peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


rita ku - Woman Asian
asmarabuana.peperonity.net

Budak NafsU

TANTE RITA

***** || *****
¤
Sa'at ini aku masih tinggal dirumah Hendri, sperti yg telah aku kisahkan terdahulu. Aku dan tante Rita slalu melakukan hubungan badan atau sex disetiap ada ksempatan. Disamping itu tante Rita memang selalu mencari cari ksempatan untuk hal ini. Sperti salah satu kisah ini.
==== @ ====

Dikarnakan badanku trasa hangat dan kepalaku sdikit pening akibat flu, maka aku mmutuskan tidak skolah dan istrahat dirumah. Selain itu tante Rita juga mnyarankan agar aku tak masuk sekolah. Aku hanya mnitipkan surat izin buat wali kelasku kepada Hendri.
Setelah Hendri dan Nita pamit lalu pergi brangkat kesekolah, aku berniat istrahat di sofa sambil melihat acara tv diruang tamu. Tentu setelah usai sarapan pagi dan minum obat flu warung.
Tante Rita datang menghampiriku dngn membawa scangkir teh hangat untukku dan roti isi coklat. " Gimana dah baikan belum!? " sapanya seraya meletakan cangkir teh dan roti yg dibawanya. Dengan posisi merunduk dihadapanku shingga nampak kedua buah dadanya yg brgelayutan tanpa bra dibalik dasternya yg tipis. Kmudian dia duduk disisiku sambil memegang dahiku. " Ach, ga terlalu panas ko.., cma flu biasa ja ne!? " ujarnya sambil menurunkan telapak tangannya dari dahiku. " Nanti juga sembuh, kalo dah ngisep tetekku " ujar tante Rita menggoda sambil menempelkan buah dadanya dipipiku. Kmudian dia mlangkah masuk kedalam kamarnya dngn sngaja menggoyang goyangkan pinggul dan bokongnya yg besar. Seakan akan memang sngaja, brniat menggoda agar aku trangsang dngn gayanya.
Tak lama tante Rita datang lagi dngn membawa sbutir pil sbesar pi KB brwarna biru dan mmbrikannya kpadaku. " Nih diminum biar enakan badanmu!! " ujarnya. " Obat apa ne tan, kaya pil KB ja!? " tanyaku sdikit brgurau. " Udah diminum aja, jangan bawel dech!! " jawab tante Rita sdikit kesal. Lalu duduk disisiku lagi. " Tapi tadi aku sudah minum obat tan? " jelasku. " Ga papa ko!! " jawabnya lagi. Akupun meminum pil itu dngn teh hangat yg telah trsedia lebih dulu. Smentara tante Rita mmperhatikanku dngn seksama lalu tersenyum manja stelah mlihat aku meminum obat yg diberikannya. Nampaknya ada sesuatu dngn obat yg aku mimum. " Jangan jangan sitante ngasi aku obat kuat ne? " dugaku curiga tapi hanya dalam hati. Aku takut nanti mnyinggung prasaannya.
Lagipula aku fikir, jika itu memang viagra atau obat kuat. Ga masalah ko, paling paling ujungnya tante Rita minta dicumbu dan disetubuhi. Aku ga bakal menolaknya. Bercinta dan bersetubuh dngnnya enak dan memuaskan bagiku. Apa lagi jikam aku mampu mmbuatnya puas, aku juga turut puas dan senang.
Awalnya biasa saja setelah minum pil itu, akan tetapi setelah lima menit kmudian. Aku mrasakan rasa hangat yg menjalari seluruh tubuhku dan anehnya kontolku mulai brdiri prlahan lahan tapi pasti. Belum hliang rasa heranku, tante Rita merapatkan duduknya denganku. Hingga tercium aroma parfum yg sangat harum dan mmbangkitkan gairah libidoku " Gimana, enakan kan?? " tanyana pelan ditelingaku. " Istrahatnya dikamar aja yuwk..? " ajaknya pelan mengandung arti. Aku sperti kerbau ditusuk hidungnya, mnuruti saja apa ajakannya. Kami berduapun mlangkah menuju kamar. Aku mengikuti dibelakang sambil memegangi bokongnya yg besar dan padat berisi. Dengan perasaan tak sabar ingin secepatnya menggumuli tubuh sexy tante Rita. Disertai hasrat dorongan birahi yg menggebu gebu.
Sesampainya dikamar aku langsung memeluk tubuh tante Rita dan memepetnya hingga merapat kedinding kamar dngn posisi berdiri. Tante Ritapun mmbalasnya dngn mendekap tubuhku erat erat. Kuciumi seluruh lehernya, membuat tubuhnya menggeliat kegelian. Tangankupun merayap meremasi buah dada dibalik daster tipisnya. Sdangkan tangan tante Rita juga meremas remas kontol dislangkanganku. " Aaachhsssrs... " tante Rita mendesis sambil mndongakan kpalanya. Membiarkan menciumi dan menjilati lehernya. Membuat nafsu birahiku kian menggebu. Stelah puas mencumbunya dngn posisi berdiri. Aku membopong tubuh tante Rita dan langsung mrebahkannya diatas ranjang kmudian menggumulinya lagi, dngn penuh nafsu. Kulumat bibirrnya yg tipis dan basah dngn rakus dan tante Ritapun membalas lumatanku dngn rakus pula. Membuat aku smakin liar mmainkan lidahku didalam mulutnya, smentra tante Ritapun mmbalas stiap grakan lidahQ dngn lidahku, seakan akan lidah kami saling brkaitan dan saling dorong dngn air liur yg mnyatu diiringi suara nafas yg ta karuan. Akhirna dngn lembut tante Rita mmintaQ tuk mnyudahi prmainan lidah kami. Kmudian dia bangkit brdiri dan mlepaskan sluruh pakaianna hingga hanya mengenakan CD saja. Tampak buah dadanya yg bulat dan berisi mmbusung besar di dadanya. Kmudian dia mnhampiriku yg tengah terlentang seraya menatapnya. Dengan senyum manja nan merangsang tante Rita mendekat lalu menciumi dadaku.
Tante Rita mlorot turun kearah slangkanganku, dngn sigap dilucuti smua clanaku, hingga kontolku yg memang sudah brdiri tegang menjadi trbebas dari sarangnya dan smakin besar. " Gede banget barangmu Fad " ujarnya pelan sraya mngelus ngelus batang kontolku dngn lembut. Memang ukuran kontolku cukup lumayan kalau sudah brdiri, panjang 14cm dngn bulat 9cm. Setelah puas memainkan dan meremas remas kontolku Kmudian dimasukannya kontolku kedalam mulutnya. Mula mula kontolku dibuat kluar masuk oleh mulutnya, trkedang diemut emut bagian kpalanya. Bahkan hampir sluruh batang kontolku masuk kedalam mulutnya. Membuat tubuhku trasa hangat dibuatnya. Puas dngn batang kontolku tante Rita juga menjilati biji pelerku. Shingga mmbuat tubuhku terasa hangat. Terasa geli tapi nikmat olehku, mmbuat kedua mataku trpejam menikmati stiap sedotan dan jilatan jilatan mulutnya. " Achh.., eunaaaak tan " ucapku. Tante Ritapun smakin rakus melahap sluruh bagian kontolku, trmasuk menjilati kedua bijinya. Aku hanya mampu menatapnya sambil tanganku mmbelai rambutnya yg hitam panjang dan terawat dngn baik.
Aku tak mau hanya mnjadi mainan tante Rita saja. Akupun sgera mrubah posisi dan mminta tante Rita naik diatas tubuh dngn kpalanya tetap diatas slangkanganku mngarah pada kontolku. Sedangkan kpalaku brada tepat dibawah slangkangannya, brusaha menatap yg ada didalam CDnya. Kutarik CD yg mnutupi slangkangannya hingga nampak memeknya dngn bulu bulu halus diskitarnya. Aqpun ta mndiamkan memek itu, sgera Q jilati bagian bibirnya, kmudian terus masuk kebagian dalamnya yg brwarna kmerah merahan. " Achhhh.., trussrs " desis tante Rita, mnikmati setiap jilatan jilatan lidahku dimemeknya. Mungkin ini yg dibilang orng gaya 69.
" Aghhhhhs., trusss, Fad, enaak..., aaauphhh..., oohhhh " desah tante Rita lagi sraya mngangkat bokongnya, saat lidahku menjilati itilnya yg mnonjol kluar dari bibir memeknya. Aq bukan hny mnjilatinya, tapi aku sedot itil itu sperti aku mnyedot siput dari cangkangnya. Hal trsebut mmbuat tante Rita mnggetarkan tubuhnya seraya mnjerit kecil " Auuwwgh Faaad... "
Tak lama kmudian tante Rita memintaku brhenti mnjilati itilnya. Dia bangkit dan mrubah posisinya, kini dia brjongkok tepat diatas slangkanganku. Dngn tangannya diarahkannya kontolku menuju kelobang memeknya. " Aaacggghhhh " jeritnya ketika kontolku amblas masuk mnerobos lobang memeknya. Yang telah becek dan lembab. Tante Rita pun mulai turun naik diatas tubuhku
Akupun tak mau diam saja, segera kuraih buah dadanya yg brgerak mengikuti gerakan tubuh tante Rita yg bergoyang goyang. Kuremas dan mainkan putingnya yg telah mngencang keras. Membuat tante Rita smakin bernafsu dngn erangan serta rintihan yg keluar dari mulutnya. " Auuwwhhh.., ooohhh.., aaaahhh.., yaaaaa..., ooowhhhh..., iyyaaa.., aaachhh " suara tante Rita setengah merintih, diiringi nafasnya yg mendengus. Tante Ritapun smakin mmpercepat gerakannya. " Ach, agh, aaachh..., oowwhhh .., aachhhhh " rintihnya.
" Aaaaaaaaa, oh Faddd..., aaaaaaaa " jerit tante Rita sraya mrapatkan tubuhnya dan mmelukku erat erat, dikarnakan dia telah mencapai puncaknya. Hingga trasa ada cairan hangat mmbasahi kontolku. Dngn prlahan tante Rita mnggulingkan tubuhnya disebelah tubuhku. " Kamu belum kluar Fad? " tanyanya lembut sambil mngusap usap dadaku dan trsenyum puas.
Aku tak membalas prtanyaannya, aku bangkit dan meraih sebuah bantal, ku letakan bantal trsebut dibawah bokong tante Rita. Aku pun sgera mngarahkan batang kontolku ke arah memeknya yg telah trbuka lebar. " Heghh... " suara tante Rita sraya mrapatkan mulutnya saat kontolku amblas kedalam lobang memeknya. Aku terdiam sesaat membiarkan batang kontolku trtanam didalam memeknya. Trasa hangat dan denyutan denyutan memek tante Rita pada kontolku. Kontolku serasa dihisap dan diemut oleh memeknya. " Aaahhhh... " desahku menikmati stiap denyutan pada kontolku. Smentara tante Rita hanya trsenyum manis sambil mngusap usap bokongku dngn telapak tangannya.
Beberapa saat kmudian bokongku pun mulai turun naik diatas slangkangan tante Rita. " Aaaaa.., trusss Fadd " desah tante Rinta sraya mmutar mutar bokongnya. Mngikuti irama turun naiknya bokongku. " Aaowww, enak Fad " . " Aach, aaaaa, ya Fad trusss, aaaaaaaaaa " erang tante Rita sambil tangannya meremas remas bahuku. " Yeaaaa..., ooo Tuhan.., yaaa, aaaa ". " Ach, aaaaww, Fad trusss.., aQ mo kluar lagi ne " erang tante Rita. " Iya tan, aQ juga mau muncrat ne.... " . " Tanteeeee, aaaaaaa " aku pun tak sanggup lagi mnahan cairan kontolku muncrat. Iya Faaadd, ughh, aaaaawww " tante Ritapun mnjerit sraya mngangkat tinggi tinggi bokongnya menahan tekanan bokongku.
Akhirnya kami brpelukan dngn peluh mmbasahi tubuh kami masing masing. Penuh dngn kenikmatan dan kepuasan trsendiri. Tak lama aku brguling lemas disebelah tubuh tante Rita. Sdangkan tante Rita langsung mrangkak kearah slangkanganku dan meraih kontolku yg telah lemas dan lembek. Kemudian dia menjilati seluruh bagian kontolku yg basah dngn air mani. Mulai dari batok kepalanya, batang terus pada kedua bijinya. Aku hanya trdiam sraya memejamkan mataku, menikmati jilatan demi jilatan lidah tante Rita. Akhirnya tante Rita merebahkan tubuhnya disisiku.
" Kamu jangan maen sama orang laen lagi ya Fad!? " bisik tante Rita sambil jari jari tangannya mempermainkan kontolku yg telah mengecil dan semakin melemas. Aku hanya trsenyum dan menganggukan kpala tanpa bicara.
Tak lama kami berdua pun berkemas dan merapikan diri masing masing, karena hari sudah smakin siang. Aku beranjak keluar kamar meninggalkan tante Rita yg tengah merapikan dirinya didepan meja riasnya. Setelah sebelumnya aku lumat bibirnya dan kecup kecil pada keningnya.

= @ =
fadhill 2000 rita selvianti
~~~~ ¤ ~~~~
coppyright
pemuja hawa@2010
=== * ===
sorgamataproducions
sexs story


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.