peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.1.peperonity.net

'TINNY, PACAR SAHABATKU'


TINNY, PACAR SAHABATKU
Hari pertama liburan aku bangun agak siang, jam 08:30 aku sudah bangun, dan masih bermalas malasan di atas ranjang, dan aku ingat akan film orang dewasa, aku pasang di alat vcd kebetulan di kamarku, ada TV juga, jadi aku bisa nonton acara yang lain dengan yang diruang tamu. Film nya lumayan jelas gambarnya, dan waktu selesai dengan adegan pertama, telah membuat nafsu birahi ku keluar. Waktu adegan kedua akan mulai aku sudah melepas daster tidurku (aku memang tidak mengenakan pakaian dalam kalau tidur) tangan kananku sedang mengesek memek ku sedang kan tangan kiriku meremas remas buah dada ku. Dipertengahan adegan kedua itu napsuku sudah tak terkendali. Dan pengen punya orgasme seperti yang di film itu. Aku buka laci meja samping tempat tidurku, aku punya batangan yang bisa bergetar, dan kalau aku masukkan kememek ku, atau di gesekan sambil bergetar di sekitar memek ku rasanya enak sekali.
Waktu aku temukan, aku berbaring lagi di ranjang sambil di sangga beberapa bantal di punggungku supaya aku bisa menonton film lebih enak, dan aku kangkangkan kaki ku supaya bisa lebih mudah untuk aku mengosok memek ku. Suara di tv aku bikin nggak terlalu keras karena aku nggak mau si Anton atau Tinny tahu apa yang aku sedang lakukan. Sambil melihat adegan cowok yang sedang jilatin memeknya si cewek, aku mulai menghidupkan alat itu dan ku usap usapkan di sekitar memek ku, dan tangan satunya masih sibuk meremas remas dan memilin milin buah dada ku. "uuh.... Argh...... Ehn..... Ahh...." Itu yang keluar dari mulutku tapi masih aku tahan karena takut kalau kedengaran sampai di luar. Tiba tiba Tinny masuk dengan membawa tas dan beberapa majalah yang di pinjamnya untuk presentasi di kantor nya. "eehh.....!" Teriaknya kecil melihat keadaan ku yang sedang di atas ranjang, "maaf Mara aku kira kamu sudah pergi kerja......" Katanya sambil melirik ke arah TV ku, di taruhnya tas dan majalah ku itu, lalu cepat cepat keluar. Aku segera mengenakan dasterku lagi dan keluar kamarku menyusul Tinny. Ku lihat dia sedang di belakang memasukkan pakaian kotornya ke dalam mesin cuci, kudekati dia dari belakang "sorry kalau tadi bikin kaget kamu, Tinn...... Tolong ya.... Jangan cerita ama siapa siapa atau ama Anton apa yang kamu lihat tadi, kalau kamu mau nonton, kita bisa lihat sama sama" kataku dari belakang dia. "nggak apa apa kok akunya aja yang norak nggak pernah lihat film seperti itu " jawab Tinny, "kamunya nggak kerja hari ini.....?" Lanjutnya. "nggak aku sedang ambil libur......, Mau nyantai sebentar di rumah, aku kira in kamunya udah pergi kerja" jawab ku, "hari ini komputer di tempat kerja sedang di perbaharui, jadi percuma juga kalau masuk nggak ada yang di kerjakan, dan nanti sore aku harus telp ke sono dulu untuk ngechek udah bisa masuk blon besok nya" jawab Tinny.
Setelah kejadian itu seharian aku di kamar terus segan untuk keluar, aku cuma dengarkan musik dan membaca buku, dan pintuku setengah terbuka, supaya nggak ada yang kaget lagi. Siang nya Tinny pergi ke mall untuk membeli keperluan dirumah.
Besoknya Tinny sudah pergi kerja lagi, dan mumpung nggak ada orang di rumah aku bebas untuk nonton film orang dewasa itu tanpa ada yang ngganggu lagi.
Itu kejadian sudah 5 minggu yang lalu, hubungan ku dengan Tinny masih berlangsung biasa biasa saja, dan kita masih ber bagi rasa, dan sekarang dia malah lebih berani untuk terbuka dan menanyakan ttg masalah hubungan orang dewasa. Menurut dia, Anton sering ngajak dia untuk gituan, tapi dianya yang menolak, karena menurut dia rasanya nggak benar dan takut kalau ada rasa bersalah, belum lagi kalau sampai kecelakaan. Dan aku salut juga ama Anton yang mau ngertiin keadan ini, dan sama juga aku kaget jadi selama ini mereka tinggal satu kamar itu ternyata nggak sampai gituan. Suatu hari Anton bilang kalau dia sekarang kerjanya akan ngelembur dan pulangnya akan sampai jam 23:30 tiap hari senin sampai jumat, selama 6 bulan yang akan datang, atau sampai projectnya selesai. Kasihan juga ama Tinny nggak ada yang temanin ngobrol, jalan jalan ke mal atau pergi ke cafe. Untungnya Tinny dan aku punya kesenangan dan hobby yang kurang lebih hampir sama, jadi kita bisa saling menemani.
Mugkin karena bosan keluar rumah terus minggu yang lalu, maka malam ini kita di rumah saja sambil bikin makanan kecil, dan dengarkan lagu lagu santai saja. Setelah itu kita duduk nonton vcd sambil menikmati masakan kita di temanin dengan minuman beralkohol yang kebetulan masih ada di lemari es dan ngobrol santai saja. Tiba tiba Tinny berkata "Mara, kamu dulu punya film orang dewasa, pinjam lihat dong......" Aku sampai kaget dan terbatuk batuk tersedak minuman yang salah masuk. Aku ambil vcd itu dari tempat penyembunyian nya, dan aku pasang di alat VCD yang ada di ruang tamu. Mungkin karena pengaruh alkohol yang membuat kita masih santai saja ngobrol sambil nonton film gituan. Dan tanpa sadar tangan kiri saya masih memegang gelas, dan tangan kanan sudah turun ke selangkangan ku dan mengeseknya pelan pelan, dan kita mulai ngobrol tentang olah raga, dan ngencengin badan, aku sudah nggak konsentrasi ama yang di omongkan, karena mataku menuju ke tv dan tangan kanan ku mengesek selangkangan ku. Tiba tiba si Tinny tanya ke aku, "tangannya kok di bawah ...· Dapatkan Yahoo! Mail di ponsel Anda

...kenapa ?? Gatal ya........." Katanya sambil tersenyum nakal. Tersentak kaget, aku tarik tangan ku cepat cepat. Dan "nggak apa apa kok, tangan apa ??" Tanya ku balik, dan wajah ku moga moga masih kelihatan polos. Tinny nggak mau kalah dan sekarang duduk di sebelah ku, di tegak habis isi gelas yang ada di tangan nya. "iya nich......... Anu ku kok jadi basah, waktu nonton adegan itu, dan kalau di garuk enak juga" katanya sambil menaruh gelas yang sudah kosong itu di meja dan menaikkan dasternya sedikit, dan tangannya mengosok selangkangnya sendiri. Aku langsung aja kaget setengah mati, nggak biasanya Tinny ngomong seperti itu. Ini anak lagi teller kali aku pikir. Aku habis kan sekalian isi gelas ku dan pikiran iseng mulai keluar lalu aku perdekat duduk ku ke dia, ku raba bagian belakang telinganya dan dengan tangan satunya aku belai buah dadanya, ternyata nggak pakai bh di balik dasternya. "he...... Ehm....... Iya di situ, kalau di remas enak juga kok....... " katanya sambil tersenyum ke aku, buah dadanya lebih besar dari yang kelihatan, dan setelah saya perhatikan, si Tinny rupanya sudah naik berat badan nya, di banding kan dengan yang di foto, oleh Anton makannya lebih bergizi mungkin. Tangan nya yang satu mengusap buah dada nya dan tangan satunya membelai rambutku dan mengusap pundak ku juga. Tangan ku sudah tidak di buah dadanya lagi, tapi sudah turun ke selangkangan nya, mengusapnya perlahan dan aku garuk garuk memeknya dari luar CD nya, aku lihat matanya sudah tertutup dan dari mulutnya terdengar suara, ehm....... Eh....... Ehm........., Dan terlihat dia tersenyum kecil dan keluar lesung pipinya, kelihatan manis sekali, tak heran jika Anton suka dengan dia. Karena aku juga ingin merasakan lebih dari itu, maka aku beranjak dari sofa, dan berlutut di depan Tinny. Aku singkapkan dasternya, tangan ku masih mengelus elus bukit kecil di selangkangan nya yang mulai kelihatan ada bercak basahnya dan aku kecup pusarnya, tak ada reaksi baru, maka aku korek pusarnya dengan lidah ku, dan Tinny pun mulai mengeliat liat. "Angkat pantatmu sedikit Tinn......" Kataku sambil berusaha untuk menurunkan CD nya. Aku lihat di balik Cdnya rambut kemaluan nya tipis, tidak terlalu lebat, bibir memeknya kelihatan kemerahan, di antara bibir memeknya telah kelihatan ada lendir yang keluar, dan di atas nya aku lihat itilnya menonjol keluar. Aku pegang itilnya dengan jari telunjuk ku dan aku goyangkan perlahan, Tinny mulai mengerang aarh......... Eehmm...... Aaahh....... Dengan suara tertahan, dan lendirnya pun keluar makin banyak lagi, dan mulai meleleh turun ke lubang pantat nya. Dengan tangan satunya aku olesi jariku dengan lendirnya, lalu aku masukkan jariku yang sudah basah itu ke lubang memeknya yang sekarang ini sudah banjir, dan keluar lagi lendir dari situ karena terdorong keluar oleh jariku. Buru buru aku jilat cairan yang keluar itu dan jariku yang telah basah itu aku arahkan ke mulut Tinny, dia sudah tidak canggung lagi, di hisapnya jariku seperti sedang menghisap penis saja. Aku masukkan lagi jari itu ke memeknya dan aku suapkan ke dia lagi, rupanya dia ketagihan, dan sekarang dengan jarinya sendiri di masukkan ke memeknya dan di jilatin sendiri. Dan lendir yang meleleh keluar aku jilat sekalian, sayang kalau terbuang percuma. Pantatnya mulai di angkat angkat ketika aku masuk kan lidah ku ke memeknya, dan goyangan nya makin menjadi jadi ketika aku hisap itilnya, sehingga aku harus merangkul kedua pahanya dari depan, supaya hisapan itil nya tidak lepas. Waktu aku masuk kan lidah ku lagi ke lubang memeknya baru reda sedikit goyangan nya "eeeehmmm............ Tadi enak hisapannya Mara, coba sini berdiri donk......" Katanya sambil menuntun aku untuk berdiri, "aku juga pengen lihat kamu punya dong........... Mara........." Kata dia dengan bersamanya dasterku di singkapkan olehnya, tanpa minta persetujuan ku, "lihat apa sih.........?" Tanyaku pura pura nggak ngerti. " Ini lho......... Punya kamu" jawab nya sambil tangan nya mengusap gundukan daging di selangkangan ku, yang sudah basah dari tadi. Aku hanya diam saja menunggu apa yang akan di lakukan selanjutnya. Dia masih berdiri di hadapan ku, tidak setinggi aku dan mulai jalan ke belakang ku dan di kecupnya tengkuk ku dari belakang, dan tangan nya mulai meraba buah dadaku, dan di dekapnya kedua buah dadaku, bibirnya masih menjilat dan mengecup belakang tengkuk ku. Aku hanya menutup mataku, sambil menikmati apa yang di lakukan nya. Tanpa memberi peringatan di susupkan tangan nya ke dalam dasterku, dan di bukanya BH ku dan satu tangan mencari pentil ku, dan tangan satunya mengesek memek ku dari luar. Aku sudah nggak tahan lagi, maka aku lepas celana dalam ku, dan duduk lagi di sofa, sedang kan Tinny sekarang sudah berlutut di depan ku, di ambilnya celana dalam ku yang ada bercak lendir dari memek ku, dan di ciumnya, "eeehhmmmmmm............ Baunya membuat ku terangsang saja......." Katanya sambil memdekatkan mukanya ke memek ku. Di jilatnya memek ku dan jarinya pun ikut masuk ke situ, dan waktu di keluarkan jarinya basah kuyup dengan lendir ku, dan di jilatin jarinya, aku pun dapat bagian, telunjuk nya yang lentik aku hisap, seperti menghisap penis yang kecil. "Tinn......, Langsung saja ke sumbernya......." ...
...Kataku sambil membetulkan posisi duduk ku. Dan lidah Tinny langsung memasukan lidahnya ke lubang memek ku, di jilatin nya dinding samping memek ku dan dengan tangan nya yang satu di carinya itil ku, "mana sih......... Itil nya.... Kok nggak ketemu ?" Tanya Tinny dari balik memek ku, dan dengan satu tengan aku rekah rambut di memek ku, supaya kelihatan lubang nya, dan dengan tangan satunya aku singkapkan bibir memek ku "tuh.... Di atas lubang ini kelihatan nggak ada seperti pentil kecil ? Itulah itil ku" "oooooh.......... Itu........" Jawab Tinny. Sekarang bukan lubang memek ku yang jadi perhatian nya, tapi itil ku di jilatnya perlahan, dan dan di hisapnya. Itu membuat aku kegelian, dan aku goyangkan pantatku, dan oleh Tinny di tekannya supaya jangan goyang terlalu banyak. Waktu Tinny sedang di bawah jilatin dan hisap itil ku, tangan ku sedang asik meremas remas kedua buah dadaku, dan putingnya nggak ketinggalan aku pilin pilin.
Karena nggak tahan lagi maka aku ajak Tinny untuk berdiri, dan aku cium di bibirnya, ada rasa lendirku ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.