peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.2.peperonity.net

Di Balik KKN 1: Kakakku Yang Sexy - 2

Di Balik KKN 1: Kakakku Yang Sexy - 2

Dari bagian 1

Sesaat kemudian, Pak Joko melepas daster Lisa dan membuka baju dan celananya sendiri, sambil menikmati indahnya tubuh Lisa yang terduduk hanya memakai bra dan CD saja. Tapi ia belum puas dengan itu karena sesaat kemudian ia segera melepas branya dengan membuka kaitannya di belakang, lalu direngkuhnya bra itu. Nampak sepasang payudaranya yang indah berayun dengan bebasnya menantang untuk dinikmati. Kedua putingnya agak panjang kemerahan begitu sensitif akan sentuhan. Sambil pandangan terus tertuju pada payudara Lisa, Pak Joko melepas CDnya sendiri dan kemudian CD Lisa.

Kini seluruh tubuh Lisa tak tertutup selembar benang pun. Tampaklah bulu kemaluan Lisa yang nampak kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Sementara penis Pak Joko yang hitam dan besar itu terlihat sudah menegang dengan gagahnya. Segera kedua tangannya bereaksi meraih kedua payudaranya. Mengelus-elus, meraba-raba, dan meremas-remasnya dengan lembut. Lisa mendesah-desah kenikmatan. Pak Joko jadi makin nafsu, ia langsung mencium bibir Lisa sambil kedua tangannya masih terus meraba-raba payudaranya. Kedua tangannya beraksi di sekitar kedua puncak gunung Lisa. Memencet-mencet dan menggerak-gerakkannya akibatnya kedua payudara bergerak-gerak akibat perbuatannya. Kedua putingnya menjadi mengeras tanda bahwa Lisa juga ikut terangsang.

"Oohh ahh ahh ahh"

Pak Joko membaringkan Lisa dengan kedua tangan mendorong dadanya. Lalu ia membuka kedua kaki Lisa, menatap bagian yang paling rahasia itu. Jari-jarinya dimainkan di sekitar vaginanya, membuat Lisa mendesah-desah makin terangsang. Pak Joko demikian ahli memainkan jarinya sampai vaginanya menjadi basah. Setelah puas dengan apa yang diperbuatnya, dengan setengah menindih, ia menciumi leher Lisa yang sebagian rambutnya yang sebahu menempel disana. Dengan ganas, Pak Joko menciumi dan mengecupi leher Lisa kiri kanan. Tangannya meraba-raba ke dada dan daerah vagina.

Lisa nampak mengerang-erang kenikmatan. Lalu ciuman Pak Joko mulai beralih turun ke bawah, sampai menciumi kedua payudaranya. Mula-mula ia mengecupi bagian pangkalnya yang putih itu, lalu perlahan naik makin ke atas. Sampai ia mengemut dan menjilati kedua puting Lisa yang berwarna kemerahan segar itu, ujung lidahnya menggerak-gerakkan kedua putingnya bergantian. Digigit-gigitnya dengan lembut putingnya yang sangat sensitif itu. Lisa makin mendesah-desah. Ia nampak kegelian kenikmatan. Selama ini Lisa banyak pasifnya namun ia juga tidak melawan bahkan menikmati apa yang dilakukan Pak Joko terhadapnya.

Kemudian ia mendekatkan penisnya ke dada Lisa dan menjepit penisnya yang ujungnya disunat itu diantara kedua payudaranya sampai penisnya terbenam di antara kedua payudara Lisa. Penisnya yang hitam nampak kontras dengan kedua payudara yang menjepitnya itu. Kali ini giliran Pak Joko yang merasakan kenikmatan. Lalu kepala penisnya disentuhkan dan digerak-gerakkan ke puting Lisa. Nampak keduanya terangsang dengan aksi itu. Lalu Pak Joko meraih tangan Lisa dan mendekatkannya ke penisnya. Ternyata Lisa cukup cekatan juga. Tangannya segera meraba-raba, dan mengocok-ngocok penisnya yang membuat Pak Joko bereaksi dengan hebat.

Tak lama kemudian, Pak Joko melepaskan tangan Lisa, dan membuka kedua kaki Lisa lebar-lebar sehingga nampaklah vaginanya dengan jelas. Rupanya ia sudah tidak sabar lagi mendapatkan hadiah utamanya yaitu menikmati keperawanan Lisa. Ia mendekatkan penisnya ke vagina yang sudah kuyup dan dalam posisi siap itu. Ia dalam posisi duduk, sementara Lisa dalam posisi pasrah telentang. Pak Joko segera memajukan badannya memasukkan penisnya ke dalam vagina Lisa.

"Oooh.. Ahh", teriak Lisa, ketika kepala penis itu akhirnya menembus vaginanya sebelum akhirnya semuanya masuk ke dalam. Segera kemudian Pak Joko memaju mundurkan tubuhnya, penisnya yang hitam masuk keluar ke vagina Lisa.
"Oooh oohh ahh ahh ahh"

Akhirnya malam itu Pak Joko berhasil merenggut keperawanan Lisa. Nampak darah keperawanannya membasahi seprei. Sambil memegang kedua tangan Lisa, dengan semakin cepat Pak Joko memainkan penisnya di dalam vaginanya. Akibatnya, tubuh Lisa bergetar hebat sampai-sampai kedua payudara Lisa bergerak-gerak berputar putar. Pak Joko nampak puas sekali bisa melakukan itu. Sementara Lisa merasakan kenikmatan luar biasa sambil mendesah-desah.

Lalu Pak Joko mengeluarkan penisnya. Ia berganti posisi. Ia menyuruh Lisa menungging, lalu dari belakang kembali ia menyodok vagina Lisa dalam posisi doggy style, sambil kedua tangannya menepuk-nepuk, meremas-remas payudara dan memainkan kedua putingnya. Setelah menikmati beberapa saat, kembali ia menidurkan Lisa. Lalu sambil tubuhnya menindih Lisa, ia kembali menyetubuhi Lisa yang beberapa saat lalu masih perawan itu. Nampak pemandangan yang kontras, badan Pak Joko yang hitam seperti aspal menindih Lisa yang putih mulus bagaikan kapas.

Kembali ia memasukkan penisnya ke dalam vagina Lisa. Sambil menciumi seluruh muka dan leher Lisa, ia kembali mengocok penisnya. Sampai akhirnya tiba-tiba tubuh Lisa menggelinjang kenikmatan dan kedua tangannya mencengkeram rambut Pak Joko, sampai akhirnya Lisa berteriak-teriak dengan suara tinggi (inikah yang tanda orgasme pada wanita?). Beberapa saat kemudian Pak Joko meneruskan ciumannya ke payudara Lisa. Bergantian ia menciumi kedua payudara dan menyedot-nyedot kedua putingnya, sambil terus penisnya dimainkan di dalam vagina Lisa. Dan tak lama kemudian giliran Pak Joko yang mengalami ejakulasi. Setelah ejakulasi, Pak Joko masih terus mengocok penisnya sampai beberapa saat, sebelum akhirnya ia menghentikan aksinya. Lalu ia terengah-engah berbaring telentang di samping Lisa.

Sampai disini aku tersadar dan menyudahi "pengintipan"ku karena ternyata aku sendiri juga mengalami ejakulasi entah karena apa. Apakah tegang, atau marah, atau tak berdaya, ataukah heran, atau semuanya campur jadi satu? Setelah itu aku jadi tidak berminat lagi melihat apa yang terjadi seterusnya. Malah kini aku berpikir keras. Apa yang terjadi pada diriku? Apa yang telah kulakukan? Apa yang harus kulakukan? Sudah benar-benar gilakah aku? Haruskah aku senang? Atau sedih? Atau marah? Atau malu? Atau semuanya? Kenapa aku tidak bisa berpikir normal? Ataukah semua orang juga tidak normal? Lalu kenapa kok semua orang seperti mendukungku bersikap tidak normal? Juga kakakku sendiri? Kejadian ini membuatku shock dan linglung beberapa saat..

Iblis betina itu..

Keesokan harinya aku menguping pembicaraan antara tanteku dan Pak Joko.

"Wah, Pak Joko pagi ini segar sekali. Bagaimana kemarin, seru dong?"
"Wah, hebat. Dia benar-benar mantap deh. Obat ibu benar-benar manjur. Dia sangat bergairah sekali semalam. Semalam kita maen dua ronde. Pertama dia masih canggung maklumlah masih perawan. Tapi kedua sudah mulai 'in', apalagi saya ajari dia cara-cara baru."
"Syukurlah. Kemarin kita sempat panik waktu dia mabuk. Yah, yang penting tujuan akhir terlaksana khan. Yang penting Bapak puas."
"Heh heh heh, wah saya puas sekali. Sebenarnya dari sejak ketemu, saya sudah suka karena dia sesuai dengan kesukaan saya. Orangnya cantik, putih, sexy, dan yang paling saya suka face-nya itu yang innocent dan juga masih perawan."
"Jadi proyek pasti goal ya Pak? Bapak khan mintanya amoy anak sekolahan yang cantik dan masih perawan. Susah dapatnya yang seperti dia lho pak, tapi kita bisa sediain buat Bapak. Dan yang lebih penting, kalau Bapak suka, dia akan selalu siap melayani Bapak karena dia menurut kepada kami. Juga, nanti setelah pengumuman pemenang, bagian Bapak akan kita berikan sesuai perjanjian"
"Oh, itu beres Bu. Masa saya lupa kebaikan Bapak dan Ibu, masa sih saya orang yang tidak tahu budi.. Dst, dst

Bangsaat!! Iblis betina itu! Ternyata sejak awal adalah ide bibiku untuk mengajak kakakku dan aku (hanya sebagai kamuflase) tinggal bersama mereka dan menyekolahkan kami supaya kami tergantung kepada mereka. Dari awal memang dia berencana untuk menjual kakakku kepada Pak Joko. Karena Pak Joko sangat gila wanita sementara kakakku masih muda dan cantik serta dari keluarga tidak mampu; sementara kami tidak dekat dengan famili yang lain. Karena itu dari awal mereka mengontrol pergaulan kakakku.

Dia tidak cuma bermaksud menjual keperawanan kakakku saja, tapi lebih jauh lagi supaya menjadi gundik Pak Joko. Pak Joko kelihatan tergila-gila kepadanya dan dengan tahu ia masih keponakan sendiri, Pak Joko lebih merasa tidak enak untuk berkata tidak kepada mereka. Ini sesuai dengan kepentingan jangka panjang mereka. Di sisi lain, kakakku mudah dikuasai karena keponakan sendiri dan bergantung mereka. Untuk itu kakakku "dimanjakan" dengan dibelikan barang-barang mahal, supaya terlena dan terbiasa hidup mewah sehingga tergantung kepada mereka. Putrinya sendiri, Hani, disekolahkan di luar negeri memang sengaja dijauhkan dari hal-hal busuk seperti ini. Pamanku, walaupun masih ada hubungan darah, namun lebih cinta uang dibandingkan saudara.

Malam itu mereka berencana membawa kakakku ke hotel bintang lima untuk dijebak dengan Pak Joko. Pengiriman barang adalah rekayasa agar ada alasan supaya aku tidak ikut. Namun karena kakakku mabuk teler (mungkin ini pengaruh obat perangsang yang diberikan dalam minuman?), jadinya mereka takut menimbulkan kecurigaan pihak hotel. Akhirnya diputuskan untuk dilakukan di rumah, karena Pak Joko sendiri sudah ngebet. Pamanku memarahiku bukan karena barangnya kurang namun ia takut kalau-kalau aku bisa menggagalkan rencananya. Karena takut reaksinya sudah berkurang, bibiku memberikan obat perangsang lagi kepada kakakku.

Setelah semuanya terjadi, kakakku mau tidak mau harus menuruti skenario mereka. Ia tidak bisa menolak selama masih tergantung. Kalau kabur dari rumah, mau lari kemana dia? Bisa jadi nasibnya nanti malah lebih buruk lagi. Jelek-jelek sekarang dia keponakan orang kaya yang hidup dalam kemewahan. Yang tahu sisi kelamnya hanya orang sendiri saja yang semuanya berkepentingan untuk tidak menyebarkan keluar. Benar-benar terkutuk semuanya!! Memanfaatkan orang demi keuntungan sendiri.

Dan aku, si orang tanpa guna, adalah pelengkap penderita. Walaupun aku juga ada kesalahan namun aku tidak terima kakakku diperalat dan dipermainkan orang begitu. Satu kelebihanku, yaitu mereka tidak tahu bahwa aku adalah saksi mata dari semua peristiwa, kalau aku tahu semua rencana busuk mereka. Suatu saat nanti aku, si orang tanpa guna, akan menyaksikan mereka semua menderita akibat perbuatan busuk mereka ini. Ronny (pamanku), Tina (tanteku), dan Joko adalah tiga orang yang akan kuingat seumur hidupku.

Aku akan membalas kalian semua! Aku harus membalas kalian semua!

Ke bagian 3


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.