peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.2.peperonity.net

Pendatang Baru di Pulau Mentawai 1

Pendatang Baru di Pulau Mentawai 1

Selama beberapa bulan setelah kejadian di desa Pak Nur, seakan tiada lagi penghalang akan hubungan terlarang antara Pak Nur dan Reisa.Bu Nur pun seakan merestui hubungan suaminya dan Reisa, malah ia ikut membantu menyiapkan segala sesuatu jika pak Nur akan menggauli Reisa.Hingga sampailah pada saat Reisa mengakhiri masa tugas PTT nya di pulau tersebut. Dengan berat hati dan rasa sedih yang mendalam mereka harus menerima pil pahit hubungan tersebut,apalagi sebelumnya orangtua Reisa telah mempersiapkan agar putrinya kembali menambah ilmunya di bidang medis dengan mengirimkannya ke luar negeri. Padahal pada awalnya Reisa sudah berencana untuk menetap dan bertugas di daerah penuh cinta dan kenangan tersebut,namun keinginan dari orangtuanya tak sanggup ia tolak. Apalagi ia juga kuatir hubungannya dengan pak Nur dan sebelumnya dengan Jonas akan diketahui keluarganya. Maka di akhir masa tugasnya itupun, Reisa tak menolak sekalipun untuk terus disebadani Pak Nur sebagai hadiah dan kenangan untuk perpisahan mereka. Di malam malam terakhir itu, Bu Nur sengaja menyiapkan makanan dan juga perlengkapan untuk membantu menjaga stamina pak Nur dan juga Reisa. Di kamar rumah Reisa, sepanjang siang dan malam hingga pagi hanya terdengar dengus nafas berat dua anak manusia yang memadu kasih, mereka seakan menghabiskan energi yang tersisa di tubuhnya. Setelah berpisah dengan Reisa, otomatis kehidupan sex pak Nur kembali seperti sedia kala, iapun kembali kepangkuan istrinya dan tentu saja itu merupakan siksaan bagi Bu Nur yang sudah tak muda lagi. Bu Nur seakan tak mampu mengimbangi nafsu dan gairah Pak Nur. Makanya pak Nur sering kembali ke desanya apalagi untuk menyalurkan birahinya kepada gadis-gadis atau wanita bersuami yang ia inginkan. Sebab di desanya tak akan ada yang berani menolak atau menentang titah orang yang amat berpengaruh tersebut. Mengizinkan kepada anak atau istrinya ditiduri Pak Nur merupakan suatu bentuk pengabdian yang amat tinggi di desanya itu. Karena itulah Pak Nur dalam seminggu pasti berada di desanya kira-kira 2-3 hari.

*************************

Kenaikan karier merupakan suatu anugerah yang amat tinggi bagi seseorang pekerja keras seperti Haryadi.Sebab selama ini ia sudah berusaha sekuat tenaga mencurahkan segala daya upaya untuk menambah prestasi kerjanya.Haryadi adalah seorang manager operasional sebuah perusahaan perkebunan terkemuka di negeri ini.Di usianya yang masih muda 30 tahun ia telah menduduki posisi yang amat penting dalam bidangnya itu.Haryadi adalah lulusan luar negeri dan atas koneksi omnya makanya ia dapat masuk kedalam perusahaan besar tersebut.Dan juga karena bantuan keluarganya juga Haryadi pun di pertemukan dengan seorang gadis yang bernama Virania Stania yang saat itu masih menjalani masa PTT di sebuah puskesmas di Jakarta, jadi tiada penghalang dari hubungan mereka berdua. Saat itu Vira masih berusia 26 tahun dan juga merupakan dari keluarga berada di kota Jakarta. Vira adalah tipikal gadis kota yang berpendidikan dan hormat kepada semua orang yang ia kenal dan juga terkadang suka tantangan. Selain itu ia juga sangat mengusai adat Jawa yang selalu diajarkan orangtuanya, juga ilmu agama yang sangat kuat. Selain cantik dan berpenampilan menarik, Vira tidaklah terlalu berpikiran sempit dalam berpakaian,ia selalu mengikuti mode dan tren terbaru juga kesopanan berpakaian juga bisa menutup bagian bagian penting di tubuhnya. Sebab sesuai ajaran agamanya, bagian penting di tubuhnya hanya untuk di lihat dan dinikmati suaminya.Tidak memakan waktu lama, maka resmilah kedua anak manusia ini menjalani kehidupan rumah tangga seutuhnya. Tidak sedikit yang memandang dingin melihat keserasian pasangan muda ini. Meskipun sudah resmi menjadi Nyonya Haryadi, namun Vira tetap menjalani masa PTT nya dengan senang hati. Kini pasangan muda itu resmi menempati rumah pemberian dari kedua orangtuanya untuk mereka tinggali dan membentuk keluarga baru. Hampir setiap malam di dalam kamarnya yang mewah dan luas selalu terdengar percengkramaan kedua anak manusia ini.Awalnya hanya tawa cekikikan lalu terdengar dengus nafas berat dan lirihan suara manusia bersebadan,hingga diakhiri dengusan jerit kepuasan keduanya.

Kedua anak manusia ini menjalani hari harinya dengan amat bahagia, hingga Haryadi pun di beri tanggung jawab untuk mengurus pembukaan perkebunan baru di Pulau Mentawai. Keputusan management tempatnya bekerja seolah membangunkannya dari keasikan menempuh hidup baru di Jakarta yang lancar tanpa hambatan. Demi mengejar karier dan apalagi nantinya posisinya akan naik, maka Haryadi pun menerima promosi dari pihak perusahaan. Apalah artinya berpisah sementara dengan istrinya tercinta untuk beberapa saat, apalagi saat ini sarana trasportasi sudah demikian lancar dan membuatnya tak mempermasalahkannya. Ia masih bisa pulang 2 kali sebulan ke Jakarta atau kalau bisa ia akan bawa istrinya ke pulau, apalagi ia disediakan rumah di pulau tersebut. Keputusan dari perusahaan suaminya itu didukung juga oleh istrinya Vira yang juga sedang menunggu penempatannya bertugas, apalagi Vira juga berkeinginan untuk dapat bertugas di daerah seperti pulau Sumatera karena melihat tingkat kesehatan masyarakat yang amat membutuhkan pelayanan dan juga ia merasa sudah merasa sumpek selama di ibukota Jakarta ini, terlebih lagi semua keluarganya juga sudah berada di Jakarta. Baginya tak masalah untuk sementara terpisah dengan suaminya tercinta, Haryadi. Pertama menginjakkan kakinya di pulau Mentawai, setelah menempuh perjalanan dengan kapal dari pelabuhan Padang, Haryadi mendapat kesan bahwa pulau ini amat indah dan eksotik. Haryadi di dampingi oleh staff cabang yang dari Padang. Selanjutnya ia menuju ke base camp nya yang berada di dalam pulau itu. Sesuai dengan intruksi yang ia peroleh ,bahwa ia harus bisa mendekati tokoh adat di pulau itu. Setelah beberapa hari mendampingi Haryadi, staff dari cabang Padang itu pun kembali ke Padang. Mulailah Haryadi menemui beberapa orang yang ia anggap amat berpengaruh di daerah itu. Salah satu tokoh adat dan yang ia temui adalah Pak Nurfea Sibanglanget. Tanpa menemui halangan mereka bertemu dan berdiskusi dengan cukup akrab dan diselingi canda. Sesuai dengan rencana maka Pak Nur pun bersedia membantu tugas tugas Haryadi untuk membuka lahan di pulau itu. Apalagi lahan tersebut berada di desa adat Pak Nur yang merupakan milik sah suku yang di ketuainya. Haryadipun menemui orang yang tepat untuk diajak kerja sama dan saling menguntungkan. Dengan tangan terbuka Pak Nur siap membantu apapun yang mungkin akan jadi penghalang nantinya.

Awal awal bertugas di pulau itu Haryadi sedikit merasa asing dan agak kesulitan melihat medan yang akan ia jalani, apalagi ia akan sering bepergian ke dalam desa dengan perahu nelayan.Di dampingi oleh Pak Nur, seakan halangan itu dapat berjalan dengan lancar dan hubungan Haryadi dengan Pak Nur semakin dekat. Begitu juga dengan keluarga Pak Nur. Kini Haryadi biasa dipanggil sudah akrab dengan anak anak dan istri Pak Nur. Pak Nur pun sering mengajaknya makan dan berjalan jalan di pantai itu berkeliling. Melihat keindahan pantai dan alam mentawai membuat Haryadi menceritakannya lewat telepon kepada istrinya bahwa alamnya sangat asli dan masih bersih. Dan suatu saat ia ingin mengajak istrinya Vira untuk datang ke pulau ini. Dalam suatu kesempatan,Yadi diajak Pak Nur ke desanya, kebetulan ia sedang ada pekerjaan ke proyeknya yang juga berada dekat dari desa Pak Nur. Haryadi diajak Pak Nur tinggal di rumahnya seperti tamu tamu lain, Haryadi dilayani dengan sangat baik. Mereka makan makan dan juga minum minuman yang menghangatkan badan sebab di pedalaman itu hawanya sangat dingin sekali. Tak lama kemudian pak Nur pun memanggil seorang gadis dan duduk di sebelahnya. Saat itu Yadi merasa heran, bukankah Pak Nur sudah memiliki istri, lalu kenapa ia berpelukan mesra dengan gadis itu? Pak Nur lalu berkata,
”Mas Yadi jangan kaget ya, ini sudah biasa lah…Istri saya sudah tahu dan tak keberatan” katanya.
Ia juga menawari Haryadi seorang wanita, namun ia menolak, karena ia masih ingat istrinya di Jakarta. Namun karena mabuk mulai memenuhi kepalanya, maka pikiran sehatpun sudah meninggalkannya. Ia tak menolak saat pak Nur memanggil seorang gadis untuk mendampinginya. Pak Nur juga bilang,
“Pak Haryadi jangan malu ya, saya maklum aja kan Pak, sudah sebulan ini pisah dengan istri kan?,lagian rahasia Mas Yadi aman koq”.kata Pak Nur.
Dengan sedikit malu Haryadi mengangguk.Dan dalam pikirannya,ia seakan menerima suguhan itu.Memang Haryadi bukanlah laki laki yang bersih bersih bersih amat, beberapa bulan setelah menikahi Vira ia masih sempat melakukan affair dengan teman kerjanya yang di dasari have fun saja.

Malam semakin larut dan Pak Nur sudah membawa wanita tadi ke kamarnya, begitu juga Haryadi sudah berada di kamar yang berbeda sambil berciuman dan meraba tubuh sang wanita yang bernama Dewi itu. Dewi adalah gadis di desa Pak Nur yang sebelumnya pernah disebadani Pak Nur, malam itu gadis yang berusia 20 tahun itu diminta untuk menemani Haryadi atas permintaan Pak Nur. Pak Nur tahu keinginan Haryadi yang lama tak bertemu istrinya. Dewi merupakan gadis cantik di pulau itu dan amat disayangi Pak Nur karena masih muda dan amat disukai pelayanannya. Selama ini hanya Pak Nur saja yang menggaulinya dan untuk menghormati Haryadi Pak Nur pun tak keberatan gadis kesayangannya dipakai Haryadi. Umpama seekor kucing, tak akan menolak di beri ikan, itulah yang di alami Haryadi. Sedangkan bagi Dewi, itu adalah kali pertama ia bersama laki laki lain setelah Pak Nur. Dewi adalah gadis desa itu amat cantik dan jauh dari polesan kosmetik seperti gadis kota pada umumnya. Haryadi tahu itu dan iapun tertantang untuk mencobanya. Di dalam kamar itu, mulailah Haryadi menggumuli tubuh mulus Dewi. Tampak tak mengalami kesulitan berarti, keduanya kini sudah sama sama bugil. Haryadi meremas remas payudara Dewi yang berukuran kecil itu. Dengus nafas keduanya seakan tak mampu mengalahkan gerakan tangan dan mulut Haryadi pada tubuh mulus Dewi. Sambil mengulum bibir mungil Dewi, salah satu tangan Haryadi turun ke arah selangkangan Dewi yang masih tertutup celana dalamnya. Liangnya sudah mulai basah oleh lendir yang keluar dari celahnya. Dewi hanya diam dan menutupkan matanya, ia menyerah bulat bulat kepada Haryadi sesuai yang di perintahkan Pak Nur. Aktifitas Haryadi bersamanya pun semakin panas. Haryadi pun semakin intens merangsang setiap inci tubuh gadis itu.Dan kini ia pun telah melepaskan celana dalamnya.Tampak bulu bulu halus milik gadis itu,menutupi liang sanggamanya.Bulu itu amat halus dan rapi. Haryadi pun kini turun ke arah liang sempit milik Dewi lalu berusaha menjilatnya.Ada keinginan yang besar dalam dirinya untuk melakukan oral sex pada Dewi, padahal selama bersama istrinya ia selalu ditolak karena istrinya tidak suka oral sex.

Tanpa merasa jijik seditpun ia terus menjilat liang sempit itu dan menghisap air lendir dari celahnya. Dewi pun semakin terbakar dan hanya bisa memegang pinggiran ranjang kayu di kamar itu. Tak lama kemudian Dewi pun orgasme. Haryadi mengetahui Dewi sudah orgasme dan menjauh dari liang yang ia oral itu. Tubuh Dewi basah bersimbah keringat dan lemah. Haryadi kemudian naik kearah dada Dewi ingin kembali membangkitkan gairah Dewi yang mulai kendor tadi. Ia menyiapkan diri untuk memasuki tubuh Dewi namun saat itu gadis itu sudah orgasme. Belaian dan rabaan Haryadi membuahkan hasil. Dewi kembali bangkit gairahnya dan siap untuk ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.