peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Text page


cerita.dewasa.7.peperonity.net

koleksi skin2 1

Koleksi skin_s4tiva - 26 stories
MBAH KOTIM YANG PERKASA

Tidak kunyana Mbah Kotim yang berbadan tinggi kurus serta berkulit hitam itu, tiba-tiba bangkit sambil mengendong istriku dan kemudian mendudukannya di kursi single, sehingga istriku menghadap pintu kamar, dimana aku mengintip adegan panas yang sedang berlangsung antara istriku dengan Mbah Kotim yang tua itu. Mbah Kotim pun mengangat kedua kaki istriku dan mengkangkangkan lebar-lebar di kedua tangan kursi yang besar dan empuk itu sehingga posisi istriku sangat merangsang dengan kedua payudaranya yang sudah menyembul keluar dari blousenya dan rok span elastisnya tersingkap sampai di perutnya apalagi kakinya yang terangkat terkangkang lebar menampakkan jembut lebatnya di selangkangan istriku.

Mbah Kotim pun berjongkok tepat di selangkangan istriku dan kedua tangannya yang keriput membuka lebar tempik istriku dan ujung lidah Mbah Kotim yang bergetar cepat langsung menjilati itil dan tempik istriku bergantian. "Eeeeenaaaaakkkkkk mmbaaaaaah……..," rintih istriku. "Suamiku tak pernah menjilati heeeehhhh heeeehh itil daan teempiiik ku seperti iniiiii…. heeeh ….. heeeeh,' Mbaaah mmbaaaah akuuuu keluaaaaaarrrr mmmmmpf oohhhhhh, " istrikupun mengelinjang dan siku Mbah Kotim menekan kedua paha istriku dan kedua tangannya yang keriput tapi kuat memegang kedua lengan istriku sehingga hanya kepala istriku yang tersentak sentak ke depan merasakan kenikmatan.

Mbah Kotim tetap memegang istriku sehingga tubuhnya tak dapat bergerak dan kepala istriku menengadah merasakan sisa kenikmatan dan nafasnya terengah engah sehingga payudaranya yang sekarang lebih montok naik turun seirama dengan nafasnya. Untuk kesekian kalinya aku kaget, ketika Mbah Kotim menoleh ke arahku dan hiiiih lidahnya menjulur panjang bercabang diujung lebih panjang dari panjang kontolku yang 18 cm itu mungkin lebih dari 22 cm dan besarnya agak lebih besar dari kontolku dan yang membuat aku ngeri ujung lidahnya yang bercabang terus bergetar cepat. Istriku tetap menengadah sehingga dia tak melihat kalau Mbah Kotim menoleh dan pandangan setannya tepat di kedua mataku, wajah keriputnya menjadi sangat bengis dan memberi kesan meremehkan diriku bahkan menginjak-injak martabatku sebagai seorang suami dan mulutkupun semakin kelu dan ternganga ketika Mbah Kotim mendemonstrasikan lidahnya yang membesar dari ujung ke pangkal lidahnya seperti bola tennis meliwati lidahnya dan `hiiiiihhh…' lidah itu dapat memelintir dan semakin besar seperti kaleng parfum axe.

Kemudian Mbah Kotim berpaling ke istriku "Jeng, kau akan merasa awal kenikmatan yang tiada tara," istrikupun menunduk memandang wajah Mbah Kotim dan "eeeeh….." istriku mendesah ketika mulut Mbah Kotim mencaplok kemaluan istriku.

Tak lama kemudian, "mbaaah …. lidahmu kok masuk ke torokku, eeehhh mbaaaahh ujjjuuung liiidaaahmu bergettttaaaarrrrr… .oooooh mbaaaahhh lidahmu ooooohhh besaaaaaar mbaaaaah oooohhh besaaaaarrr heeeh,….!!!!" kelihatannya Mbah Kotim menarik lidahnya. "Enak, jeng….???? "He eh, kok besar ya mbah, rasanya lebih besar dari kontol suamiku,..!! !" istriku menerangkan. "Aku takut suamiku bangun karena teriakanku, mbah….!!!"

"Dia tidur pulas lagi pula hujan deras di luar membuatnya semakin anler atau kalau tetap nggak percaya biar kubawa sini…". "Jangan, mbah…," pinta istriku "Jeng, boleh teriak apa kau tak percaya kemampuan Mbah Kotim. Jangankan suamimu seluruh orang desa tak akan berkutik padaku….!!!" "Iya mbah, aku percaya mmmpfff," istriku mendesah lagi begitu mulut Mbah Kotim melahap kemaluan istriku lagi.

"Ooooohhh mulai lagiii….. ooohh mbaaaah bessaaaaarrrr ooohhhh mbaaaaahh semakin masuuukkk ke toroookkkkuuuu ooooohhh toroookkkkuuu sseeesssaaaakk mbaaaah ooohhh koookk panjaaang sekaliiii liiiidaaaahmuu oooooh mmbaaahhhh heeeh ooohhh koook teruuss masuk semakiiiin dalaaam ke torookkkuuu mmbaaah ooohh ennnaaaak mbaaah oooh…. mbaahhh ujung lidahmu bergetaar semakiiin kerrass…….!!!!!"

Memang istriku selalu meracau bila bersetubuh denganku dan menceritakan kenikmatan yang dirasakannya sewaktu bersenggama dan racauan itupun semakin jelas. Yang tadinya aku tak percaya ketika Mbah Kotim menjulurkan lidahnya mendemontrasikan padaku, kini aku percaya 100 persen ketika istriku semakin keras merintih-rintih… ."Mbaaaah lidahmu panjaaangg ddaaan oohh semakin besar ooohhh aku tak pernaah sedalaam ini mmbaaah oooohh muuluuuut rahiiiiimkkuu oooooh mbbbbaaaaaaah akkuuuuuu tak tahaaaaaan akkkkuuuuuu keluar mbaaaaaaahhhh…!!! !"

Istrikupun mengejang ketika orgasme yang ketiga dan kini tangan Mbah Kotim melepas pelukan di tubuh istriku dan turun memeluk pantat istriku yang bahenol. Istrikupun memeluk erat kepala Mbah Kotim yang berambut jarang dan ……"Oooh lidah mbah kok ooohh mentool kaaayaak bolaaa dipangkalnyaaa mbaaah terlalu bessaaaar….aaahhh"

Istriku menekan pinggulnya kedepan, saking kerasnya Mbah Kotim yang jongkok di antara kedua paha mulus istrikupun terjengkang dan tubuh istrikupun terikut sehingga posisi Mbah Kotim telentang di lantai sedangkan posisi istriku jongkok seperti katak dan kedua tangannya di lantai dimana lidah Mbah Kotim tetap di dalam kemaluan istriku.

"Mbaaah heeeh heeeh rasanya bola itu mulai ooooohhhh maaaassuuuuk ke dalaaaammm memekkkuuuu…. aahhh mbbaaaahhh Koootiiiiiimm… !!!!!!" Kedua tangan Mbah Kotim tetap memegang pantat istriku dan meremas remasnya. "Sudah mbah .. lepaskan mbah oooohhhh aku tak kuat mbah ooooohh mbaaaaaahhhh aampuuuun mbaaah ampuuuuuuun mbaaaaaah ooooh mulut rahimku ooooh bolanya ooooohhhh sssaaaakkiiiiiiiiii iiiiiiitttt… ..!!!!!!! !!!!!"

Istrikupun berusaha menggangkat pinggulnya agar lidah Mbah Kotim terlepas dari kemaluannya, sementara tangannya berusaha menggapai benda di dekatnya untuk tumpuan."Ooohhhhh sssaaaaakkkiiiiiiii tt mbaaaaaahhhh ooohhhh,…..!! !!" istriku mengeluarkan airmatanya. Istriku kini tersungkur lemas, beberapa saat kemudian kedua tangannya mulai menopang tubuhnya, sedangkan posisi kakinya tetap jongkok terkangkang lebar, dia mengusap air matanya dan beberapa saat kemudian pantatnya terlihat menekan ke bawah ke kepala Mbah Kotim.

"Mbah oooohh oooohhh…!!!!! " dan pinggul istrikupun naik turun makin lama semakin cepat, sepertinya lidah Mbah Kotim menyetubuhi istriku. "Mbaaaah ooooohhh eeeuuuunnaaaak… mbaaaahhh… ..!!!!" desis istriku dan badannya bergetar hebat, sementara pinggulnya seperti terkena aliran listrik yang besar sehingga naik turun dengan cepatnya dan kedua tangannya bertumpu di sisi kepala Mbah Kotim sampai akhirnya….."Mbaaaaahh akkkuu…gaaaak… kuaaattt..oooh… mbaaaaaaaah aku keluuuuuuuaaaaaaaaa ar…!!!." Tubuh istrikupun jatuh tertelentang setelah mengejang beberapa saat karena orgasmenya yang keempat, sehingga kepala istriku berada dikaki Mbah Kotim dan kakinya tertekuk dimana kedua paha nya menjepit erat kepala Mbah Kotim.

Baru kali ini istriku mengalami orgasme lebih dari tiga kali dan rupanya permainan mbah Kotim belum selesai karena…"Mbaaaaaaah…. .lidah mbah kok melintir begini…oooooohh… . Mbaaaaahh… akuuuuuu keluaaaar laaaagggggi heg…heg…!!!!" Gila istriku bisa orgasme yang ke lima kalinya dan kulihat dengan jelas lidah Mbah Kotim mulai keluar dari kemaluan istriku dan bibir vagina istriku sepertinya membengkak. "Heeeh,….!!!" desah istriku setelah lidah mbah Kotim yang dilumuri cairan vagina, keluar dari lobang kemaluan istriku. Mbah Kotim pun melepaskan tubuhnya dari himpitan tubuh istriku, dimana rok spannya sudah naik di atas perutnya yang menyembul dan kedua payudaranya tertutup blousenya yang tak terkancing.

Mbah Kotim kemudian menarik kedua kaki istriku yang sudah lunglai itu mendekati pintu kamar tempatku mengintip dan dikangkangkan kedua kaki istriku lebar-lebar, karena hanya berjarak sekitar satu meter dari pintu kamar, aku dapat melihat dengan jelas liang vagina istriku yang telah terbuka lebar akibat dimasuki oleh lidah aneh mbah Kotim yang panjang dan besar itu. Kemudian mbah Kotim pun memposisikan dirinya diantara kedua kaki istriku yang terkangkang lebar dan memelorotkan celana komprang hitamnya, kulihat istriku yang lunglai berusaha mengangkat kepalanya untuk melihat kearah selangkangan Mbah Kotim, dan terlihat kedua bola
> matanya terbeliak besar dengan pandangan ngeri melihat benda yang beada diantara kedua paha hitam mbah Kotim. Akupun ikut merasa ngeri ketika melihat Mbah Kotim memegang penisnya yang telah tegang dan sedang mengarahkan ke liang vagina istriku itu. Betapa tidak, karena kulihat begitu jelas kontol Mbah Kotim yang berwarna hitam, sebesar kaleng Coca Cola dan panjang sekitar 25 cm dan helmnya lebih besar dari kontolnya, sehingga seperti jamur besar dan `hhiiiiihh…!! !" aku begitu takjub melihat urat-urat kontol Mbah Kotim yang sebesar cacing tanah menonjol dan melingkar tak beraturan di permukaan kontolnya. `Oooohhh..bisa rusak kemaluan istriku dikerjai benda sebesar itu…??'

Dengan tubuh terlentang lemas dan kedua pahanya terkangkang lebar, karena mengalami orgasme yang berturut-turut itu, tubuh istriku mengelinjang lemah ketika ujung kontol Mbah Kotim yang besar itu digesek-gesekkan ke bibir kemaluannya dan kemudian ke itil dan…… akhirnya ujung kontol Mbah Kotim ditempel kan ke bibir kemaluan istriku yang telah menganga lebar itu.

"Hhhheeegghhhhh… . Ooohhhhhh……!!!!!" Mbah Kotim pun mulai menekan kontolnya membelah bibir kemaluan istriku, sehingga kepala kontolnya yang besar itu terjepit diantara bibir kemaluan. "Ooooohhhhhh… mmmbbbbaahhhh……be…beeesaaarrrrr… mbaahhhhh……!!!!!" "Lhoo.. kontolku belum masuk kok, ….!!!!!"Mmm oooohhh mmbaaahh kkontolmuuu terlalu besaar buatku mbaaahh..!!! !""Aaaaa…..aaaadduuuuh hhhhhh……mmmbbaahhhhh! !!!" istriku terpekik ketika dengan kasarnya Mbah Kotim menekan masuk helm kontolnya ke liang kemaluannya, sehingga kulihat bibir kemaluan istriku terlihat mengelembung menerima besarnya helm kontol Mbah Kotim. `Oooohhhhh…' benar-benar kontras paha putih mulus istriku yang terkangkang lebar, sementara diantaranya paha hitam berbulu dari mbah Kotim dan bibir-bibir kemaluan yang putih kemerah-merahan menjepit ketat kepala kemaluan hitam besar berurat-urat itu.

"Gimana, jeng kontolku ini….? " tanya Mbah Kotim "Oooohhh….Mmmbaaahhh hh,….. aaa…aakuu…. taaakkk sanggup rasanya, kooonnn…kooontolmu teeee…teerlalu beee….beesaaarrrr mmmbaaahh……!!!!!!!"

"Kalau dibandingkan dengan punya suamimu,…..?? ???"
"Aaaaaaggghhhhh… punya Mbah Kotim jauh lebih besar…. Oooohhhhh…tapi iiiii…iiini ssssss…saaaakiitttt,… mmmbaaaahhh…. .!!!!" "Kalau begini….?" Mbah Kotim menggerak-gerak kan kepala kontolnya, menekan sedikit masuk dan menariklagi, satu kali…., dua kali….. membuat…… "Aaaaaaaauuuuwwwww… ..mmmmbaahhhh……aaaammmpuunnn… ..mmbaahhh…… ooohhhh…. ….ooohhhh….seperti digaruk-garuk… mmbaahh….oooh… ..oooh… oooohh…. ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.