peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


ardiezona - Newest pictures
arzon.peperonity.net

625 : Mimpi yang sebenarnya

<=== Versi Text Komik Naruto 627===>

Hashirama tentu saja kaget ketika
mendengar pilihan yang Madara
tawarkan. Orang-orang Senju bahkan
lebih kaget lagi, dan berkata,
"Membunuh adikmu atau membunuh
dirimu sendiri, pilihan macam apa itu,
hah!?"
Sat! Hashirama memberi aba-aba
dengan tangannya supaya mereka diam.
Ia ingin memikirkannya sendiri. Tapi,
Tobirama tetap berbicara. "Lelaki ini
gila." ucapnya. "Apa rencanamu
sekarang, kakak?"
"Apa kau akan membunuhku? Atau kau
mau bunuh diri seperti omong kosong
yang lelaki ini katakan? Bodoh sekali.
Jangan dengarkan dia, kakak!"
Tobirama mendesak kakaknya. Tapi
secara mengejutkan, Hashirama malah
berkata pada madara, "Terimakasih,
Madara. Kau memang orang yang
simpatik."
Madara memberikan Hashirama dua
pilihan, yang artinya ia tak harus
membunuh adiknya sendiri. Madara
mengerti perasaan seseorang yang
memiliki saudara.
"Dengarkan aku, Madara, ini akan
menjadi permintaan terakhirku." ucap
Hashirama sambil bersiap dengan
sebuah kunai di tangannya. Ya.
Hashirama melepas jubah perangnya
dan akan menusukkan kunai itu ke
perutnya sendiri. Hashirama akan
bunuh diri.
"Tak hanya dirimu, semua yang ada di
klan kita juga harus melakukan hal yang
sama. Setelah aku mati, jangan
membunuh Madara. Uchiha dan Senju
tak boleh saling bertarung satu sama
lain lagi. Berjanjilah, demi ayah kalian,
dan cucu kalian yang belum lahir.
Sampai jumpa..."
Hashirama tersenyum, namun tak bisa
ditutupi air matanya metes. Masa-masa
yang sempat mereka lalui terlintas,
terutama batu yang menjadi tanda
pertemuan mereka. Batu yang waktu itu
telah mereka buang, secara
mengejutkan belum benar-benar
terjatuh ke dasar sungai, melainkan
masih terapung.
Begitu juga dengan Hashirama kini.
Hubungannya dengan Madara yang dia
pikir akan segera berakhir, tiba-tiba
tersambung kembali. Secara tiba-tiba,
Madara memegang tangan Hashirama
sesaat sebelum ia menusuk perutnya.
"Sudah cukup. Aku sudah bisa melihat
tekadmu..."
Setelah pertempuran yang berlangsung
begitu lama, akhirnya Uchiha dan Senju
menyatukan kekuatan. Hari itu adalah
awal bagi perdamaian antara kedua
belah pihak. Bagi Hashirama, hari itu
seperti mimpi. Tak akan ada lagi orang
yang menjadi korban, tak akan ada lagi
anak kecil yang mati...
Setelahnya mereka mulai membangun
desa. Kemudiam, mereka juga bekerja
sama dengan negara api guna membuat
sebuah negara yang damai, yang
menganggap negara dan desa berada
pada tingkat yang sama. Mimpi sejak
kecil Hashirama, akhirnya menjadi
kenyataan.
"Apa kau masih ingat?" Hashirama dan
Madara dewasa berdiri di puncak bukit
batu sambil melihat ke arah desa yang
telah mereka bangun. "Saat kita
berbicara di sini, saat kita masih anak-
anak..."
"Ya.." sahut Madara.
"Kupikir itu hanya mimpi. Aku bisa saja
melakukannya kalau aku mau, tapi..."
"Mimpi itu akan menjadi kenyataan."
ucap Hashirama. "Kepala shinobi, yang
akan melindungi negara api dari
bayangan. Hokage ... bagaimana
menurutmu?"
"Apa itu?" tanya Madara.
"Negara api meminta agar kita
memutuskan seorang pemimpin untuk
desa ini. Aku ingin kau menjadi
pemimpinnya, menjadi Hokage." ucap
Hashirama. "Kau memang sudah tidak
memiliki saudara lagi. Tapi, aku ingin
kau menganggap semua shinobi yang
ada di desa ini sebagai saudaramu. Aku
ingin kau menjaga mereka."
"Aku... aku bahkan tak mampu menjaga
adikku yang sebenarnya." ucap Madara.
"Ayolah, tak ada waktu untuk menyesali
hal itu." ucap Hashirama. "Lalu, selain
Uchiha dan Senju, klan Sarutobi dan
Shimura juga ingin menjadi rekan kita."
"Mustahil... apa kau serius?"
"Ya. Dan tidak cuma mereka.
Selanjutnya desa pasti akan terus
tumbuh. Kemudian, kita harus memberi
desa ini nama. Apa kau punya ide?"
Madara yang kebetulan sedang
membawa daun yang tengahnya
berlubang sejenak terdiam. Kemudian
melalui lubang di daun itu, ia melihat ke
arah desa. Lalu ide muncul, "Desa...
yang tersembunyi di balik daun, konoha.
Bagaimana menurutmu?"
"..." Hashirama tertunduk suram.
"Sederhana sekali... tak ada
pelesetannya sama sekali..."
"Hei, istilah Hokage yang kau buat juga
sama, kan!?" bentak Madara. "Dan
ngomong-ngomong, apa sampai
sekarang kau masih suka depresi
seperti itu???"
Memang butuh waktu yang lama, tapi
saat itu Hashirama merasa kalau pada
akhirnya mereka akan bisa menjadi
teman yang akrab untuk selamanya.
"Apakah hokage akan selalu berada di
desa dan menjaganya?" tanya Madara.
"Ya, tapi tak hanya itu." sahut
Hashirama. "Dengan tumbuhnya desa,
hokage pasti akan menjadi semakin
sibuk. Itulah kenapa aku ingin mengukir
wajahmu di batu besar ini, sebagai
simbol kalau kau akan selalu melindungi
desa."
Memang butuh waktu yang lama, tapi
saat itu Hashirama merasa kalau pada
akhirnya mereka akan bisa menjadi
teman yang akrab untuk selamanya.
"Apakah hokage akan selalu berada di
desa dan menjaganya?" tanya Madara.
"Ya, tapi tak hanya itu." sahut
Hashirama. "Dengan tumbuhnya desa,
hokage pasti akan menjadi semakin
sibuk. Itulah kenapa aku ingin mengukir
wajahmu di batu besar ini, sebagai
simbol kalau kau akan selalu melindungi
desa."
"Apa kau bercanda?"
"Yaah, mungkin aku akan sedikit
memodifikasinya, karena wajahmu
sedikit menyeramkan." ucap hashirama.
"Ah, jadi kalian di sini..." Tiba-tiba
Tobirama datang dan menghampiri
mereka. "Kenapa kalian malah sibuk di
sini? Pemimpin negara api datang untuk
berdiskusi!!" ucapnya.
"Tobirama..." Madara melihat ke
arahnya, dan Tobirama membalas
dengan tatapan yang masih belum bisa
bersahabat.
----- Naruto Chapter 625 -----
Di ruangannya, Hashirama
menceritakan mengenai usulnya untuk
menjadikan Madara sebagai pemimpin
pada Tobirama. Dan tegas tegas,
Tobirama tidak setuju. "Hokage!?
Jangan memutuskannya seenaknya!!
Kalau kau ingin merekomendasikan
Madara sebagai pemimpin desa, itu tak
apa. Tapi sebelum mengambil
keputusan akhir, kita harus
mendiskusikannya terlebih dahulu pada
orang-orang yang tinggal di desa dan
negara ini, dan berkonsultasi dengan
tetua. Ini berbeda dari saat ayah kita
masih hidup."
"Tapi..."
"Dan lagi, Uchiha Madara tak akan
pernah dipilih sebagai ketua. Semua
orang tahu kalau kaulah yang telah
membangun desa ini. Bahkan klan
Uchiha mengakuinya. Juga, kau sudah
mendengar rumor tentang Uchiha, kan?
Semakin mereka dipenuhi kebencian,
mata mereka akan menjadi semakin
kuat. Kurasa itulah cara kerja
sharingan. Kau tak pernah tau apa yang
akan mereka lakukan. Yang desa
butuhkan adalah..."
"Berhenti bicara seperti itu, Tobirama!"
bentak Hashirama. Dan mendadak,
terdengar suatu suara dari jendela.
Hashirama langsung membuka jendela,
tapi sudah tak ada siapa-siapa di sana.
"Kurasa barusan ada orang di sini.
Tobirama, kau juga merasakannya,
kan?"
"Aku tak sedang memfokuskan chakra
sekarang. Dan, jangan mengubah topik
pembicaraan kita, kakak!"
"!!!" Hashirama kaget. Di atas genteng,
terlihat daun berlubang yang
sebelumnya Madara bawa. Tampaknya,
Madara mendengar percakapan
mereka.
"Mulai dari sekarang, kita akan
menggunakan sistem demokrasi. Apa
kau keberatan dengan itu, kakak?"
"Tidak, tidak apa." ucap Hashirama.
Pada akhirnya, yang menjadi hikage
adalah Hashirama, dan wajahnya telah
dipahat pada bukit batu besar yang ada
di pinggir desa.
Suatu ketika pada awal-awal masa
jabatannya, Hashirama pernah diajak
oleh Madara ke monumen Uchiha,
tempat yang sebenarnya hanya klan
Uchiha yang diperbolehkan untuk
masuk.
"Monumen batu ini telah diwariskan
dari generasi ke generasi, dan tak
pernah ditunjukkan pada klan lain. Ini
adalah monumen spesial, yang untuk
membacanya kau harus menggunakan
teknik mata. Sejauh yang bisa kubaca
sekarang, monumen ini mengatakan...
Untuk mencapai kestabilan, seorang
desa dibagi menjadi Yin dan Yang. Aksi
dari kedua kekuatan yang berlawanan
ini menciptakan segala sesuatu yang
ada di alam."
"Logika ini berlaku pada apapun." ucap
Madara lagi. "Dengan kata lain, ini
mengatakan kalau dua kekuatan
berlawanan itu menggabungkan
kekuatan, kebahagiaan yang
sesungguhnya akan bisa diraih. Akan
tetapi, terdapat penafsiran lain..."
"!?"
"Hashirama, apa kau pikir aku tak
tahu?"
"Serahkan Tobirama padaku!" ucap
Hashirama sebelum Madara
melanjutkan perkataannya. "Aku tak
bisa melakukannya tanpamu. Sebagai
tangan kanan hokage, sebagai
saudaraku, bekerja samalah denganku.
Orang-orang akan mulai mengerti
dirimu. Dan saat itu, kau akan menjadi
hokage kedua."
"Mungkin juga adikmu Tobirama yang
menjadi hokage kedua." ucap Madara.
"Dan jika itu terjadi, klan Uchiha akan
dimusnahkan. Karena tahu hal itu, aku
memberitahu anggota klan Uchiha
lainnya agar mereka segera keluar dari
desa. Tapi, tak seorangpun mau
mendengar kata-kataku."
"Aku tak bisa melindungi adikku, dan
sekarang mungkin aku juga tak akan
bisa melindungi klanku. Meskipun aku
sudah berjanji pada adikku, anggota
klanku tak mau mempercayaiku, walau
aku ingin melindungi mereka."
"Itu tidak benar, semuanya pasti akan
menyadari kalau..."
"Mungkin saat itu, aku harus
memerintahkanmu untuk membunuh
adikmu." ucap Madara. "Kau berkata
kalau aku adalah saudara. Tapi demi
desa, kau akan membunuhku atau dia?"
Hashirama ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.