peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


miss iyeth
asmarabuana.peperonity.net

Nikmat slingkuH

DENGAN
ISTRI SAHABAT

===== || =====
¤|¤
Kisah ini ku tulis berdasarkan pengalamanku semata, yg mulai mengenal arti sex atau bersetubuh dngn lawan jenisku. Jadi apabila ada kesamaan nama, inisial atau tempat. Aku mohon maaf, ini dikarnakan kebetulan adanya. Tanpa ada niat untuk kesengajaan atau unsur lain dalam hal ini.

***** V *****

Kisah ini terjadi ketika aku mulai jarang pulang atau menginap dirumah Hendri atau tante Rita. Aku lebih senang dijalanan dan berkumpul dngn teman temanku. Aku juga mulai menyukai minuman keras berakohol sperti vodka, whisky ataupun sejenisna. Aku juga tidur dimana saja, dirumah teman atau dipinggir jalan. Apa bila sudah mabuk berat dan tampu lagi menguasai nalar fikiran dan tubuhku. Aku juga memiliki sahabat akrab, selain syetan dalam hal ini. Yang bernama Asrul atau si As. Usianya jauh lebih tua dari aku, usianya sekitar 30 tahunan. Dia seorang pemabuk brat, mungkin baginya tiada hari tanpa alkohol dan mabuk. Dia seorang pengusaha konveksi gartmens, yg bisa dikatakan cukup maju.
Asrul telah berkeluarga, ia memiliki seorang istri dan satu anak balita berusia 4 tahunan yg bernama Weny. Istrinya yg berusia 28 thn bernama Iyet. Bentuk badannya atau tubuhnya cukup bagus meskipun wajahnya tidak begitu cantik. Akan tetapi dia sangat manis tak mmbosankan untuk dilihat serta dipandangi mata, tnggi 167cm, bb 55kg. Yg mmbuat aku sangat tertarik adalah toketnya yg besar kecoklatan, mungkin berukuran 38 b. Kulitnya kuning langsat, kencang dan mulus . Bokongnya juga sexy, besar padat dan berisi. Mmbuat aku suka mncuri curi pandang jika mlihatnya ataupun bertemu dngnnya.
Selain itu Asrul juga telah memiliki wanita simpanan lain, yg bernama Vivi. Bahkan Iyetpun telah mngetahui dan mengenal wanita yg telah mengganggu rumah tangganya. Namun Iyet tak mampu berbuat apa apa. Ia lebih mementingkan bahtera rumah tangganya serta masa depan anaknya. Meskipun Iyet kecewa dan menyimpan kesedihan dihatinya. Hingga membuat Iyet menyimpan dendam dan berfikir, karna dia jg brfikir, jika suaminya bisa selingkuh, kenapa ia tidak!?. Aku dapat mlihat dan merasakan lewat tatapan matanya yg nakal jika dia berbicara kapadaku. Yang seakan akan menyimpan sesuatu, yang akan diungkapkannya kepadaku.
Prasangkaku selama ini tentang Iyet, akhirnya dapat terbukti. Ketika suatu malam aku membawa Asrul pulang dalam keadaan mabuk berat dan tak mampu membawa dirinya. Iyet datang mnyambut kami dngn mengenakan daster tipis tembus pandang. Sehingga terlihat jelas oleh kedua mataku, toketnya yg besar berglayutan tanpa bra. Demikian juga dngn pinggul dan bokong yg terbalut Celana dalam. " Sudah ditaruh aja dikamar biar tidur Fad!! " printah Iyet seraya merapikan rambutnya yg acak acakan. Akupun memapah Asrul masuk kekamarnya serta merebahkan tubuhnya diranjang. Sementara Weny nampak tertidur pulas diatas ranjang, sampai ia tak terbangun. Ketika aku mnyelimuti tubuhnya. Dengan sehelai selimut yg ada disisinya.
Akupun keluar kamar dan mendapati Iyet tengah asyik menyaksikan acara televisi. " Habis minum dimana sich kalian!? " tegur Iyet kepadaku. " Di warung bang Hasan jawabku singkat. " Udah kamu tidur disini aja, ga usah kluar lagi..!? " ujar Iyet menahan niatku untuk pamit. Kmudian dia bangkit berdiri mmbuat kedua toketnya bergoyang goyang dibalik daster tipisnya. Mmbuat kedua mataku enggan untuk berpaling dan dadaku brdebar debar tak beraturan dialiri hawa nafsu yg ada.
" Duduk, biar aku buatin teh hangat ya!? " pinta Iyet sambil melangkah menuju dapur. Akupun duduk menuruti printahnya dngn hati brdebar debar tak karuan. Membayangkan setiap lekuk tubuh Iyet, teruta pada kedua toketnya. Sehingga secara perlahan kontolku mulai berdiri tegak. Tak berapa lama Iyet telah kembali dngn membawa secangkir teh hangat ditangannya. Lalu dia duduk disampingku sambil meletakan cangkir teh diatas meja. Iyet menatapku dngn menghela nafas panjang, membuat kedua toketnya membusung besar. " Kamu mau menolong aku ga Fad? " tanyanya lembut sambil kedua matanya terus menatapku, penuh haraf. " Tolong apa Yet!? " aku balik bertanya. Tiba tiba Iyet merapatkan tubuhnya dngn tubuhku, membuat tubuhku terasa dialiri hawa panas yg tak menentu. " Aku lagi kepengen banget ne " bisiknya perlahan ditelingaku. Membuat batang kontolku semakin tegak kaku. " Mau aja... " jawabku tak berpikir lagi. Tak kuasa menahan nafsuku. Membuat Iyet tersenyum lalu mendekap tubuhku dalam pelukannya. Aku segera membalas dngn menciumi pipinya dan melumat bibirnya. Yang mulutnya telah menganga serta mendesah. Iyet pun membalas lumatanku dngn agresif. Lidahnya brputar lincah didalam mulutku seakan akan tak ingin membiarkan lidahku menjelajahi mulutnya. Sehingga suara nafas kami terdengar menderu deru tak braturan iramanya.
Jari jarikupun perlahan lahan meremas remas toket besar tanpa bra dibalik dasternya. " Uugghhh.., aachh " desahnya tak kala jari jemariku memainkan putingnya. Sementara jari jari Iyetpun smakin nakal mmpermainkan kontolku. Membuat tubuhku bergetar dialiri rasa panas yg kian membara. Akhirnya kami berdua melorot kekarpet tebal yg menghampar dilantai. " Matiin dulu lampu sama Tvnya " bisik Iyet ditlingaQ. Akupun branjak bangkit mematikan lampu dan Tv. Sedangkan Iyet telah membuka daster dan clana dalamnya yg membungkus tubuh sexynya. Shingga kini dia telah bugil dalam gelap.
Aku pun turut melucuti semua pakaian yg membalut tubuhku. Lalu menghampiri Iyet yg telah terlentang bugil diatas karpet menantiku. Lalu merebahkan tubuhku merapat dngn tubuhnya. Kembali jariku mremas remas kedua toketnya yg kini telah polos tanpa penghalang. " Aaagssssttt.. " desis Iyet mngglenjangkan tubuhya, ketika jari jariku memutar mutar puting toketnya. Smentara jarinya merayap keselangkanganku meraih kontolku. Bgitu brhasil diapun mremas remasnya juga penuh dngn nafsu. Membuat kontolku seakan akan mau patah. Sehingga nafsuku kian terangsang hebat.
" Isep Fad.., diisep toketQ Fad..., jilattinn pentiilnyaaa..., jilaattt dong, achh " pinta Iyet. Aqpun mlumat puting toketnya yg brwarna coklat tua dan mulai mngeras. " Achhh, trrruuusssz, trusss..., aaaaahhh.., trusss jillaatttt.., enakkkhh " racau Iyet tak jlz sambil jari jemarinya trus mremasi kontoQ yg smakin tegak brdiri. TanganQpun mluncur kslangkangannya hingga mnyntuh bulu bulu hlsnya yg trasa lebat. Kmudian jariQ masuk mnrobos lobang ditengah bulu bulunya itu. " Mmmmhh,.., ughh.., yaaaa, enaaak..., trruuusst " gumamnya tak kala jariQ masuk kedlm lobang memeknya. Jari tlunjukQ smakin dlm mnjelajahi serta mnusuk lobang memek Iyet yg lembab dan basah. Bahkan aQ jg mmasukan tiga jariQ skaligun kedlm lobang trsebut. Hingga mmbuat Iyet mnggelepar dan mringis mnahan sodok2kan tiga jariQ.
" Ennggg,.., udah Fad.., udahh.., achhhh " rengek Iyet sraya mmegangi tngnQ. Aqpun mngluarkan jari jariQ dari dlm lobang memek yg tlah smakin becek. Lalu kembali mremas remas toketnya.
Tak berapa lama aku pun mulai mnindihi tubuh Iyet yg telah mngangkangkan kedua pahanya sehingga lobang memeknya menganga lebar. " Heeggghh... " suara Iyet seperti tersedak ketika kontolku masuk menghujam lobang memeknya. Bokongku secara perlahan mulai turun naik, mundur maju.
" Aagghhh..., yaaahhh.., och, oochhh.., yeessszs..., aaaaa..., enaak.., ochhh " desah Iyet sraya mmegangi pinggulQ, mmbantu bokongQ turun naik diatas slangkangannya. " Iyyaaaaa..., truusss...., aaaach.., ooochhh..., yaaa, oughhh.., trruusss " rintih Iyet sraya mmutar mutar bokongnya mngimbangi grakan turun naik bokongQ. Shingga kontolQ trasa diremas, digiling didlm lobang memeknya. Mmbuat ngilu sluruh prsendian tulang tulangQ. " Uuubhhh...., ooohhhh.., ennnaaakk.., oochhhh.., yesss.., tusuuuk yang dalammm.., iyyaaaachh..., aaacshhhh " Iyet bergumam seperti kerasukan syetan. Syetan kenikmatan. " Iyyaaaa.., Faaddd..., teerrussss..., yeesss.., ooochhh...., puassinn aku Faddd.., teerrussss..., iiiyyaaa...., oochhh " desah suara Iyet semakin tak karuan.
" Aaaauuuwwww..., truuuss..., yaaangg..., iyyyaaaa.., teerrruusss.., ooohhh..., aaach " Iyet terus meracau tak karuan. " Aaachhh..., oochh.., trussss..., aku dah mau keluar ne.., aaach " rengek Iyet seraya jari jemarinya meremas remas pinggulku. Akupun mempercepat grakan mundur majuku, laksana ingin merobek lobang memeknya. Dengan tusukan tusukan kontolku yg semakin cepat dan kencang saat menghujamnya. Membuat Iyet menggelepar dngn kedua bola matanya merem melek menahan nikmat.
Tak lama kemudian Iyet menjerit panjang. " Aaaaaaa...., aku dah keluuaarrrrr.... Faddd,..,aachhhhh " jerit Iyet sambil mengejangkan tubuhnya menahan gerakanku. Akhirnya aku pun tak mampu bertahan lagi. " Yeeet.., aaaaaaach...., " erangku sambil menjatuhkan tubuhku merapat menindih tubuh Iyet, yg langsung memelukku erat erat. Kami pun tenggelam dalam kesunyian malam dngn perasaan masing masing. Saling berpandangan, tersenyum penuh kepuasan. " Enak ya Fad!? " bisik Iyet sambil jarinya mmainkan kpala kontolku yg telah terkulai lemas tak berdaya juga. Aku tak menjawab, hanya mncolek ujung hidungnya dngn lembut. Menjelang jam 5.00 pagi aku branjak pamit setelah merapikan pakaianku. " Kalo ada waktu kita main lagi ya Fad!? " ujar Iyet. " Aku masih pengen!! " sambungnya pnuh haraf seraya jari tangannya mremas lembut kontolku yg mulai tenang dibalik clanaku. Dngn lembut ku cium bibir Iyet serta meremas toketnya yg besar aku pun pamit dngn Iyet. Berlalu dari hadapannya dngn kepuasan tersendiri tanpa merasa brdosa terhadap Asrul yg tengah dibuai mimpi dan alkohol. Yang tak tahu apa yg telah terjadi antara aku dan istrinya.
= @ =
february 2001
coppyright
Pemuja hawa@2010


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.