peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


abg tetek bugil - Woman Asian
aaceritasex.peperonity.net

pesta sex aka gadis SMU

Hari sudah lewat pukul 12.00. Aku sedang bergegas untuk pergi makan
siang ketika handphoneku berbunyi. Kulihat di layar tampak sebuah
nomor yang tidak aku kenal.
"Ya hallo.." sapaku.
"Pagi Pak Robert.. Ini Dian.. Masih ingat khan "
"Oh Dian.. Ya masih donk.."
"Pak sudah terima surat lamarannya?"
"Iya sudah.. Sekarang sedang diproses. Kamu sabar saja ya sayang.."
jawabku sambil berjalan keluar ruangan kantorku.
"Tolong Dian ya Pak supaya diterima" pinta Dian di seberang sana.
"Beres Dian. Asal kamu ingat saja.. Apa yang saya suka dari kamu"
"Pasti Pak.. Saya tidak akan mengecewakan bapak. Segala perintah Pak
Robert akan saya penuhi" Dian menjawab dengan antusias.
Bagi pembaca yang belum membaca kisahku sebelumnya, Dian ini
adalah gadis salon yang pernah aku kencani. Mendengar suaranya di
telpon membuat kenangan ketika aku menikmati tubuh mungilnya serta
buah dadanya yang ranum kembali terbayang. Ahh mungkin nanti
sehabis pulang kantor aku akan mampir di salonnya, pikirku.
Ketika aku hendak keluar kantor, kulihat Noni resepsionisku di lobby.
Tampak cantik sekali dia hari itu, dengan blazer warna coklat dipadu
dengan rok yang sewarna. Mungkin karena aku sedang ereksi
membayangkan persetubuhanku dengan Dian, kuurungkan niatku untuk
keluar kantor dan aku berbalik menuju ruangan kantorku kembali.
"Noni sebentar ke sini" perintahku lewat telpon.
"Ada.. Apa pakk.." jawabnya agak gugup
"Pokoknya sebentar ke sini. Cepat!!" perintahku lagi dengan suara agak
kutinggikan.
"Babbaikk. Pak"
Mungkin dia sudah tahu apa yang akan terjadi pada dirinya sebentar lagi.
Aku memang kadang memanggilnya ke ruanganku sekedar untuk
memuaskan hasrat birahiku. Biasanya aku melakukannya sehabis jam
kerja, ketika kantor telah sepi. Tapi terkadang aku memanggilnya untuk
sekedar seks kilat agar dapat meredakan keteganganku, yang dapat
membuat konsentrasi kerjaku terganggu.
Nonipun tak lama telah muncul di ruanganku. Setelah kusuruh mengunci
pintu, aku perintahkan dia untuk duduk di sofa tamu. Wajahnya yang
cantik tampak pasrah dengan keadaan yang mengharuskan dia untuk
menjadi sarana pelampiasan nafsu kelelakianku.
Kuelus-elus pundaknya, dan kukecup pipinya.
"Kamu sudah berani kurang ajar ya.. Bikin saya terangsang.. Kamu harus
tanggung jawab!" kataku sambil menjambak rambutnya gemas.
"Ehh.." hanya itu erangan yang keluar dari mulut Noni ketika rambutnya
kutarik, sehingga aku dapat leluasa menciumi bibirnya yang indah.
Tangankupun segera melucuti kancing bajunya. Kuturunkan ke bawah
cup BHnya sehingga buah dada Noni mencuat keluar. Kujilati dengan
ganas buah dadanya yang membusung itu, sambil terkadang kuisap-isap
putingnya. Nonipun kembali mengerang tertahan, seperti suara orang
menangis.
Sementara perutku sudah mulai keroncongan. Sambil terus menikmati
buah dada resepsionis cantikku ini, kulihat jam tangan Rolexku. Wah
sudah jam 12.30, pantas aku sudah lapar, pikirku. Akupun ingin cepat-
cepat ejakulasi sehingga dapat segera pergi makan siang.
Segera aku berdiri agak menyamping menghadap Noni yang masih
duduk di sofa. Kubuka celanaku berikut celana dalamnya, sehingga
kemaluanku melonjak keluar hampir mengenai wajahnya. Kurangkul
kepala Noni dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku
menyorongkan kemaluanku untuk dihisapnya. Rasa hangat yang nikmat
segera menjalar ditubuhku ketika kemaluanku menerobos mulutnya.
Nonipun menghisapi kemaluan bosnya seperti seorang budak seks yang
patuh.
"Ya.. Begitu.. Pintar kamu.." kataku memujinya, saat kulihat kepalanya
yang maju mundur mengulum kemaluanku.
"Mentang-mentang cantik sudah berani merangsang ya.. Ayo isap terus..
Yeeah you little slut.." racauku lagi sambil meremasi rambutnya.
Beberapa saat kemudian kulihat lagi jam tanganku, sekarang sudah jam
12.45, sementara entah mengapa belum ada tanda-tanda ejakulasi akan
aku alami. Mungkin karena terburu-buru, malah membuat ejakulasiku
semakin lama. Sementara perutkupun semakin keroncongan.
Tak sabar, kutepis tangan Noni yang memegang kemaluanku. Lalu aku
bergeser sedikit sehingga tepat berada di hadapannya. Kupegang dengan
erat kedua belah pipinya, dan kugenjot kemaluanku ke dalam mulutnya.
Semakin lama semakin cepat aku pompa mulut resepsionis ABGku ini
sampai diapun tersedak-sedak. Kucabut keluar sebentar kemaluanku,
sehingga Noni dapat mengambil nafas, lalu kembali kuhujamkan ke
dalam rongga mulut dan kerongkongannya. Tampak air mata
membasahi pipinya yang aku pegang erat.
"Hek.. Hek.." terdengar suara Noni mengerang menahan desakan
kemaluanku di mulutnya.
"Ha.. Ha.. Dasar ABG.. Suka kontol kamu ya.. Enak khan kontol besar..
Pacarmu sudah jelek, kontolnya kecil pula.. Kasihan deh kamu" kataku
melihat dia tersedak-sedak.
Kucabut kembali kemaluanku untuk memberinya waktu untuk
mengambil nafas, dan kemudian kupompa kembali ke dalam mulutnya. Tak lama
aku merasakan hampir mencapai orgasme. Kucabut kembali
kemaluanku.
"Ayo sekarang hisap perlahan.. Yang lembut" perintahku.
Nonipun kembali dengan patuhnya menghisapi kemaluanku. Kali ini dia
yang memaju mundurkan kepalanya saat mulutnya disesaki oleh
kemaluanku. Sementara tangannya memegang pangkal batangnya.
"Jangan pakai tangan!!" kataku. Nonipun dengan cepat seperti ketakutan
melepaskan pegangannya.
"Lihat sini dong.. Gimana sih!!" tegurku ketika dia memejamkan
matanya ketika mengulum kemaluanku. Nonipun membuka matanya
dan menatap ke atas, ke arahku.
Rasa puas hinggap di sekujur tubuhku dapat mengerjai karyawan cantik
seperti Noni ini. Sambil berkacak pinggang kuperhatikan Noni dengan
lembut menghisapi kemaluanku. Beberapa saat kemudian, ejakulasiku
sudah tak tertahan lagi. Kupegang dengan erat kembali kepala Noni, dan
kuhujamkan kemaluanku ke dalam kerongkongannya. Aku tak mau
spermaku membasahi pakaianku.
Kulirik jam tanganku. Jam 1.05 siang. Akupun bergegas membenahi
pakaianku.
"Ayo cepat.. Cepat!!" perintahku pada Noni yang masih menyeka
bibirnya dengan tisu. Diapun segera membereskan BHnya dan menutup
kancing bajunya. Kamipun keluar ruangan kantorku.
*****
Kuparkir mobil Mercy metalikku di basement sebuah mal yang tak begitu
jauh dari kantorku. Beberapa waktu yang lalu sebuah bom meledak di
depan hotel tak jauh dari mal tersebut. Semoga saja kali ini tak terjadi
hal seperti itu.
Kubergegas menuju restoran steak kesukaanku. Setelah makan di
restoran franchise dari Afrika Selatan itu, badankupun kembali segar.
Pikirankupun kembali cerah, terlebih setelah aku sempat memuaskan
dahaga seksualku tadi di kantor. Akupun memutuskan jalan-jalan
sejenak di mal sebelum kembali ke kantor, sekalian untuk membeli HP
keluaran terbaru.
Di salah satu lantai mal itu, banyak terdapat counter penjualan
handphone. Akupun mampir ke salah satu counter, dan mencoba salah
satu HP terbaru. Salah satu kelebihan dari HP ini adalah video
recordernya yang dapat merekam hingga 4 menit. Sedangkan punyaku
hanya bisa standard saja, kurang lebih 10 detik. Kuputuskan untuk
membeli HP ini, dan sementara petugas counter telpon itu mengurus
pembelianku, kulihat di counter sebelah, duduk dua orang gadis
berseragam SMA. Mereka kadang melirik ke arahku, dan yang seorang
tersenyum ketika mata kami saling beradu pandang.
Kubalas senyum gadis tersebut. Dia berparas tidak terlalu cantik, tetapi
cukup manis. Berambut panjang, dengan kulit sawo matang dan badan
yang sexy. Badannya tampak sintal dibalut seragam putih abu- abunya.
Tampak buah dadanya yang membusung menantang. Sementara
Temannya berparas cantik, berkulit putih, dengan badan yang juga sexy
walaupun buah dadanya tidak sebesar gadis yang pertama. Sekilas
wajahnya mirip dengan bintang sinetron remaja di televisi.
Sebenarnya aku tidak begitu "in the mood" untuk berkencan dengan
kedua gadis tersebut. Maklum, baru saja aku mencapai orgasme
menggarap resepsionisku. Tapi ketika aku beranjak akan pulang dan
melewati mereka, tiba-tiba saja kudengar seseorang bicara.
"Hey.. Oom.. Beliin kita pulsa dong..". Kutengok ternyata si gadis berkulit
sawo matang itu yang bicara.
"Pulsa kita sudah habis Oom.. Tolong dong.. Oom baik deh" sambungnya
lagi.
"Hus.." temannya yang cantik berkulit putih tampak sungkan dengan
perkataan temannya.
Roknya yang agak mini memperlihatkan keindahan pahanya yang mulus
berbulu halus. Dari celah baju seragamnya terlihat sekilas buah dadanya
yang cukup besar terbungkus BH berwarna krem. Melihat pemandangan
indah ini, berubah pikiranku. Ingin rasanya aku berkencan dengan
mereka, terutama si cantik berkulit putih ini.
"Kenalan dulu dong.." jawabku.
Mereka kemudian satu per satu memperkenalkan diri. Si gadis berkulit
sawo matang bernama Desi, sedangkan temannya bernama Putri.
Memang cocok dengan wajahnya yang cantik seperti seorang puteri.
Akupun kemudian membelikan mereka pulsa isi ulang seperlunya.
Mereka tampak girang.
"Makasih ya Oom.. Si Putri sekarang bisa nelpon pacarnya lagi", kata
Desi menggoda temannya.
"Iih.." Putri mencubit temannya itu sambil tertawa.
Memang dunia remaja itu menyenangkan. Mereka sangat ceria
menikmati masa mudanya, belum terlalu memikirkan hal-hal yang
terlalu serius. Just having fun, mungkin itu motto mereka. Akupun
membatalkan rencanaku untuk kembali kekantor. Kuajak dua gadis SMA ini menemaniku jalan- jalan
di mal tersebut.
"Oom beliin kita baju donk.". Kembali Desi merengek.
Memang si Desi ini lebih banyak omong, dan yang pasti lebih matre
dibandingkan dengan Putri. Tetapi karena tidak mungkin memisahkan
mereka berdua, aku ikuti saja kemauannya. Semakin berhutang budi
mereka padaku, semakin besar kesempatanku untuk menikmati tubuh
belia mereka.
Selesai shopping, kuajak mereka ke sebuah cafe di mal tersebut.
Maksudku agar kita dapat berbincang- bincang supaya lebih akrab.
Kupesan coffee latte buatku dan mereka memesan soft drink serta
tiramisu. Kamipun berbincang-bincang panjang lebar.
Mereka masing-masing berusia 18 tahun, dan kelas dua sebuah SMA
negeri. Dua-duanya adalah anggota cheerleader sekolah tersebut. Desi
mengaku sedang tidak punya pacar, sedangkan Putri sudah punya
seseorang. Desi sering menggoda kalau Putri adalah bunga SMAnya.
Banyak yang mengejar-ngejarnya untuk dijadikan pacar.
"Bohong tuh Oom.. Jangan ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.