peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.2.peperonity.net

Sekretarisku Tercinta 5




Sekretarisku Tercinta 5
Sepulang dari Singapore aku dan Rita masih selalu bertemu di beberapa Motel di Jakarta dan sekitar Botabek. Aku seakan tidak rela melepas kekasihku untuk dikawinkan dengan lelaki lain. Tapi memang tidak ada jalan lain, sebab meskipun Rita telah menyatakan keikhlasannya untuk menjadi isteri keduaku, namun aku juga sangat cinta keluarga terutama anak-anakku yang masih butuh perhatian. Rita sangat maklum hal itu, namun dia juga tidak bisa menolak keinginan orang-tuanya untuk segera menikah mengingat hal itu bagi seorang wanita adalah sesuatu yang harus mempunyai kepastian karena usianya yang semakin meningkat. Waktu itu Rita sudah berusia hampir 26 tahun dan untuk wanita seusia itu pantas untuk segera berumah-tangga. Tanpa terasa hari pernikahan Rita sudah tinggal tersisa satu bulan lagi, bahkan undangan pesta pernikahan sudah mulai dicetak, dan dia memberitahukan aku bahwa respesi pernikahannya akan
>diselenggarakan di Balai Kartini. Hatiku semakin merasa kesepian, dari hari ke hari aku semakin sentimentil dan sering marah-marah termasuk kepada Rita. Aku begitu tak rela dan rasanya merasa cemburu dan dikalahkan oleh seorang laki-laki lain calon suami Rita yang sebenarnya tidak dia cintai. Tapi itulah sebuah kenyataan pahit yang harus kutelan. Itulah adat ketimuran kita, adat leluhur dan moyang kita. Barangkali kalau aku dan Rita hidup di sebuah negara berkebudayaan barat, hal ini tidak bakalan terjadi, sebab Rita bisa menentukan pilihannya sendiri untuk hidup bahagia bersamaku di sebuah flat tanpa bisik-bisik tetangga dan handai-taulan di sekitar kita. Tanpa terasa pula aku sudah menjalin cinta dan berhubungan intiem dengan Rita hampir empat tahun lamanya, seperti layaknya suami isteri tanpa seorangpun yang mengetahui dan hebatnya Rita tidak sampai mengandung karena kami menggunakan cara kalender yang ketat sehingga kami bersenggama jika Rita dalam keadaan tidak subur.
Pada suatu sore, Rita menilponku minta diantarkan untuk mengukur gaun pengantinnya di sebuah rumah mode langganannya di kawasan slipi. Kebetulan aku sedang agak rindu sama dia. Ku jemput dia di sebuah toko di Blok M selanjutnya kami meluncur ke arah semanggi untuk menuju ke Slipi. Di mobil dia agak diam, tidak seperti biasanya. "Rit, koq tumben nggak bersuara" kataku memecah hening. Dia menatap mukaku perlahan, tetap tanpa senyum. Air matanya terlihat samar di pelupuk matanya. "Mah,......kenapa sayang???..., koq kelihatannya bersedih" kataku sekali lagi. Dia tetap menunduk....dan...air matanya mulai meluncur menetes ditanganku yang sedang mengelus mukanya. "Bertambah dekat hari pernikahanku, aku bertambah sedih Pah.." ujarnya. "Mamah membayangkan malam pengantin yang sama sekali tidak Mamah harapkan terjadi dengan lelaki lain. Sayang sekali kamu sudah milik orang lain. Kenapa kita baru dipertemukan sekarang?" Rita berceloteh setengah bergumam. Aku merasa iba, sekaligus juga mengasihani diriku yang tidak mampu berbuat banyak untuk membahagiakannya. Kugenggam tangannya erat-erat seolah tak ingin terlepaskan. Tanpa terasa, mobilku sudah memasuki pekarangan rumah mode yang ditunjukan Rita. Hampir setengah jam aku menunggu di mobil sambil tiduran, mesin dan pendingin mobilku sengaja tak kumatikan. Laser disk dengan lagu "Love will lead you back" mengalun sayup menambah suasana sendu yang menyelimuti perasaanku. Aku dikejutkan Rita yang masuk mobil dan membanting pintunya. Setelah berada di jalan raya kutanya dia mau ke mana lagi dan dia menjawab terserah aku. Kuarahkan mobilku kembali ke jembatan Semanggi dan belok kiri ke jalan jenderal sudirman dan masuk ke Hotel Sahid. Sementara aku mengurus check-in di Reception Desk, Rita menungguku di lobby hotel. Kemudian kami naik lift menuju kamar hotel
di lantai dua.
"Pah, Mamah serahkan segalanya untukmu..., Mamah khawatir sebentar lagi Mamah dipingit, nggak boleh keluar sendirian lagi, maklum tradisi kuno kejawen masih ketat" Tanpa malu-malu lagi karena kami memang sudah seperti suami isteri, dia membuka satu persatu pakaian yang melekat di badannya sehingga kemontokan tubuhnya yang tak bisa kulupakan terlihat jelas dihadapanku. Tanpa malu-malu pula dia mulai memelorotkan celana panjang sampai celana dalamku, sehingga batang kontolku yang masih tiduran terbangun. Tanpa menungguku membuka baju dan kaus singlet, Rita sudah membenamkan batang kontolku ke mulutnya dan melumatnya dalam-dalam. Aku mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa dan batang kontolku mulai mengembang besar dan keras seperti besi.
"Ogghhh....maaahhhh...., isep terus yaaaaaang..oooghhh...aduuuuhhh...gellliiii" aku mulai melenguh nikmat dan Rita semakin cepat mengulum kontolku dengan memaju-mundurkan mulutnya, kontolku semakin terasa menegang dan aliran darah terasa panas di batang kontolku dan Rita semakin semangat melumat habis batang kontolku. "Oggghhhh, paaaahhh, enaaakkk....asiiiiiin..paaaahh".
Wah, batang kontolku makin terasa senut-senut dan tegang sekali rasanya cairan spermaku sudah berkumpul di ujung kepala kontolku yang semakin merah mengkilat dikulum habis Rita. Aku minta Rita menghentikan isepannya dulu, kalau tidak rasanya spermaku sudah mau muncrat di mulutnya."Ooogghhhh, maaaaaahhhh..., udah duluuuu doooong.papaaahhh, mooooo...keluaaaaaar!!" Rita menuruti eranganku dan beranjak rebah dan terlentang di tempat tidur. Aku mengambil nafas dalam-dalam untuk menahan muncratnya spermaku. Aku ikut naik ke tempat tidur dan kutenggelamkan mukaku ke tengah selangkangannya yang mulus putih tiada ...



...cela tepat didepan kemaluannya yang merekah merah. Kujulurkan lidahku untuk kemudian dengan meliuk-liuk memainkan kelentitnya, turun ke bawah menjilat sekilas lobang pantatnya. Rita melenguh kegelian dan mulai menaik-turunkan pantatnya yang putih dan gempal. Kutarik keatas lidahku dan kujilat langit-langit memeknya yang mulai basah dan terasa manis dan asin. Kutegangkan lidahku agar terasa seperti kontol, terus kutekan lebih dalam menyapu langit-langit nonok Rita. Rita semakin memundur-majukan pinggulnya sehingga lidahku menembus lobang nonoknya semakin dalam. Aku sebenarnya ingat bahwa hasil operasi selaput daranya tempo hari di Singapore bisa jebol lagi, tapi aku tak perduli kalau kenikmatan bersenggama dengan Rita telah memuncak ke ubun-ubunku. "Paaaaaaahhh..... ooooooghhhhh..... woooowwww... ooooooghhh.. paaaaaaahhh, terus paaaaaaahh.... enaaaaakkk... paaaaahhh lidahnya kayaaaaaaaa kontooooolll..."Goyangan pinggul Rita semakin menggila, akupun tambah semangat membabi buta memainkan lidah dan mulutku melumat habis nonok dan itilnya sampai cairan Rita semakin banyak mengalir. Kuhisap dan kutelan habis cairan nonok Rita yang asin manis itu sehingga lubang memeknya selalu bersih kemerahan. Rita terus menyodok-nyodokan memeknya ke mukaku sehingga lidahku terbenam semakin dalam di lubang memeknya, sampai mulai terasa pegal rasanya lidahku terus kutegangkan seperti kontol. "Paaaahhh.... udah naik sayaaang.., mamah udah nggak tahan, masukan kontolnya sayang". Rita menarik tanganku keatas supaya aku segera menaikan badanku diatas badanya. Kontolku memang sudah terasa panas dan tegang sekali. Rita tak sabar memegang kontolku dan menuntunnya ke lobang memeknya yang sudah basah karena lendir kemaluan bercampur ludahku. Maka "bleeeeeeeesssss" ...Oggghhhhh..... paaaaaahhhh..... tekan terus sayaaaaaang, mamaaahh... udaaaahhh rinduuuu.... ooggghhh emmgghhh... paaaaah... terus goyaaaang sayaaaaaaang.... ooghhhhh.." Pantat Rita mulai bergerak naik turun dengan liar dan kontolku sebentar masuk sebentar keluar dari lobang memeknya yang menyedot-nyedot lagi. Kunaikan kaki kanannya dan dengan posisi setengah miring dan posisiku setengan duduk aku sodok memek Rita dari belakang. Aku semakin bernafsu kalau melihat pantat dan pinggul Rita yang putih. Kontolku semakin ganas dan tegang menyodok mantap nonoknya dari belakang. Rita membalikan tubuhnya sehingga nungging membelakangiku dan kontolku tak kucabut dari memeknya.
"Paaaahhh...., teruuuussss dooooonggg, Mamaaaahhh nikmaaattt... ogghhhh... teruuusss... sodooooook sayaaaaang.... oggghhh.... Paaahhhh.... aaaooooggghhh.... uuuuuggghhh..." Pantatnya semakin menggila mundur maju dan akupun semakin menggila menyodokan kontolku sampai rasanya mau patah. Memang setiap ngentot sama Rita rasanya habis-habisan. Kutumpahkan semua kemampuan dan keperkasaanku untuk membahagiakan Ritaku. Diapun demikian, tidak ada yang tersisakan kalau kami bersenggama. Harus habis-habisan supaya puas. Keringat kami membanjiri sprei hotel seperti habis mandi.
"Mmmaaaaaahhhh..... ooooghhhhh, teruuuusss goyaaaanggg...ooooggghh..maaahhhh....papaaahhhh moooooo keluaaaaarr..., gila maaaahhh... nonoknyaaa... oooogghh.... nikmaaaaatttt... sekaliiiiiii..."Aku mulai ribut dan Rita melenguh semakin panjang. Mungkin tamu kamar sebelah mendengar lengkingan dan lenguhan kami. Masa bodoooo!!!!!
"Paaaahhh..... emmmghh.... ooooogghhhh,..... pppaaaappaahhh..... aadduuuuhhh... ppppaaaahahhh.... adduuuuhhhh.... mamaaaahhh.... mmmooooo kelluuuaaaarr... emmmggg... addduuuuhhh.... ppppaaahhh.., aduuuhhh... paaaahhh.. .ooooooooo.....adduuuuhhhh"
Kugenjot terus kontolku keluar masuk nonok Rita yang semakin banjir dengan cairan vaginanya, terus kugenjot kontolku sampai pegel aku tak perduli. Keringat kami terus membanjiri sprei. Kuminta Rita terlentang kembali karena dengkulku mulai lemas. Dia tersenyum sambil tetap memejamkan matanya. Oh, cantiknya bidadariku, rasanya ingin kukeluarkan seluruh isi kontolku untuknya. Rita baru sadar bahwa hasil operasi selaput daranya mungkin jebol lagi. Rita bilang masa bodo, yang penting semuanya telah diberikan buat Papah. Biar aja suaminya curiga atau marah atau bahkan kalau mau cerai sekalipun kalau tahu dia nggak perawan lagi.Kali ini kami nggak nunggu waktu ketika Rita sedang tidak subur, karena Rita ingin mengandung anakku dan orang tidak akan curiga karena Rita akan punya suami. Memang kasihan nasib suami Rita nanti, tapi bukan salah kami karena dia merebut cinta kami, ya kan???.
"Cepat pah masukan lagi ach...jangan mikirin orang lain!!!" Tuh kan betapa dia nggak ambil perduli tentang hari pernikahannya dan calon suaminya, sebab bagi dia akulah suami sesungguhnya dalam hati sanubarinya. "Bleeeeeessssss..." Ooooooggghhh.... ppppaaaaahhhhh, enaaaakkk...... paaaahhh..... aaaaoooogghhh... uuuuhhgg.. uuughhh.... genjooot terus paaaahhhh" Aku tekan kontolku sekuat-kuatnya sampai tembus semuanya ke lobang paling dalam memeknya sampai terasa mentok. "Oooooogghhh.... mmmaaaaaaahhhh..... nikmaaaaaaaaatttt... istrikuuuuu.. .sayaaaaangg... ooooggghhh... aaaagghh... eemmmmgghhh....." aku setengah berdiri lagi dengan tumpuan ke dua dengkulku dan kurenggangkan kedua kaki Rita, kusodokan terus kontolku keluar masuk nonok Rita... bleeesss..... sreeettt.... ...



...blleeeess.... sreeettt... memek Rita menimbulkan suara yang semakin memancing gairah kami berdua. Rita memejamkan dan mengigit-gigit bibirnya dan mencakar-cakar punggung dan tanganku ketika mulai meregang.
"OOooooooggghhhh... paaappaaaaahh.... emmmmggg..... ooooooggghhh... aduuuhhh... .mamaahh mooookeeeeel.... uuuu... aaaaarrr....ooooghhh....paaaahhhh... teruuuussss... saayyy.... aaaanggg, keeluuuaaaarriiiiinnnn baarr.... eeenngg.. ooogghh..."..... "Hayyyoooo... mmmaaaaahhhh... ooooooggghhh. ..hayooo.... baaaaarr.. oooghh,,, rreeenngg.... maaaaaahhhh... ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.