peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Mobile Blog


schader.tarigan.peperonity.net
15.09.2010 20:40 EDT
sepertinya memiliki pacar bagi masyarakat kita adalah sebuah keharusan. Hampir tiap kali aku bertemu dengan saudara, kerabat, teman lama, mereka akan menanyakan "Eh, kamu udah punya pacar sekarang?" atau "Pacar kamu siapa?". Aku selalu menanggapi dengan senyum dan menjawab "belum ada tuh, cariin donk.". Kami pun tertawa bersama-sama dan tidak menganggap hal itu menjadi suatu masalah. Parahnya lagi adik-adik sepupu dan bibiku mulai menconblangi aku dengan siapa saja mereka anggap pas. Ada sama teman gereja yang notabene anak band, atau pemimpin organisasi. Sampe- sampe bibi pernah bilang "Lia, bibi pengen deh punya menantu seperti XXX" oh no!! aku pun panik seketika. Plis plis plis donk ah. Saya masih banyak pikiran. Aku sendiri lelah meladeni pertanyaan seperti itu. Bahkan ada yang berpsekulasi kalau aku itu terlalu pemilih atau memang tidak ada yang mau. Ya itu sih terserah mereka ya. Berbicara tentang pacaran, aku memiliki prinsip-prinsip yang menjadi landasanku untuk memilih pacar. Yang pertama, aku memang tidak mau pacaran sebelum 21 tahun. Kenapa? salah satunya belum mendapat restu dari sang Mama. Satu lagi sih antara Tuhan dan aku sahaja lah yang tau. Aku bukan orang yang suka pacaran dibelakang layar, Justru aku selalu ingin terbuka antara aku, pacar, dan keluarga kami. Nah berhubung aku sekarang sudah 20 tahun berarti tinggal tahun depan lagi nih masa single nya,. Hahaa.. bukan begitu sih, cuma aku mulai berfikir untuk cari pacar karena sepupu, sahabat, atau saudara ku hampir semua sudah in relationship, so maybe I should think about that. Apalagi aku berencana menikah diusia 25 tahun-an. hehehe.. Aku sendiri bukan tipikal orang yang suka mengkotak-kotakkan orang lain, tetapi belakangan ini beberapa orang sering menyampaikan sesuatu kepadaku perihal pasangan hidup. Kata mereka doakan dan buat daftar kira2 orang seperti apa yang ingin aku nikahi, (wow.. berat banget sih petuah-petuah mereka) Aku sih belum sempat menuliskan kriteria-kriteria ku. Belum sempat dan kepikiran soalnya. But at glance I have several compulsory requirement for that. Antara lain harus seiman, lebih dewasa, pintar, bijaksana, pembersih, dan pastinya yang mengasihi Tuhan donk. Dari sharing sama mama dan baca beberapa buku about christian dating, ternyata perspektif dating dalam kristen itu berbeda dengan prinsip dating dalam sekuler. Sekuler dating banyak mengarah kepada premature intimate jadi banyak korban sakit hati, patah hati, putus asa, sampai MBA. In many cases, dating ala sekuler menjadi destruktif bagi masing2 pelakunya. Dari segi ekonomi, waktu, perasaan, atau bahkan hati. Banyak yang menyisakan trauma. Hal-hal inilah yang mengakibatkan banyak pasangan yang menikah mengalami goncangan dalam rumah tangga. Untuk itu bagi yang ingin menjaga kekudusan dan menyelamatkan pernikahannya kelak wajib hukumnya untuk meninggalkan stye dating ala sekuler dan berpaling kepada alkitab. Aku pribadi sih ingin menyelamatkan diriku dari rasa sakit hati, kekecewaan, dan my marriage in the future, maka aku sedikit picky kalo soal relationship. Jadi, aku ga terlalu gimanaaaaa gitu dengan status ku jomblo. Justru dengan begini aku bisa bagi waktu antara kuliah, kerja, dan keluarga. Ah, aku males kalo bahas beginian. Ya intinya kalau suka sama seseorang doakan aja orang itu (seperti kata Mama lagi).


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.