peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Downloads


ceritaku.4.peperonity.net

Bandung Lautan Api

Coba Sekarang

Bandung Lautan Api
Sampai di Bandung aku dijemput Deden dan Ambar... berempat kami naik Cherokee milik Cecep adik Deden karena Pajero Deden sedang di bengkel akibat terbalik di daerah Ceurangon minggu lalu. Kami langsung menuju rumah Ambar ( mitra selingkuh Deden, karena Deden sendiri telah menikah dan punya 2 anak, mereka tinggal di Jakarta, Deden di Bandung karena kerjanya, seminggu sekali dia pulang Jakarta ).

Rumah Ambar ini agak di pinggiran kota, memiliki halaman luas dan penuh ditumbuhi pohon2an sehingga terkesan sangat asri dan rindang, dekat teras masuk rumah ada kolam ikan panjang, sehingga kami harus melewati jembatan kecil untuk mencapai teras, rumah induk tidak terlalu besar tapi lebih berkesan sejuk. " Kalian tinggal di sini aja, karena rumah ini selalu sepi dan Ambar tingal sendirian di sini " kata Deden. " Yuk masuk... " ajak Ambar. Aku taruh tasku dan barang bawaan lain di ruang tamu dan kamipun duduk di karpet tebal. " Mo narik dulu... kebetulan gua ada sisa Ice Berg... " tawar Deden ( doi ini BD Shabu-shabu, ngga' heran kalo punya stock di mana2 ). Tanpa menanti kita jawab dia keluarkan peralatan berupa botol kaca, alumunium foil dan satu bungkus plastik kecil berisi serbuk putih, sekitar 2 gram. Dengan gerakan tangan yang piawai ( maklum BD ) doi mulai melipat foil dst... dst... bakaran pertama doi isep sendiri... satu tarikan lalu diberikan pada Kiki... lanjutnya aku dan terakhir Ambar... demikian seterusnya sampai bubuk tersebut abis... terus kami lanjutkan ngobrol kanan kiri... " Yuk karaoke... " ajak Deden sambil berdiri... dan kamipun masuk ke ruangan audio... cukup luas ukurannya di sana lengkap segalanya... mulai LD sampe turn table set lengkap dengan mixernya... ada TV besar ukuran 29 inch dan CD player.
Kami mulai memilih2 lagu dan acara karaoke berlangsung seru karena kami nyanyikan lagu dangdut dan yang ngga' nyanyi pada joget... kemudian Deden ke laci dan mengambil bungkusan kecil dari bawah laci yang direkat dengan plak band... ternyata kantongan plastik kecil itu berisi ineks... dan barang tersebut dibagi-bagikan sebutir masing2. Kemudian dia ke LD player dan mengganti disc dengan film BF, lalu ke CD player pasang lagu host... suara host music berbenturan dengan suara erangan dari LD menambah suasana jadi makin panas, padahal AC di ruangan itu sudah pada posisi 16 drajat.

Aku lihat Deden sedang ON sambil memeluk Kiki... mereka berdua goyang asyik banget... kaya'nya keceng banget... aku coba merangkul Ambar yang sedang memperhatikan film di TV... lengannya terasa dingin sekali... pertanda dia juga udah ON.
Aku duduk di belakang Ambar sambil memeluknya... terus badanku aku pake goyang ngikut irama host... Ambarpun larut... sambil sesekali aku raba dadanya yang gede... aku remas... aku cium tengkuknya dari belakang dan diapun mendesah... ach... goyang terus... lalu aku ajak berdiri... dan Ambar menyandar ke TV besar... dengan kepala tertunduk memperhatikan film yang masih berputar... pinggulnya digoyangnya dengan hot... aku tempelkan selangkanganku dan wussshhh.... meriamku langsung enak... tanganku sudah tidak lagi memeluk Ambar... tapi jelas sekali meremas... dan remasan itu makin panas... aku menoleh ke Deden... rupanya mereka sedang dalam posisi yang sama dengan tadi... tapi bedanya baju mereka pada ngumpul di karpet semua... aku masih sempat melihat Deden membimbing Kiki ke sofa dan menunggingkannya sebelum akhirrnya menyodoknya dari belakang... nufsuku sudah tinggi banget... ini gara2 SS dan ineks tadi... lalu aku mulai melucuti pakaian Ambar satu persatu sambil tetap goyang. Setelah Ambar telanjang bulat... dia balik badan dan mulai merangkulku dengan tetap menggeleng-gelengkan kepala... dia cium leherku dan tangannya mulai membuka kancing bajuku.

Aku telah telanjang kini dan aku lihat Ambar memutar-mutar pinggulnya dengan mengesekkannya pada meriamku... aku pegang meriamku dan aku selipkan di antara paha Ambar dengan kaki dirapatkan dan kamipun kembali bergoyang... sesekali meriamku terasa menyentuk bibir kemaluannya... aku berusaha memasukkannya tapi tidak berhasil dan sampai pada saat di mana aku sudah tingi sekali... aku rebahkan Ambar di karpet dan aku rentangkan kedua kakinya... aku arahkan sekali lagi meriamku dan masih tidak berhasil... lalu akupun menyanyi... " Anuku dulu... tak begini... sekarang tak cukup lagi.... " karena suaraku yang keras dan nada yang lucu soalnya seperti lagunya Scott Emultion. " Ha.. ha.. ha... kamu ini masih sempet2nya... " kata Deden sambil ketawa. Aku merasakan liang kenikmatan Ambar sempit banget, padahal sudah cukup basahnya... sambil mikirin liangnya yang sempit dan melihat permukaan perutnya yang rata dan dadanya yang 36B... wow... meriamku tambah meradang dan kini telah mencapai full streng... aku coba lagi untuk menekannya... berhasil masuk kepalanya... lalu aku putar sedikit aku lihat Ambar makin menggeliat dan sambil menindih rapat tubuhnya aku merasakan dadaku terganjal oleh dadanya yang besar dan kenyal sekali... usaha intervensi masih aku lakukan dan berhasil mengirim 1/2 pasukan meriamku... masuk ke daerah pusat kenikmatannya... dan dengan tenaga tambahan aku dorong dengan gaya menyendok... sedikit manuver pinggul akhirnya masuk mentok tapi ngga' abis semua masih tersisa sebagian armada di luar kota kenikmatannya. " Ugh... ...
Cobalah

...gila... penuh banget rasanya barang gua... " demikian kata Ambar mengomentari meriamku yang berhasil masuk... tapi tampaknya Ambar tidak mau buang waktu sia-sia... dia mulai menggoyang pinggulnya dengan cepat dan dengan kepala ditolehkan ke arah Deden dan Kiki dia berusaha melayaniku dengan permainan ganasnya... ngga' mau kalau ganasnya dengan mitra selingkuhnya yang sedang menghajar Kiki. Entah apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya melihat mitra selingkuhnya sedang seru beradu... mungkin cemburu... sebel atau nafsu... yang jelas permainan yang diberikan sungguh nikmat. Ambar yang baru kukenal beberapa jam lalu melayaniku seperti kekasih lamanya, kini dia tidak lagi melihat ke Deden tapi wajahnya dikonsentrasikan padaku dan kamipun terlelap dengan permainan yang memabukkan... tampaknya dia panas melihat permainan Deden dan ingin mengimbangi dengan pelarian permainan total football denganku. Kami selesai dalam waktu yang ngga' terlalu jauh berbeda... aku lihat Deden menindih Kiki yang tengkurap di sofa dengan wajah kelelahan dan aku juga masih menindih Ambar... bahkan aku belum menarik mundur pasukanku dari kota kenikmatan Ambar. Dinginnya AC di ruangan itu berangsur-angsur mulai kami rasakan dengan tubuh telanjang kami.

Sekitar jam 8 malam, datang kakak perempuan Ambar, namanya Yati... dia bersama suaminya mau ke Sukabumi malam itu jadi anaknya dititipkan pada Ambar dan dia ngga' tau kalo Ambar sedang kedatangan tamu ( Aku dan Kiki ). Tapi tetep aja dititipin, karena masih ada kamar lainnya. Ngga' lama setelah Yati pamit, Dedenpun ikut pamit karena dia harus balik ke Jakarta... sehingga praktis tinggal aku dan 2 korban ( Ambar dan Kiki ) serta keponakan Ambar ( anak Yati ), namanya Oppie, usiannya sekitar 16 tahunan. Malam itu aku tidur bertiga dengan Ambar dan Kiki sedang Oppie tidur sendiri di kamar sebelah. Tapi karena sorenya kami abis narik SS jadi ya susah tidur dan yang ada kami semalaman bermain terus sampe pagi. Aku setengah teler abis dibantai dua korbanku yang ganas ( jadi kebalik nich... soalnya korbannya 2 orang jadi aku yang dikeroyok ), aku mendekap tubuh telanjang Ambar dari belakang dan Kiki tiduran terlentang karena terakhir yang aku rajam adalah Kiki, dia ngga' berubah posisi dari saat permainan sampe saat itu... di mana tiba2 Oppie masuk karena memang pintu tidak kami kunci, kamar saat itu agak redup penerangannya karena hanya ada sinar sedikit yang menembus korden kamar... rupanya sudah pagi dan Oppie mo pamit sama tantenya kalo dia mo main ke depan... dengan cuek dia bilang sama tantenya " Tante... Oppie mo ke warung depan beli permen, minta duitnya donk... kemarin Mama lupa kasih duit jajan. " Mungkin karena di luar kamar cahayanya terang sedang dikamar itu redup jadi Oppie ngga' ngelihat jelas pada saat pertama masuk kamar, Ambar dengan tubuh telanjangnya dia bangun ke meja tulis dekat jendela dan mengambil dompetnya serta menarik duit lalu disorongkannya ke Oppie, yang dikasih duit aku lihat masih tertegun ngelihat ke meriamku... mungkin dia baru sadar kalo semua yang ada di dalam situ pada tidur telanjang... dan yang lebih menggangu pandangannya adalah meriamku yang setengah tiang... aku cuek aja dan berlagak masih tertidur. " Ni duitnya... he... kok kamu malah nglamun ? " kata Ambar. Yang ditegur tidak menyahut, langsung aja dia sambar duit yang dikasih dan keloyor keluar sambil mengucap terima kasih.

Ambar menutup pintu dan langsung jongkok di tepi ranjang sambil tangannya meraih meriamku... diremasnya sebentar lalu dikulumnya meriamku yang masih setengah tiang. " Mas... main lagi yuk... masih kuat khan ? " tanyanya. Aku diem aja... dan menikmati isepannya... jago juga dia ngisepnya... pantes aja Deden doyan... dan ngga' dilepas-lepas walau sudah 3 tahun lebih jadi mitra selingkuhnya... waktu sudah siap benar meriamku langsung aja Ambar menaiki tubuhku seperti joki kuda yang handal... dia goyang2kan tubuhnya dengan sangat liar... erangannya tidak sekeras tadi malam karena mungkin dia sadar sekarang sudah pagi dan keponakannya sudah bangun, takut kalo didenger kali. Tiba-tiba aku dikagetkan dengan pintu yang dibuka dari luar... ternyata yang masuk Oppie... dia langsung aja masuk dan ke arah meja tulis... sambil bilang " Tante ini kembaliannya saya taruh di meja ya. " dia noleh ke Tantenya yang sedang menunggangiku. Mungkin Ambar kesal juga dan sambil tetap pada posisinya dia bilang " Pie... nyalain lampunya dan tutup pintunya ".

Oppie menyalakan lampu dan melihat apa yang terjadi " Maaf tante " katanya setengah gugup menyadari apa yang sedang dikerjakan tante dan tamunya. " Sini kamu, duduk deket tante sini, kamu lihat langsung aja ngga' usah pura2 masuk keluar kaya' gitu " kata Ambar kesal. Oppie menurut dan duduk dekat kakiku, dia diem aja sambil memperhatikan dengan seksama... rupanya ini anak murid yang patuh pikirku. Aku berpikiran sekalian mumpung dia ngelihat aku kasih permainan yang menghanyutkan dan aku remas dada Ambar yang gede itu... Ambarpun mendongakkan kepalanya sambil mengerang keras, kali ini dia ngga' nahan lagi erangannya seperti tadi... tanggung kali pikirnya. Kami bermain sangat brutal... sampe pada setengah permainan aku minta ganti posisi, pikiranku supaya Oppie menikmati lebih seru dan lebih terhanyut... aku suruh Ambar nungging di bibir ranjang dan aku serang dari belakang ( doggy style ), persisi di samping Oppie... berjarak sekitar kurang dari setengah meter antara mata Oppie dengan pinggul Ambar yang sedang aku ...

...goyang. Ambar mengerang ganas karena aku menancapkan abis meriamku dan memutarnya... benar2 meng-obok2 abis liang kenikmatan Ambar... sampai pada saatnya Ambar keluar... dia mengerang dan lengan kanannya merengkuh Oppie untuk berpegangan... akupun mengikutinya dengan mempercepat goyanganku sehingga Oppie turut merasakan ayunanku pada Ambar karena Oppie setengah dipeluk Ambar. Tak lama kemudian aku merasakan ada yang ingin meledak dari dalam tubuhku dan aku sodokkan keras2 meriamku dan muntah di dalam liang Ambar yang telah lebih dulu sampe klimaks. Sambil kudorong abis kitapun ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.