peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


a
asmarabuana.peperonity.net

Kuda binaL

PEMBURU NAFSU

Ini masih kisah tentangku dan tante Evi istri om Usman atau ibunya Adisty. Yang telah semakin jauh dan bebas melepaskan hawa nafsu syahwat masing masing, setelah mendapat kebebasan dan ijin dari om Usman yg rela memberikan istrinya untuk ku tiduri.
Sejak saat itu hubunganku dngn tante Evi menjadi semakin dekat dan intim. Bahkan tante Evi lebih memperhatikan aku dibandingkan dngn om Usman suaminya. Terkadang tante Evi tanpa rasa sungkan dihadapan suaminya saat membicarakan tentang hubungan aku dngnnya. Sebaliknya aku merasa risih dan malu terhadap om Usman, meskipun om Usman sendiri terlihat seolah olah tak peduli dan acuh saja. Tapi aku dapar memahami perasaan yg disembunyikan om Usman, biar bagaimanapun juga beliau adalah seorang pria dan manusia sama halnya dngnku. Yg memiliki hati serta perasaan.
Penampilan tante Evi pun mulai banyak berubah, tante Evi selalu berdandan rapi dan rajin bersolek. Ia mulai sering pergi kesalah satu salon kecantikan yg letaknya tak berapa jauh dari lingkungan kami. Rambutnya dipotong pendek ala seorang polwan dan disemir pirang. Ia juga selalu mengenakan pakaian ketat sehingga bentuk tubuhnya terlihat sangat sexy. Terkadang tante Evi mengenakan blue jeans pendek sekali, nyaris memperlihatkan bagian selangkangannya. Sehingga kedua belah pahanya yg putih dan mulus hampir terlihat sepenuhnya. Belum lagi dngn tank~top yg dikenakannya membuat mata enggan tuk berpaling menatapnya. Pokoknya tante Evi telah berubah laksana ABG adanya, seakan akan ia ingin bersaing dngn Adis putrinya sendiri.
Seperti hari ini. Ketika aku dan om Usman tengah asyik berbincang diteras rumahnya, tante Evi datang dan menyatu dngn kami. Ia mengenakan celana pendek dan tank~top biru berbahan sangat tipis, sehingga ke dua belah toketnya yg tak terbalut bra terlihat nyata bentuk dan tonjolannya. Bahkan ketika tante Evi membungkuk menaruh cangkir teh dimeja yg berada tepat dihadapanku, nampak bayangan kedua toketnya menggelayut di dadanya. Belum lagi aroma harum bau tubuhnya, membuat jakun ditenggorokanku terasa turun naik. Demikian juga halnya dengan kelakianku yg sedikit terangsang olehnya. Setelah meletakan dua cangkir teh manis hangat pada meja tamu dihadapanku, ia duduk disebelah suaminya dan menghadap kearahku.serta kedua belah matanya menatapku penuh arti.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.