peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.2.peperonity.net

Sekretarisku Tercinta 4




Sekretarisku Tercinta 4
Aku sedikit mengangkat badanku tanpa mencabut kontolku yang terbenam penuh di memek Rita, kemudian kaki kanan Rita kuangkat ke atas dan aku duduk setengah badan dengan tumpuan kedua dengkulku. Rita memiringkan sedikit badannya dengan posisi kaki kanannya kuangkat ke atas. Dengan posisi demikian, kusodok terus kontolku keluar dan ke dalam lubang memeknya yang merah basah. Rita mulai melenguh kembali dan aku semakin bernafsu menusukkan kontolku sampai dasar memeknya. "Ooggghhhhh,........maaahhh...., oooogghhhh...., nikmat sekali sayang....." lenguhku sambil memejamkan mataku merasakan kenikmatan memek Rita yang menyut-menyut dan menyedot-nyedot. "Paaaaahh...., mamah enaaakkk lagiiiii...., ooogghhh.... Paaahhhh..." dia mulai melenguh lagi keenakan. Aku semakin bersemangat menusukkan kontolku yang semakin tegang dan rasanya air maniku sudah naik keujung kontolku untuk kusemburkan di dalam kemaluan Rita yang hangat membara. Kubalikkan tubuhnya supaya tengkurap dan dengan bertumpu pada kedua dengkulnya aku mau ngentot dengan doggy style, supaya kontolku bisa
kutusukkan ke memeknya dari belakang sambil melihat pinggul dan pantatnya yang putih dan indah. Dalam posisi ngentot nungging begitu, aku dan Rita merasakan kenikmatan yang sangat sempurna dan dhasyat. Apalagi aku merasakan lobang memeknya semakin sempit menjepit batang
kontolku dan sedotannya semakin menjadi-jadi mex!!!. "Paaaaaahhhhh...... teruuuuusss genjoooottt.... Pppaaaaaahhhh...." Rita mulai mengerang lagi keenakan dan pantatnya semakin mundur maju sehingga lobang memeknya terlihat jelas melahap semua batang kontolku. "Blleeeessss, shhhoooottt..... bleeeesss...... sroooottt, sreetttcrreeckkk....."gesekan kontolku dan memeknya semakin asyik terdengar bercampur lenguhan yang semakin nyaring dari dua anak manusia yang saling dilanda cinta.
"Maaaaaaaahhhh,oooogggghhh...,adduuuuuhh, yaaaaangg...., emghhhhh, papah enaaaaaaakk....,ooghhhh!!!" aku tergoncang-goncang dan dengkulku semakin lemes menahan kenikmatan dan nafsuku yang semakin menggelegak. Sementara itu keringatku semakin bercucucuran membasahi kasur meskipun air-condition cukup dingin di kamar hotel itu.
"Paaaahhhh, oooggghhh.....,teruuuussss tusuuuuuk paaaahhhhh....."Rita merintih-rintih keasyikan, kelihatannya akan klimaks lagi. Rupanya Rita nggak mau tahu kalau posisi persetubuhan saat itu akan berakhir 2-1 untuk kemenanganku, dan entah akan menghasilkan skor berapa sampai pagi hari nanti, soalnya mumpung ketemu sebelum dia dikawinkan.
Rita memintaku untuk terlentang lagi dan sementara dia berada jongkong di depanku, sehingga memeknya yang merah basah sampai ke bulu-bulunya terlihat jelas didepan mataku. Aku memberi kode agar Rita mendekatkan memeknya ke mukaku. Sesaat kemudian memeknya sudah ditindihkan dimulutku dan kulumat habis cairan asin campur manis yang ada diselangkangan dan mulut memek dan bulunya. Kujilati habis dan kutelan dalam-dalam. Rita melenguh keasyikan sambil menggoyangkan pinggulnya keatas kebawah dan membenamkan memeknya ke mukaku.
"Paaaahhhh........, oooghhh, paaaaaaahhh..., nikmaaaaattt, yaaaaaangg....teruussss, adduuuuuuuuhhhh...., ooggghhhhh, eemmmhh, gilaaa....,emmmhhh,......" mulai rame lagi dia dengan lenguhannya yang semakin menambah semangatku untuk terus melumat, menjilat,
menggigit-gigit kecil kemaluan dan itilnya, lidahku terus menggapai-gapai kedalam kemaluannya dan sesekali menjilat lobang pantatnya, sehingga dia menggeliat dan melenguh keenakan. Lenguhan Rita kalau sedang ngentot itu tak bisa aku lupakan sampai saat ini. Ritaku adalah isteriku yang sesungguhnya, meskipun secara resmi tidak dapat dilakukan karena keadaan kami masing-masing. Terkadang kami bingung apakah cinta kasih kami akan terus tanpa akhir sampai takdir Tuhan memisahkan kami berdua?
Rita kembali kuminta celentang, karena sudah kebiasaanku kalau aku klimaks harus melihat wajahnya dan dan mendengar lenguhannya didepan mataku, dan rasanya semua perasaan cintaku dan spermaku tumpah ruah di dalam memeknya kalau aku ejakulasi sambil berada diatas tubuhnya yang mulus montok, tergadang sambil meremah buah dadanya yang putih padat.
Kumasukan lagi segera kontolku yang sekeras besi dan berwarna cokelat mengkilap itu kelobang memeknya....."Blleeeeeeeeessssssss". Aku sudah tak tahan lagi menahan gumpalan spermaku diujung kontolku. Kugenjot kontolku keluar masuk memek Rita sampai keujung batang kontolku, sehingga jembut kami terasa bergesekan membuat semakin geli dan nikmat rasanya. Kuangkat kaki kanan Rita keatas, sehingga aku semakin mudah dan bernafsu memaju mundurkan pinggulkudan kontolku, Rita meringis dan melenguh keenakan."Ppaaaaaaahhh.....teruuussss ppaaaaaaahhh.....oogghhh, kontol papah enaaakk.....oooogggghhhh, eeeemmmhh..... emmmhhh... aduuuuhhhh". Keringat kami semakin bercucuran membasahi sprei, masa bodo toch udah bayar mahal ini. Aku semakin bernafsu menyodok dan menarik batang kontolku dari memek Rita yang
semakin licin tapi tetap sempit kaya perawan.
"Ooooggghhh...mmaaaaaahhh...., ooooggghhh..., maaaaahhh.....ikut goyang donk sayaaaaaang..., oooooooghhh... Papaaahh maauuu keluuuuaaaaarr....." aku semakin gila saja dibuatnya, keringat semakin bercucuran, enak dan nikmat sekali setiap bersetubuh dengan Ritaku sayang. Air maniku rasanya tinggal menunggu komando saja untuk disemprotkan habis-habisan ...



...kelobang memek Rita. "Paahh, aduuuuuhhh, barang yuuuu..ppaaaaahh....mamaah mmooo keluaaaarr lagi" Rita minta aku menindihinya dan menciumnya. Segera kutimpa dia dari atas sambil melumat mulut, bibir dan lidahnya. "Oooogghhh... yuuuu... baraeeng.. paaaahhh... aiiiiaaooogghh... aduuuuuhhh.. yuuu ....Maaaahh.... Paaaaahhh......" badan kami saling meregang, berpelukan erat seakan tak mau lepas lagi. Air maniku kusemprotkan dalam-dalam kelubang memek Rita, rasanya nggak ada lagi tersisa. Kami terkulai lemas dalam pelukan hangat dan puaaaaasss sekali. Sesekali kontolku kutusukan kedalam memeknya, Rita menggelinjang geli dan melenguh "paaaahh...udaaaahhh...mamaaahhh geliiii..."matanya terpejam puas. Kuciumi dia, kubersihkan lagi memeknya dengan jilatan lidah dan mulutku, sayang...., ketimbang pakai anduk. Memeknya tetap harum, manis dan wangi laksana melati ( Bersambung lho, tunggu lanjutannya sepulang aku dari Jerman ).




This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.