peperonity.net
Welcome, guest. You are not logged in.
Log in or join for free!
 
Stay logged in
Forgot login details?

Login
Stay logged in

For free!
Get started!

Multimedia gallery


ceritaku.5.peperonity.net

Affair Antar Penulis (Versi Dio) - 3

Affair Antar Penulis (Versi Dio) - 3

Dari bagian 2

Nafsu birahipun sudah semakin menguasai kami. Kucabut dildo dari anusnya, kuulaskan lagi sedikit oil dan akhirnya kuarahkan kejantananku ke anusnya. Kudorong perlahan, kemudian dengan sekali tekan, seluruh batangku masuk.
"Ooughh.. nikmatt", jerit Cleo.
Sangat nikmat tak terkirakan kurasakan kejantananku menyusuri lubang anusnya. Ditambah lagi dengan melihat Cleo yang menjadi liar menikmati permainan anal ini. Cleo memainkan vaginanya dengan jari-jarinya sendiri. Jeritan-jeritan kenikmatan Cleo tambah menjadi-jadi, akupun semakin jalang memainkan batang kejantananku.
"Dioo.., agghh.., Dioo..", Cleo memekik-mekik membuatku semakin ganas menyodok lubangnya.
"Dio.., aku mauu..", kurasakan getaran birahi yang memuncak.
"Dioo.."
"Tunggu sayangg.., aku jugaa..", seruku terbata-bata di tengah kenikmatan merasakan lubang anusnya.

Gerakanku bertambah cepat, bertambah liar dan bertambah ganas hingga dua tanganku menahan pinggangnya erat. Dan kutekan sedalam-dalamnya batangku seakan ingin menumpahkan sesuatu yang selama ini tertahankan.
"Dioo.., akkuu.., ke.., lu.., aarr..", Cleo tak kuat menahan lebih lama lagi semburan birahinya.
Akupun begitu.
"Aku jugaa.., aaghh..", jeritku panjang.
Kurasakan cairan kenikmatanku menyembur-nyembur di anusnya. Betapa nikmat tak terkira. Sesaat masih kutahan pinggangnya untuk menuntaskan semburan akhir. Aaah, lemas! Kami sama-sama roboh tergeletak di kasur. Hening menyelimuti kami beberapa saat kemudian. Hingga akhirnya kami tertidur dalam kenikmatan.

Cleo masih tertidur saat aku bangun, kupandangi wajahnya yang menyungging senyum tipis.
"Selamat pagi", ucapku saat ia membuka mata sambil memberikan kecupan.
"Pagi..", jawabnya sambil mengusap-usap wajah.
"Enak tidurnya?", tanyaku sambil menarik tubuhnya ke dalam pelukanku.
"Iyah.., haauw..", sambil menguap kecil.
"Kamu?"
"Enak dong, sayang. Apalagi abis main sama kamu", kecupan-kecupan kecilku mendarat lembut di wajahnya.
"Iihh.., udah dong. Malu ah.., bau nih. Mandi yuk", Pelukannya terlepas cepat.
"Yuk..", jawabku.
"Huu.., cepet deh kalo diajak mandi", sambungnya manja.

Kami masih bercengkerama beberapa saat sambil menikmati sarapan, sebelum akhirnya beranjak menuju kamar mandi. Tak perlu lagi membuka baju. Kami tertidur dengan masih bertelanjang semalam. Aku masuk ke dalam shower terlebih dahulu. Setelah suhu air pas, kuulurkan tangan mengajaknya bergabung. Air hangat mengguyur tubuh kami. Di bawah kucuran air, tak henti-henti kucium bibirnya. Tanganku pun berkeliaran di tubuhnya. Aku ingin sekali 'main' sambil mandi, sengaja kuusap agak lama dadanya saat menyabuninya, perutnya dan kewanitaannya. Setelah itu ganti Cleo yang menyabuni tubuhku. Perlahan di setiap centi tubuhku. Hingga akhirnya sampai di penis yang sudah mulai membesar, Cleo berlama-lama. Mengusapnya halus, perlahan hingga membuat kejantananku semakin membesar.
"You naughty girl", bisikku sambil meremas-remas buah dadanya.
"Suka sayang?", tanyanya berbisik.
Bukannya menjawab, malah kulumat bibirnya sambil mendorong tubuhnya perlahan ke tembok. Badan kami masih penuh dengan sabun sehingga gerakan kami semakin licin. Kuremas buah dadanya lebih kencang, sementara kejantananku yang sudah kembali tegang kuselipkan di antara pahanya. Tapi kelihatannya Cleo tidak berminat untuk melakukannya di kamar mandi.
"Enakan main di kamar.., sayang.., ya..?", ucapnya setelah berhasil lepas dari lumatan bibirku, sambil mengusap-usap halus batangku.
Aku agak kecewa karena sudah membayangkan keliaran Cleo 'bermain' di bawah siraman shower. Walaupun kecewa tapi kuikuti keinginannya, sambil membersihkan busa sabun dari badan sambil tetap 'usaha' dengan menyentuh bagian-bagian sensitif tubuhnya. Gagal juga!

Setelah mengeringkan badan, Cleo mengajakku duduk di tempat tidur. Ia berdiri di hadapanku, memperhatikan bagian bawahku yang masih sedikit tegang. Cleo berlutut di hadapan kejantananku dan mengelus-elus halus.
"Bangun lagi, sayang..", ucapnya seakan berbicara dengan penisku.
Dari elusan halus, dipegangnya batangku. Dijilatnya perlahan. Tidak terburu-buru seperti kemarin. Dimasukannya perlahan ke mulutnya. Dikulumnya halus sambil mengelus perlahan kedua buah zakarku. Kemudian batangku di kocok-kocok perlahan.
"Aagghh.., enak sayang..", aku merintih keenakan.
Cleo meneruskan hisapan yang begitu dinikmatinya. Membuat kejantananku membesar dan menegang. Puas dengan hisapannya, perlahan Cleo berdiri, mengajakku duduk di tempat tidur sambil bersandar di tembok. Ia duduk di pangkuanku berhadapan. Mulutnya meneruskan aktifitas di mulutku. Lidahnya menari-nari di dalamnya, menggapai-gapai lidahku yang tak kalah ikut berkeliaran nakal. Lengannya melingkar di leherku. Sementara tanganku mulai menelusuri tubuhnya yang sintal, diikuti oleh desahan-desahan hangatnya. Kuremas-remas bongkahan pantatnya dengan penuh gairah. Kuangkat tubuhnya perlahan, dan kejantananku perlahan kembali memasuki kewanitaannya.

"Aagghh..", bersamaan kami mengerang kenikmatan.
Hanya sesaat karena kemudian kami lanjutkan dengan ciuman penuh gairah yang sempat terputus. Birahi Cleo kembali terbangun. Diputar-putarnya pinggangnya, tanpa melepas ciuman kami. Semakin lama badannya menegang, dipeluknya aku erat-erat. Badannya terhempas ke belakang karena terhentak oleh birahi yang mulai menguasainya. Dengan sigap kutahan tubuhnya.
"Dioo.., agghh.."
Kubantu gerakannya dengan menekan pinggangnya ke arahku. Cleo mendekatkan lagi tubuhnya, diatur kembali gerakannya. Naik.., turun.., naik.., turun..
"Dioo.., enak banget sayangg..", racaunya saat aku menjilat-jilat di pundak, di bahu dan di buah dadanya.
Gerakan tanganku di pantatnya pun mulai meliar. Terkadang jariku bermain di lubang anusnya. Kumasukkan sedikit demi sedikit. Semakin dalam Cleo menekan batangku, semakin dalam jariku masuk ke anusnya.

Kemudian kuangkat kembali badannya. Kuarahkan kejantananku ke lubang anusnya dan.., kurasakan kembali kenikmatan lubang anus Cleo.
"Aagghh..", lagi-lagi kami berbarengan mengerang.
"Feelss fucking greatt..", Cleo mulai meracau, birahi kembali menguasainya.
"Fucckk.., it's so greatt..", aku pun juga terbawa racauannya.
"Youur dick is so greatt.., honeyy.."
"Aagghh.. your ass so tightt.."
Cleo semakin dalam mendorong pantatnya. Semakin cepat, semakin keras.
"Nikmaatt.., Cleo.., nikmatt..", eranganku rupanya menambah gairahnya.
Semakin menggebu-gebu Cleo menekan-nekan pantatnya. Jilatan-jilatan liarpun menerpa wajahku. Hunjaman kejantananku semakin menggedor-gedor anusnya hingga membuat Cleo kembali menggapai puncak klimaks.
"Dioo.., aghh.., nikmatt", iapun terhempas ke belakang.
Lagi lagi aku harus menahan beban tubuhnya. Cleo mengeluarkan kejantananku dari dalam lubang anusnya. Iapun lunglai di pelukanku.
"Makasih Dio..", bisiknya.

Tanganku mengelus-elus punggungnya perlahan untuk memberikan kesempatan kepadanya beristirahat, menikmati kepuasan yang baru saja diraihnya. Kejantananku masih tegang. Cleo bangkit ke kamar mandi dan kembali dengan handuk basah hangat, dibersihkannya batang kenikmatanku dengan lembut. Cleo memintaku berbaring miring dengan satu kaki terbuka dan perlahan mulai menghisap kejantananku yang masih menegang sambil dikocok-kocoknya. Hisapan, jilatan, kocokan dan jari tangan yang mengelus halus anusku memberikan sensasi seksual yang luar biasa.
"Can I.., put there honey", bisiknya.
Cleo ingin memasukan jarinya ke anusku! Memainkan anus wanita pasanganku adalah bagian yang aku sukai, tapi anusku sendiri dimainkan belum pernah! Bingung, antara kuatir, ingin tahu dan tidak ingin mengecewakannya.
"You want it, honey..? Put then..!", aku seperti tidak percaya dengan ucapanku.
Segera saja cleo meraih baby oil dari meja kecil di samping tempat tidur. Diusapkannya di lubang anusku, juga jari telunjuknya. Perlahan diputarinya mulut lubang anusku hingga menimbulkan rasa geli yang nikmat, hal yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
"Do it! NAUGHTY GIRL", aku tak tahan ingin merasakan lebih dari sekedar dielus-elus.

Cleo memasukan jarinya sebatas kuku, digerak-gerakannya perlahan di dalam. Dimasukannya lagi lebih dalam, hingga setengah jarinya, digerak-gerakannya lagi.
"Aaghh..", aku mengerang.
Aku merasakan sensasi seksual yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Cleo semakin antusias memainkan jarinya. Dimasukannya lagi lebih dalam, hingga jarinya masuk seluruhnya. Oohh.. nikmattnya. Semakin digerakkan semakin aku menjadi beringas, jarinya mulai mengocok-ngocok keluar masuk.
"Yeaachh.., yeaach..! More.., moree.., suck my dickk..!", aku meracau.
Jari kanannya sibuk dengan anus sementara mulutnya kembali sibuk menghisap-hisap kejantananku. Jarinya semakin cepat keluar masuk dan mulutnya semakin beringas membasahi penisku. Aku dan Cleo semakin menikmati permainan ini. Birahi yang memuncak membuatku ingin mencoba lebih dari sekedar jari.
"Cleo.., dildo.., cleo.., put it into my ass!", pekikku meminta.

Diraihnya dildo, diolesinya oil. Diarahkannya dildo itu ke lubang anusku. Diputar-putarnya perlahan, disapunya oil di mulut anusku kemudian didorongnya. Sebagian kepala dildo masuk ke anusku yang masih perawan. Cleo mendorong lebih keras lagi hingga seluruh kepala dildo masuk ke lubang anusku, terasa sedikit sakit, tapi tidak memadamkan keinginanku untuk meneruskan permainan ini. Cleo memahami, didiamkannya kepala dildo agar lubang anusku terbiasa, ia pun melanjutkan menghisap-hisap kejantananku. Hisapannya membuatku lupa dengan rasa sakit di anus. Birahiku menggelegak. Saat itu tidak disia-siakan Cleo, ia kembali menekan dildo lebih dalam ke lubang anusku.
"Auughh..!", aku memekik.
Merasakan dildo di dalam anusku, sulit dilukiskan sensasinya, aneh, perih, nikmat semua menjadi satu. Digerakannya dildo perlahan, keluar masuk, perlahan. Aku benar-benar menikmati, dipercepatnya gerakannya. Keluar masuk.., keluar masuk.., ougghh.., nikmatnya. Hilang sudah rasa sakit dan perihku.
"Aagghh..", aku kian mengerang.
"Fuck mee..! FUCK MEE..!", racauku.
Cleo semakin mempercepat lagi kocokannya. Semakin dalam, semakin cepat.
"Oohh..! You're so FUCKING.. BAADD..!"

Erangan-eranganku semakin membuat Cleo tak terkendali.
"Fuckk.., fuck you hardd.., ouugghh..", aku pun ikut terbawa birahinya.
"Cleo.., cleo..", kubuka kaki semakin lebar.
"EAT MY DICKK..!", aku mengambil alih dildo dari tangannya.
Erangan-eranganku semakin menjadi-jadi. Diraihnya batangku, dihisapnya sambil dikocok-kocok. Tak beraturan, ludahnya membasahi penisku hingga menimbulkan bunyi kecipak seirama dengan semakin tak terkendalikannya birahi kami.
"Aaghh..", aku mengerang panjang saat ...
Next part ►


This page:




Help/FAQ | Terms | Imprint
Home People Pictures Videos Sites Blogs Chat
Top
.