang kalau berduet dengan Saya sehingga kami sering mambawakan lagu berdua. Rita terkadang bergelayut ke pundak Saya ketika bernyanyi bila lagu yang dinyanyikan berirama romantis dan Saya timbul rasa iseng Saya untuk menyentuh susunya dengan sikut dan terasa kenyal. Hari sudah mendekati subuh dan kami memutuskan untuk istirahat tidur, Rita dan Sari pamit untuk pulang kerumahnya.

Pagi harinya Saya pergi kuliah bersama Bano dan rachim, ketika melintas di depan rumah Rita dan Sari, Saya melihat Rita sedang duduk diruang tengah sambil sarapan roti. Rita melihat Saya langsung memberikan senyum manisnya sambil melambaikan tangan agar saya mampir dan sayapun menyambutnya. Saya menyuruh Bano dan Rachim untuk pergi duluan karena Saya akan mampir dulu kerumah Rita. Rita duduk disofa sambil menyantap Roti dan menawarkan saya untuk sarapan roti. Rita membuatkan kopi untuk saya dan ketika meletakkan kopi diatas meja Saya melihat dua gundukan yang tidak memakai BH bergelayut didalam dasternya. Saya pura-pura tidak melihat dan Rita langsung duduk dekat saya sambil membuatkan roti tawar yang diolesi dengan mentega dan selai strowberry.

Saya sangat kagum dengan pemandangan tadi sehingga membuat simamat yang lagi ngumpet dibalik CD Saya bergerak-gerak. Rita menyodorkan roti untuk saya dan saya menerimanya untuk dimakan sambil menghirup secangkir kopi. Rita terlihat cantik walaupun tidak terlalu putih dan inilah yang saya lihat wanita tanpa make-up. Rita memang wanita sederhana tetapi baik walaupun dia bekerja malam yang selalu dicap oleh masyarakat sebagai sampah.

"Mas hari ini kuliah apa..?!" Rita membuka pembicaraan.
"Analisa dan etika.." jawab saya singkat.
"Masuk jam berapa..?" tanyanya lagi.
"Jam 08.00.." jawab saya lagi.
"Masih ada waktu sejam lagi kok.." katanya.
"Santai aja.." Saya tersenyum dan menganggukkan kepala.
"Sari mana..?" tanya saya pura-pura.
"Tuch masih tidur di kamar tengah.." jawabnya.
"Kamu kok sudah bangun, khan semalam begadang..?!" tanyaku lagi.
"Nggak bisa tidur, habis mikirin yang tadi malam kita nyanyi berdua.." pancingnya.
"Memangnya kenapa?" tanyaku pura-pura.
"Mas.. tangannya iseng sich..!" serunya sambil mencubit tangan saya.
"Memangnya kenapa tangan saya.." pura-pura lagi.
"Itu digosok-gosok kesini nich.." sambil menunjuk susunya yang tanpa BH.
"Oo.. Itu toch.." ejekku sambil tersenyum.
"Mas nggak usah kuliah dech hari ini.." pintanya.
"Memangnya kenapa..?" tanyaku.
"Temanin Rita jalan-jalan yuk.." pintanya lagi.
"Kemana..?" tanyaku lagi.
"Ke Mall.." jawabnya singkat.
"Boleh.. Tapi saya minta traktir yaa.." pintaku sambil mengejek.
"Ok.. Tapi nanti yaa jam sembilan kita berangkat dari sini.." jawabnya.
"Ok.. Sekarang kita ngapain..?" tanyaku lagi.
"Kita karaoke.. Mau nggak..?" pintanya.
"Boleh.. Siapa takut.." kataku.

Rita menyalakan VCD Player dan TVnya sambil memasang VCD lagu duet Broery dan Dewi Yull. Rita membuka pintu kamar Sari untuk mencek apakah masih tidur atau sudah bangun. Ketika pintu terkuak terlihat Sari tidur hanya mengenakan CD dan tanpa apa-apa lagi. Rita langsung menutup pintu dan melihatku tersenyum karena melihat pemandangan indah yang ada dikamar tersebut.

"Ayoo.. Lihat apa..?" tanya Rita.
"Lihat gunung.." jawabku sambil mengejeknya.
"Gunung apa..?" tanyannya.
"Gunung kembar.." jawabku lagi.
"Dasar laki-laki.." rengutnya.
"Cemburu nich yee.." ledekku.
"Iih.. Siapa yang cemburu.." elaknya.
"Gitu aja marah.." godaku.
"Habis.. Lihat gitu aja udah nafsu.." katanya sambil cemberut.
"Yaa.. Sudah dech.. Maaf yaa.." seruku.
"Awas yaa sekali lagi.." ancamnya.
"Habis gimana dong.. orang kelihatan.." ejekku lagi.
"Nich.. Puasin kalau mau lihat.." katanya sambil menyembulkan susunya.
"Awas entar saya gigit lho.." godaku.
"Coba kalau berani.." tantangnya.
"Sini mendekat biar saya gigit.." kataku.

Rita bangkit dari duduknya dan menghampiri pintu untuk menutupnya dan kembali duduk tetapi diatas pangkuan saya sambil menyodorkan susunya ke mulut saya. Melihat hal tersebut saya tidak membuang-buang kesempatan langsung saya gigit perlahan agar tidak sakit sambil menghisapnya. Rita melingkarkan tangannya kebelakang kepala saya, saya menghisap putingnya secara perlahan dan tangan kanan saya mengusap-usap susu yang satunya lagi.

"Oohh.. Mass.. Eennaak.." desahnya perlahan.

Tangan kanan saya meraba menuruni kearah perut dan turun lagi ke CD-nya sambil menghusap-husap belahan CD-nya didaerah vaginanya.

"Maass.. Hhmm.." desahnya.

Saya menyingkapkan CD-nya dari samping dan jari tengah saya memasuki lubang vaginanya untuk mencari clitorisnya.

"Auuchh.. Enak mass.." desahnya lagi.

Rita mengangkat muka saya dan melumat bibir saya dengan penuh nafsu, sayapun membalasnya dan tangan saya sudah mulai merosotkan CD-nya sampai betisnya agar leluasa mengobok-obok vaginanya yang sudah mulai basah.

"Maass.. Teerruuss.. Oohh.." desah panjangnya.

Rita melepaskan t-shirt saya dan menjilati puting susu saya agar terangsang. Rita turun dari atas pangkuan saya dan langsung meraih kepala gesper saya untuk membuka resleting celana jeans saya, Rita langsung mengeluarkan kemaluan saya yang sudah tegang dan langsung mengulumnya dengan penuh nafsu. Saya meraih dasternya agar terlepas dari tubuhnya dan meremas-remas kedua susunya.

Lagu yang dipasang oleh Rita terus mengalun, tetapi kami sedang asyik melakukan cumbuan dengan penuh nafsu birahi. Kemaluan saya semakin menegang keras, melihat hal tersebut Rita bangkit dan naik diatas pangkuan saya sambil mengarahkan lubang vaginanya agar ditembus oleh kemaluanku. Rita jongkok diatas sofa sambil menurun naikkan pinggulnya sesuai irama musik yang sedang mangalun.

"Oohh.. Enak mass.." desahnya dan langsung mengulum bibirku.
"Hmm.. Mm.." kulumku dibibirnya.
"Mass. Ayoo.. Keluarin.. Rita udaahh.. Oohh.." desahnya panjang.

Saya semakin cepat menggoyang pinggul saya agar saya juga orgasme seperti Rita.

"Riittaa.. Hhmm.." erang saya sambil memuncratkan sperma dilubang vaginanya sambil menarik pinggul Rita agar merapatkan vaginanya kekemaluan saya sambil mengulum bibirnya.

Setelah agak mengecil kemaluan saya, Rita mencabut vaginanya dan turun untuk meraih kemaluan saya dan dihisapnya sisa-sisa air kenikamatan kami berdua sampai bersih. Saya merasakan ngilu saat Rita menjilati kepala kemaluan saya. Rita tersenyum melihat Saya menggelinjang-gelinjang karena ngilu. Kamipun duduk berdampingan sambil berpelukan. Ketika Kami sedang asyik berpelukan tiba-tiba Sari keluar dari kamarnya dan melihat Kami langsung kaget.

"Iich.. Pada habis ngapain tuch.." katanya.
"Sstt.. Jangan berisik.." ledek Rita.
"Mau.." ledekku sambil senyum.
"Maauu.. donk.." rengeknya dibuat-buat.
"Sini.." kataku sambil memegang kemaluanku.

Saripun mendekatiku dan Rita bergeser menjauh untuk memberi kesempatan pada Sari, Sari langsung meraih kemaluanku yang sudah mulai menegang lagi karena melihat ada barang baru mendekatinya. Sari mengelus-elus kemaluanku dan tangan satunya meraih kepalaku untuk mencium bibirku. Saya menyambutnya dengan penuh nafsu sambil meraih vaginanya dari balik celana dalamnya.

Rita hanya termangu melihat hal tersebut dan Saya meraba vagina Sari sampai mendapatkan clitorisnya sambil memilin-milin sehingga Sari menggelinjang. Sari berdiri dan langsung membuka cdnya, langsung mengarahkan vaginanya ke kemaluan Saya langsung menancapkannya. Melihat hal tersebut Saya langsung meraih pinggulnya dan membantu untuk bergoyang, sedangkan bibir Saya melumat susunya secara bergantian. Ternyata Sari tidak sehebat Rita, dalam waktu singkat Sari sudah mencapai orgasmenya.

Sari langsung mencabut vaginanya dan langsung duduk disamping Saya. Rita melihat kemaluan Saya masih tegak, langsung menghampiri dan mengarahkan vaginanya untuk ditusuk yang kedua kalinya. Mendapat serangan seperti itu Saya semakin bersemangat dan menghunjam vagina Rita secara dahsyat. Saya berdiri dalam posisi masih bersetubuh dengan Rita dan langsung Saya gendong Rita masuk kedalam kamar Sari yang masih acak-acakkan, Saya melanjutkan persetubuhan sampai tuntas. Rupanya Sari masih penasaran dan mengikuti dari belakang dan ikut naik keatas tempat tidurnya.

Saya memompa Rita semakin kuat dan beberapa menit kemudian Rita mencapai orgasmenya. Saya mencabut kemaluan Saya dan memberi aba-aba kepada Sari agar mengangkang didepan Saya dan langsung Saya hujamkan kemaluan Saya ke lubang vaginanya. Sari membantu menggoyang pinggulnya agar Saya cepat mencapai orgasmenya. Lima belas menit kemudian Sari mendesah-desah dan Sayapun sudah merasakan gumpalan sperma yang mendekati kepala kemaluan dan siap untuk dimuntahkan.

"Sarii.. Terruuss," desahku ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.