peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Mobile Blog


bukti bukti ke asli an al qur an dan kepalsu
alkitabibel.peperonity.net

BUKTI-BUKTI KE-ASLI-AN AL-QUR'AN DAN KEPALSUAN ALKITABIBEL

31.01.2014 10:03 EST
secara teknis, faktor keaslian Al-Qur'an terjaga bukan oleh tulisan dan manuskrip, tapi oleh banyaknya intelektual penghafal Al-Qur'an sejak zaman Nabi hingga saat ini. Sudah tak terhitung berapa juta manusia yang hafal Al-Qur'an di luar kepala tanpa salah titik koma-nya.

Dengan banyaknya para penghafal Al-Qur’an di seluruh dunia, maka Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berani ber-komentar:

“Umat kita tidaklah sama dengan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) yang tidak mau menghafal kitab suci mereka. Bahkan seandai-nya seluruh mushaf itu ditiadakan, maka Al-Qur’an tetap tersimpan di hati kaum muslimin.”

Bila dibandingkan secara objektif, maka ada tiga perbedaan mendasar antara sejarah Al-Qur'an dan Bibel:

PERTAMA : Al-Qur’an ditulis oleh puluhan juru tulis wahyu langsung di bawah pengawasan Rasulullah SAW. Beliau mendoku-men-tasikan Al-Qur’an dalam bentuk tertulis sejak masa turunnya wahyu. Karenanya, beliau menugaskan puluhan shahabat sebagai penulis wahyu, antara lain: Abban bin Sa’id, Abu Ayyub Al-Ansari, Abu Umamah, Abu Bakar As-Siddiq, Abu Hudzaifah, Abu Sufyan, Abu Salamah, Abu Abbas, Ubayy bin Ka’ab, Al-Arqam, Usaid bin Al-Hudair, Khalid bin Sa’id, Khalid bin Al-Walid, Az-Zubair bin Al-‘Awwam, Zubair bin Arqam, Zaid bin Tsabit,‘Utsman bin‘Affan,‘Ali bin Abi Thalib,‘Umar bin Khatthab,‘Amr ibn Al-’Ash, Mu’adz bin Jabal, Mu’awiyah, Yazid bin Abi Sufyan, dll.

Saat wahyu turun, secara rutin Rasulullah memanggil para penulis yang ditugaskan agar mencatat ayat tersebut. Dalam hal penulisan ayat yang baru turun, Nabi memiliki kebiasaan untuk meminta penulis wahyu untuk membaca ulang ayat tersebut setelah menuliskannya. Menurut Zaid bin Tsabit, jika ada kesalahan dari penulisan maka beliau yang mem-betul-kannya, setelah selesai barulah Rasulullah membolehkan menyebarkan ayat tersebut.

Sementara Bibel ditulis dalam waktu puluhan hingga ratusan tahun sepeninggal para nabi yang menerima wahyu dari Tuhan. Sementara kitab Perjanjian Lama disusun antara tahun 1.400 sampai 400 Sebelum Masehi, sedangkan Per-janjian Baru disusun antara tahun 50-100 Masehi. Ketidakhadiran para nabi dalam proses penulisan Bibel, menjadi peluang tersendiri terhadap pemalsuan (tahrif) terhadap kitab suci.

KEDUA : Al-Qur’an dihafal oleh para shahabat yang langsung belajar kepada Nabi Muhammad SAW, sedangkan Bibel sama sekali tidak dihafal oleh orang-orang yang mengimani-nya.
Ketiadaan orang yang hafal Bibel, tentu-nya memperbesar peluang distorsi dan pemalsuan ayat.

KETIGA : Proses pembukuan Al-Qur’an adalah penya-linan ayat-ayat yang mengacu pada tulisan dan hafalan yang ditulis dan dihafal langsung di hadapan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam semasa hidup-nya.
Sedangkan pembukuan Alkitab mengacu pada tulisan manuscript evidence dalam bentuk papyrus, scroll, dan sebagainya. Manuskrip-manuskrip ini pun penuh dengan masalah, sebagian tidak diketahui penulis-nya, sebagian lagi rusak dan tak terbaca.

Kalau mau jujur malah sebenarnya al-hadits lebih relevan, otentik dan terpercaya karna jelas riwayat penulis-nya dari pada alkitabibel

Teringat pada perkataan seorang mantan pendeta yang bergelar doktor yaitu Dr.yahya waloni.
Beliau berkata ;
"Alquran adalah kitab yang meluruskan, bukan sebagai kitab pembanding, Alquran tidak pantas dibanding-bandingkan dengan majalah bobo (BIBEL)."

Begitulah kitab orang-orang yang berjalan di atas kejahilan, kitabnya orang-orang yang menjadikan dunia maksud hidupnya, dengan kesombongan-nya ber hura-hura tanpa ada hukum dan aturan, yaitu orang-orang kristen yang menyembah machluk ciptaan yang bernama yesus.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.