peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.3.peperonity.net

Koleksi Kebon 6

Re: Koleksi kebon - 35 stories
Gadis-gadis alim (part II)

Beberapa kali ia terpekik. Para lelaki yang didatanginya memegang-megang vaginanya dan menarik-narik rambut di situ. "Aku mau lihat memek perawan..." kata seorang di antara mereka lalu berjongkok dan memegangi pinggang Inda. Inda menggeleng-gelengkan kepalanya ketika lelaki itu mendekatkan wajahnya ke pangkal pahanya. Kumis lelaki itu membuatnya kegelian. Apalagi, kini ia merasakan bibir kelaminnya dikuakkan dan... "Aeengghhh..." Inda merasa bagian dalam vaginanya dijilati... Sementara dua lelaki mengapit di kanan kirinya, mengangkat seragam putih lengan panjangnya sampai ke dada. Lalu bra-nya yang cuma ukuran 32 ditarik turun. Inda terisak, kedua lelaki itu kini mempermainkan payudaranya yang tengah tumbuh. Meremas-remas dan memilin-milin putingnya.

ABG itu mengerang-erang ketika akhirnya tiga titik sensitif di tubuhnya diserang jilatan dan kuluman. Ia tak tahu, apakah yang dirasakannya adalah siksaan atau kenikmatan. Yang jelas, di tengah kejengahannya, ia merasakan sesuatu yang seolah meledak dalam dirinya dan membuat sekujur tubuhnya lunglai.

Sementara Ummi, mahasiswi di depannya, tersiksa bukan main melihat teman kos termudanya dilecehkan sedemikian rupa. Apalagi, ia sendiri menghadapi ancaman yang tak kalah mengerikan. Dua lelaki yang meringkusnya pun mempermainkannya. Jilbab coklat Ummi disampirkan ke pundaknya. Lalu, bajunya dilubangi selebar 10 cm dengan clurit, tepat di bagian tonjolan kedua payudaranya, sehingga menampakkan bra putihnya. Tepat di pucuk bra itu, dibuat lagi lubang seujung jari. Akibatnya, kedua puting Ummi nongol dari situ.

"Tolong...jangan...kalian sudah perkosa...tiga teman kami...apa itu belum cukup..." katanya mengiba saat kedua putingnya ditarik-tarik melalui lubang kecil itu.

"Wah...belum Non. Kan di rumah ini ada 6 memek. Nanti kalau semua sudah kami perkosa... baru cukup..." sahut lelaki yang memegang clurit sambil mengakhiri kata-katanya dengan mengulum puting kiri Ummi. Lelaki di sebelahnya pun melakukan hal serupa pada puting kanan. Inda yang dirubung tiga lelaki kini betul-betul telanjang, kecuali selembar kain putih di kepalanya. Tubuhnya yang putih mulus basah kuyup oleh keringat dan liur ketiga lelaki. "Bawa sini anak manis itu..." kata pimpinan kelompok sambil tangannya yang berada di balik celana dalam Ummi terus meremas-remas. Inda yang terus berlinang airmata kini berdiri berhadap-hadapan dengan Ummi yang tak kalah takutnya. ABG itu menggeliat ketika puting kanannya dipilin pimpinan kelompok.

"Nah sayang... Mbakmu ini perlu solider dengan nasibmu kan? Oke, sekarang kamu telanjangi dia ya?" katanya sambil memperkeras pilinannya.

"Aduh...adududuh...iya...iya..." sahut Inda, lalu mulai melucuti kancing jubah coklat muda Ummi.

Tak lama kemudian, tak ada lagi yang melekat di tubuh gadis itu, kecuali jilbabnya. Tubuhnya bagus juga. Payudaranya tak besar, tapi tampak bulat dan berisi dengan puting yang mungil dan mengacung. Pangkal pahanya tampak menggembung dengan sedikit rambut di situ. Ummi terisak-isak ketika ditelentangkan. Lalu Inda pun dipaksa tengkurap di atas tubuhnya dengan posisi '69'. Kedua gadis itu kini ndapat saling melihat kelamin mereka.

"Ayo, sekarang mulai saling menjilat!"

Para lelaki kemudian menekan kepala dan pantat Inda. Akibatnya, mulut Inda rapat ke vagina Ummi. Sementara vaginanya rapat ke mulut Ummi. Kedua gadis itu mengerang-erang dan mencoba memalingkan wajah mereka. Bibir keduanya terkatup, begitu pula mata mereka.

PLAKKK...PLAKKK....
"Awwww...." Inda menjerit. Kedua bulatan pantatnya ditampar keras sampai memerah.
"Cepat jilat, jangan bikin kami marah. Dan pelototin memek di depanmu itu!"

"Aduhhhhh..." giliran Ummi memekik. Rambut yang tak seberapa di vaginanya dijambak hingga tercabut sebagian.
"Kamu juga, jilatin memek di atasmu itu!"
Tak ada pilihan lain bagi keduanya selain mulai saling menjilat. Kelima lelaki itu melotot memandangi adegan langka yang tak bakal ditemui di situs internet manapun, sambil sesekali mempermainkan payudara mereka. Keduanya mulai merintih-rintih setelah 15 menitan saling menjilat. Apalagi, 5 menit terakhir, bibir vagina mereka dikuakkan, sehingga lidah 'lawan' menyapu klitoris masing-masing. Vagina keduanya kini tampak mengkilap. Basah oleh liur dan cairan yang keluar dari celahnya. Inda hampir menjerit ketika tiba-tiba kepalanya didongakkan dan tepat di hadapannya sebatang penis mengacung tegak. ABG itu tak kuasa menolak saat dipaksa mengulumnya. Lalu, kepala bagian belakangnya dipegangi dan penis itu pun digerakkan maju mundur di dalam rongga mulutnya. Inda ingin teriak, apalagi ia merasa sebatang telunjuk dipaksa masuk ke dalam anusnya. Tapi yang keluar hanya gumaman.

Ummi mengalami penderitaan serupa. Bahkan lebih parah. Dalam posisi berbaring, kepalanya dipaksa mendongak dan sebatang penis disodokkan ke rongga mulutnya. Posisi itu membuat kantung zakar lelaki di atasnya menutupi hidungnya hingga ia kesulitan bernapas. mTapi untungnya tak lama. Lelaki itu segera menarik keluar penisnya yang tampak amat tegang dan basah oleh liurnya. Di tengah kelegaannya, Ummi mencemaskan nasib Inda. Sebab, dilihatnya kepala penis itu kini menekan pintu liang vagina Inda. Betul saja.... "Eungghhhhhh...ummmffff....engggghhhh...." terdengar Inda mengerang keras dan tubuhnya meronta-ronta. Penis itu didorong dengan kekuatan penuh, menerobos segala halangan di dalam vaginanya. "Uuuuhhh....memek perawan yang hebat!" komentar pemilik penis itu. Ia merasakan penisnya seakan dicengkeram oleh dinding vagina Inda yang sempit. Namun bagi Inda, itu dirasakannya sebagai rasa pedih luar biasa.

Perlahan lelaki itu menarik mundur penisnya. Cengkeraman dinding vagina yang kuat dirasakannya sebagai kenikmatan luar biasa. Tapi tidak bagi Inda. Ia merasa seolah sebilah belati menyayat di dalam vaginanya. Lain lagi dengan Ummi. Ia bergidik melihat sepanjang batang penis di hadapannya berlumur lendir dan darah keperawanan Inda.

Sekejap kemudian, kembali lelaki itu mendorong dengan kekuatan penuh. Kali ini ia tak ingin berlama-lama. Digenjotnya sekuat tenaga sambil berpegangan pada pinggul gadis remaja itu. Sampai akhirnya, Inda merasakan semburan panas di dalam rongga kelaminnya. Ia ingin teriak, tapi penis besar masih menyumbat mulutnya. Apalagi, selang beberapadetik kemudian, penis di mulutnya juga menyemburkan sperma. Inda nyaris tak sadarkan diri ketika penis di dalam mulutnya ditarik keluar. Seketika itu juga, kepalanya didongakkan dan rahangnya dikatupkan. Akibatnya, Inda terpaksa menelan cairan kental yang membuatnya mual itu.

Posisi itu membuat Inda menduduki wajah Ummi. Ummi pun mengalami hal serupa. Ia dipaksa membuka mulutnya. Perlahan, cairan putih kental bercampur darah Inda mengalir dari celah vaginanya dan masuk ke mulut Ummi. Ketika tetesan hampir berhenti, seorang lelaki di belakang Inda menyendoki sperma dari dalam vaginanya dan menyuapkan ke mulut Ummi yang tampak dipenuhi sperma pemerkosa Inda. Ummi pun menelannya dengan berjuta perasaan mual.

Tapi itu belum seberapa. Seorang lelaki kini berada di tengah antara kedua kaki Ummi yang mengangkang. Kepala penisnya mulai menekan vagina Ummi. Ummi ketakutan tapi tak bisa apa-apa. "Ayo, kamu harus lihat. Ini yang terjadi pada memekmu tadi!" pemilik penis itu memaksa Inda menunduk. Inda yang masih menahan sakit, terpaksa melihat saat penis lelaki itu siap menembus kelamin Ummi. "Aaarrgrrrhhh...arrrgghhhhh....mmmmppfff...." Ummi tak bisa teriak lebih keras lagi karena mulutnya penuh sperma. Tapi itu cukup untuk mengekspresikan kesakitannya saat penis lelaki itu menembus vaginanya dengan kekuatan penuh. Ummi terus mengerang dan merintih. Sebab, lelaki itu langsung menggenjot dengan kecepatan tinggi. Seolah ingin segera menyelesaikan. Gesekan yang ditimbulkannya menyebabkan pedih tak terkira.

Sementara di belakang, Inda menghadapi ancaman baru. Seorang lelaki mencoba melebarkan lubang anusnya dengan menusukkan jari yang sebelumnya dilumuri sperma di dalam vaginanya. Ketika dua jari dimasukkan ke situ, Inda menjerit kesakitan. Namun, belum lagi jeritannya bertambah keras, mulutnya disumpal dengan celana dalamnya sendiri.

Akhirnya, yang ditakutkannya terjadi. ABG itu merasa bagian bawah tubuhnya terbelah saat anusnya ditembus penis lelaki di belakangnya. Lalu, lelaki itu pun menggenjot dengan kecepatan tinggi sambil kedua tangannya mencengkeram kedua payudara Inda dari belakang. Posisi itu membuat payudara gadis remaja itu seakan dibetot ke belakang. Inda tak kuat lagi, ia pingsan sesaat sebelum lelaki itu menumpahkan spermanya ke dalam anusnya. Ternyata, Ummi juga pingsan beberapa saat sebelum pemerkosanya menumpahkan sperma ke dalam vaginanya. Kendati demikian, seorang lagi tetap saja menyodominya.

Tangan kedua gadis itu kemudian diikat ke belakang punggungnya. Mulut Inda dan Ummi pun disumbat celana dalam mereka sendiri. Keduanya kemudian dibiarkan tergeletak pingsan di dekat meja makan. Empat lelaki masih memperkuat ikatan ketika tiba-tiba terdengar bentakan.

"Heiii...apa-apaan ini!?"

Ternyata Titin, gadis tertua di kos-kosan itu. Titin terkejut bukan main melihat 5 lelaki bugil di situ, sedang tiga 'adik'nya tergeletak telanjang di ruang makan. Melihat Titin datang, pimpinan komplotan itu langsung mendekatinya. Namun di luar dugaan, gadis itu tiba-tiba melayangkan tendangan ke pangkal pahanya. Lelaki itu mengaduh dan jatuh telungkup sambil memegangi selangkangannya. Empat rekannya segera merubung Titin. "Wah, cewek secakep kamu bisa karate juga ya?" kata salah satu dari mereka.

Titin mencoba tenang. Dengan sikap waspada, ia memasang kuda-kuda. Ketika salah seorang dari mereka mendekat dengan tangan terbuka ke arah dadanya, Titin menyabetkan tasnya ke wajah lelaki itu. Hantaman yang telak. Lelaki itu membekap wajahnya yang sakit. Pandangannya pun nnanar.

Namun, seorang lagi berhasil memeluk Titin dari belakang. "Aiiihhh...." Titin memekik. Sebab, sambil memeluk itu, tangan lelaki itu dengan kurangajar menangkap kedua payudaranya dari luar jubah dan jilbab besarnya. Dengan cepat Titin menyikut lelaki di belakangnya. Lelaki itu mengaduh dan pegangannya mengendur. Namun, posisi lemah itu, segera dimanfaatkan dua lelaki lainnya. Seorang dari mereka meninju tepat ke ulu hati Titin.

Titin mengaduh dan membungkuk. Lalu satu pukulan lagi menghantam bagian belakang kepalanya. Tak ayal lagi, ia jatuh telungkup. Setengah sadar, Titin merasa diseret. Lalu, kedua tangannya diikat dan dengan ikatan di tangannya itu, ia digantung di kusen pintu kamar Uswatun. Cukup tinggi, hingga ia berdiri jinjit. Perlahan kesadarannya bangkit. Di saat itulah ia melihat 5 lelaki bugil mengelilinginya dengan pandangan marah. Titin coba bicara, tapi tak bisa. Mulutnya disumpal celana dalam entah milik siapa. "Cewek jalang, harus diberi pelajaran," kata pimpinan komplotan. "Eungghhhhhh....eungghhhh....mmmmffff...." Titin mengerang. Lelaki itu dengan marah mencengkeram selangkangan dan kedua payudaranya berulang-ulang.

Lalu, seolah balas dendam, lelaki itu menyuruh komplotannya menarik turun celana dalam Titin. Wajah Titin ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.