peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


ardiezona - Newest pictures Comics/Fantasy/Anime
arzon.peperonity.net

629_ Lubang Angin

-----------------------------------
Badai topan didaratan
Kekuatan dasyat juubi menghancurkan apapun di
sekitarnya. Halilintar menyambar-nyambar, angin
topan memporak porandakan apapun yg
diterjangnya. Bencana maha dasyat menerjang
medan pertempuran.
Begitu alam berhenti bergejolak, nampak smuanya
berangsur-angsur kembali tenang.
"Ku yakin ini cukup untuk sedikit membereskan
mereka." ucap Madara yg berlindung di balik
susano'onya
Namun,
"Hn?." Madara nampak sedikit heran. Walau bencana
mampu menghempaskan para shinobi, namun tak ada
satupun yg jadi korban.
"Uh,, uhh,, agh,," gumam para shinobi yg satu per satu
mulai bangkit kembali
"Naruto melindungi kita lagi." gumam Choji
"Naruto-kun." gumam Hinata
"Uuhhh." gumam juubi
"Heh, ini tak berguna." ucap Naruto yg telah kembali
ke mode normal dengan kondisi pakaian robek di
lengan baju dan beberapa bagian lain serta luka sana
sini di pelipis wajah dan tangannya. Dalam kondisi yg
begitu memprihatinkan, namun Naruto tetap mampu
menunjukan senyum percayadirinya. Ditambah lagi
dengan tekat para biju dan Rikudou yg slalu
mendukung Naruto
"gwoooaahh!!!" raung Juubi spertinya hendak
melakukan sesuatu
Lalu
"Oooohhhhh!!!!" aum keras Juubi yg telah
mengevolusikan dirinya menjadikannya lebih berotot
dan makin kekar,-_-
"Ugh" Naruto pun benar benar tlah lelah, sehingga
cakra kyubi yg tadinya menyelimuti para shinobi pun
perlahan-lahan menghilang.
"Inilah batas kemampuanmu. Aku sudah menemukan
sesuatu yg lebih menarik. Aku akan menyingkirkanmu
dari sini." ucap Madara
Namun, para shinobi berdiri berbaris dihadapan
Naruto untuk melindungi Naruto.
"Semuanya, mari gabungkan kekuatan kita." seru
Hinata
"Aku akan menyembuhkanmu." ucap Sakura yg kini
mengobati Naruto
"Semuanya." batin Naruto dgn senyum senang
Scene beralih ke ruang dimensi kamui
Obito dan Kakashi terlempar secara bersamaan ke
dalam ruang itu. Obito tersungkur, namun Kakashi yg
hampir tersungkur juga dengan sigap meluncur dan
merapal raikiri hendak menyerang Obito. Saat raikiri
hampir mengenai Obito, Kakashi mendadak
menghentikannya.
"Hei, kau masih ragu-ragu?" ucap Obito
"Kau telah melewatkan banyak kesempatan untuk
membunuhku. Aku tidak percaya kau bisa berbelas
kasihan pada lawanmu dalam pertarungan." ucap
Obito dgn senyum sinis
Kakashi yg mendengarnya hanya diam.
"Merasa bersalah? Apakah kau merasa bersalah
karna tak mampu menepati janjimu padaku?" lanjut
Obito
Kakashi yg mendengarnya semakin terhenyak. Lalu
semakin terdiam.
"Atau kau berusaha membujukku?" tanya Obito lagi
"Obito, mari kita hentikan pertarungan ini. Impianmu
adalah menjadi hokage. Menjadi hokage juga impian
Naruto. Naruto mengatakan hal yg sama persis
dengan yg kau katakan. Tanpa sadar kau telah
membaurkan masa lalumu dengan masa lalu Naruto.
Dan kau berusaha mendengarkan smua ucapan
Naruto seolah-olah itu ucapanmu sendiri. Apa kau
yakin kalau kau yg dulu setuju dengan dirimu yg
sekarang? Aku yakin kau bisa memahami perasaan
Naruto. Kau masih bisa kembali, menjadi dirimu yg
dulu." ucap Kakashi
"Hehehehe." tawa Obito
"hhh??" Kakashi terkejut
"Ahahahaha!!" tawa Obito makin terbahak-bahak.
"Justru karna aku mengerti perasaan Naruto,
makanya aku mau mendengar semua yg ada di
pikirannya, lalu kemudian menyangkal semua." ucap
Obito
"Obito." batin Kakashi
"Dan akan ku beritahukan sesuatu padamu. Sungguh
menggelikan kau merasa bersalah padaku." ucap
Obito perlahan mulai bangkit
"Jika kau pikir aku memulai peperangan ini karna kau
dan Rin, kau salah besar!!!" ucap Obito dgn serius
Kakashi semakin terkejut saat dengan sendirinya
Obito berjalan mengarahkan dadanya ke tangan
Kakashi yg masih diselimuti raikiri.
"Aku tahu semuanya." ucap Obito
Hingga akirnya dada Obito tertembus Raikiri.
Kejadian yg sama persis ketika Kakashi membunuh
Rin, dimana saat itu tubuh Rin juga tertembus raikiri.
"Aku tahu kalau Rin memilih cara kematiannya sendiri
dengan memintamu menusuknya dengan raikiri mu.
Saat itu Rin diculik oleh Kirigakure dan diubah
menjadi jinchuriki sanbi. Kau berhasil
menyelamatkannya, namun itu smua tak-tik
Kirigakure sejak awal. Mereka bahkan berpura-pura
mengejarmu agar kau cepat-cepat kembali ke
Konoha. Mereka ingin melepaskan sanbi ketika Rin
kembali ke desa sehingga sanbi akan menyerang
desa. Rin menyadari hal itu, dan saat kau menyerang
para pengejarmu dengan raikiri, Rin sengaja
menghalangimu agar kau menusuknya. Dia memilih
mati di tangan orang yg dicintainya demi melindungi
desa Konoha." ucap Obito
Kakashi yg mendengarnya semakin terkejut hingga
terkenang masa lalunya.
--flashback---
"Kakashi, bunuh aku. Mereka memanfaatkanku.
Mungkin pada akirnya aku akan menyerang desa."
ucap Rin
"Aku telah berjanji pada Obito untuk melindungimu,
jadi tak mungkin aku membunuhmu. Pasti ada cara
lain." jawab Kakashi
--end flashback--
"Apapun yg kau katakan, itu hanya omong kosongmu
karna kau tak bisa melindungi Rin. Dalam pikiranku
Rin tidak mati. yg mati adalah palsu. Rin adalah Rin
jika dia masih hidup. Sistem shinobi yg menciptakan
ini semua. Desa-desa, dan para shinobi, inilah yg
membuatku kehilangan harapan. Dunia ini, dunia palsu
ini." ucap Obito
"Naruto pernah berkata bahwa tidak mempunyai
teman dalam hatimu adalah hal yg menyakitkan." ucap
Kakashi yg melepas raikiri dari dada Obito
"Aku mengatakan kata-kata yg sama persis kepada
Naruto dengan kata-katamu yg dulu. Kau seperti
Naruto, kau berfikir, merasakan sesuatu dan
bertindak seperti dia. Dan ku pikir kau masih..." ucap
Kakashi namun terpotong
"Lihat!! Tak ada apapun dalam hatiku!! Aku bahkan
tak bisa merasakan sakit!!" potong Obito
menunjukan dadanya yg berlubang.
"Kau tidak perlu merasa bersalah Kakashi. Lubang ini
tercipta karena dunia ini yg seperti neraka." lanjut
ucapan Obito
Lubang yg dalam, dan kosong
-------------------------------
Bersambung chapter 630 rabu depan.
~


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.