peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.2.peperonity.net

Pertualangan Alfi

Pertualangan Alfi
Alfi, si Loper Koran dan Sandra, pacarku

Sudah lima tahun aku pacaran dengan Sandra. Kami kuliah di perguruan tinggi yang sama. Enam bulan kuliah kami berdua bakal selesai.Lalu tahun depan berencana menikah. Sandra pacarku adalah seorang gadis yang cantik, pandai, populer di kampus. Body bak model dengan tinggi 174 cm, 32-28-32, dengan rambut hitam panjangnya yang indah seperti model-model iklan shampo. Nilai plus lain baginya adalah ia masih perawan, ya…selama ini kami memang hanya bercinta sebatas peting. Aku memiliki fantasi seks, sejak kecil aku ingin bersetubuh oleh seorang gadis dewasa, namun hal itu tak pernah jadi kenyataan. Hingga akhirnya muncul pikiran gila ini. Aku berpikir untuk meminta Sandra membantuku mewujudkan mimpi itu. Aku mengatakan keinginanku pada Sandra. Awalnya ia menolak mendengar permintaan aneh dariku. Bahkan ia sempat marah karena heran bagaimana aku rela dirinya ditiduri oleh orang lain apalagi sampai menyerahkan kegadisannya pada seorang bocah ingusan seperti Alfi.

“Please manis…aku benar-benar memimpikannya sejak kanak-kanak. Dan aku akan tetap mencintaimu setelah itu terjadi.”

“Tapi itu benar-benar gila Dit!”

“Memang itu ide gila sayang…tapi kepada siapa lagi aku hrs minta tolong?”

Begitulah, setelah setiap hari kubujuk dan kuyakinkan bahwa aku tak akan meninggalkannya, akhirnya ia bersedia melakukannya. Pilihanku jatuh pada Alfi, seorang pengantar koran langgananku yang baru berusia 15 tahun. Dari segi fisik, Alfi tak bisa dibilang tampan, penampilannya lusuh, kulitnya gelap karena sering terjemur matahari, tubuhnya pun krempeng. Ibunya seorang pelacur di lokalisasi X. Sejak usia 7 tahun Alfi sudah merasakan hubungan seks dengan beberapa pelacur yang tinggal di sana termasuk ibunya sendiri. Penis anak itu menjadi besar, jauh lebih besar dibanding anak lain seusianya, bahkan menyamai milik orang dewasa, warnanya hitam legam, panjangnya 15 cm diameter 3,5 cm, kepala penis merah pekat panjang 3,5 cm diameter 4 belum disunat kulit kulupnya meruncing menutupi glans penisnya. Jembut pun baru muncul beberapa helai. Aku sangat bernafsu membayangkan anak itu bercinta dengan Sandraku yang cantik.



Setelah direncanakan matang-matang, hari itu pun tiba. Aku menyewa sebuah cottage dengan satu kamar tidur di pinggir laut yang sepi, satu ranjang besar bersprey putih, dan satu set sofa empuk di ruang tengah. Setelah makan malam Alfi segera masuk dan menunggu di kamar. Sandra meminta waktu bicara denganku di ruang tengah. Aku tahu ia masih ragu dan nervous untuk melakukan hal itu

“Sayang, apa kau benar-benar ingin aku melakukannya dengan anak itu? kau pasti tahu resikonya setelah ini aku bukanlah gadis suci lagi”

“Tentu manis sejak awal aku tidak mempermasalahkannya”

“Apakah kau tetap mencintai dan tidak akan meninggalkanku setelah ini terjadi?”

“Tentu manis, ku mohon demi aku ….”

“Baiklah”

Sandra masuk ke kamar, tapi pintu kamar dibiarkannya terbuka lebar. Semua lampu cottage kami padamkan agar tak ada orang mengintip dari luar. Meski demikian cahaya bulan cukup menerangi pandanganku. Sesaat sebelum lampu padam, aku sempat melihat Alfi, ia sudah telanjang bulat di atas kasur. Akupun melepas pakaianku hingga telanjang lalu rebah di atas sofa menunggu. Kudengar mereka bicara tak jelas. Kemudian kudengar desah Sandra, agaknya mereka sudah mulai. Aku bangkit perlahan merayap menuju kamar hingga di dalam. Pada jarak 3 meter jarak pandangku cukup jelas, aku duduk bersandar pada dinding tanpa terlihat oleh mereka berdua. Tanganku mulai ngocok penisku. Kulihat Alfi sedang menetek pada Sandra. Ternyata selama ini aku salah

Alfi yang benar caranya menetek. Wajar saja gurunya para lonte pro. Ngemut persis bayi, tidak hanya putting dihisap, mulutnya dibuka lebar-lebar lalu sebanyak mungkin payudara Sandra ia lahap membuatnya merintih dan menggelinjang. Kurasa ia mengakui

Alfi lebih pandai dari aku. ‘Plok!!’ puting itu terlepas dari mulut Alfi, ujungnya memerah, indah dan mengacung tegak, aerolanya pun ikut mengembung bagai bukit di puncak payudaranya. Kemudian Alfi menggarap payudara Sandra yang satunya. Menit demi menit berlalu, aku terus menonton hingga akhirnya Alfi naik ke atas tubuh Sandra

kembali menetek pada payudara Sandra seperti tadi

“Kak, Alfi ngentot kakak sekarang ya?”

“pelan-pelan ya, Fi, Kakak masih perawan kakak takut…punya kamu besar banget”

“Alfi janji nanti Alfi ngentotnya pelan-pelan”

Alfi memegang penisnya dan diarahkannya tepat dibelahan basah tersebut. Ujung kulupnya dengan mudah menyelip di celah vagina Sandra. Alfi menekan penisnya

“Engg!!” kulihat Sandra menggigit bibir bawahnya, entah merasa sakit atau nikmat



‘Jleb!!’ bibir vagina Sandra pun membelah dan penis hitam Alfi mendesak masuk. Kepala penisnya sudah tak nampak menancap kaku dalam mulut vagina Sandra

“Tahaan dulu Fi, sakittt!” Sandra mendorong perut Alfi mencegahnya maju lagi

Alfi menurut, ia diam, sepertinya ujung kulup penisnya sudah menyentuh selaput dara Sandra. Setengah menit berlalu, nampak Sandra sudah tenang

“Ih, gede banget!”

Bibir vagina Sandra melingkar ketat pada leher penis Alfi

“Enggghhh!!” Sandra kembali merintih, tapi kali ini bukan karena sakit

“Udah ngga sakit kan Kak?” bisik Alfi

“He eh” angguk Sandra sambil mendesah lirih

Pinggul Alfi mulai bergerak mundur maju mengocok lembut vagina pacarku itu. Ia lalu mundur sedikit namun tak sampai penisnya lepas tercabut lalu kembali melesak masuk lagi sedalam tadi. Memang tak banyak gerakan yang dibuat Alfi, namun itu cukup untuk membuat Sandra menggelinjang nikmat. Pompaan kecil itu berlangsung sejenak hingga tiba-tiba ‘Plop!!’ kepala penis Alfi terlepas dari jepitan mulut vagina Sandra. Alfi memang sengaja melakukannya. Kepala penis anak itu basah bekilat berlumuran lendir licin.

“Fiii kenapa dicabut? Kakak tadi sudah enak ngga sakit lagi kok!” protes Sandra, sepertinya ia sudah bisa menikmati

Alfi kembali menekan masuk kepala penisnya, , ‘Clep!!’ sedalam tadi. Sandra mencengram pinggul anak itu, seolah kuatir Alfi mencabutnya lagi

Ouuggghh!

“Enak kakkk?”

“Iyaaa..eenakk sekalii, Fihh”

“Kakak suka sama punya ku?”

“He e…”

“Besar ya kak..?”

“Iya besar bangettt!”



Kembali Alfi mengenyot payudara Sandra. Kini Sandra sudah tak berkutik lagi, ia terlentang pasrah menikmati dirinya dicabuli oleh Alfi kecil, dada dan selangkangannya tersengat kenikmatan, erangannya pun terdengar meninggi. Sedetik kemudian

“Ouuughhhh!! Fiiiiii!!!! Enakkk!!” Sandra terpekik nikmat

Ia mencapai orgasmenya,Alfi, si loper koran itulah yang membuatnya orgasme. Meski penis hanya tertancap sedikit, anak belasan tahun yang jembut saja baru tumbuh satu dua helai itu telah membuat seorang gadis perawan cantik dewasa bertubuh sintal dan indah itu menggelepar dalam sengatan kenikmatan. Vagina Sandra berdenyut-denyut keras

mengempot dan menghisap penis Alfi untuk masuk semakin dalam memprovokasi penis anak itu untuk berejakulasi. Namun Alfi berusaha keras bertahan, nampaknya ia berhasil mengendalikan dorongan itu. Perlahan orgasmenya reda, Alfi masih di posisi semula mengangangkangi tubuh pacarku dengan kepala penis tertancap dalam vaginanya. Sandra membelai rambut anak itu

“Kemari Fii!!” Sandra membuka bibirnya melumat bibir anak itu

Mereka berciuman penuh gairah, Alfi berhasil mendapatkan cinta gadisku. Tubuh Sandra memang jauh lebih tinggi dari Alfi kecil sehigga gadis itu harus sedikit melengkungkan tubuhnya untuk dapat berciuman dengan anak itu. Kulihat pinggul Alfi bergerak-gerak lembut mengocok perlahan agar tautan bibir mereka tak terlepas



Kenikmatan kembali mendera Sandra. Alfi melepas ciuman mereka

“Kenapa?”

“Kakak ..Allfi … udah mauuu…” ujarnya terbata-bata dengan tubuhnya gemetar, wajahnya pucat sekali

“Engg… Alfi …kepingin muncrat?” tanya Sandra

“Iyaa… punya kakak sempit sekali… Alfi ngga tahan lagiii…”

“Fii, kamu cabut dulu burungnya, nanti muncratin di seprey…ya”

“Engga mau…enakan di dalem punya kakak aja…”

“Jangan Fi nanti kakak hamil anak kamu”

“Kakak ngga usah kuatir, kata dr Lila mani Alfi belum ada benihnya, masih kosong jadi kakak ngga mungkin hamil”

“Eng…dr Lila bilang begitu?”

“Iya kak, lagian enakan muncrat bareng kak,”

“Boleh ya, kak? Alfii udah ngga tahannnn…ughhh” pinta Alfi sambil terus menggenjot

Aku tahu Sandra masih ragu, namun ia tak lagi mencegah Alfi untuk berejakulasi di dalam vaginanya. Mungkin juga ia kasihan mendengar rengekan anak itu. Alfi melahap putting susu Sandra, menghisapnya kuat-kuat seolah ada air susunya. Pantatnya bergerak mengocok naik turun, awalnya pelan sekali lalu semakin cepat

“Alfiii!!! Sayanggggg kakakkk keluuu…aarrr lagiii!!!!”

“kak Sandraaa sekarang kakk!! Alfiiii jugaaa muncraattt”

Alfi memeluk pinggang Sandra, penisnya ia benamkan seluruhnya dalam-dalam sejauh mungkin penisnya dapat masuk. Seketika itu juga…cretttt, crettttt, cretttt, ia berejakulasi melepas benih-benih kejantanannya di dalam rahim Sandra.

“Fiiiiii!!! Sakiitttttt!!!” Sandra terpekik antara kenikmatan dan sensasi rasa sakit ketika untuk kedua kalinya penis Alfi memberinya orgasme.

Kali ini lebih dasyat dari yang pertama, penis anak 15 tahun itu menerobos masuk ke liang vaginanya dan merobek selaput daranya



Penis Alfi kini tertanam seluruhnya, aku hanya melihat testis kecilnya menempel di selangkangan Sandra. Belum kulihat lelehan sperma maupun darah keperawanan Sandra. Semuanya masih terkumpul di dalam vaginanya tersumbat oleh ketatnya tautan kemaluan mereka, mungkin juga disebabkan kentalnya sperma Alfi. Alfi telah menyetubuhi gadisku, pacarku yang cantik, calon istriku, sekaligus merengut kegadisannya dan memberinya orgasme pada coitus pertama yang tak mampu dilakukan kebanyakan pria dewasa manapun membuat Sandra rela menerima anak itu berjakulasi dalam vaginanya

tanpa kondom atau pencegah kehamilan lain sama sekali dengan resiko dapat terjadi kehamilan akibat siraman benih Alfi pada rahimnya. Satu menit sudah berlalu sejak orgasme bareng tadi. Keduanya masih enggan berpisah dan masih menikmati sisa kenikmatan dasyat tadi. Kaki Sandra ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.