peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


tita - Woman Asian Boobs
asmarabuana.peperonity.net

TitA

TERNYATA LESBIAN

===== ¤ =====
|
Namanya : Restita Budiarsih
Nama panggilan : Tita, usianya 20 thn, tinggi 165cm, berat 45kg, bra 32b, kulit putih bersih, rambut hitam melebihi bahu, pinggul 26, hobby ngemil dan baca buku. Tubuhnya sangat bagus dan sexy, karena selain Tita suka berolah raga joging. Tita juga pemegang sabuk coklat seni bela diri Karate diBandung.
Tita merupakan adik sepupu tante Ivone dan juga tante Rita, Tita datang bersama teh Nungky dan Rian. Dan tentunya dengan tante Ivone juga. Maksut dan tujuan Tita datang keJakarta, ia ingin kulliah disalah satu universitas swasta. Setelah gagal mengikuti tes masuk universitas negri diBandung.
¤

Sama halnya aku memanggil Nungky dngn sebutan teteh. Karena Tita dan Nungky berasal dari Bandung yg identik dngn suku Sunda. Disamping usia Tita tua dari usiaku. Awalnya hubungan aku dan teh Tita biasa biasa saja, kami berdua biasa saling bertutur sapa, bergurau atau saling membantu satu sama lainnya. Tetapi semuanya berubah seratus drajat, teh Tita tak lagi seramah dahulu lagi. Dia tak mau bicara dan bersendau gurau lagi, bahkan teh Tita selalu berusaha menghindar jika bertemu atau berpapasan dngnku. Apalagi jika ia melihat aku tengah berduaan dngn teh Nungky atau tante Ivone, terlihat ada kesan rasa cemburu diraut wajahnya. Perubahan sikap teh Tita terhadapku disebabkan oleh sebuah masalah antara aku dan dia. Masalah akibat kesalahan yg aku lakukan terhadapnya. Namun aku telah meminta maaf kepadanya dan ia pun telah memaafkannya serta melupakan masalah tersebut.
Masalah itu bermula, ketika aku tanpa sengaja tengah memergoki teh Tita sedang melakukan manstrubasi dikamarnya. Saat itu aku tengah berlalu didepan kamar teh Tita. Aku melihat pintu kamarnya tak tertutup dngn rapat, dngn niat untuk merapatkan dan menutup pintu itu agar terkunci. Aku sengaja melongok, melihat lihat situasi didalamnya. Tiba tiba tatapan kedua mataku terhenti pada ranjang tidur teh Tita. Dimana teh Tita tengah duduk ditepi ranjang menghadap sebuah cermin rias dngn posisi tubuhnya membelakangiku. Nampak bayangan tubuh teh Tita pada cermin dihadapannya dngn jelas dalam keadaan bugil. Ku lihat telapak tangan teh Tita tengah mengusap ngusap toketnya dngn kedua belah matanya terpejam. Nampaknya teh Tita sangat menikmati setiap usapan telapak tangannya. Kemudian tampak jari jari mungilnya mulai meremas remas toketnya yg bulat dan berisi, lalu menjalar pada putingnya yg berwarna kecoklat coklatan. Sebenarnya aku tak mampu untuk melihatnya, kedua lututku terasa sangat lemas dan kontolku pun telah tegak berdiri. Meskipun hanya terlihat lewat cermin, namun semuanya nampak sangatlah jelas. Tubuhnya nampak sangat mulus tanpa cela.
Tak lama kemudian teh Tita berdiri mengangkang dngn satu kaki, sedangkan kaki yg satunya naik pada tepi ranjang. Kemudian terlihat telapak tangannya mulai meraba raba bulu jembutnya yg tak begitu lebat. Diiringi dngn rintihan dan desahan suaranya yg terdengar sangat lirih. Aku tak mampu lagi tuk melihatnya, fikiranku berkecamuk antara nafsu dan keraguan. Nafsu karena aku ikut larut dan telah terangsang hebat. Keraguan, aku sebenarnya ingin sekali menghampiri teh Tita dan bercengkrama berdua. Mengusap dan meremas remas toketnya yg bukat mengkal dngn jari jariku bukan dngn jari tangannya sendiri. Demikian juga apa bila memeknya ingin digauli, aku mampu menggaulinya dngn kontolku. Tak perlu dia harus menggunakan jari tangannya sendiri untuk menyolok nyolok lobang memeknya. Namun aku tak memiliki keberanian untuk itu. Akhirnya aku putuskan untuk berlalu dan meninggalkan teh Tita. Yang tengah asyik melakukan manstrubasi tanpa mengetahui kalau aku tengah memperhatikanya. Namun hal yg sebenarnya membuat dia berubah sifat terhadapku adalah saat ia memergokiku yg tengah menggauli teman sekaligus pacarnya.
¤
Sejak saat itu, bayangan tubuh teh Tita yg mulus serta kedua toketnya yg bulat selalu membayangi fikiranku. Bahkan saat aku mencumbu teh Nungky atau tante Ivone, wajah teh Tita selalu hadir menggantikan wajah teh Nungky atau tante Ivone. Membuat aku menjadi penasaran terhadapnya, untuk mencumbu dan menidurinya. Akan tetapi rasa penasaran untuk itu sirna, berubah menjadi perasaan ingin tahu. Setelah aku mendengar cerita teh Nungky kalau teh Tita adalah seorang lesbi. Saat itu aku sedang duduk santai bersama teh Nungky sambil mengasuh Rian. Aku menceritakan semua yg aku lihat tentang teh Tita dngn lengkap. Teh Nungky hanya tersenyum mendengar ceritaku.
"Kamu suka ga ma dia?" tanya teh Nungky dngn senyum menggoda. "Ach, kamu ne!?" jawabnyaku sambil mencolek ujung dagunya. Membuat teh Nungky berusaha memalingkan wajahnya untuk menghindar, meskipun sudah terlambat. "Aku yakin Fad, kamu tuch ga bakal bisa nundukkin dia!?" ujar teh Nungky dngn raut wajah serius. Membuat aku terkejut, tak percaya terhadap ucapannya. "Masa si teh!?" ucapku. "Ya udah kalo kamu ga percaya!" jawab teh Nungky dngn nada sedikit kesal. Membuat aku semakin penasaran dan masih diliputi rasa tak percaya. "Kamu tau ga, teteku ne pernah digerayangin..., untung aku keburu bangun!?" jelas teh Nungky ingin menyakinkan aku. "Tadinya aku fikir kamu...., ech, begitu aku bangun ternyata dia ngajakin aku maen!!" paparnya lagi. Membuat hatiku sedikit emosi terhadap perbuatan teh Tita kepada teh Nungky.
Namun hatiku masih sangat penasaran atas kebenaran ucapan teh Nungky tentang teh Tita. Maka aku segera mencari cara untuk membuktikan kebenaran itu. Aku memakai cara Erin sahabatku waktu aku dan dia mengintip tante Frisca dan om Danu sedang bersetubuh. Yang akhirnya membuat aku dan Erin melakukan oral sex. Aku membuat celah pada enternit langit langit kamar teh Tita dan juga kamar mandi. Yang berhubungan langsung dngn kamarku. Tentunya tanpa sepengetahuan teh Nungky atau tante Ivone.
Akhirnya usahaku membuahkan hasil. Siang itu aku tengah sendirian berada dirumah. Kebetulan Rian sedang ikut teh Nungky kerumah tantenya teh Nungky didaerah Halim Jaktim. Sementara tante Ivone belum pulang dari kantornya. Teh Tita pulang bersama seorang gadis mungil yg ternyata teman satu kampusnya. Teh Tita mengenakan kaos oblong putih dan celana Lev'is biru, sedangkan temannya mengenakan kaos oblong biru dan juga memakai celana Lev'is biru. Wajah gadis itu sangat imut, rambutnya ikal sebahu, tingginya sekitar 160cm, kulitnya hitam manis. Sikapnya cukup ramah dan sangat murah tersenyum, seakan ia ingin memamerkan barisan giginya yg putih dan bersih. "Fad, knalin ne temanku satu kampus!!" ucap teh Tita memperkenalkan temannya kepadaku. "Yenni....!!" kata gadis itu dngn tersenyum manis sambil menyodorkan tangan kanannya kepadaku. "Fadil....!!" aku membalasnya serta menggenggam telapak tangannya yg mungil dan berjari jari lentik.
"Teh Nungky dan Rian kemana Fad!?" tanya teh Tita kepadaku. "Tadi katanya mau keHalim, mau kerumah tantenya teh Nungky!!" jawabku. "Ya udah aku ma Yeni kekamar dulu dech!!" ujar teh Tita pelan. "Ayo Yen....!" ajak teh Tita pada temannya. Kemudian mereka berdua berlalu menuju kekamarya teh Tita. "Aku mau kedepan teh!!" ucapku berbohong sambil menatapi langkah mereka b.erdua. Karena pada dasarnya saat inilah yg aku nanti nantikan. Maka aku segera melangkah menuju kamarku. Sesampainya didalam kamar aku segera naik keataas langit langit kamar dngn menggunakan steger yg telah aku persiapkan sebelumnya. Tak lupa juga ku bawa camera mini yg aku pinjam dari Erin, untuk mengabadikan kejadian nanti. Dengan perlahan lahan aku merangkak diatas menuju kearah atas kamar teh Tita yg kebetulan letaknya tak jauh dari kamarku, hanya terpisahkan oleh kamar teh Nungky. Karena masih siang hari, maka aku dngn mudah dapat mencapai tempat sasaran. Akhirnya aku sudah berada diatas kamar teh Tita. Dengan perlahan ku buka celah yg telah aku buat sebelumnya, diantara enternite langit langit kamar teh Tita. Yang juga telah aku paskan posisi pandangannya dngn keadaan ruang kamar dibawahnya.
Kedua bola mataku memandang dan menyapu semua isi ruang kamar teh Tita. Akhirnya kedua mataku terhenti pada sebuah ranjang tidur teh Tita. Dimana nampak teh Tita dan Yeni tengah tiduran sambil membaca sebuah majalah atau tabloid terbitan ibu kota. Teh Tita dan Yeni duduk berdempetan bersandar pada sandaran ranjang, keduanya tampak akrab dan mesra sekali. Kini mereka berdua tak lagi mengenakan celana panjang Lev'is dan kaos yg mereka pakai tadi, mereka telah menyalin pakaiannya. Teh Tita mengenakan tanktop berwarna kuning dan celana pendek sport berwarna biru dngn strip merah, sedangkan Yeni hanya mengenakan kaos dalam pria atau singleth berwarna putih dan celana pendek strets hitam.
Cukup lama kedua mataku memandangi mereka berdua, bahkan telah menghabiskan dua batang rokok yg ku hisap. Sampai akhirnya ku lihat telapak tangan kanan teh Tita mulai meraba raba bagian dada Yeni, begitu juga dngn tangan Yeni, telapak tangan kirinya meraba raba toket didada teh Tita. Dengan sigap ku abadikan kejadian itu dngn camera mini yg ku bawa. Tak lama kemudian nampak teh Tita mulai menciumi wajah Yeni. Sedangkan jari jari tangan Yeni meremas remas toket teh Tita, membuat teh Tita semakin bernafsu menciumi serta menjilati wajah Yeni. "Aaaaahhhh.... Ta...." desah Yeni terdengar samar dan lemah saat ujung lidah teh Tita menjilati lehernya, sambil menggeliatkan tubuhnya yg mungil. Ujung lidah teh Tita terus menjilati leher, dagu, sampai akhirnya berhenti pada bibir mungil Yeni.
Kemudian kedua bibir merekapun saling berpagutan dngn posisi wajah teh Tita berada diatas wajah Yeni. Nampak teh Tita begiu bernafsu sekali menciumi bibir Yeni, sehingga membuat tubuh Yeni menggeliat geliat seperti cacing kepanasan. Sementara kedua telapak tangannya terlihat meremasi bokong teh Tita. Terkadang mereka berguling berganti posisi, kadangkala teh Tita yg berada diatas, terkadang sebaliknya Yeni yg berada diatas dan teh Tita berada dibawah. Semuanya tak luput dari bidikan cameraku, terutama pada raut wajah teh Tita ataupun Reni yg penuh dngn berbagai model. Dari meringis dngn kedua mata terpejam merasakan kenikmatan hingga kedua matanya mendelik penuh nafsu.
Beberapa saat kemudian terlihat teh Tita mulai menjilati puting toket Yeni yg benar benar mungil, bahkan kedua toketnyapun hampir rata dngn dadanya. Berbeda dngn teh Tita, meskipun mungil namun nampak jelas bentuk bulatan serta tonjolan dagingnya, putingnya pun cukup lumayan besarnya. Namun meskipun tampak rata dngn dadanya, tapi mampu membuat kontolku tegak berdiri dibalik celanaku. Apa lagi jika memperhatikan bulu jembut diselangkangan yg sangat lebat berwarna hitam pekat sehingga serasi dngn kulitnya yg hitam manis. Kembali pada teh Tita yg tengah menjilati toket dan puting Yeni, sementa jari jari tangannya berusaha meremas remas toket Yeni yg satunya. Hal itu membuat Yeni semakin menggeliatkan tubuhnya sambil sesekali membuka tutup selangkangannya. Membuat sesekali terlihat lobang memeknya terkuak dan tertutup.
Cukup ...


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.