peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


assunnah.artikel2.peperonity.net

Al-Wajiz Fi Manhajis Salaf,Keringkasn Manhaj Salaf




Al-Wajiz Fi Manhajis Salaf, Keringkasan Di Dalam Manhaj Salaf

Kategori Manhaj


AL-WAJIZ FI MANHAJIS SALAF [KERINGKASAN DI DALAM MANHAJ SALAF]


Oleh
Syaikh Abdul Qodir al-Arna`uth –Rahimahullahu-


DEFENISI AL-WAJIZ SECARA ETIMOLOGI
Jika dikatakan : ÃæÌÒ ÇáßáÇã berarti memendekkan dan menjadikannya sedikit, yaitu ÇÎÊÕÑå (meringkasnya), dan kalimatnya pendek dan ringkas. ÇáæóÌúÒ : Perkataan dan perkara yang ringan dan sederhana. Serta ÇáæóÌúÒ : sesuatu yang ringkas seperti al-Wajiz.

DEFENISI AL-MANHAJ SECARA ETIMOLOGI DAN TERMINOLOGI
ÇáäåÌ¡ æÇáãäåÌ¡ æÇáãäåÇÌartinya adalah : jalan yang nyata dan terang. Allah Ta’ala berfirman di dalam Kitab-Nya al-Aziz.

áßá ÌÚáäÇ ãäßã ÔÑÚÉ æãäåÇÌÇ

"Artinya : Untuk tiap-tiap ummat diantara kamu, kami berikan syariat dan manhaj" [Al-Maidah : 48]

Yaitu : Syariat dan jalan yang terang lagi jelas.

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan bagi tiap-tiap ummat syariat dan manhaj, Ahli Taurat memiliki syariat sendiri, Ahli Injil memiliki syariat sendiri demikian pula dengan Ahli al-Qur'an. Mereka memiliki syariat-syariat yang berbeda di dalam masalah hukum namun bersepakat di dalam masalah Tauhid (mengesakan) Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana sabda nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam

ÃäÇ Ãæáì ÇáäÇÓ ÈÚíÓì Èä ãÑíã Ýí ÇáÏäíÇ æÇáÂÎÑÉ¡ ÇáÃäÈíÇÁ ÅÎæÉ áÚáÇøÊ¡ ÃãåÇÊåã ÔÊì¡ æÏíäåã æÇÍÏ¡ æáíÓ Èíäí æÈíä ÚíÓì äÈí

"Artinya :“Aku adalah manusia yang lebih utama dibandingkan Isa bin Maryam di dunia dan akhirat, para nabi seluruhnya bersaudara sebapak, namun ibu-ibu mereka berbeda-beda, agama mereka adalah satu serta tidak ada nabi antara diriku dengan Isa.” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Shahih-nya, Kitabul Anbiya’, bab ‘wadzkur fil Kitaabi Maryaam’ dan Muslim di dalam shahih-nya nomor 2365 dalam kitab al-Fadla`il, bab ‘Fadlu Isa ‘alaihi as-Salam’ dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu]

Artinya yaitu, mereka semua bersepakat di dalam pokok tauhid kepada Allah Azza wa Jalla, adapun masalah furu’ (cabang-cabang) syariat, di dalamnya terdapat perbedaan dan syariat-syariat mereka beraneka ragam. Allah Ta’ala berfirman kepada nabi-Nya di dalam Kitabnya yang mulia.

æãÇ ÃÑÓáäÇ ãä ÞÈáß ãä ÑÓæá ÅáÇ äæÍí Åáíå Ãäå áÇ Åáå ÅáÇ ÃäÇ ÝÇÚÈÏæä

"Artinya : “Dan tidaklah kami utus para nabi sebelummu, melainkan kami wahyukan kepadanya bahwasanya tiada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Aku maka sembahlah Aku.” [Al-Anbiyaa’ : 25]

Dan firman-Nya.

æáÞÏ ÈÚËäÇ Ýí ßá ÃãÉ ÑÓæáÇ Ãä ÇÚÈÏæÇ Çááå æÇÌÊäÈæÇ ÇáØÇÛæÊ

"Artinya : Dan sungguh telah kami utus seorang rasul pada setiap ummat untuk menyeru agar menyembah Allah semata dan menjauhi thaghut.” [An-Nahl : 36]

Ini semua di dalam mentauhidkan Allah Azza wa Jalla, adapun syariatnya berbeda-beda perintah dan larangannya.

DEFINISI SALAF SECARA ETIMOLOGI DAN TERMINOLOGI
As-SalafÇáÓáÝ memiliki arti : ãÇ ãÖì æÊÞÏã (yang telah berlalu dan terdahulu). Jika dikatakan ÓáÝ ÇáÔíÁ ÓóáóÝÇ : artinya adalah ãÖì (yang telah lewat), jika dikatakan ÓáÝ ÝáÇä ÓáÝÇ artinya adalah ÇáãÊÞÏã (yang telah berlalu/terdahulu), dan as-Salif ÇáÓÇáÝ berarti : ÇáãÊÞÏã (pendahulu). Sedangkan as-Salaf bermakna : ÇáÌãÇÚÉ ÇáãÊÞÏãæä (sekumpulan orang yang terdahulu).

Salaf juga berarti : ÇáÞæã ÇáãÊÞÏãæä Ýí ÇáÓíÑ (orang-orang yang mendahului di dalam perjalanan hidup). Allah Ta’ala berfirman di dalam Kitab-Nya yang Aziz.

ÝáãÇ ÂÓÝæäÇ ÇäÊÞãäÇ ãäåã ÝÃÛÑÞäÇåã ÃÌãÚíä¡ ÝÌÚáäÇåã ÓáÝÇ æãËáÇ ááÂÎÑíä

"Artinya : “Maka tatkala mereka membuat kami murka, kami hukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya, dan kami jadikan mereka sebagai salaf (pelajaran) dan contoh bagi orang-orang kemudian.” [Az-Zukhruf : 55-56]

Yang maknanya : Tatkala mereka menyebabkan kami marah maka kami hukum mereka dan kami tenggelamkan mereka semuanya, dan kami jadikan mereka sebagai salafan mutaqodiimiin (contoh orang-orang terdahulu) bagi orang-orang yang melakukan perbuatan mereka, agar orang-orang setelah mereka dapat mengambil pelajaran dan menjadikan mereka sebagai peringatan bagi lainnya.

Salaf juga berarti : ßá Úãá ÕÇáÍ ÞÏøãÊå (Setiap amal shalih yang terdahulu), jika dikatakan : ÞÏ ÓáÝ áå Úãá ÕÇáÍ amal shalihnya telah berlalu. Dan salaf adalah ãä ÊÞÏãß ãä ÂÈÇÆß æÐæí ÞÑÇÈÊß ÇáÐíä åã ÝæÞß Ýí ÇáÓä æÇáÝÖá orang-orang yang mendahuluimu dari bapak-bapakmu dan kaum kerabatmu yang mereka di atasmu dalam hal usia dan keutamaan, seorang dari mereka disebut ÓÇáÝ saalifun.

Seperti perkataan Thufail al-Ghonawi yang meratapi kaumnya.
ãÖæÇ ÓáÝÇ ÞÕÏ ÇáÓÈíá Úáíåã
æÕÑÝ ÇáãäÇíÇ ÈÇáÑÌÇá ÊÞáøÈ
Pendahulu kita telah lewat dan kitapun akan mengikuti mereka
Kita akan menjadi sepertinya terhadap orang-orang setelah kita

Yaitu, kita akan mati sebagaimana mereka mati, dan kita akan menjadi salaf (pendahulu) bagi orang-orang setelah kita sebagaimana mereka menjadi salaf bagi kita.

Dari al-Hasan al-Bashri, beliau berdo’a di dalam sholat Jenazah terhadap anak kecil : Çááåã ÇÌÚáå áäÇ ÓáÝÇ “Ya Allah jadikanlah dia salaf bagi kami.” Oleh karena itulah, generasi pertama dinamakan dengan as-Salaf ash-Sholih.

Rasulullah, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, mereka adalah salaful ummah (pendahulu ummat), dan siapa saja yang menyeru kepada apa yang diserukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, mereka juga salaful ummah. Serta siapa saja yang menyeru kepada apa yang diserukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, maka mereka berada di atas manhaj as-Salaf ash-Sholih. Maka wajib bagi setiap muslim untuk ittiba’ (mengikuti) al-Qur'an al-Karim dan as-Sunnah al-Muthoharoh dengan mengembalikannya kepada pemahaman as-Salaf ash-Shalih ridlwanullahu ‘alaihim ajma’in, karena mereka adalah kaum yang lebih berhak untuk ditiru/diikuti, karena mereka adalah orang-orang yang paling benar keimanannya, yang kuat aqidahnya dan yang paling ikhlash ibadahnya.
Imamnya as-Salaf ash-Shalih adalah Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam yang mana Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk mengikuti beliau di dalam Kitab-Nya dengan firman-Nya.

æãÇ ÂÊÇßã ÇáÑÓæá ÝÎÐæå¡ æãÇ äåÇßã Úäå ÝÇäÊåæÇ

"Artinya : “Apa yang diberikan Rasul padamu maka ambillah dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”. [Al-Hasyr : 7]

Beliau adalah Uswah Hasanah (suri tauladan yang baik) dan Qudwah Shalihah (suri tauladan yang shalih), Allah Ta’ala berfirman.

áÞÏ ßÇä áßã Ýí ÑÓæá Çááå ÃÓæÉ ÍÓäÉ áãä ßÇä íÑÌæ Çááå æÇáíæã ÇáÂÎÑ æÐßÑ Çááå ßËíÑÇ

"Artinya : “Telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada diri Rasulullah bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan kedatangan hari akhir dan dia banyak menyebut Allah.” [Al-Ahzab : 21]

Beliau adalah orang yang berbicara dengan wahyu dari langit, Allah Ta’ala berfirman.

æãÇ íäØÞ Úä Çáåæì Åä åæ ÅáÇ æÍí íæÍì

"Artinya : “Dia tidaklah berbicara dari hawa nafsu melainkan dengan wahyu yang diwahyukan padanya” [An-Najm : 3-4]

Allah Ta’ala juga memerintahkan kita untuk menjadikan diri beliau sebagai hakim di dalam segala perkara hidup kita, firman-Nya.

ÝáÇ æÑÈß áÇ íÄãäæä ÍÊì íÍßãæß ÝíãÇ ÔÌÑ Èíäåã ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.