peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.3.peperonity.net

Nona Majikanku, Neng Shinta


Nona Majikanku, Neng Shinta
Sebut saja namaku Hasan. Usiaku saat ini 57 tahun,
pekerjaanku adalah sebagai penjaga merangkap
pembantu
rumah tangga pada sebuah keluarga mantan
pejabat sebut
saja namanya Pak Broto. Aku adalah mantan
tentara dengan
pangkat rendahan. Aku ikut keluarga Pak
Broto sudah 30
tahun. Saat itu Pak Broto masih menjadi
seorang pegawai
rendah di sebuah instansi pemerintah. Namun
karena
kepandaiannya, karir Pak Broto terus
menanjak. Aku
mengabdi pada keluarga ini telah cukup lama
hingga
keluarga ini berhasil menjadi keluarga
terpandang dan
terhormat di masyarakat.

Pak Broto memiliki 2 orang putri yang cantik
cantik dan
masing-masing telah berkeluarga, namanya
Shinta dan
Siska. Di usianya yang telah pensiun ini,
Pak Broto
menikmati sisa usianya dengan melakukan
usaha perkebunan
yang dimilikinya di sebuah daerah di Jawa
Tengah. Pak
Broto menghabiskan waktunya dengan kegiatan
bisnis
perkebunan teh di daerah Tawangmangu di
dekat Solo sana.


Dengan kegiatan barunya ini Pak Broto lebih
banyak
menghabiskan waktunya bersama istrinya di
perkebunan
miliknya. Mereka memiliki sebuah kebun Teh
yang cukup
luas di sana. Dan di perkebunan mereka itu
juga berdiri
sebuah villa yang cukup megah. Aku sering
diajak beliau
kesana dahulu saat beliau masih aktif di
pemerintahan.

Sejak Pak Broto pensiun, jarang sekali
beliau tinggal di
Jakarta. Beliau hanya sesekali datang ke
Jakarta ini
untuk meninjau rumahnya yang aku jaga, juga
melihat
cucunya dari putri pertamanya Siska. Siska
tinggal
dengan suaminya di daerah Kemang, sedangkan
putri
keduanya, Shinta menempati rumah yang aku
tinggali ini
bersama suaminya, Andri. Shinta belum
memiliki anak,
karena mereka menikah baru 6 bulan yang
lalu.

Neng Shinta dan suaminya Andri sama-sama
bekerja di
perusahaan swasta yang berlainan, jadi
pasangan suami
istri ini selalu berangkat pagi dan pulang
malam harinya
bersama sama, sehingga rumah megah yang
mereka tempati
praktis dipercayakan padaku selama mereka
bekerja di
siang hari dan berada di bawah pengawasanku
selama malam
hari. Tugasku selain membersihkan rumah
adalah menjaga
keamanan rumah beserta isinya.

Aku telah dipercaya Pak Broto untuk menjaga
rumahnya ini
berikut kedua putri dan menantunya itu. Jadi
secara
otomatis aku pun harus menjaga majikanku
Shinta yang
memang menetap sama denganku. Shinta usianya
baru 23
tahun. Dahulu aku sempat melihat mereka
berdua lahir,
jadi kedua putri mereka sudah tidak asing
lagi bagiku,
dan mereka pun berdua telah menganggap aku
dan istriku
sebagai bagian dari keluarga ini.

Dulu aku memang tinggal berdua dengan
istriku di rumah
ini. Namun sejak istriku ikut dengan anakku
satu-satunya
yang menjadi polisi dan berdinas di daerah
Riau praktis
hanya aku yang ikut dengan Neng Shinta.
Anakku waktu
sekolah dibantu oleh Pak Broto, sehingga aku
sangat
berhutang budi pada beliau. Anakku kebetulan
telah
menikah dan tugas di Riau. Aku memang sempat
diajak ke
Riau, namun karena aku merasa berhutang budi
dan diberi
tanggung jawab dan telah diamanahi Pak
Broto, ajakan itu
aku lewatkan saja sebab sangat sulit mencari
orang yang
sebaik dan sebijaksana Pak Broto. Selama itu
pun aku
tinggal di rumah Pak Broto bersama Shinta
dan suaminya.

Semua pekerjaan rumah selalu aku selesaikan
dengan baik
dan lancar. Hampir semua waktuku aku
habiskan untuk
merawat rumah dan mobil majikanku ini. Neng
Shinta pun
sering memberiku uang lebih karena aku
memang nggak neko
neko. Shinta adalah potret wanita masa kini
yang cukup
cantik dan memiliki kulit yang putih bersih.
Ia juga
mempunyai rambut sebahu dan menurut
pendapatku wajah
Shinta tidak beda jauh dari artis-artis
sinetron yang
sering aku lihat di televisi.

Kalau tidak terlalu berlebihan, profil Neng
Shinta
agak-agak mirip dengan artis yang sering
muncul di TV
saat ramai-ramainya kampanye Pilpres kemarin
yang
mengiklankan mantan menteri yang desersi.
Walaupun iklan
itu bagiku kayaknya cukup kampungan dan
menurut kesanku
begitu bodoh, namun aku tak peduli.. Bagiku
yang penting
artis itu sangat seksi. Persis sekali dengan
Neng
Shinta, apalagi kalau Neng Shinta juga pakai
kacamata
hitam itu. Memang wajah Neng Shinta sangat
cantik dan
penampilannya begitu oke! Aku maklum saja,
sebab bagi
mereka yang memiliki uang lebih dan
kehidupan yang
mapan, untuk perawatan kecantikan dan
penampilan amat
mudah. Beda jauh dari aku yang hanya cuma
seorang
pembantunya.

Sebagai pembantu merangkap penjaga rumah,
setiap malam
aku wajib memeriksa seluruh keadaan rumah!
Aku harus
memastikan pintu dan jendela terkunci dengan
aman dan
kondisi keamanan rumah harus aman dan
terkendali.
Soalnya jaman sekarang lagi banyak teroris.
Salah-salah
nanti rumah majikanku bisa dijadikan ...Mulai Sekarang

...sasaran
pemboman!
Kan bisa gawat.. Bisa-bisa aku kehilangan
pekerjaan!
Saat memeriksa kondisi rumah kadang-kadang
aku melewati
kamar majikanku Shinta dan suaminya.

Sering aku mendengar dengus nafas dan
rintihan
kenikmatan yang keluar dari mulut pasangan
suami istri
itu. Sebagai laki-laki aku tentu saja
penasaran ingin
mengintip dan mengetahui apa yang terjadi
dengan
pasangan itu. Untuk itu aku berniat untuk
membuat celah
di antara lipatan horden yang menutupi
jendela kamar
mereka yang sangat lebar seukuran 2 meter
kali 4 meteran
itu. Bagiku tidak terlalu sulit untuk
membuat celah di
antara lipatan kain horden itu. Karena
akulah yang
selalu menutup horden itu sebelum Neng
Shinta dan
suaminya pulang.

Siang itu aku mengakali jendela kamar Neng
Shinta agar
aku dapat melihat dan memperhatikan tingkah
laku kedua
pasangan yang berlainan jenis itu saat
mereka
bersenggama. Aku sangat penasaran ingin
melihat mereka
bercinta, karena suara yang terdengar dari
luar kamar
sangat menggairahkan bagi telinga tuaku.
Suara rintihan
Neng Shinta sangat keras terdengar seperti
suara kucing
betina yang sedang dientot jantannya!

Malam itu seperti saat yang kuperkirakan
mereka mulai
melakukan aktivitas seksual, aku segera
keluar dari
kamarku yang terletak di pojok belakang.
Dengan langkah
pelan kudekati kamar mereka dan mengambil
posisi dekat
jendela dimana sengaja kubuat celah pada
kain hordennya.
Keadaan di luar kamar yang gelap sangat
membantuku dalam
menuntaskan tugas pengintaianku. Kudekatkan
wajahku ke
kaca dan melihat ke dalam kamar yang terang
dari celah
yang kubuat. Benar saja pemandangan yang
kulihat sangat
mendebarkan darah tuaku. Sebagai pasangan
muda tentu
masa masa saat itu adalah masa yang penuh
dengan madu
kenikmatan duniawi.

Apa yang kulihat benar-benar membuat
jantungku berdebar
dan gairahku meningkat. Aku melihat kedua
tubuh
telanjang anak majikanku dan menantunya
sedang bergumul
di atas kasur yang empuk. Tubuh putih mulus
Neng Shinta
saat itu sedang menggelepar-gelepar saat
lidah suaminya,
Andri menyusuri setiap jengkal kulitnya.
Sungguh
pemandangan yang kontras! Seluruh tubuh Neng
Shinta yang
putih mulus tanpa cacat sangat kontras
dengan warna
hitam rambut yang memenuhi gundukan
selangkangannya yang
lebat! Ya.. Hanya daerah itulah yang tampak
hitam di
tubuh Neng Shinta!

Aku sangat jelas dapat melihat betapa
selangkangan Neng
Shinta sangat tembam dan munjung ke atas
seperti
setangkup bakpao namun warnanya hitam karena
ditumbuhi
rambut kemaluan yang lebat! Itulah mungkin
bedanya
dengan bakpao! Kalau bakpao warnanya putih..
Tapi
selangkangan Neng Shinta penuh ditutupi
rambut berwarna
hitam! Namun keduanya sama-sama enak
dinikmati! Yang
satu bikin merem melek kekenyangan yang
satunya lagi
bikin merem melek karena ketagihan!

Tak lama kemudian aku melihat kedua tubuh
manusia yang
telanjang itu saling berdempetan menyatu.
Tubuh putih
mulus Neng Shinta saat itu berada di bawah
tubuh
suaminya yang juga tampan itu. Suaminya saat
itu sedang
melakukan gerakan maju mundur dan Neng
Shinta tampaknya
dalam keadaan kepayahan menahan bobot
suaminya dan
gairah nafsunya. Kedua kaki majikanku yang
panjang dan
putih itu berada di atas bahu suaminya.
Sedang tangan
suaminya saat menggenjot tubuh Shinta masih
berada di
dada putih itu dan meremasnya dengan kasar.
Kulihat
pantat Neng Shinta bergoyang dan berputar
setiap kali
pantat suaminya menghunjam selangkangannya.
Kedua tubuh
telanjang itu saling berkutat satu sama
lain.

Tiba-tiba posisi menjadi terbalik. Kini
tubuh Neng
Shinta yang telanjang sudah berada di atas
tubuh
suaminya. Ia bergerak liar seperti seorang
joki wanita
yang sedang memacu kuda! Kedua bukit
payudara itu
berguncang-guncang seiring dengan
gerakannya. Dengan
kedua tangan bertumpu di atas dada suaminya,
Neng Shinta
menggerakkan pantatnya yang bulat dan mulus
maju mundur.
Rambutnya sudah acak-acakan karena
gerakannya yang liar.
Lalu kulihat tubuh telanjang Neng Shinta
terhentak-hentak dan gerakannya semakin liar
dan
beberapa saat kemudian tubuhnya ambruk di
atas dada
suaminya.

Rupanya suaminya belum orgasme! Hal ini
kuketahui karena
setelah menggulingkan tubuh telanjang Neng
Shinta, Mas
Andri suaminya segera bangun dan menyeret
tubuh
telanjang istrinya hingga menungging di sisi
tempat
tidurnya. Kedua kaki Neng Shinta menjuntai
ke lantai.
Pantatnya yang indah semakin kelihatan jelas
dari
tempatku mengintip, karena posisinya
membelakangiku. Aku
melihat betapa gundukan bukit kemaluan Neng
Shinta
begitu indah saat menungging dalam ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.