peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


ardiezona - Newest pictures Comics/Fantasy/Anime
arzon.peperonity.net

602 : HIDUP

===========================INSERT TEXT :: APA YANG TELAHTRJADI SETELAH HARI ITU ..!!!===============

Dengan setengah tubuh yang bisa
dibilang telah hancur, Obito kecil
terbaring, terbangun dan kemudian
melihat sesosok lelaki tua renta
bermata sharingan di depannya.
"Matamu ... Mungkinkah kau ... Anggota
Uchiha juga?" Obito bertanya.
"Siapa yang tahu" Jawab lelaki tua itu
seadanya.
"Hmmm ..." Obito berpikir, "Apa
mungkin dia menyelamatkanku? Eh,
tunggu sebentar ..."
"Kau bilang ini adalah tempat di antara
Dunia dan Dunia selanjutnya kan?
Dimana ini sebenarnya? Tempat ini
gelap, aku tak bisa melihat semuanya
dengan jelas" Ucap Obito.
"Dan ngomong-ngomong, kakek tua,
siapa kau sebenarnya?
Heh, apa jangan-jangan kau Dewa
kematian ya?
Yang bertugas membawaku ke Surga
atau Neraka? Haha" Niat awal Obito
hanya bergurau. Namun tiba-tiba, saat
ia melihat ke arah tongkat yang dibawa
oleh lelaki tua itu, ternyata ujungnya
adalah sabit.
"Ah tidak!!!!!" Obito berteriak histeris,
"Aku belum mau mati!!!!!! Aku melihat
sabit, jadi kau Dewa Kematian
sungguhan ya!!! ?"
"Kau pasti Dewa Kematian yang
bertugas mencabut nyawa klan
Uchiha!!??
Motoku adalah untuk menolong orang
tua, memang benar aku juga sering
melakukan hal-hal buruk dan beberapa
kali melangar peraturan, tapi aku
mohon, jangan bawa aku ke Neraka!!!
Ouchhh!!!!" Obito kesakitan.
"Kau merasakan sakit, karena kau
masih hidup" Ucap lelaki tua itu.
"Eh?"
"Suatu keajaiban bahwa kau masih bisa
hidup ..." Ucap lelaki tua itu.
"Aku tak tahu kenapa batu itu tak
menghancurkan tubuhmu, seolah
tubuhmu menyelinap dari batu itu"
"Dimana ... Jadi dimana aku
sebenarnya?"
"kau sedang berada di dalam Ruang
bawah tanahku, setelah reruntuhan
batu itu ...
Tapi sayang sekali, setengah tubuhmu
hancur, jadi aku mengobatinya"
Benar, lelaki tua itulah yang menolong
dan memperban sekujur tubuh Obito.
"Terimakasih" Ucap Obito.
"Masih terlalu dini untuk mengucapkan
terimakasih padaku ...
Karena, kau harus membayar hutangmu
ini. Dan, kau bilang motomu adalah
menolong orang tua kan?"
"Ah, iya, iya, kau benar, tapi ...
Apa yang kau mau dariku?"
"Hmm ..." Lelaki tua itu terdiam.
"Apa kau mau aku merawatmu?"
"Bukan, bukan begitu ..."
"Maaf, tapi aku tak bisa berlama-lama
disini, aku masih hidup jadi aku harus
segera kembali ke Konoha. Perang
masih berlanjut dan aku telah bisa
membangkitkan sharingan. Sekarang,
aku akan mampu melindungi teman-
temanku" Ucap Obito saat itu.
"Hmm, melindungi temanmu ..."
"Ada apa?"
"Dengan tubuhmu yang sekarang ...
Kau tak akan bisa kembali menjadi
shinobi" Ucap lelaki itu.
"Lihatlah pada kenyataanya ...
Dunia ini dipenuhi oleh hal yang tak
sesuai dengan harapan ...
Semakin lama kau hidup ...
Semakin kau akan menyadari kalau
kenyataan hanya menciptakan
penderitaan, rasa sakit, kekosongan ..."
"Apa-apaan lelaki tua ini" Gerutu Obito
dalam hati.
"Dengarlah ...
Di Dunia ini ...
Dimana ada cahaya, maka disana juga
akan ada bayangan ...
Selama ada konsep kemenangan, akan
ada juga kekalahan ...
Keinginan egois untuk memperoleh
perdamaian malah akan menciptakan
perang ...
Dan kebencian terlahir untuk
melindungi kasih sayang ...
Itu semua adalah hubungan yang tak
bisa dihindari"
"Yah yah, dia begitu fokus, sepertinya
ini akan lama" Pikir Obito.
"Jadi, dimana aku sekarang?" Obito
kembali bertanya, tapi lelaki itu terus
saja berceramah ...
"Ada oang-orang yang selamat karena
kau terluka ...
Benar kan?"
"!!!?" Makin lama Obito tampak kesal
dengan cerita ini.
"Apa-apaan kau ini sebenarnya hah!!?
Aku tak mau tinggal disini lagi, aku ingin,
ukhh ..." Obito ingin pergi namun
tubuhnya masih cedera berat.
"Kalau kau memang ingin pergi, lakukan
saja ...
Tapi, tentunya jika kau bisa bergerak"
Ucap lelaki tua itu.
"Tunggu ...
Ini aneh" Pikir Obito, "Kenapa ada lelaki
tua dengan sharingan sendirian disini?"
"Kalau dipikir-pikir ... Aku tahu semua
orang tua yang ada di Desa, tapi aku
belum pernah melihat lelaki ini
sebelumnya. Ini berarti, sekarang dia
bukanlah shinobi Konoha, dengan kata
lain ..."
"Orang tua, apa kau shinobi pelarian?
Siapa kau sebenarnya?" Obito
bertanya, ke lelaki tua yang ternyata
bagian belakang tubuhnya tersambung
pipa-pipa bagaikan kabel itu.
"Aku ..." Lelaki tua itu duduk di tempat
duduknya, "Aku adalah hantu seorang
Uchiha ... Uchiha Madara" Tak salah
lagi, lelaki tua itu adalah Uchiha Madara.
"Ma-Madara ..." Sejenak Obito kaget,
"Madara ... Apa yang kau maksud
adalah leluhur kami, Uchiha Madara!?
Mustahil! Uchiha Madara harusnya
sudah mati sekarang!!!"
"Jadi bagimu, lebih masuk akal kalau
aku adalah Dewa kematian? Tapi
sebenarnya, kau bisa menganggapku
sebagai Dewa Kematian, karena
kenyataan ini adalah ... Neraka" Ucap
Madara.
"Aku selamat dari kematian, dan kalau
aku tidak terus menyerap chakra dari
Mazou itu, sekarang juga pasti aku
akan mati" Ternyata Pipa-Pipa yang
terhubung ke punggung Madara itu
adalah untuk menyalurkan chakra.
"Aku, aku akan pulang ...
Hah, hah ..." Obito menjatuhkan diri dari
kasur dan berontak, berusaha sekuat
tenaga untuk pergi, meski itu dengan
cara merangkak.
"Menyerah saja, tak ada jalan keluar
disini" Ucap Madara.
"Dan ngomong-ngomong, aku ataupun
kau tak akan mampu keluar dari tempat
ini, dengan tubuh kita yang sekarang"
"Ukhh ..."
"kalau kau terus bergerak, tubuh
Hashirama buatan yang aku pasang
padamu akan rusak ...
Apa kau mau mati?"
"Ada hal-hal yang aku ingin kau lakukan
untukku ...
Setelah semua itu, aku akan
menyelamatkanmu"tegas Madara.
"Apa yang aku inginkan!!? Apa yang
lelaki tua sepertimu mau dari bocah
sepertiku!!?"ujar Obito.
"Aku ingin merubah nasib dunia ini"
balas Madara.
"Dunia kemenangan, Dunia Perdamaian,
Dunia Kasih Sayang, aku akan membuat
Dunia yang hanya ada hal itu"ucap
lanjutnya.
"Aku tak peduli, aku hanya ingin kembali
pada yang lainnya"
"Seperti yang sudah aku katakan, disini
hal-hal tak sesuai dengan harapanmu ...
Suatu hari nanti, kau akan
menyadarinya. Kau boleh mati kalau kau
mau. Tapi, aku akan mengambil
sharinganmu ..."
"kenapa kau menginginkan
sharinganku!? Kau sudah punya kan!?"
"Tidak, Aku meninggalkan sharingan
asliku pada orang lain ...
Yang ini hanyalah sharingan yang aku
dapat setelahnya ...
Dan lagi, aku masih belum mendapat
mata kanan. Seseorang butuh kedua
mata untuk membangkitkan potensi
tertingginya"kata Madara menyibak
rambut yang menutupi mata kanannya.
Dan tampak kalau ia memang tidak
memiliki mata kanan.
"Kalau begitu ...
Itu berarti bersama dengan Kakashi,
aku akan menjadi lebih kuat!! Kami
berdua pada akhirnya akan mampu
melindungi Rin!!! Aku tak boleh
membuang-buang waktu disini ...
Tunggu aku, Kakashi, Rin, aku masih
hidup!!!" Ucap Obito dalam hati.
([SIDE TXT :: SEMANGAT PANTANG
MENYRAH !!!])


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.