peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.10.peperonity.net

Reni Teman Kuliah

Reni Teman Kuliah


Aku sekedar ingin berbagi pengalaman ketika aku making love dengan temanku bernama Reni. Ia adalah tema kuliahku yang berkulit putih mulus serta sexy sekali. Sebenarnya sudah cukup lama aku sangat tertarik dengan bodynya.Kalau melihat dia, aku sering bayangkan betapa asyiknya jika making love dengannya.

Suatu ketika aku berkunjung ke rumahnya, kebetulan saat itu rumahnya sedang kosong. Ketika aku diajak masuk, aku nggak ngira kalau dia lagi nyetel VCD. Aku kemudian diajak nonton bareng. Ternyata disetel adalah film BF. Kulihat dia cukup menikmati tontonan tersebut. Beberapa saat kemudian secara nggak sadar ia mengelus elus pahaku dan terus naik ke barangku yang sudah tegang lihat adegan di TV. Ia terus mengelus elus barangku.

Akhirnya aku jadi nggak sabar, kupelorotkan aja celanaku. Ia tampak girang melihat barang ku yang sudah berdiri tegak dengan gagah. Ia Tampak bernafsu dan langsung mengelus-elus barangku, serta menciumi kemaluanku.

Aku jadi tambah nggak sabar, langsuang saja kujejalkan kemaluanku kemulutnya. Ternyata ia menyambutnya dan dengan canggih sekali ia mainkan barangku di mulutnya. Aku benar-benar nggak ngira kalau dia ahli sekali melakukan oral sex dan kuakui bahwa permainan mulutnya cukup hebat. Ia demikian ahli mengombinasikan antara hisapan, gigitan serta jilatan.

Aku merasakan sangat kenikmatana yang luar biasa. Dan ia tampaknya semakin bersemangat ketika aku juga merespon dengan mengenjot kemaluanku di mulutnya. Bahkan ketika aku mencoba untuk mencabutnya, ia berusaha mencegahnya, sehingga kemaluanku tidak bisa lepas dari mulutnya. Bukan hanya batang kemaluanku saja yang dimainin. Bijikupun kadang-kadang dikulum-kulum sambil sesekali digigit-gigit.

Akh..... luar biasa sekali. Sambil menggigit bijiku, batang kemaluanku dileus-elus serta diremas-remas. Dan ketika aku sudah nggak tahan lagi, tampaknya ia tahu dan langsung batang kemaluanku kembali dimasukkan ke mulutnya dan memperhebat kuluman serta sedotannya.

Akhirnya aku benar-benar nggak tahan dan bermasuk mencabut dari mulutnya. Tapi rupanya ia nggak rela kemaluanku keluar dari mulutnya, sehingga spermaku keluar di mulutnya. Ahhh....benar-benar kurasa nikmat ketika spermaku tertumpah keluar. Ia tampak gembira sekali dengan keluarnya spermaku. Ia sedot semua spermaku seakan-akan nggak rela spermaku tertumpah denga percuma. Namun karena aku mengeluarkan sperma cukup banyak sehingga sebagian keluar menetes dimulutnya. Reni mengusap spermaku yang keluar dari mulutnya dengan tangannya, kemudian menjilati tangannya yang belepotan spermaku. "Ah... San punyamu enak sekali".

Rupanya Reni belum puas dengan permainan awal tersebut. Ia kembali menjilati kemaluanku, sehingga dalam waktu singkat kemaluanku kembali tegang. Ia tampak gembira sekali. Namun untuk kali ini aku juga ingin merasakan vaginanya. Langsung aja aku telanjangi dia, sehingga tubuhnya yang mulus terpampang di depanku. Aku terkagum dengan bodynya yang aduhai. Payudaranya cukup besar dan kencang, sedangkan bulu-bulu kemaluannya cukup lebat menutupi vaginanya. Langsung aku buka lebar-lebar kedua pahanya, dan aku tancapkan kemaluanku. .......AHHH..........."ia menjerit kecil ketika kemaluan menancap sebagian. Aku masih nggak puas karena baru sebagian yang masuk, sehingga aku tancapkan lebih dalam lagi. Reni benar-benar kelojotan ketika kemaluanku mulai merojok-rojok kemaluannya dengan dengan hebat. Ia berusaha mengimbangi dengan goyang-goyangnya yang menurutku luar biasa sekali, sehingga aku merasa kan seakan-akan kemaluanku diplintir-plintir.

"........ah.....ah.....ah......" Ia terus mengerang-ngerang ketika genjotan kemaluanku semakin kuperhebat, hingga tiba-tiba ia menggerang dengan hebat, dan kemudian lemas, dan tampak kelelahan. Aku tahu ia sudah orgasme. Tapi aku nggak perduli. Bahkan aku memperhebat genjotanku. Dan ketika aku sudah mulai merasakan akan keluar, segera kucabut kemaluanku dan kembali kujejalkan ke mulutnya. Reni tampak senang sekali, ketika untuk kedua kalinya spermaku tertumpah dimulutnya. Dan untuk kedua kalinya pula ia hisap habis spermaku.

TAMAT


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.