peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.2.peperonity.net

Sekretarisku Tercinta 2



Sekretarisku Tercinta 2
Kontolku semakin tegang dan keras, urat-uratnya terlihat jelas menegang, aku tahan terus supaya tidak ejakulasi duluan. Aku ingin memuaskan Ritaku yang tentunya baru merasakan kenikmatan syurga dunia ini bersama lelaki yang dicintainya. "PPPaaaaaaahhhhhh, eemmmmmgggghh.., terussssss... Ppaahhhhh, geelliiiii...., oooogggghhhhh..., papppaaahhhh jaahhhaaatttt!!!" aku masih saja terus melumat, memamah, menggigit-gigit kecil lubang kemaluan dan itilnya yang merah dan beraroma wangi..., dan pantat Rita semakin cepat naik turun sepertinya mau agar lidahku semakin masuk ke lubang kemaluannya."Ppaaahh, naikkkk Paaahhhh...., udaahhh dooonnnkkkk..., Mamahh nggak tahaannnn, sambil menarik tanganku. Matanya terpejam ayam, buah dadanya yang putih, mulus dan mengkel terlihat naik turun. Aku menaikki badannya dan kontolku yang sudah kaya besi terasa menggesek bulu kemaluannya dan nempel hangat disela-sela kemaluannya yang semakin basah oleh ludahku dan cairan vaginanya. Kuremas dan kuhisap buah dadanya, kukulum puting susunya yang merah muda, terasa sedap dan manisss. Rita menggelinjang dan semakin melenguh. "Maahhhh, masukin yaa, kontol Papah"..., dia mengangguk sambil tetap terpejam. Kubidikan kontolku yang sudah keras itu kelobang kemaluannya, dan kujajaki sedikit-sedikit lobangnya, maklum Rita masih perawan, aku tak ingin menyakitinya. "PPPaaahhh, masukkkaannnn ...cepatttt..." Mamah nggak tahannn pppahaaahhhh.." Kutancapkan kontolku lebih dalam, Rita merintih nikmat, pantatku naik turun untuk mencari lubang kemaluannya yang masih belum tertembus kontol itu, Rita terus menggoyangkan pantatnya naik turun sambil terus merintih. "Maaaahhhhh, kontol Papahhh udahhh masuuukkk, oooogghhhhhh mahhhh, memeknya lezat, menyedot-nyedottt... kontolllll...." aku mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa, karena disamping Rita masih perawan, memeknya juga punya keistimewaan yang sering disebut "empot ayam" itu. Tambah lama, kontolku tambah melesak jauh ke dalam memek Rita.... dan... ada beberapa tetes darah sebagai tanda keperawanannya diberikan kepadaku, boss-nya, kekasih barunya..... Oh, betapa bahagianya hati ini. "Ppaaahhhhh, saaakkkiitttt, Paaahhhh, tapiii enaaakkk, oooogggghhh..paahhhh, teruss, goyangggg paahhh...., oooghhhh, cepeettiinnn paaahhhh..." Aku semakin mempercepat goyangan pantatku naik turun dan kontolku sudah bisa masuk semuanya ke lobang kemaluan Rita. Aku bangun dan duduk sambil kupeluk Rita untuk duduk berhadap-hadapan dengan tidak melepaskan kontolku. Rita duduk dipangkuanku dengan kaki melonjor kebelakang pantatku. Kontolku terus menancap dimemeknya dan Rita mulai menaik-turunkan pantatnya. "Paaahhh, oggghh... pahhhhh, sambil melumat bibirku dan menggigitnya. "MMmmaahh,oooogghhh, aememmmhhh,...., maaahhh, goyanggg terussssss...., Papahh mau keluarrrr....." Rita semakin beraksi menaik turunkan pinggulnya yang bahenol dan putih bersih dan akupun meladeninya dengan menaik-turunkan pantat dan kontolku semakin kencang juga. "Pppaaahhhhh....., papahhhh harussss tanggung jawab yaaa, kalau Rita hamilll" ucapnya disela-sela nafasnya yang semakin ngos-ngosan. "Ritaaa...emmhhhhgggg, sayanggg Pappaaaahhhh..... biarin mengandung anak papaahhh..." manjanya. Aku mengangguk saja sebab aku sangat mencintainya. "Ppaaahhh,.... ooogghhhhh... emmgghhh..., Ritaaa mauuuu... keluaaaaaaarrr..... oomhhhh". "Papahhhh.. jugaa... sayanggg...."jawabku sambil terlentang lagi sedangkan Rita tetap nongkrong berada di atas badanku dan memek serta pantatnya naik turun semakin cepat melumat habis batang kontolku. "Paahhhhh....., mamahhhhh... oooooghhhhhhh.... sssakittt, oooogggghhh... tapiii ..ennaaaaaaaakkk" ketika kubalikan badannya dan kutancapkan kontolku dari belakang.Kugenjot terus kontolku keluar masuk lubang kemaluannya sambil kuremas-remas pinggulnya yang mulus dan montok seperti gitar itu, Rita semakin merintih, aku juga semakin tersengal-sengal menahan nafasku dan kontolku yang semakin liar. Waktu sudah berjalan sekitar 50 menit sejak kami masuk kamar. Kuat juga pikirku, mungkin berkat latihan yogaku yang cukup teratur, sehingga bisa menahan emosi dan cukup nafas. Aku memang rada jago juga dalam bermain asmara diranjang. "Terruuusss..... paahhhhh... eemmmhhhh... ogghhhh.... paaahhhh,.. pppaaahh, ooggghhhh... mamahhhhhh maaaooo keluaaaaarrr... oogghhhh......, barengggg...paaahhhh....." Aku cabut dulu kontolku dan Rita kuminta untuk terlentang kembali dan lantas kutindihi lagi sebab aku ingin menatap dan menciumi wajah kekasihku ketika kami sama-sama ejakulasi. Kutancapkan kembali kontolku ke memeknya yang terlihat semakin memerah, kujilati dulu lendir-lendir dikemaluannya sampai lumat dan kutelan dengan nikmat. Dia menggeliat "Cepat donk masukan lagi kontolnya Pah!!". Dan "bbbbblllleeeeeeeessssssssss", oh nikmat sekali rasanya memek perawanku tercinta ini. Aku seperti diawang-awang, saling mencintai dan dicintai.Kugoyang terus pantaku semakin lama semakin kencang dan kontolku keluar masuk memeknya dengan gagah, Rita terus melenguh kenikmatan sambil tangannya memilin-milin puting susuku semakin membawa nikmat. Rita semakin menggila goyangannya mengimbangi keluar masuk kontolku ke memeknya, kontolku terasa disedot-sedot dan dijepit dengan daging lunak yang ngepres sekali. Keringat kami semakin bercucuran dan semakin membangkitkan gairah cinta......, kemudian tiba pada puncak gairah cinta dan syurga dunia kami yang paling indah, paling berkesan sekali ...



...disaksikan laut kidul...., dan kami berdua serempak berteriak dan mengejang........"Paaaahhhhhhh...... Maaaaaaahhhhh..... oooooggghhhhh... mauuuuu keluuuuuuaaaarrr... ogghhhhh...... baarrrreeeengg...... yuuuuu..., oooghhhhh... sayaaaangggg....." Kami sama-sama mengejang, mengerang, merengkuh apapun yang bisa direngkuh..., sebuah klimaks dua manusia yang saling mencintai dan baru dipertemukan, meskipun sudah agak telat karena aku sudah berkeluarga.
Sejak itu, aku terus memadu kasih kapan dan di mana saja ( kebanyakan di luar kota )sampai Rita kawin dan keluar dari perusahaanku. Anak-anaknya adalah anak-anakku juga bahkan wajahnya mirip wajahku dan kadang-kadang kami masih bertemu memadu kasih karena kami tidak bisa melupakan saat-saat indah itu. Kapan akan berakhir "back-street" ini, kami tidak tahu sebab cinta kami sangat mendalam.




This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.