peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Links


amroel08.peperonity.net

<<Bablas>>

Ini sebagian kecil perilaku remaja yang mencoreng nama baik orang tua, bahkan instansi pemerintahan KALSEL. Maklum saja, para remaja biasanya selalu ingin coba-coba, tapi untuk urusan yang satu ini tak boleh dicoba-coba sebelum waktunya. Pengawasan yang lemah dari orang tua, pergaulan, media massa dan elektronik, rasa keingintahuan mendalam, dan kesadaran yang kurang dari diri pribadi, adalah faktor yang menyebabkan remaja kehilangan kontrol.
Akibat ulah main 'tembak' yang dilakukan I, putra pengusaha kayu terkenal Bjm, pada S, putri pejabat pemda KALSEL, membuatnya kelimpungan dan harus berurusan dengan pihak berwajib. Alasannya I 'lari' dari masalah setelah apa yang dilakukan pada S, pasalnya S, tengah hamil setelah I menyetubuhinya berkali-kali. Lain halnya dengan I yang membantah pernyataan S, bahwa hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka, dan tidak ada paksaan.
Menurut penuturan saksi yang tak lain teman I, bahwa hal itu dilakukan dengan sepengetahuannya antara lain disalah satu kamar rumahnya, kosan di Kayutangi, sejumlah Hotel di Banjarmasin dan Hulu Sungai, dan cottage kawasan wisata. Hal itu dilakukan mereka karena mereka sepasang kekasih yang dimabuk asmara. Sementara S yang dimintai keterangan kepolisian memberikan jawaban yang berbelit-belit dan tampak salah tingkah dengan perkataannya sendiri.
Ada hal menarik dari pengakuan S, kenapa ia sampai mau 'main' dengan I berkali-kali hingga hamil, menurutnya ia kesengsem dengan I, 'penis' I tak berbulu dan memiliki ukuran panjang berlebih sehingga terasa sampai kepusar, yang membuat S suka dan ketagihan. Akhirnya setelah hubungan itu ia sadar bahwa ia terlambat mens dan yakin telah hamil dengan I, hal itu diceritakannya kepada S kalau sekarang ia hamil, tapi apa yang dijawab I,
dengan enteng I menyuruh S menggugurkannya dengan meminum cairan 'cuka laang' lantas apa hasilnya, bukan sesuai rencana, S malah semaput dan muntah darah. Melihat itu I langsung menghindar dan S melaporkannya kepolisi atas nasib yang dialaminya. Sementara orang tua mereka terpaksa menanggung malu atas perbuatan putra-putri mereka itu. (Dikutip dari harian Metro Banjar)


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.