peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.3.peperonity.net

Koleksi Kebon 5

Re: Koleksi kebon - 35 stories
Berawal dari pelecehan seksual (Bag I)

Selesai belanja di Malioboro, aku berniat ke rumah oom-ku di daerah Umbulharjo. Aku menghentikan bus kota jalur 04 yang lewat namun ternyata aku tidak mendapat tempat duduk karena bus kota sudah penuh terisi penumpang. Dengan sedikit mendongkol terpaksa aku berdiri bersama beberapa penumpang lainnya. Ketika melewati Kantor Pos Besar, bus tersebut berhenti sejenak untuk mencari penumpang namun tak lama kemudian bus kota yang aku tumpangi menjadi penuh sesak oleh penumpang yang beratribut Partai Keadilan Sejahtera. Siang ini agaknya Partai Keadilan Sejahtera baru saja selesai mengadakan kampanye di Alun-Alun Utara kota Jogjakarta. Dalam waktu sekejap bus kota jalur 04 yang aku tumpangi penuh oleh kader dan simpatisan partai tersebut yang kebanyakan perempuan dan anak-anak. Aku yang sebelumnya tidak mendapat tempat duduk akhirnya harus terjepit oleh sesaknya penumpang peserta kampanye tersebut. Walaupun semula aku merasa kesal karena harus berdiri dalam bus kota, namun sekarang aku menjadi gembira setelah bus kota yang aku tumpangi menjadi penuh sesak oleh Kader dan Simpatisan PKS yang kebanyakan para perempuan berjilbab lebar itu.

Selama ini aku memang terobsesi dengan para perempuan cantik berjilbab lebar dan berpakaian panjang tertutup. Bagiku kemulusan tubuh yang tersembunyi dalam pakaian panjang mereka adalah misteri yang menimbulkan rasa penasaran. Rasanya sebuah sensasi tersendiri bila bisa menyingkap pakian panjang yang mereka pakai sedikit demi sedikit hingga terlihat kemulusan mereka yang tersembunyi. Di kampusku banyak mahasiswi aktivis PKS ataupun KAMMI dengan jilbab mereka dan lebar serta jubah panjang yang menutupi hingga mata kaki. Seringkali aku dan beberapa teman di kampus menggoda mereka bahkan pernah mencolak-colek pada bagian-bagian sensitif mereka, biasanya mereka hanya menunduk dengan wajah memerah. Siang ini aku bagaikan ber’pesta’ dengan penuhnya bus yang aku tumpangi oleh para perempuan berjilbab lebar aktivis Partai Keadilan Sejahtera yang baru saja mengikuti kampanye. Aku melihat para aktivis PKS ini masih berusia nrelatif muda walaupun ada beberapa di antara mereka adalah ibu-ibu muda yang membawa anak-anak mereka. Dalam beberapa detik kemudian, penisku menjadi tegang karena berdesak-desakan dengan puluhan aktivis wanita PKS ini dalam bus kota ini. Bau keringat tubuh para perempuan berjilbab lebar ini sungguh membuatku terangsang apalagi aku melihat wajah para aktivis PKS yang ada dalam bus ini rata-rata berwajah cantik menawan termasuk salah seorang dari mereka yang begitu dekat denganku.

Aktivis wanita Partai Keadilan Sejahtera yang berdiri sangat dekat denganku adalah seorang ibu muda berusia sekitar 30 tahunan, berjilbab putih lebar dan berjubah panjang warna coklat sementara kakinya terbungkus kaus kaki warna krem. Wajahnya bersih menawan dengan kulit putih yang mulus. Tubuhnya yang terbalut jubah panjang warna coklat tampak masih sexy dan sintal ketika kulihat tonjolan-tonjolan beberapa bagian tubuhnya tercetak jelas pada jubahnya. Wanita PKS ini naik bersama kedua anak perempuannya yang masing-masing berusia sekitar 5 tahun dan 3 tahun sehingga dia terlihat sedikit kerepotan, entah di mana suaminya. Semula dia berdiri berhadapan denganku sehingga mataku bisa menikmati kemontokan buah dadanya walaupun sudah tertutup oleh jilbab putih yang lebar. Aku menjadi bernafsu melihat sepasang bukit di dada wanita PKS ini yang terbalut jilbab putih. Namun bukit montok di dada ibu muda ini tak dapat aku nikmati lama, karena wanita PKS ini berubah memunggungiku. Mungkin karena merasa risih melihat tatapan mataku yang yang tak pernah lepas dari dadanya yang membukit, akhirnya wanita PKS ini berubah menjadi memunggungiku. Wajahku sempat memerah namun sesaat kemudian aku menyeringai penuh nafsu, karena setelah wanita PKS memunggungiku justru aku disodori pantatnya yang montok dan bundar walaupun masih tertutup jubah panjangnya.. Wanita PKS ini memang memakai jubah panjang berwarna coklat namun jubah tersebut tak mampu menyembunyikan dinggulnya yang besar dan pantatnya yang montok dan bundar menggemaskan. Aku menjadi bernafsu melihat belahan pantat wanita PKS dengan garis celana dalam yang dipakainya tercetak cukup jelas pada jubah panjangya. Aku menelan ludah berulang kali dengan birahi yang mulai naik melihat pantat wanita PKS yang montok ini. Penis dalam celanaku yang sudah tegang sejak para perempuan berjilbab lebar aktivis PKS ini masuk ke dalam bus yang aku tumpangi, menjadi semakin keras melihat kemontokan pantat wanita PKS di depanku ini. Libidoku mulai terangsang ketika aku mendekatkan diriku pada tubuh wanita PKS ini sehingga akhirnya penisku yang tegang dalam celanaku menempel pada belahan pantat ibu muda berjilbab yang memakai jubah panjang ini. Aku mendesah lirih ketika kurasakan batang penisku yang tegang dalam celanaku kemudian terjepit oleh belahan pantat wanita PKS yang terasa padat dan montok, walaupun masih tertutup jubah panjang yang dipakainya. Celana yang aku pakai adalah semacam celana Hawwai, sehingga ketika penisku tegang terlihat sangat menonjol apalagi aku mempunyai ukuran penis yang besar dan panjang. Rupanya ibu muda ini merasa
risih dengan penisku yang menempel pada belahan pantatnya saat kulihat dia berusaha menghindar dariku, bahkan matanya melirik ke arahku dengan sorot mata yang tajam mengandung kemarahan. Aku pura- pura tak tahu ketika wanita PKS ini melirik ke arahku dengan sorot mata berkilat-kilat marah tersebut. Aku tetap menempelkan bagian penisku pada bagian belakang wanita PKS di depanku ini. Setiap kali wanita PKS ini berusaha menghindar, aku selalu memburu mendekatinya hingga penisku yang tegang dalam celanaku tetap menempel pada belahan pantat ibu muda berjilbab aktivis PKS ini. Bus kota yang penuh sesak akhirnya menghentikan usaha wanita PKS untuk menghindar dariku. Aku melihat wanita berjilbab aktivis PKS ini hanya pasrah ketika penisku kembali menempel pada belahan pantatnya yang montok dan padat menggiurkan. Aku sempat melihat wajahnya menjadi merah padam ketika dia kembali melirik ke arahku tapi aku pura-pura tak melihatnya. Sesaat kemudian aku asyik menggesek-gesekan penisku yang tegang dalam celanaku pada belahan pantat wanita PKS di depanku dengan rasa nikmat. Goyangan bus kota yang melaju pelan telah menyembunyikan ulahku ini dan membuat para penumpang lain tidak curiga atas apa yang sedang aku lakukan pada wanita PKS di depanku ini.

Ketika aku asyik mengesek-gesekkan penisku pada pantat montok wanita PKS yang padat dan montok ini, salah seorang wanita PKS berkacamata mengajak ngobrol wanita PKS yang sedang aku nikmati pantatnya yang montok ini. Aku menjadi semakin terangsang mendengar obrolan yang kemudian terjadi karena wanita PKS yang sedang aku nikmati pantatnya ini ternyata mempunyai suara yang merdu agak mendesah saat dia melayani obrolan temannya tersebut.. Dari obrolan tersebut aku mengetahui kalau wanita PKS yang sedang aku nikmati pantatnya ini adalah seorang ibu muda yang telah mempunyai tiga orang anak, namun dalam kampanye di Alun-alun Utara dia hanya membawa dua anaknya sementara yang paling kecil ditinggal di rumah bersama neneknya. Selain itu aku juga mengetahui kalau wanita PKS yang tengah menjadi obyek pelecehan seksualku ini bernama Nurul dan tinggal di Kotagede, suaminya bernama Ari, seorang pegawai di Dephut Yogyakarta yang sedang bertugas di Kalimantan sejak 3 bulan yang lalu. Mendengar cerita ini aku menjadi ingat kalau Omm-ku di Umbulharjo juga pegawai Dephutdi bagian Personalia eentah apa jabatannya. Aku mendengarkan obrolan kedua wanita aktivis PKS tersebut sambil terus menggesek-gesekan batang penis dalam celanaku pada pantat salah satu dari mereka. Penisku yang tegang merasakan sebuah kenikmatan saat bergesekan dengan belahan pantat Mbak Nurul yang masih berjubah panjnag ini. Nafsuku kian menggeleak oleh rangsangan birahi, terlebih bau keringat Mbak Nurul tercium oleh hidungku yang membuatku kian terangsang.

Di perempatan Gedongkuning, bus kota yang aku tumpangi mulai berkurang isinya. Para perempuan berjilbab lebar aktivis PKS kebanyakan turun di perempatan ini termasuk aktivis PKS berkacamata yang mengajak ngobrol Mbak Nurul. Bus kota yang semula penuh sesak oleh para perempuan aktivis PKS menjadi lebih longgar, namun aku dan Mbak Nurul serta beberapa penumpang lainnya masih harus tetap berdiri karena seluruh bangku bus masih terisi oleh penumpang. Setelah menurunkan penumpang di perempatan Gedongkuning buskota itupun kembali berjalan ke arah Terminal. Dadaku berdegup kencang ketika ternyata Mbak Nurul tidak bergeser dari tempatnya walaupun bus kota sudah tersa lebih longgar. Pantat montoknya yang padat dan bundar dalam jubah coklatanya masih tetap menempel ketat pada batang penisku yang tegang dalam celana Hawwai yang aku pakai. Aku baru menyadari kalau Mbak Nurul diam-diam ikut menikmati batang penisku yang tegang menempel pada belahan pantat dalam jubahnya itu. Memang Mbak Nurul berdiri di sebelah bangku yang diduduki kedua anaknya, sehingga terkesan sedang menjaga kedua anaknya namun ketika aku merasakan Mbak Nurul juga menekan pantatnya ke arah penisku, aku tahu kalau wanita PKS ini juga ikut menikmati pelecehan seksual yang tengah aku lakukan kepadanya.

Aku menjadi semakin bergairah mengesek-gesekkan batang penis yang tegang dalam celanaku, di antara belahan pantat montok dalam jubah yang dipakai Mbak Nurul tersebut. Aku baru teringat kalau wanita PKS ini sudah 3 bulan ditinggal suaminya tugas di Kalimantan, nmtentu saja selama itu dia tidak pernah mendapat nafkah biologis. Bahkan taklama kemudian, aku mendengar nafas Mbak Nurul memburu sedikit terengah walaupun aku tak mampu melihat ekspresi wajahnya karena dia memunggungiku. Nafasku jadi ikut terengah menahan birahi dan libidoku terasa semakin menggelegak.

“Kotagede..Kotagede..”teriak kondektur tiba –tiba. Mbak Nurul tampak tersentak kaget dan buru-buru dia berteriak “Kiri..pak..kiri” seru Mbak Nurul dengan suaranya yang merdu. Kondektur bus kota pun memeberi isyarat kepada sopir untuk berhenti dan sesaat kemudian bus kota itupun menepi dan akhirnya berhenti. Aku mendengus kecewa, karena aku sedang asyik menggesek-gesekkan batang penisku di antara belahan pantat mbak Nurul yang montok harus terputus. Dengan sorot mata kecewa aku memperhatikan wanita PKS ini yang bergegas menarik tangan kedua anak perempuannya tersebut. Saat Mbak Nurul meraih tangan kedua anaknya, matanya sempat melirik ke arahku beberapa saat. Aku terpesona melihat lirikannya yang tiba-tiba menjadi sangat mempesona. Wajahnya yang terbalut jilbab putih lebar nampak bersemu kemerahan dan tatapan matanya tak lagi garang seperti semula namun justru tampak sayu seperti orang kehausan. Mata bulat Mbak Nurul hanya sekejap melirik ke wajahku karena kemudian lirikannya beralih ke arah selangkanganku yang jelas terlihat tonjolan penisku yang tertutup celana Hawwai. Darahku berdesir ditatap wanita PKS seperti ini apalagi ketika Mbak Nurul menggandeng kedua anak perempuannya lewat di depanku menuju pintu, entah sengaja atau tidak punggung tangan ibu muda berjilbab lebar ini menyenggol batang penisku bahkan menekannya sekejap yang membuatku berdesah kaget. Aku tidak menyangka kalau wanita PKS yang terlihat alim ternyata bisa berbuat cabul juga seperti Mbak Nurul ini. Mataku lekat penuh nafsu mengikuti gerak-gerik Wanita PKS yang sedikit tergesa-gesa turun dari bus kota hingga akhirnya ibu muda dan kedua anaknya telah berdiri di trotoar. Aku mengerdipkan mataku ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.