peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.6.peperonity.net

koleksi iyan 1

Koleksi iyansaja - 14 stories
1 vs 5

" Langsung aja kami berlima adalah "teman dekat " Nama kami adalah yoyok, aji, Robet, Grandong, Kobet...... Kami berlima adalah anak2x jalanan Pada waktu malam itu hari Rabu kami berame2x mengerjai Wanita jalan juga , Cerita nya begini pada pkl 12 malam kami main kartu remi di pinggir jalan raya dan main gitar Setelah kami agak bosan main kartu remi kami pun Cuman duduk di pinggir jalan ,Dan salah satu temen kami melihat sesosok wanita yang jalan di pinggir jalan dan kami pun langsung mendekati cewek tersebut dan kami berkenalan ...

" cewek tersebut nama nya desi Dan desi begitu cantik , aji berkata pada cewek tersebut desi koq jalan2x malem 2x begini apa ngak takuttt ? desi takut apa sih ? yah barangkali aja Entar ada yang memperkosa kamu gimana Desi Ngak papa di perkosa kan enak Dan setelah mendengar Ucapan desi aji, yoyok, robet, grandong, kobet punya pikiran jahat pada desi grandong , des yuk ikut yuk ke rumah aku , rumah aku deket koq dengan jalan ini dan desi pun mengangguk kan kepala berarti desi mau di ajak ke rumah grandong Tanpa di ketahui desi temen nya menyiapkan tikar di pematang sawah deket rumah grandong.? "desi, dimana sih rumah kamu grandong ? di situ deket sawah? Grandong yuk ke sana yuk desi mengikuti ajakan grandong dan pas di tengah 2x sawah desi di suruh berhenti dulu sama grandong , sini dulu des, duduk2x dulu ama temen2x desi pun mematuhi perintah grandong ?

"Setelah desi duduk ,desi di beri minuman oleh yoyok Setelah desi meminum desi agak pusing , DEs mau ngak kita perkosa kamu rame2x beleh aja tapi satu, satu jangan rame-rame dan setelah mendengar kata desi mau kami perkosa kami langsung cepet2x buka pakaian kami yang kami pakai dan kami pun langsung merebahkan tubuh desi di tikar yang kami siapkan sejak tadi , dan kami langsung melepaskan satu demi satu kancing yang di kenakan desi sehingga sekarang desi tinggal memakai Bh dan bra nya saja tanpa basa-basi grandong dan aji langsung menyampar susu satu-satu grandong menciumi susu desi yang begitu putih dan halus kami hanya di suruh untuk melihat dulu setelah puas menciumi susu.

"grandong langsung membuka bra yang di kenakan desi langsung mencium memek desi yang begitu lembek dan kenyalll desi memejamkan mata sambil mendesahh ahhhhhh......ahhh......ahhh......Udah mas aku ngak tahan ayuk donk mass jangan lama lama donk desi udah ngak tahan , grandong pun lanngsung membuka celana nya hingga keluar lah kontol yang begitu besarrr, hitam dan bulettt setelah di keluarkan kontol grandong langsung menyuruh desi untuk mengulum nya desi pun menuruti kata grandong ahhhhhhhh......ahhhhhhhh desssss terussssssss.....ahhhhh Setelah puass grandong langsung mengarahkan kontol nya ke memek desi yg begitu sempittt setelah mencoba memasukan beberapa kali agak sulittt ahhhhhh ...ahhh...des buka donk lebar2x kaki kamu iyahhhhhhh tunggu donk setelah membuka lebar ahir nya masuk juga Kontol grandong blesssssss ahhhhhhhh.....ahhhhhhhhh grandong memaju-mundurkan kontol nya ke memek desi terussssss terusssssss ahhhhhhh ahhhhhhh dengan di iringi gerakan maju-mundur pantattttt gradong ahhhhhh erusssssss ahhhhhhh ahhh , desi mengerang ke enakan .....dan kami pun belom mendapat giliran dan setelah beberapa menitt kemudian satuu persatu dari kami sudah memasukan kontol kami ke dalam memek desi dan kami mengeluar kan mani kami ke dalam rahim desi yang cantikkkkk dan setelah puas kami berpakaian langsung kami main di jalan lagi, karna jalan adalah hidup kami.........dan itu lah pengalaman sex kami berlima .


T A M A T
__________________
Ingin Penghasilan Tambahan, klik aja link berikut ini :

Visit My Blog for more information
Last edited by iyansaja; 10-05-2008 at 02:35 AM. iyansaja
Addicted Kakis

Join Date: Apr 2008
Posts: 30
























































08-05-2008, 01:36 AM #2
Diperkosa 3 Gadis
Sebenarnya aku tidak istimewa, wajahku juga tidak terlalu tampan, tinggi dan bentuk tubuhku juga biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa dalam diriku. Tapi entah kenapa aku banyak disukai wanita. Bahkan ada yang terang-terangan mengajakku berkencan. Tapi aku tidak pernah berpikir sampai ke sana. Aku belum mau pacaran. Waktu itu aku masih duduk di bangku kelas dua SMA. Padahal hampir semua teman-temanku yang laki, sudah punya pacar. Bahkan sudah ada yang beberapa kali ganti pacar. Tapi aku sama sekali belum punya keinginan untuk pacaran. Walau sebenarnya banyak juga gadis-gadis yang mau jadi pacarku.

Waktu itu hari Minggu pagi. Iseng-iseng aku berjalan-jalan memakai pakaian olah raga. Padahal aku paling malas berolah raga. Tapi entah kenapa, hari itu aku pakai baju olah raga, bahkan pakai sepatu juga. Dari rumahku aku sengaja berjalan kaki. Sesekali berlari kecil mengikuti orang-orang yang ternyata cukup banyak juga yang memanfaatkan minggu pagi untuk berolah raga atau hanya sekedar berjalan-jalan menghirup udara yang masih bersih.

Tidak terasa sudah cukup jauh juga meninggalkan rumah. Dan kakiku sudah mulai terasa pegal. Aku duduk beristirahat di bangku taman, memandangi orang-orang yang masih juga berolah raga dengan segala macam tingkahnya. Tidak sedikit anak-anak yang bermain dengan gembira.

Belum lama aku duduk beristirahat, datang seorang gadis yang langsung saja duduk di sebelahku. Hanya sedikit saja aku melirik, cukup cantik juga wajahnya. Dia mengenakan baju kaos yang ketat tanpa lengan, dengan potongan leher yang lebar dan rendah, sehingga memperlihatkan seluruh bahu serta sebagian punggung dan dadanya yang menonjol dalam ukuran cukup besar. Kulitnya putih dan bersih celana pendek yang dikenakan membuat pahanya yang putih dan padat jadi terbuka. Cukup leluasa untuk memandangnya. Aku langsung berpura-pura memandang jauh ke depan, ketika dia tiba-tiba saja berpaling dan menatapku.
"Lagi ada yang ditunggu?", tegurnya tiba-tiba.
Aku terkejut, tidak menyangka kalau gadis ini menegurku. Cepat-cepat aku menjawab dengan agak gelagapan juga. Karena tidak menduga kalau dia akan menyapaku.
"Tidak..., Eh, kamu sendiri..?",aku balik bertanya.
"Sama, aku juga sendirian", jawabnya singkat.

Aku berpaling dan menatap wajahnya yang segar dan agak kemerahan. Gadis ini bukan hanya memiliki wajah yang cukup cantik tapi juga punya bentuk tubuh yang bisa membuat mata lelaki tidak berkedip memandangnya. Apalagi pinggulnya yang bulat dan padat berisi. Bentuk kakinya juga indah. Entah kenapa aku jadi tertarik memperhatikannya. Padahal biasanya aku tidak pernah memperhatikan wanita sampai sejauh itu.
"Jalan-jalan yuk...", ajaknya tiba-tiba sambil bangkit berdiri.
"Kemana?", tanyaku ikut berdiri.
"Kemana saja, dari pada bengong di sini", sahutnya.

Tanpa menunggu jawaban lagi, dia langsung mengayunkan kakinya dengan gerakan yang indah dan gemulai. Bergegas aku mengikuti dan mensejajarkan ayunan langkah kaki di samping sebelah kirinya. Beberapa saat tidak ada yang bicara. Namun tiba-tiba saja aku jadi tersentak kaget, karena tanpa diduga sama sekali, gadis itu menggandeng tanganku. Bahkan sikapnya begitu mesra sekali. Padahal baru beberapa detik bertemu. Dan akujuga belum kenal namanya.

Dadaku seketika jadi berdebar menggemuruh tidak menentu. Kulihat tangannya begitu halus dan lembut sekali. Dia bukan hanya menggandeng tanganku, tapi malah mengge1ayutinya. Bahkan sesekali merebahkan kepalanya dibahuku yang cukup tegap.
"Eh, nama kamu siapa...?", tanyanya, memulai pembicaraan lebih dulu.
"Angga", sahutku.
"Akh.., kayak nama perempuan", celetuknya. Aku hanya tersenyum saja sedikit.
"Kalau aku sih biasa dipanggil Ria", katanya langsung memperkenalkan diri sendiri. Padahal aku tidak memintanya.
"Nama kamu bagus", aku memuji hanya sekedar berbasa-basi saja.
"Eh, boleh nggak aku panggil kamu Mas Angga?, Soalnya kamu pasti lebih tua dariku",• katanya meminta.

Aku hanya tersenyum saja. Memang kalau tidak pakai seragam Sekolah, aku kelihatan jauh lebih dewasa. Padahal umurku saja baru tujuh belas lewat beberapa bulan. Dan aku memperkirakan kalau gadis ini pasti seorang mahasiswi, atau karyawati yang sedang mengisi hari libur dengan berolah raga pagi. Atau hanya sekedar berjalan-jalan sambil mencari kenalan baru.
"Eh, bubur ayam disana nikmat lho. Mau nggak...?", ujarnya menawarkan, sambil menunjuk gerobak tukang bubur ayam.
"Boleh", sahutku.

Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. Apa lagi perutku memang lagi lapar. Sambil makan, Ria banyak bercerita. Sikapnya begitu riang sekali, membuatku jadi senang dan seperti sudah lama mengenalnya. Ria memang pandai membuat suasana jadi akrab.

Selesai makan bubur ayam, aku dan gadis itu kembali berjalan-jalan. Sementara matahari sudah naik cukup tinggi. Sudah tidak enak lagi berjalan di bawah siraman teriknya mentari. Aku bermaksud mau pulang. Tanpa diduga sama sekali, justru Ria yang mengajak pulang lebih dulu.
"Mobilku di parkir disana...", katanya sambil menunjuk deretan mobil-mobil yang cukup banyak terparkir.
"Kamu bawa mobil...?", tanyaku heran.
"Iya. Soalnya rumahku kan cukup jauh. Malas kalau naik kendaraan umum", katanya beralasan.
"Kamu sendiri...?"
Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja.
"Ikut aku yuk...", ajaknya langsung.

Belum juga aku menjawab, Ria sudah menarik tanganku dan menggandeng aku menuju ke mobilnya. Sebuah mobil starlet warna biru muda masih mulus, dan tampaknya masih cukup baru. Ria malah meminta aku yang mengemudi. Untungnya aku sering pinjam mobil Papa, jadi tidak canggung lagi membawa mobil. Ria langsung menyebutkan alamat rumahnya. Dan tanpa banyak tanya lagi, aku langsung mengantarkan gadis itu sampai ke rumahnya yang berada di lingkungan komplek perumahan elite. sebenarnya aku mau langsung pulang. Tapi Ria menahan dan memaksaku untuk singgah.

"Ayo..", Sambil menarik tanganku, Ria memaksa dan membawaku masuk ke dalam rumahnya. Bahkan dia langsung menarikku ke lantai atas. Aku jadi heran juga dengan sikapnya yang begitu berani membawa laki-laki yang baru dikenalnya ke dalam kamar.
"Tunggu sebentar ya...", kata Ria setelah membawaku ke dalam sebuah kamar.

Dan aku yakin kalau ini pasti kamar Ria. Sementara gadis itu meninggalkanku seorang diri, entah ke mana perginya. Tapi tidak lama dia sudah datang lagi. Dia tidak sendiri, tapi bersama dua orang gadis lain yang sebaya dengannya. Dan gadis-gadis itu juga memiliki wajah cantik serta tubuh yang ramping, padat dan berisi.

Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. Bahkan salah seorang langsung mengikat tanganku hingga terbaring menelentang di ranjang. Kedua kakiku juga ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.