peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.6.peperonity.net

koleksi sukacipap 1

Koleksi sukacipap - 18 stories
Pengalaman Bersama Hilda dan Lenny


Perkenalkan namaku yayat ratulangi,berikut kisah seks sewaktu aku sma kelas tiga dulu dan salah satunya menjadi istri setiaku sekarang. Padahal dulu ia dan temanya hilda sangatlah pantas sebagai tipe cewek pemarah. siang itu aku lagi enak enaknya makan nasi pecel tiba tiba hilda datang dan menyuruh aku masuk ke kelas. Padahal masih istirahat,akhirnya aku masuk kelas dengan terpaksa. ketika masuk aku di suruh rapat oleh bunga, ketua kelas.

Sehabis rapat sampai siang waktu menunjukkan 01 pm tapi si hilda tetap membentakku agar tidak pulang dulu. akhirnya aku janji hanya ambil mobilku dan sebagai jaminan aku meninggalkan tas sekolahku. tak lama kemudian aku datang dengan mobil. hilda dan lenny minta agar aku mengantarkanya.aku membantah padahal uangku tinggal 200 ribu.jika mengantarkanya harus ngisi bensin dulu 50.000 wah gawat nih. Tapi mereka terus memaksaku akhirnya aku mengiyakan. setelah aku sms ibuku kalau aku tak pulang ke rumah ibuku dan aku mengantarkanya pulang. tapi ketika ada perempatan aku mau belok dan lampu riting arah kanan dan mau membelok ke kanan di minta maen dulu dan gak pulang ke rumah. sdah kuduga pasti ini kemauanya akhirnya aku bawa ia ke sebuah rumah kontrakanku di kota x dan ketika masuk hotel mereka kaget.

Aku tetap santai aja kalau mau ini kalau enggak aku mau istirahat kataku kepada mereka.akhirnya mereka mau dan sampai di kamar lenny langsung mandi sementara hilda cuma marah marah karena aku cuma ngajak maen ke rumah kontrakanku. padahal aku tau uangku nipis mau ngajak maen ke luar kota aku gak punya uang lebih. toh wqalaupun aku punya tabungan tapi aku sadar kalau aku menerima uang jatah masih 2 minggu lagi. dan aku juga sudamempersiapkan makan untuk mereka dan kamiun makan bersama. waktu telah menunjukkan pukul 05 pm aku sebenarnya mau menikmati tubuh mereka tapi belum waktunya. tiba tiba lenny minta aku untuk tidur di depan tv, padahal semua yang menyewakan kamar ini aku. mereka berdua marah dan akhirnya aku mengalah.

Tepat pukul 06.30 pm lenny telah larut dalam mimpinya mungkin karna tadi siang kecapaian. sekarang tinggal hilda. ia sedang menonton tv, sedangkan aku masih sibuk ngotak atik laptop ku yang pernah kusimpan beberapa waktu lalu. memang se sekolahan yang primpen dalam hal menyimpan bokep aku sedangkan hilda dan lenny mereka adalah pengganggu yang sukanya marah marah denganku. hilda keliatan mulai jenuh nonton tv dan aku menikmati film bokep yang telah ku temukan. hilda merasa jenuh tiba tiba mematikan tv dan melihat laptopku melihat aku liat film bokep ia diam lalu pergi ke kamar mandi entah kenapa. aku buntuti dia dan dia lupa kalo tidak mengunci pintu kamar mandi. dan aku langsung reaksi kubuka seluruh pakaianku hanya tinggal cd ku dan “bapak’e thole” yang sedang bangun ini. aku masuk pelan pelan dan mengunci kamar mandi. aku mengintipnya ternnyata ia mau mandi dan keliatanya mau pipis. kontan aku mendekatinya ia terkejut dan berteriak.dia minta maaf aku tak menghiraukanya dan aku terus menmjilati payudaranya.
advertisement

Ia menangis lalu ia ingin pipis, aku mempersilahkanya pipis tapi ketika ia sedang pipis aku meminum air pipisnya entah setan apa yang merasukiku. setelah puas aku langsung mengerayangi payuidaranya, tak berapa lama ia mendesah dan kakinya mengejang,ia pasti keluar dulu tanpa pikir panjang aku langsung menyetubuhinya dan dan aku bawa ia ke samping leni. ternyata ia sudah tidak perawan tapi aku terus menyetubuhinya.sudah 9 kali ia keluar sedangkan punyaku belum reaksi apa apa maka aku jilat vaginanya dan kugenjot dengan keras ia merintih kesakitan dan pada saat masturbasi yang ke 10nya itu aku juga menyemprotkan cairanku kepadanya. ia tak punya daya lagi, ia lemas dan aku melihat lenny masih nyenyak dalam tidurnya. tanpa pikir panjang aku melucutinya sampai ia telanjang tapi ia masih tetap tidur.

Aku langsung menjilati buah dadanya dan ia pun bangun lalu menangis meminta ampun. aku diam saja dan langsung kupercepat tanganku untuk mengerayangi payudaranya yang besar itu tapi aku tak tahu ukuranya. dia menggelinjang hebat tandanya sudah keluar dan kontan aku masukkan penisku ke lubang v nya, tapi melihat masih putih v nya maka aku jilat v nya dan cairan cintanya. dia cuma bisa menangis dan berkata ampun, kontan aku langsung memasukkan p ku kepadanya dan terus menangis. darah ya darah keperawananya ku habiskan dan aku terus melakukan oral sampai aku keluar. kali ini lenny mendesah dan menangis hingga aku hitung 10 kali ia keluar. aku marah dan aku mengatakanya kalau ia curang tapi ia tetap menangis dan sampai saat yang terakhir aku dan ia keluar bersamaan. setelah itu ku benamkan kontolku itu sampai pagi.

Paginya mereka bangun dengan berpelukan aku memberi ulti matum kalau berani bicara pada orang lain maka aku akan menghajarnya sampai mati. tapi mereka langsung berbicara kalau lain waktu ada waktu luang mereka sanggup untuk melayaniku lagi.dan aku mandi bersama dan masih ada 2 ronde lagi dan pulang ke rumah masing masing. setelah itu lenny jadi pacarku dan meminta aku tanggung jawab kalau ia hamil begitu juga si hilda. tapi walaupun aku tak memakai kondom ia tak hamil dan si lenny sampai sekarang sudah menjadi istriku dan aku dan lenny sudah mempunyai satu anak.

Si lenny tidak pernah mau kalau ia akan ku berikan pada temanku jadi si lenny dan aku tidak pernah main serong dengan orang lain.aku cinta lenny begitu juga sebaliknya, hilda karna ia menikah dan berjauhan tempat maka kami tetap merahasiakan kisah di hotel tersebut.dan si lenny makin hari makin pintar dan lihai dalam seksnya.
Last edited by deqnoora; 29-03-2008 at 03:02 PM. sukacipap
Newbies

Join Date: Mar 2008
Posts: 24
























































27-03-2008, 02:23 AM #2
Nikmatnya Tubuh Dina, Teman Istriku
Siang itu pertemuanku dengan client makan waktu lebih cepat dari perkiraan. Jam masih menunjukkan jam 11.00, paling sampai kantor pas jam istirahat dan pasti sdh sepi, pada makan siang diluar kantor… mmm… kubelokkan mobilku, dan kutuju satu arah pasti… kantor Tari istriku… Istriku seorang wiraswasta, berkantor di daerah Tomang.

”Eee… mas Tommy, tumben muncul siang-siang begini…?”

Dina sekretaris Tari menyambutku…

”Sepi amat..? udah pada istirahat..?” sahutku sambil melangkah masuk kantor yang tampak sepi.

”Mmm… Tari ke customer sama pak Darmo, Liliek dan Tarjo nganterin barang dan katanya Tari sekalian meeting dengan customer… sukri lagi Dina suruh beli makan siang, tunggu aja mas diruangan Tari..”

celoteh Dina yang berjalan di depanku memperlihatkan pantatnya yang montok bergoyang seirama dengan langkah kakinya… Aku masuk ke ruangan Tari, kujatuhkan pantatku ke kursi direktur yang empuk…

Dalam hati aku mengutuk habis-habisan, atas keanku hari ini… malah sampe disini, ketemu ama Dina… oh ya Dina sebenarnya adalah sahabat Tari waktu kuliah, janda beranak 2 ini diajak kerja istriku setelah setahun menjanda… orangnya cantik, ramah… cuma sebagai lelaki aku kurang menyukai karakternya… terutama dandanannya yang selalu tampak menor, dengan tubuhnya yang montok… tetenya gede sebanding dengan pantatnya yg juga gede, pokoknya bukan type wanita yg kusukai dan menurutku kulitnya terlalu putih… jadi tampak kaya orang sakit-sakitan… walaupun kata Tari, Dina orangnya sangat cekatan dan sangat doyan kerja alias rajin… Kubuka laptopku dan kunyalakan… kucari-cari file yang kira-kira bisa menemaniku disini… daripada aku hrs ngobrol sama Dina, yang menurutku bukan temen ngobrol yang asyik… wow… di kantong tas laptopku terselip sebuah CD… wiih DVD bokep punya Rudy ketinggalan disini… lumayan juga buat ngabisin waktuku nungguin Tari…. Mmmm Asia Carera… lumayan bikin ngaceng juga setelah kira-kira setengah jam melihat aksi seks Asia Carera melawan aksi kasar Rocco Sifredi…

”Ooo.. ooo.. mas Tommy nonton apa tuuuh… sorry mas Tommy mau minum apa..? panas, dingin… hi..hi.. pasti sekarang lagi panas dingin kan..?”

suara Dina bagaikan suara petir disiang bolong… dengan nada menggodaku…

”Ah kamu bikin kaget aja… ngg… dingin boleh deh… mm ga ngrepotin neeh..?”

sahutku sambil memperbaiki posisiku yang ternyata dari arah pintu, layar laptopku keliatan banget… lagiiii…. aahh masa bodo laahh… toh Dina bukan anak kecil.. Dina masuk ruangan lagi sambil membawa 2 gelas es jeruk..
advertisement

”Mas Tommy boleh dong Dina ikutan nonton… mumpung lagi istirahat… kayanya tadi ada Rocco sifredi yak..?”

kata Dina sambil cengar cengir bandel..

”ha… kamu tau Rocco Sifredi juga..?”

tanyaku spontan… agak kaget juga, ternyata wanita yang tiba-tiba kini jadi tampak menggairahkan sekali di mataku, tau nama bintang film top bokep Rocco Sifredi…

”Woo bintang kesayangan Dina tuuuh..”

sahut Dina yang berdiri di belakang kursiku…
”Kamu sering nonton bokep..?”

tanyaku agak heran sebab Dina setelah menjanda tinggal dg orang tuanya dan rumahnya setahuku ditinggali banyak orang…

”Iya… tapi dulu… waktu masih sama “begajul” itu..”

sahut Dina enteng dan membuatku ketawa geli mendengar Dina menyebut mantan suaminya yang kabur sama wanita lain… Suasana hening… tapi tak dapat dielakkan dan disembunyikan nafas kami berdua sdh tak beraturan, bahkan beberapa kali kudengar Dina menghela nafas panjang… ciri khas wanita yang hendak mengendorkan syaraf birahinya yang kelewat tegang… dan beberapa kali kudengar desisan lembut, seperti luapan ekspresi… yang kuartikan Dina sudah larut dalam aksi para bintang bokep di layar monitor… Sementara keadaanku tak jauh beda.. celanaku terasa menyempit… desakan batang kemaluanku di selangkangan yang mengeras sejak setengah jam yang lalu, mulai menyiksaku… dalam kondisi seperti ini biasanya, aku melakukan onani di tempat.. Tapi kali ini masak onani di depan Dina..? ampuuuunn siaal lagiii..!

”Din.. kamu suka Rocco Sifredi..? memang suka apanya..?”

tanyaku memulai komunikasi dengan Dina yang desah napasnya makin memburu tak beraturan dan sesekali kudengar remasan tangannya seolah gemas pada busa sandaran kursi yang kududuki…

”Mmm… hhh.. apanya yak..? iih… mas Tommy nanyanya… sok ga tau..”

sahut Dina sambil mencubit pundakku… entah siapa yang menuntun tanganku untuk menangkap tangan Dina yang sedang mencubit… mmm… Dina membiarkan tanganku menangkap tangannya…

”Kamu ga cape, berdiri terus… duduk sini deh..?”

kataku sambil tetap menggenggam tangan ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.