peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


ardiezona - Newest pictures Comics/Fantasy/Anime
arzon.peperonity.net

630_ Ruang yang kosong

~
"Hanya luka yg kumiliki disini. Apa artinya ini? Itulah
alasanku menyingkirkan segalanya. Tidakkah kau
juga menderita selama ini? Di depan makam Rin, di
depan makam ku." ucap Obito
630 : Apa yg dapat mengisi lubang ini.
Kakashi yg mendengar ucapan Obito hanya bisa
terdiam, terkenang sosok Obito yg dulu, yg jauh
berbeda dengan Obito yg sekarang.
"Kakashi, tak apa. Kau tak perlu menderita lagi." ucap
Obito sambil melakukan sesuatu dengan jari
kanannya
"Rin ada disini. Aku sepertimu, Kakashi." Obito
menciptakan sosok Rin dan Obito kecil dengan
genjutsunya
"Dan aku pasangan serasi buatmu juga ada disini."
ucap bayangan Rin
"Aku akan menjadi hokage." ucap bayangan Obito
kecil
"Lihatlah, apa yg kau inginkan, di dunia ilusi ini kau
bisa memiliki apapun. Lubang di hatimu dapat segera
terisi kembali." ucap Obito yg terus-menerus
mencoba menghasut Kakashi
Namun tiba-tiba,,
Blaaassh blaassh
Kakashi menebas kedua sosok bayangan tersebut
dengan raikirinya.
"Rin sudah mati, dan kau masih hidup. Apa kau pikir,,
apa kau benar-benar berpikir hal itu dapat mengisi
kekosongan di hati seseorang?" ucap Kakashi
Obito yg mendengarnya hanya diam.
"Jangan hapus kenanganmu tentang Rin!! Dia
mencoba melindungi desa dengan mempertaruhkan
nyawanya!!" bentak kakashi
Obito yg mendengar semakin kesal.
"Meskipun kau berhasil dengan dunia khayalanmu,
mereka tetap tak akan mampu mengisi kekosongan
hatimu." tambah Kakashi lagi
---scene beralih ke medan perang---
Juubi menutup mata dan membuka mulutnya lebar-
lebar. Lebih lebar. Sangat-sangat lebar hingga
muncul sesuatu seperti kelopak bunga di mulutnya.
Perlahan kelopak tersebut terbuka, perlahan-lahan
mulai mekar.
Bee terdiam melihatnya.
"Dia berubah lagi!!" teriak Darui
"Tidak!! Dia hanya kembali ke wujud semula. Yg tadi
hanya untuk menyerang. Tinggal selangkah lagi untuk
sampai ke perubahan terakirnya." ucap Hachibi
Sementara itu kelopak bunga di mulut juubi kini tlah
mekar sempurna, menyerupai bunga bangkai.
"Naruto sedang memulihkan diri, dan kyubi sedang
mengolah chakra. Sekarang giliran kita, Bee..." ucap
Hachibi
"Benar, kita adalah pemimpin." sahut Bee
"Dengar Bee, jika kita membiarkannya menyelesaikan
perubahan terakhirnya, semua akan berakhir." ucap
Hachibi
Sementara itu dengan kelopak bunga yg tlah mekar
sempurna, juubi membentuk sebuah bijudama yg
sangat besar.
"Juubi tak dapat menahan dirinya. Dia mungkin
melihat biju di dalam diri Naruto sehingga menjadi
tak sabar." batin Madara yg kini berdiri di tebing
bebatuan tak jauh dari samping kiri juubi
Sementara juubi sendiri masih terus-menerus
memperbesar bola bijudamanya.
"Menyebalkan sekali kalau aku harus melenyapkan
semuanya sekarang. Padahal aku baru mulai
menikmatinya." cibir Madara
Sementara itu di kubu aliansi shinobi,,
"Dia terus membesar." ucap Shikamaru
"Apa dia akan menyerang Naruto?" tanya Chouji
Naruto dan para shinobi hanya bisa terpana melihat
juubi yg sedang mempersiapkan serangannya.
"Jujur, apa yg bisa kita lakukan tanpa bantuan chakra
Naruto?" tanya seorang shinobi
"Kita tak boleh ragu-ragu lagi setelah semua yg
terjadi!! Naruto melakukan segala yg bisa dia
lakukan!! Sudah jelas dari perkataannya!!" seru
Sakura yg teringat kata-kata Naruto, yaitu "Yg paling
menyakitkan adalah ketika teman-temanku tak ada
dalam hatiku."
"Yeah, dia berjuang melindungi shinobi biasa seperti
kita." ucap seorang shinobi
"Bukan seperti itu!!" bantah Sakura
"hn?!" shinobi tadi bingung
"Dia menyadarkan kita kalau kita semua adalah
teman-temannya!! Aku akan segera memulihkan
Naruto. Kita harus mengerahkan seluruh kemampuan
kita. Kalau kita memang harus mati, maka kita lebih
bain mati di medan perang daripada mati sia-sia."
seru Sakura yg membangkitkan semangat semuanya
"Heh." Shikamaru tersenyum
"Ino! Aku ingin kau menghubungkanku dengan
seseorang." ucap Shikamaru
"Apa kau merencanakan sesuatu?" tanya Ino
"Kau hebat Shikamaru!!" ucap Chouji
Dan ternyata yg ingin di hubungi Shikamaru adalah
Kitsuchi.
"Kau anak Shikaku?" tanya Kitsuchi
"Tuan Kitsuchi, tolong dengarkan aku. Tolong
ajarkan Doton jutsu yg sederhana seperti tehnik
dinding tanah, jurus yg bisa dikuasai oleh semua
shinobi termasuk shinobi yg bukan berasal dari desa
iwa." ucap Shikamaru
"Doton jutsu yg semua orang bisa menguasainya
bukan jurus yg bagus. Yg terpenting lagi,," ucap
Kitsuchi belum selesai
"Tidak, penting sekali bagi semua shinobi dapat
menguasai ini. Kita harus melawan kualitas dengan
kuantitas." potong Shikamaru
"Tapi, dinding itu akan bisa dihancurkan dengan
mudah." protes Kitsuchi
"Meskipun itu mudah dihancurkan, jika kita
membuatnya terus menerus, itu akan menjadi
penghalang. Daripada kita menghentikannya dengan
dinding yg kuat lebih baik kita memperlambatnya
dengan banyak dinding, meskipun itu dinding lemah.
Tentunya akan sangat membantu jika shinobi dari
desa iwa juga dapat membuat dinding yg kuat." jelas
Shikamaru
"Aku mengerti, sangat pantas untuk dicoba. Aku
akan ajarkan kau jurusnya." ucap Kitsuchi
"Sebelum itu, tuan bee!!" ucap Shikamaru yg kini
menghubungi bee
"Sementara itu tolong sebisa mungkin belokkan
serangannya dengan bijudama mu." lanjut Shikamaru
Strategi Shikamaru telah tersusun rapi, kini tinggal
menjalankannya.
"Ino, sekarang hubungkan aku dengan semuanya.
Bisakah kau melakukannya?" pinta Shikamaru
"Tentu saja!!" ucap kesal Ino
Lalu Ino dengan sekuat tenaga berusaha
menghubungkan dengan semua shinobi. Dan para
shinobi pun mulai melakukan segel tangan
Wuuuusssshhhhhh
Bijudama raksasa dari juubi tlah diluncurkan. Di saat
yg sama puluhan dinding tanah bermunculan di
hadapan pihak aliansi shinobi.
---kembali ke dimensi kamui---
"Kenapa kau keberatan dengan dunia ilusi? Dunia
nyata ini kejam. Lubang ini akan semakin besar.
Beberapa hal tidak berjalan sesuai keinginanmu. Dan
terkadang, kau tak cukup cepat untuk meraihnya."
ucap Obito
Kakashi hanya diam mendengarnya
"Seperti aku!!! Benarkan Kakashi??!!! Bagaimana
lubang ini dapat terisi jika kita tetap berada dalam
dunia ini?!!" bentak Obito
"Aku memang seonggok sampah. Tapi aku belajar
beberapa hal. Lubang dalam hatimu dapat terisi oleh
orang lain." ucap Kakashi yg teringat hokage 3,
gurunya, dan tim 7
"Jika kau menolak perasaan temanmu dan menolak
dunia ini hanya karna semua tak berjalan sesuai
keinginanmu, maka takkan ada orang yg datang
padamu sehingga lubang itu tak akan terisi. Jika kau
melarikan diri dan tak berbuat apa-apa, maka orang
lain pun takkan berbuat apa-apa juga terhadapmu.
Selama kau tidak menyerah, kau masih bisa
diselamatkan." ucap Kakashi
---kembali ke medan perang---
Bijudama raksasa dari juubi tlah menghancurkan
sebagian dinding-dinding tanah yg menghalanginya.
Bee-Hachibi pun turut membantu dengan
menembakan 2 bijudama ukuran sedang untuk
sebisa mungkin membelokan bijudama raksasa dari
juubi.
Namun upaya tersebut seolah tak ada artinya.
Bijudama raksasa dari juubi terlalu kuat, terus
menerjang, menghancurkan dinding-dinding tanah yg
menghalanginya. Walaupun para shinobi terus-
menerus menciptakan dinding-dinding tanah yg baru,
tetap saja bijudama raksasa dari juubi tak dapat di
hentikan sedikitpun.
"Ini lebih kuat dari yg ku kira." batin Kitsuchi
Hingga akirnya bijudama raksasa dari juubi tlah
berhasil menerobos dinding terakir. Namun dengan
sigap, Bee-Hachibi yg menjadikan tubuhnya sendiri
sebagai penghalangnya.
---kembali ke dimensi kamui---
"Kau terlalu banyak bicara. Hanya dengan
menyingkirkan kenyataan dan perasaan terhadap
temanmu baru kau bisa mendapatkan kebahagiaan yg
sesungguhnya." ucap Obito
"Dalam dunia shinobi, orang yg melanggar aturan
disebut sampah. Tapi, orang yg mengabaikan
temannya lebih rendah dari sampah. Dan orang yg tak
menghargai perasaan temannya, lebih buruk lagi dari
itu." ucap Kakashi
---kembali ke medan perang---
swwiiiissh
Secara mengejutkan, bijudama raksasa yg tadinya di
tahan tubuh Bee-Hachibi tiba-tiba lenyap.
"Menghilang??" ucap seorang shinobi tak percaya
---kembali ke dimensi kamui---
"Aku tidak pernah melupakan perasaanmu. Meskipun
kau berusaha untuk menyangkalnya." ucap Kakashi yg
telah bersiap dengan raikirinya
---kembali ke medan perang---
ssleepp
Sebuah kunai kusus menancap di tanah di hadapan
Naruto
wuuuusshhh
Dari kunai tersebut, munculah seseorang yg sudah
tak asing lagi. Yondaime hokage, Namikaze Minato
"Apakah aku terlambat?" tanya minato
"Tidak, kau tepat waktu, ayah." ucap Naruto dengan
senyumnya
Akhirnya yg di tunggu-tunggu datang juga
____________________________
Bersambung ke Naruto chapter 631 rabu depan


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.