peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Text page


vitron.peperonity.net

ENAM :

CERMIN


Samsara ialah kecenderungan utk men-cari2 kesalahan org lain.

Kita tlh mendengar bhw apabila kita mencari kebahagiaan di luar diri kita sendiri, kita tlh mencari di tempat yg salah. Kita bisa sj menawarkan byk skl variasi kpd pengalaman kita, bahkan dng berekreasi ke berbagai tempat, ttp kita msh sj melihat sgl sesuatu dng mata yg sama. Cara kita berpikir & merasa itulah yg mewarnai persepsi kita atas dunia yg kita tempati ini.
Bilamana kita mencoba utk mengubah dunia & menjadikannya sesuai dng harapan & kesukaan kita, kita akan menemui kegagalan. Jika hr hujan, kita tdk bisa mdnjadikan hr tsb menjadi cerah hanya dng mengharapkan sdmkn; ttp kita bisa menghadapi bagi diri kita yg terganggu oleh hujan tsb. Ini tdklah berarti bhw kita membutuhkan suatu kepribadian baru -kita sdh mempunyai kepribadian. Didlm istilah praktis, yg kita butuhkan ialah sebuah cermin utk menunjukkan kpd kita scr tepat siapakah diri kita & aspek manakah dr diri kita yg akan memberikan manfaat jika digarap.
Hingga skrng ini, kita cenderung mengumpulkan topeng2, topeng yg berbeda utk situasi yg berbeda, ttp kita tdk pernah memeriksa wajah kita yg sesungguhnya krn dlm hal ini kita terlalu dekat dng diri ini utk melihatnya scr jelas. Sebaliknya, kita melihat pd org lain, & ketika kita melihat wajah yg menarik, kita mengharapkan bhw dmkn menarik pulalah wajah kita.
Kadang2, bgmanapun, topeng yg kita kenakan meleset, / kita lupa mengenakannya, & kmdn kita melihat scr sepintas kondisi kita yg sebnrnya. Biasanya ini sdmkn menyakitkan shg kita tdk bisa menerimanya. Kita ingin menutupinya kembali dng sesegera mungkin. Kita tlh terbiasa mencoba utk mengubah hal2 yg kita tdk bisa terima sbgmana adanya diri kita. Sementara itu, dibalik topeng, wajah kita menjadi rusak krn kekurangan udara & cahaya, & krn kita tdk pernah memikirkan utk membersihkannya scr bnr.
Dr luar, kita mungkin tampak sbg seorg yg baik, ttp wajah yg ada di balik topeng itulah yg perlu disucikan. Jika pikiran kita suci, kita bnr2 akan bermanfaat bagi org lain. Akan ttp, ber-pura2 baik, sementara yg sebnrnya membusuk di blkngnya, tdk akan byk memberikan manfaat bagi diri kita maupun org lain.
Di blk topeng itu terdpt diri yg perlu kita pelajari agar dipahami & diolah. Semua diantara kita mengenakan label "saya", ttp kita tdk bnr2 tahu siapakah diri kita sesungguhnya. Ketika kita memberikan sesuatu yg sekecil remah roti, kita mengira bhw kita tlh sdmkn baik & berbudi, & kita tdk akan melupakan tindakan kebaikan itu utk masa waktu yg lama. Disisi lain, ketika kita melakukan sesuatu yg jahat/buruk, kita mencoba utk melupakannya seketika. Kita cenderung utk membtk citra yg salah ttg diri kita utk menyenangkan diri kita sendiri. Jenis tipuan diri ini sukar sekali diselami -itulah sebabnya kita membutuhkan cermin.
Di Tibet, ada seorg guru yg agung & terkenal bernama Lodro Thaye Jamgon Kongtrul Rinpoche yg pernah menggambarkan masalah ini sbg berikut: "Bilamana saya melihat praktisi 'kebatinan', saya mengamati bhw dr luar mrk mungkin berpakaian dng bnr & berbicara dng ramah ttp ketika saya memandang didlm pikiran mrk, mrk tdk ubahnya ular, penuh dng bisa. Jika mrk menemui rintangan, / ketika kesukaran muncul, pikiran sejati mrk akan terungkap. Sama halnya dng seekor ular yg akan menggigit walaupun cukup halus, dmkn pl org2 ini akan menyerang bilamana ada org lain yg mengganggu mrk dng cara apapun."
Tentu sj, bkn ular adl sesuatu yg buruk; ular itu mempunyai potensi utk menjadi baik/buruk, ttp melalui ketakutan, kebencian, & ketdktahuan, ular ini akan bisa membunuh ketika ia merasa bhw dirinya diganggu. Sama halnya, apapun yg kita lihat didlm diri kita sendiri sbg yg buruk muncul dr ketdktahuan, yg bisa & hrs ditransformasikan kedlm kebijaksanaan. Ketika kita mulai membalikkan arah pikiran kita kedlm & mensucikan apa yg kita temui disana, kita tlh menemukan caranya, & semua situasi external akan scr otomatis menjadi lbh mdh ditanggulangi dng cara yg bermanfaat & +.
Bgmanapun, penting utk mempunyai sikap yg berimbang thd apa yg kita lihat dr cermin. Memandang sisi yg jelek sj sama berbahaya & tdk berguna sbgmana memandang sisi yg baik sj. Tenggelam dlm aspek - kepribadian kita akan menjadikan kita tertekan & putus asa. Kita bisa mengoreksi diri kita sendiri melalui cermin tanpa menuduh apa yg kita lihat disana/ berkeinginan utk menghancurkan semua bayangan yg ada. Disisi lain, mengabaikan/menekan sisi - hanya akan menjadikannya semakin kuat, mengarah pd pembtkan tekanan dlm yg suatu hr nanti akan meledak.
Skrng ini, byk diantara kita yg marah thd senjata nuklir, walaupun dlm hal yg sama terjadi sejenis reaksi nuklir yg berlangsung didlm pikiran kita setiap saat. Setiap hr sikap ego melahirkan kesombongan, iri hati, kemarahan, nafsu keinginan, & kebencian yg menyebarkan ketakutan & ketegangan di sgl arah, mengakibatkan bahaya bagi diri kita & org lain. Utk menetralisir suatu senjata/reaksi nuklir, tdklah ada gunanya hanya dng mengubur & berdoa akan lenyap. Sama pl halnya, utk menjadikan gaya destruktif didlm diri kita menjadi tdk membahayakan kita hrslah mencabutnya & melepaskannya dng ketelitian & keahlian yg tinggi, dng menggunakan welas asih & pemahaman kita. Tugas berat ini hrslah didekati dng kesabaran & sikap tdk terikat yg tenang.
Apa yg kita pelajari dr melihat "cermin" bisa menjadi sangat berguna thd jln kita, ttp per-tama2 ini hrslah menjadi bagian dr pengalaman menyeluruh kita & tdk terpisahkan drnya. Krn jika kita tdk menyatukan pemahaman & welas asih yg tlh bangkit, kita hanyalah mengenakan topeng lain.
Jika kita adl org awam & ingin belajar utk mempertahankan diri kita sendiri, akan jauh lbh bermanfaat utk belajar melakukannya sbg seorg manusia dp membayangkan kita sbg gajah & belajar beladiri sbg gajah. Memang tdklah ada bahaya jika ber-pura2 sbg seekor gajah, ttp jika tdk ada hubungannya dng apa yg sesungguhnya terjadi, itu hanyalah akan mem-buang2 waktu. Apa yg sedang dipertimbangkan/ divisualìsasi hrslah diterapkan didlm kehidupan kita se-hr2. Menghabiskan waktu 1 jam utk bermeditasi ttg cara melepaskan kecemburuan, misalnya, & kmdn, begitu masa latihan ini usai, dng sgr tenggelam dlm konfrontasi kecemburuan sama sekali tdklah ada manfaatnya. Apa yg kita bicarakan hrslah diterapkan dlm kehidupan nyata se-hr2, dlm situasi biasa yg membtk kehidupan kita.
Lbh2 lg, kita bisa belajar & mengumpulkan byk skl ajaran yg ber-beda2 dng motivasi yg terbaik di dunia, ttp tanpa kaitan & penerapan di dlm kondisi yg kita hadapi, semua itu tdklah byk gunanya. Pendidikan formal & kemampuan otak akan membantu dlm pemahaman & menghadapi situasi dlm kehidupan se-hr2; ttp suatu pikiran yg terbuka, yg mau menerima akan lbh penting.
Walaupun didlm diri kita semua terdpt potensi yg bsr ini utk memahami & berwelas asih, jika kita tdk mengembangkannya & menggunakannya pd tempat yg bnr, sama sj dng tdk memilikinya. Seorg kaya yg tdk tahu cara utk mempergunakan harta kekayaannya akan lbh menderita dibandingkan dng seorg miskin yg bisa mempergunakan setiap keping uangnya dng cara yg berguna. Se2org bisa sj mempunyai sebuah mobil & ratusan aki, ttp jika ia membiarkan aki2 tsb menjadi lemah, mobilnya tdk akan bisa dihidupkan.
Oleh sebab itu, kita hrslah bersikap penuh perhatian & mempergunakan dng se-baik2nya apa yg kita miliki. Tdklah cukup utk sekedar berwaspada, misalnya, akan sikap cemburu yg terasa didlm. Jika kita ingin menjinakkan & mentransformasikannya, kita hrslah menerapkan sejml keahlian & usaha tertentu. Dng dmkn, kepercayaan diri & kekuatan kita akan meningkat, perasaan lemah & putus asa akan dikalahkan oleh sikap mantap & hormat diri. Jika kita trs menggunakan cermin, bbrp peningkatan atas apa yg kita lihat disana akan jelas, menunjukkan bhw kemajuan batin tlh berlangsung; & kesakitan yg kita derita seblmnya menjadi berkurang & lambat laun menjadi lenyap.
Satu demi satu, tahap demi tahap, kita akan mampu mengidentifikasi & menetralisir racun dlm diri & kondisi pikiran yg - yg menjadikan dunia ini sdmkn sulitnya ditinggali. Tdk ada diantara kita yg bisa dng sepenuhnya menguasai dunia luar, ttp kita bisa mengalahkan amarah, kesombongan, nafsu keinginan, kebencian, & iri hati didlm diri yg menjadikan kita kaku. Pd tahap tsb semua hal yg bertentangan dng situasi external akan lenyap. Kita bisa bersahabat dng diri kita sendiri & jg dng dunia, & kita akan mampu membantu mrk semua yg pdnya kita saling berbagi. Sgl sesuatu & setiap org akan bermanfaat bagi kita, & dmkn jg kita thd mrk.
Dlm pd itu kita hrs menjaga agar tdk terobsesi pd diri kita sendiri & masalah kita. Jika kita ingat akan motivasi yg bnr, kita akan lbh cenderung mempertahankan suatu rasa perspektif & proporsi. Tujuannya ialah memahami apa yg kita lihat demi kepentingan setiap org, yg menunjukkan sikap expansif pikiran, suatu pola pandang yg obyektif. Dng dmkn kita akan bisa memahami sgl sesuatu dng jelas, sbgmana adanya, & bisa dng bnr mengakses apa yg tdk berimbang didlm hidup kita -mengubah apa yg bisa diubah, ttp jg menerima apa yg hrs diubah.
Hidup dng cermin dihadapan kita tdklah mdh, ttp utk bisa memahami & memecahkan masalah kita, perlulah utk menahan sejml tertentu ketegangan & ketdknyamanan. Pemaksaan kebiasaan berarti bhw kita lbh cenderung menghakimi & mencoba utk mengubah org lain, shg menghadapi & mengolah diri kita sendiri bisa menjadi agak mengejutkan. Memang normal jika kita takut pd sesuatu yg tdk kita ketahui; jln pemecahannya ialah berusaha utk mengetahui & bersahabat dng diri kita sendiri, spt kepercayaan diri seorg pelatih yg berhasil menjinakkan harimau. Stlh mencapai hubungan yg bisa digarap akan diri ini, kita akan menemukan bhw kita tdk mempunyai masalah sebyk yg kita pikirkan seblmnya, & permasalahan yg ada akan lenyap dng lbh mdh.
19. Cara pengembangan diri ini tdk sj menarik, ini jg merupakan sesuatu yg se2org hrs dng tekun & jujur menghayatinya. Jadi, marilah kita pecahkan masalah kita sendiri. Kita hrslah menjinakkan pikiran kita & melatih diri kita sendiri. Alternatifnya ialah tetap tdk jelas akan permasalahan dng dunia scr menyeluruh, menyalahkan org lain & situasi external atas apa yg mengganggu/ mengecewakan kita. Ada bbrp milyar org yg hrs kita hadapi jika kita menggunakan pendekatan ini. Dp mengubah mrk semua, marilah kita 'melihat cermin', mengembangkan diri kita sendiri sbgmana adanya diri kita & memikul beban pekerjaan yg agak ringan utk menjinakkan pikiran & melatih pikiran kita sendiri.
---


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.