peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.3.peperonity.net

MY BROTHER’S FRIEND


MY BROTHER’S FRIEND
Namaku Tania. Aku adalah seorang cewek berumur 20 tahun, ber-darah campuran mando, belanda, dan cina. Aku termasuk orang yang bisaibilang maniak akan seks.Tetapi, aku tidak berani mencobanya sampai aku lulus SMA. Dan, tepat saat aku baru lulus SMA, aku mendapatkan seks pertamaku dengan salah satu teman kakakku, Ferdy.

Waktu itu, kakakku mengajak salah satu temannya, Fredy untuk menginap di rumah.mumpung kedua orangtua kami sedang pergi ke luar negri, tepatnya ke Singapur. Tetapi, ternyata bukan hanya Ferdy saja yang dia ajak, dia juga mengajak dua teman ceweknya, Linda dan Regina. Dan ternyata, mereka berempat berencana untuk mengadakan pesta seks di rumah! Untung saja, kedua pembantu kamipun juga sedang pulang kampung.

Malam itu, aku sama sekali tidak bisa tidur. Dikarenakan aku terus memikirkan tentang pesta seks tersebut. Akhirnya, sebagai gantinya, akupun menyalakan computer, dan menonton salah satu video bokep yang baru saja aku download dari kikil.com. Dan kebetulan sekali, video yang aku download itu, bercerita tentang seorang cowok, yang ml dengan adik temannya. Langsung saja, aku membayangkan cowok tersebut sebagai si Ferdy. Aku membayangkannya sambil ber-mastrubasi. Aku bayangkan, bagaimana aku mengisap kontol si ferdy, bagaimana dia menjilat memekku, dan bagaimana dia mengentotku dengan berbagai macam gaya dari mulai gaya 69,doggy style, sampai women on top.”Ohh, ayo fer!Terus entot gue!Fer, fuck me…harder!Oh,ahhh….yeah…ohhh it feels good, fer!Come on, make me feel like a bitch, dickhead!”teriak aku sambil membayangi reaksi muka hornyanya, dan juga desahan – deshan nikmat yang keluar dari mulutnya. Tidak sampai lima belas menit kemudian, aku mulai mengeluarkan cairan kewanitaanku. Tetapi, aku belum merasa puas. Aku butuh lelaki sungguhan, bukan hanya dalam imajinasi saja, batinku. Sempat terpikir bagiku untuk mengulangi lagi masturbasiku.Tetapi, lalu aku tersadar bahwa hasilnya pastinya akan sama saja. Lalu, aku putuskan untuk tidak mengulangnya lagi.

Keesokan harinya, aku bangun pagi-pagi untuk mempersiapkan sarapan pagi. Di jalan menuju dapur, aku sempat melihat ke kamar kakakku yang sedikit terbuka, aku intip sebentar ke dalam, disana kulihat mereka berempat masih tidur. Lalu, aku lanjutkan perjalananku ke dapur. Selang beberapa jam, mereka ber-empat keluar dari kamar.


“Tan, gue sama Linda dan Regina mau pergi dulu nih, lo di nanti ditemenin sama Ferdy. Dia sekarang masih tidur. Udah, lo nggak usah bikinin gue sarapan. By the way, kalau bonyok nelpon, bilangin gue lagi mandi atau apalah. Jangan bilang gue pergi, bias habis gue nanti kalau mereka berdua udah balik. Okey?” pesan kakakku sambil merangkul kedua perempuan itu.

“Okey, but, janji ya!Lo harus traktir gue kapan – kapan!” balas gue
“Udah, tenang aja. Pasti gue bakalan nraktir lo!Tapi beneran lo ya!Jangan…”ujar kakakku lagi, tapi buru-buru aku potong

“Iya, iya!Gue ngerti!Udah sana pergi, eh, kamar lo berantakan ga?” Tanya gue
“Ya pasti berantakan lah!Udah gampang, nanti pulang gue bersihin!” balas kakak gue lagi
“Udahlah Ton, langsung berangkat aja yuk!”ujar regina nggak sabaran
“Iya Ton, nanti telat lo, kita!”timpal Linda
“Iya, iya. Ya udah, gue pergi dulu ya, Tan!Biasa cewek suka gak sabaran!”ujar kakak gue.

“Dasar lo!Udah sana!Get out!”balas gue lagi
Akhirnya, kakak gue pergi juga. Alhasil, sekarang tinggal gue ama ferdy yang ada di rumah.

Selang setengah jam, aku selesai membuat sarapan dan membersihkan dapur, dan tepat saat aku baru selesai mengelap meja, Ferdy masuk ke dapur.

“Eh Fer, udah bangun?Yukk, saran dulu!Gue udah buat nasi goring ayam campur mi goring nih”

“Oh iya, thanks Tan. Gue mau ngopi dulu. Si Ferdy udah berangkat ya?”
“Iya, tadi dia udah berangkat sama si Regina dan Linda. Kopinya ada di lemari atas tuh, sekalian ama gulanya.”

“Oh iya, thanks.Mmm…harum juga masakan lo.Lo jago masak juga ya, ternyata.Ah, ga juga. Biasa aja kali!Cuma, karena gue dah pernah ngerasain hidup sendiri tanpa pembantu dan orangtua waktu gue ikut pertukaran pelajar di San Fransisco, gue jadi bisa masak dikit – dikit. Yah, minimal yang goring – goringan lah! Tapi, kalo udah yang pake bumbu ribet – ribet, gue nyerah dah!”

“Oh, lo pernah ikut pertukaran pelajar?”

“Pernah sih, waktu gue masih kelas 1 SMA. Tapi Cuma buat satu tahun doang.”

“Yah, lumayan kali. Jadi nambah pengalaman.”

“Iya sih, cowok – cwoknya juga ganteng – ganteng.”

“Oh ya, tapi gimana ama barangnya?Sama nggak kayak barang orang Indonesia.”

“Maksud lo?Barang apaan?”

”Jangan pura-pura nggak tahu deh, Tan. Gimana?Biasanya kan, punya orang bule lebih panjang dari punya gue gini.”

“Mmm…lo ngomongin apaan sih,Fer?”

“Tuh kan, stop jadi orang munafik!Gue tahu lo selama ini pengen banget kan, ngerasain yang namanya ML!"

“Kurang ajar lo ya!Jangan ngomong sembarangan lo!”

“Alah!Siapa yang kemarin malam teriak-teriakkin nama gue. Hah, sambil bilang:”Ohh…fuck me Fer,ohh.ahhh!”?Lo kan?Dan asal tahu aja, kemaren malam, bukan pertama kalinya ...
...gue denger lo seperti itu.”

“Darimana lo tahu?Lo ngintip gue, ya, kemaren malam?”

“Udahlah,makanya jangan boong am ague.Kalo nlo mau ML am ague, gue bakalan ngasih koq.”

“Sori, fer, tapi,tapi…”

Ferdi langsung membuka celana pendeknya,dan keluarlah kontolnya yang selama ini selalu gue baying-bayangkan setiap gue ber-masturbasi. Kontol Ferdy sungguh sangat menggoda sekali. Ukurannya kira-kira sekitar 17 cm, dengan kerutan-kerutan di sekitar batangnya, dengan warna kecokelatan dan bulu jembut yang tidak begitu lebat.

“Ayo, tunggu apa lagi? Bukannya lo kepingin banget, ngerasain barang yang satu ini?”
Perasaan gue saat itu, benar-benar kalang kabut antara kepingin mencoba dengan tidak. Gue sama sekali belum begitu siap untuk melakukan hubungan seks, tetapi, perasaan untuk merasakannya, sama sekali tidak tertahankan lagi.

“Ayolah. Apa gue terlihat kurang menantang?” sambil berkata begitu, Ferdy pun langsung membuka kaosnya, dan terlihatlah badan atletisnya yang ditumbuhi oleh bulu-bulu halus yang menggoda.

Akhirnya, pertahanan gue pun jebol juga, dengan agak ragu – ragu, gue mulai berjongkok untuk menghisap kontolnya tersebut.
Kontol Ferdy sangat panjang sekali, sehingga gue nggak bisa memasukkan seluruh kontolnya ke dalam mulut gue.

“Ayo, jangan diem aja, diisep dong!”
Akhirnya perlahan demi perlahan, gue isap juga kontol tersebut. Pertama – tama memang agak sedikit aneh, apalagi ditambah dengan baunya yang agak sedikit pesing, membuat gue ingin muntah. Tetapi, justru itu, sensasinya. Akhirnya, lama-kelamaan, gue pun terbiasa juga, dan gue pun mulai mengisap kontolnya.

"Aah...Gila, Tan!Enak banget, sepongan lo!Ayo, Tan isep!Aaah...ohhh...gimana, puas nggak lo sekarang?"

Ferdy tampak sangat menikmati oral seks yang kuberikan tersebut, dia tidak henti-hentinya merem - melek sambil teriak - teriak keenakkan dan menjambak-jambak rambutku.

Kukeluarkan semua teknik - teknik mengisap kontol yang aku pelajari dari menonton video bokep. Sambil mengisap kontolnya, tak lupa juga kupijat kedua buah zakarnya

"Tan...ohhh,gila enak banget!Lo boong ya!Katanya, lo belum pernah....ohhh...ML!"

aku tidak perhatikan ucapannya aku benar-benar sangat menikmati setiap centi batang kontol yang kuhisap.


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.