peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.3.peperonity.net

Koleksi Kebon 4

Re: Koleksi kebon - 22 stories
Putri itu temanku

Namaku Indra, sudah lama aku aktif disuatu organisasi pemuda, organisasi apaan sih nggak terlalu penting, yang penting itu… di organisasi itu sana siapa sih yang tidak kenal Putri? Dia jabatannya sekretaris umum, orangnya cantik, kulitnya putih, hidung mancung, supel, ramah, meski memang kadang keras kepala… ah, cewek mana sih yang nggak keras kepala. Dia salah seorang jilbaber yang pergaulannya cukup cair, terus terang aku suka sama dia tapi karena aku sudah punya istri maka yah…nggak bisa lah aku jadian sama dia.

Sebenarnya pernah di satu rapat majalah organisasi, nggak sengaja aku lihat foto-foto dia tanpa jilbabnya. Biasa, pinjem HP buat nge-sms dan iseng buka box foto, dan komentarku? Hmm… cantik banget lah… rambutnya di foto itu bergelombang, hitam… pokoknya kaya ketan hitam… maksudnya…gelap, padat dan pasti wangi hehehe… Aku jadi makin suka sama dia, mungkin nggak sampai
termimpi-mimpi sih… tapi dia lumayan menghantui hidup aku, siapa yang nggak suka kalau hantunya cantik kaya gitu…hehehehe…

Hubungan seks ku dengan dia berlangsung di luar rencana, asli ini sih betul-betuldi luar rencana. Jadi suatu ketika ceritanya komputer dia rusak, sebagai teman aku menawarkan diri buat betulin, kebetulan aku biasa perbaiki komputer orang lain.

Waktu komputernya sudah betul dia bilang disuruhantar saja ke kost-an nya. Begitu sampai kost nya dia suruh aku tunggu diruang tamu sementara CPU dia bawa masuk, katanya cowok nggak boleh masuk kamar, aku sih nurut aja, cewek jilbaber memang selalu
kaya gitu. Tapi nggak berapa lama dia balik, katanya ada masalah waktu CPU nya dipasang.

Yah, mau gimana lagi? Aku ikut ke kamarnya dan ternyata masalahnya cuma colokan kabel monitor kurang kuat, jadi komputernya nggak mau nyala… Beres itu, nggak tahu kenapa aku nggak mau langsung keluar, aku malah pura-pura ngoprek komputernya lagi, mungkin setan sudah mulai masuk ke otakku, jadinya aku terus pura-pura ngoprek sistem komputer, kubilang aja ada yang
rusak didalamnya… biarin… mumpung dia nggak ngerti komputer… begitu pikirku…

Dia kelihatan serba salah, mungkin memang belum pernah ada cowok selain bapaknya yang masuk kamar dia, tapi aku cuek aja… malah aku suruh dia bawain minuman aku dari ruang tamu.

Sambil ngoprek nggak jelas, aku celingukan… ternyata di dinding kamar itu ada beberapa foto dia yang belum pakai jilbab… mungkin foto SMA, ternyata waktu SMA rambutnya lurus, nggak bergelombang… tapi tetap cantik kok, kulitnya masih putih matanya masih bening, senyumnya itu …masih nusuk…aduh…

Tiba-tiba dari belakangku ada suaranya

“Lihat apa?”

“Nggak…” jawabku singkat

Dia rupanya panik gitu pas tahu aku ngeliatin fotonya yang tanpa jilbab, aku tahu, soalnya dia buru-buru nurunin fotonya dan diumpetin dibawah bantal… Aku yang lihat itu iseng ngomong…

“Kamu cakep juga waktu nggak pakai jilbab.”

“Oh, jadi sekarang nggak cakep nih?” dia malah ngajak
becanda, kukira dia bakalan marah…

“Eh, sekarang lebih cakep kok, cewek tuh kalau pakai jilbab jelas lebih cakep…”

“Hmm…” dia cuma menggumam “eh, dra… mau nanya nih… kan sudah
nikah ya... enak nggak sih?”

“Apanya? Nikahnya apa kawinnya?” godaku

“Idiih… gitu ya cowok pikirannya…”

“Lho, seks itu penting lho… tapi jelas bukan yang paling penting.”

Nggak tahu kenapa obrolan kami jadi bergeser ke arah hubungan
seks, termasuk ngomongin gaya dan area-area sensitif, waduh… aku kaget juga sihngeliat Putri antusias gitu nyari infonya, aku pikir… ini cewek berjilbab danpinter, tapi kok rada kuper sama soal-soal begituan?

Makin lama, ngobrol soal seks sama jilbaber secakep inibikin aku horny juga, kebetulan sih aku nya termasuk tegangan tinggi, aku sudah lama nggak ngeseks sama istriku, dan kost-an nya bener-bener sepi. Daripada terjadi hal-hal “yang diinginkan”, aku mendingan pulang.

“Eh, aku pulang dulu ya…”

“Lho, memangnya komputer sudah beres?”

Aku cuma mengangguk… lalu berdiri… tapi nggak tahu kenapa, kakiku keserimpet kabel dan jatuh nubruk Putri. Kami berdua jatuh ke kasur, posisiku diatas dia, masih dengan jilbabnya yang makin bikin dia cantik, muka kami jaraknya nggak lebih dari lima senti, waduh…otakku langsung blank… Aku pikir ini… keberuntungan banget… Putri juga sama, karena kaget mungkin jadi dia malah bengong, kami bertatapan… birahiku langsung meledak,

“Put…kamu cantik banget sih, aku tuh suka sama kamu…”

“Dra, kamu ngomong apa sih?” dia berusaha mendorongku, tapi dari suaranya aku tahu cewek berjilbab ini juga lagi horny, itu mirip getaran suara istriku kalau kami mau ngeseks… mungkin dia horny gara-gara obrolan kami tadi…

Aku tahan dorongannya, aku pegangin tangannya pakai satu tangan dan kucium lembut bibirnya… aku lihat dia melotot, kaget… lalu dia berusaha mendorongku lagi…

“Dra, lepasin… aku teriak nih!” ancamnya…

Aku nggak percaya, lagipula salah dia milih tempat kost yang letaknya di daerah sepi. Lagipula suaranya masih bergetar horny… aku cium dia sekali lagi, tapi tanganku sambil meremas remas payudaranya dari luar.. hmm, kalau istriku pasti langsung terangsang berat nih, tapi Putri … dari wajah yang masih berjilbab itu aku lihat dia malah serba salah, antara marah, kaget, atau
pengen… ya jelas lah… dia lagi horny kok! Sambil meremas-remas itu, sesekali aku menyentuh lembut putingnya, sedikit dipilin-pilin dari luar….

“Mmmfff…” erangan itu keluar dari bibirnya, tapi matanya masih tajam melihat aku,

“Kamu cantik banget Put…” kataku lagi, birahiku sudah naik ke ubun-ubun, kebetulan dia pakai baju terusan yang pakai sleting di depan, jadi kutarik turun sletingnya dan aku jadi bebas main-main dibalik BH-nya…

"Dra… lepasin aku... tolong”, pintanya, tapi kuperhatikan gadis berjilbab ini nafasnya mulai tidak teratur. Aku yakin dia juga sudah terangsang, permintaanya aku cuekin,

Malah tanganku turun ke bawah dan menarik turun roknya

“Dra.... aaahh...” Putri mendesah waktu tanganku mendarat di selangkangannya. Aku teruskan saja menggosok-gosok daerah itu, sekarang aku lihat matanya terpejam, aku cium bibirnya, lembut banget.

Sambil mencium itu tanganku mencari-cari klitorisnya, ketemu, sekali lagi aku main-main di sana, kugosok pelan-pelan seperti yang biasa kulakukan pada istriku.

Sekarang suara erangan keluar dari bibirnya, tapi tetap saja kucium supaya tidak kedengaran siapa-siapa. Aku nggak tahu ada siapa aja di kost-annya itu. Tidak lama jariku sudah basah! Pinggulnya mulai menggelinjang dan kakinya ikut menggeliat. Dari mulut wanita berjilbab ini tetap terdengar suara mendesis perlahan,

Bagus... pikirku, aku nggak mau buang waktu dengan melakukan oral seks padanya. Dari pengalamanku oral seks kadang tidak terlalu bagus dalam kondisi
buru-buru.

Aku pandangi sekali lagi wajah cantik berjilbab ini, dia temanku, berjilbab, pintar, apa aku tega merusak kesuciannya? Tapi setan sudah nangkring di otakku, sudah kepalang basah, aku teruskan saja!

Kuperosotkan celanaku, untung aku pakai training, jadi dibuka. Perlahan-lahan kedua kaki Putri kutarik melebar, sehingga kedua pahanya erpentang. Kuambil posisi setengah merangkak di atasnya.Tangan kiriku memegang batang penisku. Perlahan-lahan kepala penisku kuletakkan pada belahan bibir kemaluan putri yang sudah basa. Kepala penisku kugosok-gosok dengan hati-hati pada bibir kemaluannya. Terdengar suara erangan perlahan dari mulut putri, badannya agak mengeliat, tapi matanya tetap tertutup. Akhirnya kutekan perlahan-lahan kepala kemaluanku membelah bibir kemaluan wanita berjilbab ini.

Mendadak Putri seperti sadar apa yang terjadi, dia berusaha merapatkan kakinya , badannya juga mendadak meronta dan dia siap berteriak, terpaksa kucium lagi bibirnya sambil kutahan kepalanya, kuelus jilbabnya yang masih terpasang. Memegang kain jilbab ini birahiku makin meningkat, dan akibat pengaruh itu tenagaku juga makin kuat, rontaannya terasa tidak ada apa-apanya.

“Nggggnhhh…” ada jeritan tertahan keluar dari bibir lembutnya ketika aku menekan penisku lebih dalam, mata Putri melotot ke arahku, aku tahu perasaannya campur aduk, marah sekaligus bingung jadi satu.

Aku pikir aku harus cepat-cepat, sebab ini memang kejadian di luar dugaan, tidak ada yang tahu apa yang bakal kejadian seterusnya, jadi daripada Putri keburu sadar mending cepat tuntaskan.

Penisku segera kugerakkan naik turun, aduuh... sempit banget, memang betul dia masih gadis! Sambil bergerak itu kupandangi dia, kami bertatapan, tapi Putri seperti yang tidak bisa apa-apa lagi, air matanya meleleh dari sudut mata, membasahi jilbabnya yang masih terpasang

Melihat air mata itu di hatiku terbit rasa kasihan, maka cepat-cepat kupalingkan muka.

“Ini sudah terlanjur Put!”

Kupercepat gerakanku, tapi kini aku tidak menahan mulut Putri lagi, kubiarkan saja, mau teriak-teriak aja sana! Tapi lama-lama kurasakan ada yang berbeda dari gerakan Putri, memang matanya masih menatapku, tapi mata itu jadi sayu, aku juga merasakan pinggul Putri ikut bergoyang mengikuti gerakan penisku yang naik turun .Bibirnya mengeluarkan rintihan, dan semakin lama rintihannya makin keras,

"Ahhh..sssahhhh..ahhhh Draaaa...”

badannya sudah menggelinjang. Mungkin otaknya sudah nggak fokus lagi. Aku tahu dia akhirnya bakal menikmati ini, tapi aku tetap harus cepat…

Kupercepat gerakanku, sampai pada satu titik aku dengar Putri menjerit tertahan

“Ahhh..ahhhh...”

Putri yang masih berbalut jilbab putih memelukku kuat-kuat. Rupanya cewek berjilbab ini orgasme. Wajahnya waktu orgasmenya mirip istriku! Mulut terbuka, mata rterpejam, sensual banget

Kubiarkan saja dia beberapa saat menikmati ortgasmenya sampai kedua tangannya yang semula memelukku terkulai lemas dan kedua kakinya yang semula menjepit pinggangku kembali tergolek lemas.

Sekarang giliranku, akhirnya dengan satu hentakan aku menekan pinggulku kuat-kuat sehingga ujung penisku masuk sangat dalam ke vagina Putri, lalu dengan hembusan nafas yang cukup keras aku menuntaskan kenikmatan luar biasa yang kurasakan saat penisku memuntahkan sperma ke dalam vagina Putri. Gadis Berjilbab ini rupanya masih punya kesadaran. Sambil berontak dia menjerit

“Draa... jangan di dalam... bajingan kamu!”

Aku tidak pedulikan jeritannya, setelah semuanya tuntas, aku lunglai di atas tubuh wanita berjilbab ini.Nafasku ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.