peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Multimedia gallery


benkbenk.peperonity.net

HADIAH ULANG TAHUN

Sebelumnya gue ucapkan terima kasih kepada temen-temen yang udah ngasih komentar (yang rata-rata positif) dan meminta supaya cerita gue dilanjutin. Dengan respon temen-temen, gue menjadi semangat melanjutkan kisah gue ini.
Prolog : Ini kisah lanjutan setelah Pengalaman Pertama I & II cuman bukan dengan Nidya... sedikit affair lah... hehehe.., sorry baru sempet gue kelarin dan posting sekarang. Selamat membaca.
Waktu gue kelas enam, ada satu cewek lagi yang punya story sama gue selain Nidya, cuman gue sebetulnya kagak suka sama doi cuman doi kayaknya yang ngebet sama gue, nggak tahu kenapa.
Cewek itu namanya Siska. Dari segi face sih masih kalah dengan Nidya, cuman dari segi body Siska diatas Nidya. Doi lebih tinggi dan agak gemuk, jadi terlihat lebih montok dibanding doi gue itu. Siska kayaknya keturunan Chinese, dilihat dari matanya yang agak sipit dan kulitnya yang putih kekuningan.... dan mulus banget. Rambutnya lurus sebahu dan hobbynya pakai rok mini, bayangin anak SD udah berani banget pake rok mini... bikin gue sama temen-temen gue rada konak kalau liat doi duduk sembarangan.... hehehehe....
Gue lupa tanggal dan bulannya, pokoknya gue sama temen-temen gue diundang doi ke pesta ultahnya di rumahnya dikawasan Cipaganti. Saat itu yang diundang nggak banyak, cuman beberapa temen sekelas yang dianggap spesial aja, salah satunya gue. Cuman saat itu Nidya nggak bisa dateng karena ada keperluan keluarganya, sedih juga gue nggak ada yang nemenin.
Pestanya cukup rame dan banyak temen sekitar rumahnya yang diundang, saat itu gue inget doi pake gaun putih panjang dan kelihatannya dewasa banget dan anggun, lain dari keseharian yang cenderung cuek dan rada seronok.
Pukul 9 malem udah banyak undangan yang pulang, cuman Siska minta supaya gue pulang agak telat dikit, ada yang mau diomongin katanya. Gue udah rada lupa, doi ngomong apaan, pokoknya doi ngajak gue naik ke lantai atas ke kamarnya, katanya mau ada yang diomongin.
Baru aja gue masuk kamarnya yang gede banget itu, Siska memeluk tubuhku dan meletakkan kepalanya di bahuku. Dadanya yang membusung rapat dengan dadaku, sehingga benda empuk kenyal terasa menekan dada gue. Kontan saja penis gue konak berat.... tegang setegang-tegangnya.... cilaka pikir gue, kalau ada yang masuk gimana nih ?
Sambil meluk gue Siska ngomong, “Reynald... Siska pengen hadiah yang sangat khusus dari kamu di ultah Siska ke 12 ini yaaa....”. “Kamu mau minta apa Sis ? Khan udah tak kasih kado”. “Ini lainn... kamu harus nyayangin Siska malam ini, soalnya Siska dari dulu udah sayang banget sama kamu.... Siska mau kamu sayang juga sama Siska yaaaa...”. Otak gue bener-bener bumpet saat itu.... badan montok itu bener-bener membuat gue kehilangan kontrol dan sesaat melupakan Nidya, apalagi setelah itu Siska menciumi wajah dan bibir gue dengan bernafsu. Kucing mana yang nolak kalau dikasih ikan asin dan gue saat itu ibarat kucing itu.
Sambil memeluk Siska, gue bales ciuman Siska dengan kuluman yang memabukkan... harus diakui, Siska lebih hangat dibandingkan Nidya, nggak tahu doi belajar atau diajari siapa. Cuman walau begitu, ciuman gue hanya sekedar ciuman nafsu, nggak kayak mencium Nidya dengan kasih sayang. Bibir tebal cewek itu habis gue kulum dan gue gigit pelan dan lidahku bermain didalam mulutnya dan disambut dengan lidahnya yang sepertinya sudah biasa melakukan “French Kissing”. Suara-suara decakan erotis keluar dari kamar itu, namun gue udah masa bodo dan nggak kepikiran bagaimana kalau bokap nyokap cewek itu masuk kesitu, dan kayaknya kok orang rumahnya juga cuek aja ada cowok berdua aja dengan anak ceweknya dalam kamar.
Sambil berciuman tangan gue menggerayang ke belakang tubuh Siska dan berusaha membuka ritsleting gaun Siska. Lalu pelan-pelan gue turunkan ritsletingnya sampai habis, kemudian gaun itu gue pelorotkan juga hingga lepas dan jatuh ke lantai. Saat itu Siska nampak tinggal mengenakan BH berwarna putih yang tidak menggunakan tali bahu dan celana dalam berenda berwarna putih juga.
Gue akui tubuh Siska memang benar-benar seksi, montok dan padat untuk anak berumur 12 tahun. Payudaranya terlihat lebih membusung dan padat dibandingkan Nidya, belahannya juga sudah terlihat jelas. Gue saat itu konak berat melihat doi hanya berpakaian dalam saja.
Tanpa berpikir panjang gue mendorong tubuh Siska ke arah tempat tidurnya, dan merebahkan telentang diatas kasurnya. Dengan bernafsu gue ciumi bibirnya yang tipis namun menggairahkan, doipun membalas dengan tidak kalah ganasnya. Tangan gue juga terus menggerayangi sambil meremas-remas bukit kenyal Siska baik yang kanan maupun yang kiri, sehingga membuat Siska menggelinjang-gelinjang dan menjambaki rambut gue dengan kuat.
Gue nggak bisa menceritakan secara gamblang bagaimana gue meraba-raba tubuh Siska, sebab saat itu gue udah nggak inget apa-apa lagi, semuanya sudah dikuasai nafsu. Yang pasti tahu-tahu gue udah ngelihat BH Siska lepas dari tubuhnya, sehingga tampaklah sepasang bukit yang sangat menggairahkan.
Buah dada Siska benar-benar sudah berkembang penuh, membulat dengan ujung puting berwarna coklat muda dan masih sedikit menguncup. Areolanya masih belum melebar, sehingga putingnya masih penuh diujung payudaranya. Gue nggak ngebayangin bagaimana montoknya toket Siska apabila sudah lebih dewasa nantinya, sekarang aja yang usianya baru memasuki 12 tahun udah montok dan padat begitu. Pokoknya.. yummy banget....
Melihat sepasang bukit yang demikian mengundang gairah ini, gue semakin bernafsu dan mulai menciumi dan mengulum kedua payudara gadis itu. Terutama putingnya yang mulai menegang karena gue hisap-hisap dengan kuat. Siska mendesah dan menggelinjang saat pentilnya gue kulum-kulum, dan tangannya terus menjambak rambut gue dengan kuat. Hal itu membuat gue semakin bernafsu saja, sehingga ciuman dan rabaanku semakin mengganas.
“Ehhhh......Rey.....emmmmm........terusss Rey.....”
Kira-kira begitu desahan dan rintihan Siska yang masih gue inget sampai sekarang. Walaupun masih kecil, Siska berbakat menjadi hipersex nampaknya, dia begitu menikmati semua perlakuan yang gue berikan bahkan bertindak lebih proaktif lagi. Sambil mendesah, tangannya kirinya menarik dan menjambak rambut gue dan tangan kanannya.... turut bergerilya meraba dan mengelus penis gue yang udah tegang banget !
Gue juga nggak inget lagi bagaimana, tahu-tahu kemeja gue juga udah lepas, sehingga kita berdua sudah sama-sama bertelanjang dada, bergumul dan saling meraba.
Setelah beberapa menit kita gue memainkan payudaranya, menciuminya dan Siska juga bermain dengan penis gue, tangan gue merayap kebawah lagi dan menanggalkan celana dalam Siska. Gue langsung melihat tonjolan vagina yang dibelah oleh 2 buah celah membentuk labia mayornya. Vagina Siska yang masih muda itu baru ditumbuhi sekelompok rambut pubis yang masih agak halus, nampak celah vaginanya masih sangat rapat namun sudah agak basah karena rangsangan-rangsangan yang gue berikan di toketnya.
Tanpa pikir panjang, gue mulai menyentuh vaginanya, dan jari tengah gue mulai memasuki liang vaginanya. Gue dengan pelan menggosok-gosok labia major dan labia minornya dan berusaha mencari clitorisnya. Gue tahu dari film-film bokep yang gue lihat kalau cewek bakal terangsang banget kalau disentuh daging yang berada di dalam vagina bagian atas yang namanya clitoris. Dan saat itu gue pengen nyoba bener apa kagak... ternyata cukup sulit menemukan daging itu, karena vagina gadis itu masih rapat dan doi menggeliat-geliat karena kegelian. Juga yang membuat konsentrasi gue rada buyar, tangan Siska sudah bergerilya juga masuk ke balik celana panjang gue dan memegangi penis gue yang udah tegang banget.
Akhirnya clit doi ketemu juga, dan memang efeknya luar biasa, doi menjerit lirih dan menegang saat clit-nya teraba jari tengahku. Gue terus menyentuh... memegang, mengelus dan sesekali menekan dan menjepit clitoris Siska dengan jari tengah dan telunjuk ku, dan itu membuat doi semakin menggelinjang liar. Desahan nafasnya semakin cepat, demikian juga nafas gue yang semakin memburu, akhirnya gue merasa tangan gue basah dan Siska menjerit lirih sambil menjambak rambutku. Doi orgasme... klimaks... tapi gue belum.... akhirnya gue minta supaya Siska mengocok penis gue semakin cepat.... “Sis.... cepet Sis.... dicepetin ngocoknya....” dan Siska walaupun sudah tergolek lemas masih berusaha mengocok penis gue dengan cepat dan agak menekan, dan nggak lama kemudian gue orgasme juga..... membuat sperma gue muncrat kemana-mana... mokal juga sih dilihatin cewek itu.... tapi sebodo amat.
Saat itu memang pertamakali gue foreplay dengan kemaluan cewek dan pertamakali gue dibuat klimaks sama cewek... memang rasanya gila banget... gue pengen berbuat lebih dengan Siska, cuman masih belum punya keberanian, dan saat itu gue inget sama Nidya dan merasa mengkhianati cintanya. Cuman nasi sudah menjadi bubur, gue cuman bertekad cukup sekali itu saja gue main-main dengan Siska.
Setelah istirahat sebentar, gue berpakaian lagi dan rapi-rapi kemudian mohon pamit. Siska cuman bisa bilang, “Thanx Rey... kamu bener-bener ngasih Siska kado yang nggak akan terlupakan seumur hidup Siska”. “Sama- sama Sis.... thanx juga... cuman gue merasa nggak enak”. “Mengapa ?” tanya Siska. “Yahh... kamu tahu sendiri hubungan gue dengan Nidya khan ?”. Doi cuman diem.... namun dia ngomong lagi, “Nggak pa-pa kok... Siska sudah seneng kamu tadi memberikan Siska pengalaman yang tak terlupakan”.
Akhirnya gue pamit pulang, sekitar jam 11 malem.... Ohh... yahh... ada satu yang lupa gue ceritain, sebelum pulang gue sempet-sempetnya minta bra-nya buat gue jadiin kenang-kenangan (seperti loe pada tahu semua, itu khan salah satu hobby gue) dan bagussnya
Lanjutannya ? Tunggu aja deh....


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.