peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.2.peperonity.net

Skandal di Pulau Mentawai

Skandal di Pulau Mentawai

Setelah beberapa saat hubungan antara Jonas dan Reisa berjalan mengalir seperti air. Tiada lagi penghalang hubungan mereka di pulau itu meskipun masih bersifat sepihak karena tak diketahui oleh kedua orang tua Reisa di Padang. Kini mereka berdua menjalani hubungan seperti layaknya suami istri. Namun kebahagian mereka itu tak bertahan lama dan hanya berjalan sebulan penuh. Secara tiba tiba Jonas mendapatkan surat pemanggilan untuk segera pulang ke Semarang, dalam surat itu Jonas tak diberi tenggat waktu untuk mengulurnya. Dengan berat hati karena masih menjalani manis madu perkawinan dengan Reisa di pulau itu Jonas pun kembali ke Semarang. Di malam terakhir itu Jonas pun memberikan Reisa siraman bathin yang cukup sempurna. Berkali kali ia menghantarkan Reisa ke puncak kepusaan sebagai wanita dewasa diatas peraduan mereka berdua. Dikamar itu hanya cahaya temaram lampu dan deritan ranjang yang menjadi saksi pergumulan dua insan yang tak lama lagi akan terpisah jarak.dalam kebisuan malam yang dingin dan tenang itu, hanya terdengar lenguhan Reisa dan Jonas yang masih berpacu dalan birahi. Beberapa kali Reisa melenguh histeris menerima sodokan kemaluan Jonas didalam rahimnya. Menjelang pagi akhirnya mereka menyudahi persetubuhan itu dan tertidur dengan saling berpelukan dan keringat yang membasahi tubuh keduanya.Masih terlihat bercak-bercak merah gigitan Jonas di leher, payudara Reisa, begitu juga di tubuh Jonas terlihat bekas cakaran kuku Reisa saat mendapatkan orgasme.
Sore hari itu dengan diantar Reisa dan Pak Nur juga Bu Nur, Jonas menaiki kapal yang akan membawanya ke Padang dan langsung ke Jakarta lalu Semarang. Ada gurat kesedihan dimata kedua anak manusia itu karena akan berpisah. Seakan tak mau melepas kepergian Jonas, Reisa sempat menitikan air matanya. Tak lama kemudian kapal itu bergerak menjauh meninggalkan pelabuhan Tua Pejat menuju Pelabuhan Muaro Padang.

Diluar sepengetahuan Reisa dan Jonas yang menyebabkan perpisahan mereka sebenarnya adalah Pak Nurfea sebab Pak Nurfea merasa tak nyaman jika Jonas terlalu sering menginap di tempat Reisa. Apalagi Pak Nurfea memiliki rencana tersembunyi dalam benaknya. Tindakan ini dilakukannya karena sering melihat kemesraan kedua anak manusia itu.Tidak jarang jika Jonas sedang bermalam di tempat Reisa, Pak Nur selalu berusaha untuk mengintip apa yang dilakukan pasangan itu di kamar berdua. Rasa iri dengki Pak Nur semakin menjadi setelah Jonas dan Reisa telah disahkan secara agama meski secara sepihak, apalagi Jonas semakin bebas bermalam dan berhubungan dengan dokter muda itu. Selama ini pak Nur hanya melihat Reisa adalah seorang bidadari yang memang semata mata di turunkan di pulau itu untuk mengabdi kesehatan.Ia tak punya keberanian untuk mengganggu atau sekedar berdekatan apalagi istrinya yang juga tenaga medis di puskesmas itu. Namun semenjak menyaksikan hubungan antara Reisa dan Jonas yang telah jauh membuatnya menyurati pihak seminari di Semarang untuk mengganti Jonas atau menariknya ke Semarang.

Suatu ketika karena Pak Nurfea akan berangkat ke desanya. Di desa asal Pak Nur akan diadakan pesta rakyat karena saat itu adalah perayaan yang akan diadakan warganya. Sebagai salah satu orang yang memiliki pengaruh dalam adatnya, maka Pak Nur diharuskan hadir.Kebetulan Bu Nur tak bisa datang menyertai Pak Nur karena anaknya kurang sehat. Sebab jika akan ke desa itu akan menaiki perahu menyusuri hutan bakau dan cukup lama. Bu Nur pun menyarankan agar Pak Nurfea mengajak saja Reisa yang saat itu sedang tak ada kegiatan di Puskesmas. Reisa pun tak kuasa menolak ajakan orang yang sudah dia anggap orangtua di daerah itu.

Selama perjalanan perahu dikayuh oleh nelayan setempat dan pak Nur duduk dibelakang Reisa. Reisa amat takjub akan pemandangan hutan bakau yang masih asli dan kicau burung yang sering terdengar. Kurang lebih 3 jam perjalanan dengan perahu,mereka sampai didesa asal Pak Nur. Mereka mengemasi barang bawaannya. Selama perjalanan ke rumah Pak Nur, tak henti hentinya Reisa mengangumi keindahan alam desa tersebut. Ia amat terkesan akan suasana desa yang tentram dan segar itu. Reisa pun berguman dalam hati, ia amat bersyukur bisa bertugas di desa itu sambil berlibur seperti saat itu. Dengan berjalan kaki mereka akhirnya sampailah di rumah keluarga Pak Nur. Rumah panggung itu terbuat dari kayu dan beratap rumbia. Di dalamnya ada beberapa kamar yang dibatasi papan seadanya. Setiba dirumahnya, Pak Nur disambut oleh saudara saudaranya. Tak lupa Pak Nur mengenalkan Reisa pada saudaranya,meski Reisa tak mengerti bahasa mereka saat itu, namun ia dapat menangkap maksud dari kata kata Pak Nur dan saudaranya itu.Mereka lalu dipersilahkan naik keatas rumah panggung itu. Di dalam rumah itu,Reisa di berikan sebuah kamar untuk istirahat dan diantar oleh seorang wanita seusianya.Reisa pun masuk kekamar itu dan meletakkan tas ransel bawaannya. Di dalam kamar itu hanya ada satu dipan kayu yang cukup sederhana dan hanya beralaskan kain tebal.Namun saat Reisa mencoba duduk diatasnya,terasa cukup nyaman.Dari dalam kamar itu Reisa dapat melihat sekitar rumah itu.Tak jauh dari rumah itu ada sebuah kandang babi yang hanya di pagari dengan bambu.Bagi masyarakat desa itu,babi adalah hewan ternak dan melambangkan status so mereka. Reisa kembali keluar kamar dan berusaha duduk bersama sama wanita yang saat itu sedang mempersiapkan pesta malam nanti.Tampak ibu ibu dan gadis gadisnya sedang membuat bumbu masak juga menyediakan peralatan pesta. Sementara bapak bapak dan pemuda sibuk menyiapkan alat alat dilapangan tak jauh dari rumah panggung itu. Reisa tak melihat Pak Nurfea lagi.

Senja itu dimulailah acara pesta tersebut. Dengan mengenakan pakaian adatnya, mereka keluar rumah semua.Tua muda,anak anak,larut dalam acara tersebut.Mereka memenuhi lapangan yang kini dipenuhi orang orang yang akan melakukan ritual acara adat itu.Bunyi tetabuhan alat musik jelas terdengar.Reisa keluar rumah dan dari rumah itu ia menyaksikan acara tersebut. Kaum bapak terlihat hanya memakai pakaian seadanya,seluruh tubuhnya di penuhi tatto. Juga Reisa tak ketinggalan melihat Pak Nurfea yang juga mengenakan pakaian adatnya.Tari tarian dimulai dengan semakin kerasnya suara tetabuhan.Begitu juga di puncak acara dikukuhkan lah salah seorang dari laki laki itu sebagai anggota adat. Puncak acara malam itu dengan makan makan. Sebelumnya juga diadakan acara babi panggang. Para warga desa larut dengan hiburan dan acara ritual malam itu. Pak Nurfea saat itu mendatangngi Reisa dan mengajaknya untuk turun di dalam keramaian dan kegembiraan masyarakat. Dengan menarik tangan Reisa kedalam arena tari tarian,mereka pun kini sudah membaur dengan sorak sorai warga desa. Semakin malam acara semakin terasa kental hawa magisnya.Lalu diakhir acara para warga berebut makan babi panggang. Reisa tentu saja tak ikut serta, namun Pak Nur memberinya makanan lain. Malamnya semakin larut dan acara pun berakhir.Reisa pun disarankan Pak Nur pulang ke rumah.Reisa menurut dan pulang sendiri,ia langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhnya yang saat itu merasa letih karena ikut menari.

Di rumah itu,ia tak melihat penghuni lain. Tak lama kemudian Reisa mendengar suara pak Nur masuk kerumah,namun bersama seorang wanita yang tidak ia kenali.Tampaknya wanita itu adalah salah satu diantara gadis gadis yang tadi siang menyiapkan acara.Reisa merasa heran kenapa suara wanita itu juga masuk kekamar sebelah bersama Pak Nur. Tak lama kemudian terdengar suara mereka yang saling tertawa. Terdengar oleh Reisa wanita itu juga tertawa dan kemudian dengusan dua orang yang akan melakukan hubungan badan. Suara suara itu memancingnya untuk mengetahui apa yang dilakukan Pak Nur dan wanita itu dikamar sebelah. Melalui celah papan yang berada dikamarnya dengan dada yang berdebar Reisa mengintip yang dilakukan Pak Nur.Saat itu Reisa dapat melihat meskipun dikamar Pak Nur hanya ada cahaya lampu dinding. Namun keingintahuannya semakin membuatnya mengintip. Tampak tubuh Pak Nur yang meski tak muda lagi itu,sudah telanjang bulat,begitu juga dengan wanita itu. Mereka sama sama bugil. Reisa jadi tahu bahwa wanita yang dikamar pak Nur saat itu adalah wanita yang siang tadi bersamanya.

Dengan penuh kekuatiran takut diketahui oleh Pak Nur, Reisa mengintip kelakuan dua orang berlainan jenis itu dikamar. Reisa menyaksikan kedua tubuh telanjang itu melakukan hubungan badan.Reisa sempat tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat itu. Apa mungkin Pak Nur yang ia nilai amat setia dengan bu Nur sampai melakukan hubungan sex disaat itu.Apa yang dilihatnya saat itu bukanlah mimpi. Sempat Reisa mencubit pipinya meyakinkan dirinya tentang apa yang dilihatnya saat itu. Dengan jelas Reisa menyaksikan hubungan kelamin kedua orang dikamar sebelahnya.Reisa tampak jelas melihat saat Pak Nurfea memegang kemaluannya yang cukup perkasa itu akan memasuki liang kelamin wanita yang kini berada di bawahnya. Dada Reisa semakin tak kuat menyaksikan semua itu. Reisa pun menjauh dan merebahkan dirinya di dipan kayu. Ia tak mampu memejamkan matanya,apalagi suara suara persebadanan dua orang berbeda jenis dan usia saat itu amat menganggu naluri kewanitaannya. Reisa jadi ingat saat saat ia melakukan hubungan badan dengan Jonas dulu. Namun kini sudah tidak ia rasakan lagi. Masih dalam pikirannya, ia ingin merasakan kembali saat saat indah bersama Jonas dulu. Khayalan Reisa terhenti karena mendengar suara dengus dan jeritan orgasme si wanita yang berbarengan dengan suara Pak Nurfea. Reisa merasa mengigil jika membayangkan hal itu terjadi lagi pada dirinya. Dari suara wanita itu, ia dapat tahu bahwa si wanita telah orgasme dan disusul oleh Pak Nur. Kemudian suara diam dan hanya deru nafas kedua manusia dikamar sebelah.

Suasana diam malam itu hanya sebentar, kemudian tak lama kemudian Reisa mendengar kembali kegiatan kedua manusia itu. Reisa merasa heran saja kenapa PakNur masih saja kuat untuk melakukan hubungan sex kembali, bukankah barusan ia sudah klimaks. Berbagai macam pertanyaan berkecamuk dikepalanya. Namun ia tak mendapatkan jawaban yang cukup karena suara suara dikamar sebelahnya telah menganggu pikirannya. Kembali terdengar suara derit dipan kayu dan dengus keduanya.Kini tak hanya dengus namun suara pertemuan kedua paha yang besentuhan semakin jelas.Reisa tak terlalu sulit menelaah apa yang terjadi di sebelah kamarnya saat itu,sebab ia juga pernah melakukan itu dulu bersama Jonas.Namun Reisa semakin heran dengan suara suara nafas pak Nur yang semakin kuat dan goyangan dipan yang seakan mau patah.Reisa pun tak sampai hati membayangkan hal yang demikian,sebab ia tahu persis bagaimana sosok wanita yang kini disenggamai Pak Nur.Wanita itu terbilang masih muda dan jauh sekali jarak usianya dan Pak Nur.Namun kenapa orang tua wanita itu mengizinkan wanita itu bersebadan dengan Pak Nur yang memang sudah tua dan berpengalaman.

Kini suara wanita itu semakin melemah dan nyaris tak terdengar lagi.Yang kini terdengar hanya suara Pak Nur yang masih berpacu dengan deritan dipan. Sayup-sayup terdengar suara si wanita yang minta berhenti dan ampun agar Pak Nur tak lagi menggagahinya. Namun yang terdengar oleh Reisa saat itu hanya deritan dipan yang semakin keras dan suara nafas berat pak Nur yang semakin mengeras lalu berhenti. Reisa berusaha mengintip kembali. Ia dapat melihat dengan jelas si wanita telah tergolek mengangkang sedangkan Pak Nur yang berada di ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.