peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Forgot login details?

For free!
Get started!

Text page


wirosableng21.peperonity.net

189. KEMATIAN SANG PENDEKAR

PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI
212
WIRO SABLENG
Episode 189
KEMATIAN SANG PENDEKAR
BASTIAN TITO
e-book by: m i k e
e-mail: deepblue_hazeman@yahoo.
com
mjbookmaker by:
http://jowo.jw.lt BASTIAN TITO
Kematian Sang Pendekar 2
�Wiro tiba-tiba mendengar Ratu
Randang menjerit Lirih,
Sang Pendekar melirik sekilas
dan dilihatnya Sang nenek
tampak memegang pundaknya yang
berdarah sementara itu
beberapa senjata tajam seperti
Tombak dan keris tampak siap
dihujamkan ke tubuh Ratu
Randang. Sang Pendekar yang
melihat hal ini menggeram keras.
Saat seorang wanita
berkerudung menyerangnya dengan
menggunakan pedang,
Wiro langsung menggunakan gerak
silat Menepuk Gunung
Memukul Bukit untuk memukul dan
merampas pedang di
tangan Sang Wanita, setelah
berhasil merebut pedang
ditangan
sang wanita, Wiro langsung
menangkis hantaman Kapak Maut
Naga Geni yang di bacokkan oleh
Sinto Gendeng kearahnya!
Wiro menyadari kehebatan Kapak
miliknya sehingga
menangkis mengunakan tenaga
lunak agar pedang di
tangannya tidak hancur atau
terpotong. kemudian dengan
menggunakan tenaga lontaran
hasil benturan pedang dan
kapak, Sang Pendekar langsung
melenting meninggalkan arena
pertempuran menuju kearah Ratu
Randang yang sedang
terancam bahaya! Sang Pendekar
melesat dengan pedang
teracung, ujung mata pedang
nampak bergetar dan
mengeluarkan suara nyaring kala
Sang Pendekar
mengeluarkan jurus Malaikat
Menundukan Siluman (Lo Han
Ciang Yau) yang merupakan jurus
kedua dari ilmu pedang
yang diajarkan oleh Long Sam Kun
atau yang lebih dikenal
sebagai Pendekar Pedang Akhirat!

BASTIAN TITO
Kematian Sang Pendekar 3
BASTIAN TITO
PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI
212
WIRO SABLENG
Episode 189
KEMATIAN SANG PENDEKAR
Wiro Sableng telah terdaftar di
Departemen Kehakiman dan
merupakan
Milik serta Hak cipta dari
Bastian Tito seorang, Tokoh
Panutan dan
Inspirator Penulis, Lanjutan
Wiro Sableng ini dibuat tanpa
maksud
apapun sekedar Wujud Kecintaan
Penulis terhadap tokoh yang
telah
menemani Penulis dalam suka dan
duka. Oleh karenanya penulis
memohon maaf yang sebesar-
besarnya jika ada pihak yang
merasa
berkeberatan dilanjutkannya
kisah Wiro Sableng ini.
SALAM 212!!!
BASTIAN TITO
Kematian Sang Pendekar 4
BASTIAN TITO
Kematian Sang Pendekar
1
etaran keras dibarengi tiupan
angin laksana topan tibatiba
menderu di pelataran Keraton
Mataram. �Wahai
kalian orang-orang Raja mataram
dan Kau Ksatria Panggilan,
bersiaplah untuk Mampus!�bentak
satu suara berat memecah
keheningan malam. Wiro yang saat
itu masih terhenyak
karena kepergian arwah
Sakuntaladewi dan Ni gatri,
tiba-tiba
tersadar kala Kunti Ambiri
menarik tubuhnya keras. �tidak
ada waktu untuk bersedih lagi!
keselamatan Raja Mataram
dan para penghuni keraton kini
terancam! apa yang harus
kita perbuat�?� Wiro tampak
berpikir keras �Kita harus
membawa pergi Raja dan
keluarganya keluar dari keraton
terlebih dahulu, ada baiknya
jika kau dan Ratu Randang
membawa Raja dan keluarganya
kembali ke Sumur Api
melalui pintu belakang keraton��
ucap Sang Pendekar yang
tiba-tiba terputus oleh ucapan
Sri Maharaja Mataram Rakai
Kayuwangi Dyah Lokapala. �aku
dan keluarga sudah lelah
harus hidup dan terus berlari di
pengasingan aku sebagai
Raja tidak ingin berlari lagi
dan terus bersembunyi sementara
rakyat dan orang-orang ku harus
hidup menderita�!� kakek
Kumara Gandamayana yang berdiri
di sebelah Sang Raja
mengerutkan keningnya mendengar
perkataan Sang Raja.
G
BASTIAN TITO
Kematian Sang Pendekar 5
�maaf Yang Mulia, namun apa yang
dikatakan oleh Ksatria
Panggilan ada benarnya�
Keselamatan Yang Mulia dan
Keluarga Yang Mulia harus
diutamakan terlebih
dahulu�!�ucap sang Kakek cemas.
namun Sang Maha Raja
nampak hanya menggelengkan
kepalanya. Kumara
Gandamayana kembali hendak
mengeluarkan perkataan
namun terhenti kala terjadi satu
letusan besar yang membuat
tanah didepan keraton
berhamburan! kemudian dari
tanah
yang terbongkar terlihat
gulungan asap kelabu mengebul
dibarengi lesatan ratusan
bayangan putih yang
mengeluarkan
suara jeritan keras! gulungan
asap kelabu yang keluar dari
dalam lubang perlahan membentuk
satu kabut pekat yang
cukup menghalangi jarak pandang,
sementara semakin lama
bayangan putih yang terus
mengeluarkan suara-suara
nyaring tersebut semakin banyak
melesat keluar dari lubang
di tanah dan memenuhi alun-alun
depan pelataran keraton.
Makhluk berjubah putih ini
memiliki wajah yang polos tanpa
hidung, mata dan mulut! �Jin
Putih Muka Licin anak buah
Raja Jin Hutan Roban!� seru Ratu
Randang kala mengenali
ratusan sosok putih yang masih
samar-samar tampak
mengambang sejengkal diatas
tanah ini. �tapi bukankah Raja
Jin Hutan Roban bersahabat
dengan kerajaan..? dan
bukankah belum lama ini mereka
sudah membantu
memperbaiki istana keraton?
sekarang mengapa mereka
kembali dan menunjukkan sikap
tidak bersahabat�?�
Sambung Kunti Ambiri. (perihal
Jin Putih Muka Rata dan
BASTIAN TITO
Kematian Sang Pendekar 6
Raja Jin Hutan Roban, Harap baca
episode: Dewi Dua Musim)
�perhatikan baik-baik�! ada
keanehan pada diri mereka�
Lihat! ada orang yang menempel
di punggung mereka�!
Astaga�! anak buah Raja Jin
Hutan Roban dijadikan
tunggangan�!� seru Wiro dengan
mata terbelalak. semua
mata kemudian memandang lebih
seksama lagi kedalam
keremangan kabut dimana ratusan
makhluk putih anak buah
Raja jin hutan Roban berada. Dan
tampaklah benar seperti
yang dikatakan oleh Sang
Pendekar, samar-samar
dibelakang
punggung setiap makhluk jin
berjubah putih ini berdiri satu
orang yang memegang tali
berbentuk kekang yang
disambungkan pada sepasang kait
baja hitam yang secara
kejamnya dikaitkan di pipi kiri
dan kanan tepat disamping
tempat dimana seharusnya mulut
makhluk-makhluk ini
berada! hal inilah yang membuat
makhluk-makhluk malang
ini menjerit-jerit tak
berkeputusan! �Kejam sekali�!�
desis
Ratu Randang kala melihat Nasib
Para Jin Putih Muka Licin
yang diperlakukan lebih buruk
dari pada binatang tersebut.
Sementara itu Wiro edarkan
pandangannya menggunakan
Ilmu menembus pandang yang
diberikan oleh Ratu Duyung
kepadanya kearah kabut dimana
orang-orang yang
menunggangi tubuh Ratusan Jin
putih muka licin berada.
Sang Pendekar terkejut besar
kala di antara orang-orang yang
mengendarai Jin putih dilihatnya
seorang nenek dengan
dandanan coreng moreng dengan
tiga benjolan besar dikening
tampak duduk memegang kekang
kendali dengan tangan kiri
BASTIAN TITO Kematian Sang Pendekar 7
sementara tangan kanannya
terlihat memegang Senjata kapak
Maut Naga geni miliknya! �Eyang
Sinto�!� tanpa sadar Sang
Pendekar berteriak keras. Kunti
ambiri yang berada di dekat
wiro menatap kearah dimana sang
pendekar memandang.
�gurumu tampaknya masih dalam
pengaruh ilmu Delapan
Jalur Arwah Pencuci Otak milik
Sinuhun Merah Penghisap
Arwah� lihatlah masih ada tiga
benjolan di kening gurumu!�
tunjuk Kunti Ambiri yang dibalas
dengan anggukan oleh Wiro.
�aku harus mendekatinya dan
menggunakan ilmu menahan
darah memindah jasad untuk
melepaskan dan
menghilangkan benjolan di
keningnya��ucap sang pendekar
yang keburu dipotong oleh Ratu
Randang �tapi bukankah hal
itu tidak gampang! tidak
mustahil sebelum kau
mendekatinya
kau yang lebih dahulu di
bunuhnya Wiro! ingat peristiwa
di
bukit batu hangus tempo hari?
dia nyaris saja membunuhmu
dengan sepasang sinar yang
keluar dari matanya!� ucap Sang
nenek sembari delikkan matanya
yang juling bagus. (untuk
lebih jelasnya mengenai
peristiwa ini silahkan baca
episode :
Sepasang Arwah Bisu) Sang
Pendekar hendak memberi
sanggahan namun tiba-tiba dari
Lubang dimana melesat
makhluk-makhluk berjubah putih
melesat satu makhluk
tinggi besar yang langsung
berdiri dihadapan Wiro dan
kawan-kawan! makhluk ini memakai
sebuah jubah hitam
terbuat dari ijuk, sepasang
telinganya terlihat runcing
berdiri
melewati kepalanya sementara
keningnya pun terlihat diikat
oleh tali terbuat dari ijuk.
�Sangkala Darupadha�!� seru
Wiro
BASTIAN TITO
Kematian Sang Pendekar 8
kala mengenali makhluk yang
berdiri dihadapannya.
sementara itu Makhluk yang
dikenal sebagai Raja Jin hutan
Roban tampak memandang sayu
kearah Sang Pendekar.
matanya yang sebelumnya sudah
disembuhkan oleh Wiro


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.