peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.2.peperonity.net

Sekretarisku Tercinta 1



Sekretarisku Tercinta 1
Aku baru saja merekrut sekretaris baru karena sekretarisku yang lama sudah malas-malasan dan kurang profesional, apalagi setelah dia kawin.
Oh, ya hampir lupa, aku bekerja di sebuah perusahaan swasta yang sedang naik daun, tepatnya di sebuah bank swasta. Tak kuduga, sekretaris baruku itu memang bukan saja masih perawan, tapi rajin, pinter dan yang paling penting lagi adalah bodinya yang montok dan parasnya yang cantik, dengan kulit putih bersih tanpa cela. Dari pandangan mata pertama-kali ketika ku wawancarai aku langsung terpikat dan dari sorot matanya serta sikapnya terhadapku, aku juga faham jika dia suka padaku. Wah, cocok deh, rasanya pada se minggu pertama hari-hari di kantor begitu indah dan rasanya sangat cepat berjalan. Namanya indah....Rita Purwati, oh... rasanya kerjaku semakin bersemangat. Setiap kali dia datang ke kamar kerjaku membawa surat atau minumanku, aku mulai menancapkan busur-busur asmaraku dari mulai menggenggam tangannya, mencium hidung dan keningnya tetapi masih cukup sopan, jangan sampai dia kaget atau marah. Tapi aku yakin, dia pun ingin diperlakukan demikian karena ternyata dia tak menolak bahkan kerjanya semakin rajin dan cekatan bahkan tak pernah bolos (termasuk ketika datang matahari....., eh, datang bulan). Kupikir tak apa, malah aku senang, toh aku belum mau pakai, yang penting bisa mencium bibirnya, hidungnya, keningnya dan dari hari kehari kami semakin tenggelam dalam asmara. Ketika itu, tahun 1982, dia sudah punya pacar bahkan pacarnya terus memintanya untuk segera kawin. Herannya, menurut pengakuannya, dia semakin benci dan tidak berniat kawin dengan pacarnya itu. Weleh weleh weleh, rupanya jerat cintaku telah merasuki jiwanya.

Sampai suatu hari ( 3 bulan kemudian ), aku memberanikan diri untuk mengajaknya pergi ke luar kota di hari minggu, karena tidak mungkin kami mencurahkan cinta kasih kami di kantor. Dia setuju dan berjanji untuk menungguku di sebuah pasar swalayan tak jauh dari rumahnya. Maka ketika mobil kami meluncur di toll jagorawi menuju Bogor dan kemudian ke Pelabuan Ratu Sukabumi, hati kami semakin berbunga-bunga sebab kami akan dapat mencurahkan segalanya tanpa takut diketahui orang atau pegawai lain di kantor maklum kedudukanku sebagai Kepala Cabang Bank swasta terkemuka disamping sudah beristeri dan beranak dua.
"Rit........" kataku pelan ketika mobilku keluar pintu toll. "Ada apa Pak?" Rita menjawab manis, sambil melirikku. "Sekarang jangan panggil bapak, panggil saja papah, biar nanti orang mengira kita ini suami-isteri". Dia mencubit pahaku sambil tersenyum manja, dan tangannya kutahan untuk tetap memegang pahaku, dia mendelik manja tapi juga setuju. "Pah...kamu nakal deh...", sambil mencubit sekali lagi pahaku. Wah, rasanya aku seperti terbang ke langit mendengar Rita mengatakan "papah" seperti yang ku minta. Sebaliknya, akupun mulai saat itu memanggil Rita dengan sebutan "mamah" dan kami saling memagut cinta sepanjang perjalanan ke pelabuhan ratu itu, laksana sepasang sejoli yang sedang mabuk cinta atau pengantin baru yang akan ber"honey-moon", sehingga tak terasa mobilku sudah memasuki halaman hotel Samudera Beach" Pelabuan Ratu yang berada ditepi samudra hindia dengan ombaknya yang terkenal garang. Laksana suami isteri, aku dan Rita masuk dan menuju "reception desk" untuk check-in minta satu kamar yang menghadap kelaut lepas. Petugas resepsi dengan ramah dan tanpa rewel (mungkin karena aku bermamah-papah dan terlihat sebagai suami isteri yang sangat serasi, sama ganteng dan cantiknya)segera memberikan kunci kamar, sambil minta seorang room-boy mengantar kami ke ruangan hotel di lantai tiga kalau aku tak salah. Segera kututup pintu kamar, di-lock sekaligus dan pesan supaya kami tidak diganggu karena mau beristirahat. Aku dan Rita duduk berhadapan dipinggir tempat tidur sambil tersenyum mesra penuh kemenangan. Akhirnya, angan-angan yang selalu kuimpikan untuk berdua-duaan dengan Rita ternyata terlaksana juga. Kukecup hidungnya, keningnya, telinganya, Rita menggelinjang geli. Kusodorkan mulutku untuk meraih mulutnya, dia terpejam manja dan ketika bibir kami bersentuhan dan kuulurkan lidahku ke bibirnya, ternyata dia langsung menyedot dan melumat lidahku dalam-dalam. "Oooohhhhhgggghhh, paahhhh, Rita mulai terangsang dan merebahkan badannya, aku segera saja menggumulinya dan menaiki badannya, Rita melenguh dan terpejam, kemaluanku bergesekan dengan selangkangannya dan bau harum parfumnya semakin merangsang nafsuku. "Ppaaahhh, kita buka pakaiannya dulu, nanti lecek" Ohh, harum sekali mulutnya, kulumat habis wajahnya, kupingnya, jidatnya dan mulutnya. "Paahhh, bandel nih, kita buka dulu bajunya..!!!" Aku masih terengah-engah menahan nafsuku yang membara, kemaluanku semakin menegang menggesek selangkangannya. "OK Mahh...yuu buka dulu". Karena sudah sama-sama ngebet, kami saling membukakan pakaian dan setelah T-Shirt-nya kulepas, terlihat sepasang gunung menyembul putihhhh, dan mulusss sekali. Kami berpandangan setelah tak selembar benangpun menempel. Kudekap Rita yang mulus, putih, harum itu, kujilati semuanya sambil berdiri, sementara kemaluanku sudah tegang memerah.... apalagi ketika Rita mulai meraba dan meremas batang kemaluanku. Kuterlentangkan dia di tempat tidur, oh........ betapa mulusnya badan Rita, sempurna sekali seperti bidadari. Pinggulnya yang montok, buah dadanya yang putih kencang dengan puting merona merah dan ...



...kemaluannya yang dijalari jembut yang tidak terlalu lebat jelas menampakan bentuknya yang sempurna tanpa cacat, dan kelentit yang merah terlihat rapi dan belum menonjol keluar karena memang Rita masih perawan. Kujilati dari ujung kaki sampai ujung jidatnya yang mulus, naik keatas, berhenti lama dibawah kemaluannya. Kumainkan lidahku diantara selangkangannya, Rita melenguh, terus kukulum-kulum kemaluannya, itilnya yang merah dan beraroma harum, tambah lama tambah merambah kedalam lobang kemaluannya yang merah..... "Oggghhh, Paahhhhh, geliiii.., terussss Ppahhhhh, ogghhh...., tapi jangan terlalu dalam Pahh..., saakiiiiiiittttt". "Yaaa, sayanggg....," sambil terus lidah dan mulutku mengulum kemaluan dan kelentitnya yang mulai terasa agak asin karena cairan kemaluan Rita mulai keluar."Ogggghhhh,Paaahhhhhh...,
adduuuhhhh, Paaahhhh, geliiiiii, Pahhh, Mamahhh kayaaaa maaauuu..... ogggghhhhh". Aku terus menjilati seluruh kemaluannya dengan membabi buta, kuhirup seluruh cairannya yang wangi itu..., sekali-kali lubang pantatnya kujilati dan Rita menggelinjang dan merintih setiap
kali kujilat pantatnya.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.