peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


i
aaceritasex.peperonity.net

WISATA PENUH GAIRAH.

Sorry masih dalam taraf pembuatan.

Sore itu suasana kantor tempatku bekerja sangat berbeda. Hari-hari yang biasanya terisi penuh dengan pekerjaan-pekerjaan dan tugas yang amat membosankan tidak terlihat sore itu.
Orang-orang pada sibuk sendiri mengemasi barang untuk persiapan tour tahunan perusahaan. (Merupakan kegiatan rutin di kantorku tiap akhir tahun pasti diadakan tour wisata.)
Saat itu aku berjalan bersama temanku mencari bus yang akan kami tumpangi masing-masing guna mengantarkan kami wisata. (Kebetulan saat itu aku, dan teman kerjaku dikantor tidak satu bus.)
Beberapa saat kami berjalan, tiba-tiba temanku berkata.
Ini dia busnya... Katanya sambil memegang bus yang saat itu ada di samping kami.
Ini bus elo? Tanyaku.
Iya... Gue masuk dulu yah, sampai jumpa nanti di jogja. ( Tour tahun itu diadakan di jogjakarta.) Pamitnya sembari menepuk pundak ku dan langsung masuk kedalam bus.
Yoi... Sob... Sampai jumpa besok di jogja. (Karena perjalanan dari jakarta - jogja ditempuh kira-kira 9 jam perjalanan.) Imbuhku sembari melambaikan tangan, dan melanjutkan jalan kaki mencari bus yang akan aku tumpangi.
Sesaat kemudian.
Yup... Ini. Gumanku. (Saat aku menemukan bus yang akan aku tumpangi.), dan aku langsung masuk kedalam bus, berniat mencari tempat duduk yang sesuai dengan kartu peserta tour.
Didalam bus, aku clingak-clinguk mencari tempat dudukku, tak beberapa lama, aku menemukan tempat dudukku.
Di sana sudah ada seorang wanita cantik yang duuduk didekat kaca jendela. Wo...w... Cantik banget... Putih, bersih... Dan satu lagi bodynya... Kaya' guitar spanyol.... Gumanku dalam hati.
Permisi... Benar ini tempat duduk no. 16 A? Basa-basiku.
Oh iya mas... Maaf berantakan, tadi saya pinjam tempat duduknya sebentar. Kata wanita itu mempersilahkan, sambil membereskan biskuit yang ada di tempat dudukku.
Iya mbak... Gapapa.... Jawabku kemudian, sembari aku ikut ngebantu membereskan biskuit di kursiku.
Tak sengaja aku memegang tangan wanita itu.
Buset... Halus banget... Kaya' ngelus pantat bayi neh... Kataku dalam hati. Akupun terpana, dan ga sadar, aku memegang tangan wanita itu agak lama. Tapi wanita itu diam aja, malah dia menatap wajahku dengan wajah memerah agak malu.
Sampai aku tersadar, dan sesegera mungkin melepaskan pegangan tanganku.
Maaf... Maaf mbak... Ga sengaja... Kataku kemudian agak gagap karena malu.
Iya mas gapapa... Sahut wanita itu.
Setelah itu, aku membereskan tas ransel bawaanku diatas tempat dudukku. Dan segera duduk dikursiku. Akupun tidak menyia-nyiakan kesempatan duduk disamping wanita secantik itu, langsung aja aku ajak kenalan.
Mbak kerja di sini? Tanyaku basa-basi.
Iya mas. Aku di devisi marketing. Jawabnya.
O...o... Pantesan aku ga' pernah ngelihat embak. Perkenalkan saya putra. Devisi financial. Kataku kemudian sekalian memperkenalkan diri.
Saya ririn. Sahutnya.
Ririn orangnya smart, supel, enak diajak ngobrol. Sedangkan aku orangnya kalo ngomong ceplas-ceplos, jadi kita gampang banget akrab. Kita ngobrol asyik banget, hingga ga terasa saat itu udah jam 21.30. Ririn mulai mengantuk.
Putra, gw tidur dulu yah... Mata gw dah bener-bener berat. Ntar jangan neko-neko loh... Katanya sambil ngeledek aku. (Dalam waktu singkat kita udah akrab banget. Malahan waktu ngobrol, ga jarang kita ngomong yang agak sara.)
Ga begitu lama, ririnpun mulai terlelap. Kepalanya lama-lama menyender ke dadaku. Pikiranku menjadi tak karuan saat itu, seorang wanita yang sungguh cantik. Tertidur pulas, bersandar didadaku. Semakin malam pikiranku semakin kacu, saat aku lihat bangku disekelilingku, mereka udah lelap tertidur.
Pikiranku mulai ngeres. Apalagi saat bus melewati jalan yang agak bergelombang. Payudara ririn seperti tertekan-tekan oleh dadaku. Tak sadar, batang kemaluankupun kelamaan mengeras.
Aku ga bisa berfikir lurus saat itu. Aku mulai berani. Aku raba payudara ririn yang kenyal dari luar bajunya dengan tangan kiriku. Tapi ririn tak terbangun, dia hanya diam saja.
Nafsuku semakin liar. Ku selipkan tangan kirikt masuk kedalam bajunya, aku remas perlahan, dan lembut payudara kenyal itu. Ririn agak bergerak, dan tak lama aku dengar desahan lembut dari bibir tipis ririn.
Ougrh... Kemudian ririn terbangun, dan menatap bingung kearahku. Tetapi aku ga peduli, malah aku naikin BH ririn keatas, tetapi masih tertutup baju, sehingga aku benar-benar memegang buah dada yang indah itu.
Putra... Kata ririn dengan raut muka agak bingung.
Tanpa banyak bicara, langsung aku kulum bibirnya.
Ririn mulai terangsang. Dia balas ciumanku. Kami berdua saling mengulum bibir malam itu.
Ririn mulai berani meraba-raba kontolku dari luar.
Ourgh... Desahku.
Aksi kami semakin liar, aku suruh ririn menghisap kontolku, dan kepalanya aku tutup dengan jaket. Ririnpun langsung membuka resleting celanaku, dan menundukkan kepalanya mendekati kontolku.
Saat lidahnya memainkan ujung kontolku, aku mengerang agak keras.
Ourh...h.... Erangku.
Sungguh hangat sekali, apalagi saat ririn mulai mengulum kontolku habis kedalam mulutnya. Sungguh nikmat, hangat, dan geli.
Ririn mulai menggoyangkan kepalanya maju mundur. Akupun mendesah-desah pelan takut orang lain mendengar desahanku.
Sekitar 10 menit ririn mengulum penisku, aku mulai tak tahan. Nafasku agak tersengal.
Huft...k...h.... Sengalku saat itu sambil tubuhku sedikit mengejang. Terasa ada yang keluar dari kontolku. Dan aku organsme di dalam bus. Sungguh pengalaman yang tidak bisa dilupakan.
Sesaat setelah organsme, ririn masih mengulum dan menghisap-hisap kontolku, seakan cairan spermaku ingin dia hisap habis. Aku hanya bisa mendesah-desah pelan saat itu.
Puas menyedot penisku, ririn mengambil tisu, dan membersihkan penisku dan mulutmya. Dia lalu menutup resleting celanaku, dan kembali duduk.
Kami berciuman liar kembali, aku mulai beraksi. Kumasukkan tanganku ke sela-sela kaki ririn, yang saat itu dia mengenakn rok mini. Tetapi dia langsung menahan tanganku dengan tanganya.
Jangan putra, ntar aja di hotel. Rin takut ga kuat nahan, dan mendesah keras. Ntar orang-orang pada bangun lagi... Bisiknya.
Akupun mengurungkan niatku, dan kembali menciumi lehernya. Hingga hampir jam 2 malam kami tenggelam dalam nafsu liar, kami kemudian tertidur. Ririn tidur dengan posisi tanganya merangkul leherku, dan kepalanya tetap dia sandarkan didadaku.

Pagipun tiba. Saat itu bus kami sudah memasuki kawasan jogja. Ririn baru aja terbangun. Aku langsung mengelus kepalanya, dan mengucapkan salam selamat pagi.
Selamat pagi sayang... Emang kalau wanita cantik, baru terbangun dari tidur tetep aja kelihatan cantik. Rayuku.
Ah elo bisa aja... Kata ririn agak tersipu.
Tak lama bus berhenti, dan parkir di sebuah bangunan yang cukup megah.
Kita udah sampai? Tanya ririn.
Udah kali... Jawabku agak ragu.
Kemudian pemandu tour kami berdiri, dan memberikan salam selamat pagi. Dan mengabarkan kalau kami sudah sampai.
Akhirnya sampai juga... Entar jangan lupa yah... Bisikku kepada ririn.
Ah elo... Kalau begituan aja... Inget mulu... Candanya sambil memijit pelan hidungku.
Iya dong... Nikmat seh... Palagi ma elo... Mantab... Candaku kemudian, seraya membereskan barang bawaanku, dan membantu ririm menenteng koper bawaanya.
Tak lama kami turun dari bus. Pemandu sudah menunggu kami diluar.
Setelah semua anggota tour keluar dari bus, dan berkumpul. Pemandu langsung memberikan instruksi untuk segera menuju loby hotel untuk membagi kamar.
Selesai pembagian kamar, aku langsung membereskan bawaan, dan membantu ririn kembali menenteng tasnya menuju kamarnya. Kebetulan saat itu kamarku dan ririn bersebelahan.
Sini tuan putri... Kopernya saya bawain... Candaku, dan kemudian mengangkat koper ririn.
Hayo.... Ada maunya pasti... Balas ririn.
Dan kami berdua berjalan bersama menuju kamar ririn. Saat jalan bedua, ririn memeluk erat tangan kiriku, seperti pacaran aja neh... Gumanku dalam hati.
Sesampai di kamar ririn, kami langsung masuk kamar, dan aku meletakkan koper ririn di samping ranjang, dan ririn langsung rebahan dengan posisi terlentang. Melihat pemandangan indah itu, nafsuku kembali memuncak, dengan sigap, langsung aku tindih ririn, dan kuciumi kembali bibir tipisnya, sambil kuremas-remas payudara ririn dari luar.
Saat aku mulai menaikkan rok mini ririn, dan mulai plorotin CDnya, dia tahan kembali tanganku.
Ougrh... Putra ntar dulu aja.... Rin masih cape. Putra mandi dulu, istrhat dan kesini lagi yah... Kata ririn dengan nada sangat manja.
Ya udahlah... Putra mandi dulu. Habis eln langsung telentang aja... Bikin gw naek lagi. Protesku.
Kemudian aku berdiri, kucium kening dan bibir ririn, lalu aku keluar menuju kamarku.
Busyet... Beruntung banget gw tahun ini... Bisa tidur dengan wanita secantik ririn. Gumanku dalam hati sambil senyum sendiri saat aku berjalan menuju kamarku.
Sesampai dikamar, aku langsung beresin bawa'anku di dalam lemari hotel, dan ingin sesegera mungkin mandi.
Tak lama aku buka seluruh pakaianku, dan kemudian masuk kamar mandi. Kusiapkan air hangat di dalam bak, dan tak lupa kutaburi sabun, dan garam mandi. Setelah itu, aku langsung berendam air hangat.
Nikmat.... Kataku pelan. Pikiranku terus melayang, membayangkan keindahan tubuh ririn.
Selesai mandi, aku pesan makanan dari kamar hotel. Kemudian langsung nyalain TV. Tak lama kemudian, hp ku bunyi.
Ririn telpon? Udah ga sabar kali dia... Gumanku pelan.
Halo... Iya tuan putri... Ada yang bisa saya bantu... Rayuku.
Ah... Putra... Lama banget... Pengen nih... Kata ririn kemudian dengan nada manja.
Iya sayang... 30 menit lagi yah... Kataku kemudian.
Tak lama kemudian, makananku datang, aku langsung menyantap makananku, kemudian pakai baju rapi, dan selanjutnya langsung meluncur kekamar ririn.
Sesampai di depan kamar ririn, aku pencet bel. Tak berapa lama pintu terbuka. Disana aku melihat sosok wanita yang sangat cantik, sexy, dengan kulit putih bersih. Dan dia hanya mengenakan piama tembus pandang. Sungguh indah sekali lekukan-lekukan tubuhnya.
Dengan sigap ririn langsung menarik tanganku masuk kekamar hotelnya. Akupun tak mau kalah. Secepat kilat kupeluk ririn, kulumat bibirnya, dan kedua tanganku menggerayangi payudaranya.
Ourh... Sesekali ririn merintih nikmat.
Nafsuku semakin liar. Aku mulai buka piama ririn. Kujilat dan kuisap-isap bukit kembar indah ririn. Nafsu Kami semakin liar. Dalam sekejap, piama ririn sudah aku lucuti hingga ririn telanjang bulat. Kutidurkan tubuh ririn di tempat tidur, sembari tetap kulumat bibir, dan ku pelintir-pelintir putingnya.
Puas maen dibukit kembar ririn, aku mulai menuju daerah paling sensitif ririn. Aku mainin klitoris ririn.
Ougrh.... Oh.... Terus putra.... Agrh.... Oh.... Erang ririn keenakan.
Setelah beberapa saat, giliran ririn yang sangat agresif. Dia buka kemeja ku, dijilatinya puting, dan tubuhku hingga basah oleh air ludah penuh nafsu ririn.
Ririn mulai membuka celanaku. Kontan, ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.